Ziva Putri Willson, putri bungsu keluarga Willson, adalah perpaduan sempurna antara kecantikan, kecerdasan, dan kepercayaan diri setinggi langit. Di usianya yang masih muda, dia telah menjadi desainer ternama yg namanya menggema hingga ke mancanegara.
Damian Alexander, CEO muda yang dikenal kejam dan dingin. Baginya, hidup hanyalah deretan angka dan nilai saham. Dia sangat anti pada wanita karena menganggap mereka makhluk paling merepotkan di dunia.
"Dengar, Tuan CEO, kamu mungkin bisa membeli saham dunia, tapi kamu tidak bisa membeli hak untuk mengatur kapan aku harus bernapas. Jadi, simpan wajah sok kuasamu itu untuk rapat, bukan untukku." -Ziva.
"Aku sudah menghadapi ribuan musuh bisnis yang licin, tapi menghadapi satu wanita bermulut tajam seperti dia jauh lebih menguras energi daripada akuisisi perusahaan. Tapi justru itu yang membuatnya berbeda." — Damian.
Siapa yang akan menyerah lebih dulu? Si Tuan Dingin yang mulai kehilangan akal sehatnya, atau Nona cerewet berwajah manis
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MERTUA IDAMAN
Mobil Rolls-Royce milik Nyonya Diandra meluncur tenang membelah jalanan kota.
Di kursi penumpang Nyonya Diandra menggenggam tangan Ziva dengan hangat.
"Ziva, Sayang, Mama benar-benar bersyukur kamu yang jadi pasangan Damian, hanya kamu yang berani menertawakannya tepat di depan wajahnya," puji Nyonya Diandra sambil menatap wajah calon menantunya.
"Habisnya Damian terlalu serius, Ma, kalau tidak digoda sedikit, dia bisa lupa caranya bernapas," jawab Ziva terkekeh.
Nyonya Diandra tersenyum tipis, lalu dia mendekat ke telinga Ziva, seolah-olah sopir di depan adalah mata-mata yang tidak boleh mendengar.
"Ngomong-ngomong soal serius, ada satu hal yang sampai sekarang menjadi misteri besar di rumah utama kami, Ziva. Bahkan Mama dan Papa pun tidak tahu jawabannya," bisik Nyonya Diandra pelan.
"Misteri? Di rumah sebesar itu? Apa Damian pernah menyembunyikan nilai ujian yang jelek?" tanya Ziva, menaikan sebelah alisnya.
"Bukan, kalau soal nilai, dia selalu sempurna sampai membosankan," jawab Nyonya Diandra menggeleng kan kepala nya.
"Tapi ini soal sebuah ruangan, di lantai tiga rumah utama, ada satu ruangan di sudut paling ujung. Sejak Damian masih duduk di bangku SD, dia sendiri yang memasang kunci elektronik tambahan di sana, dia bilang itu wilayah terlarangnya," cerita Nyonya Diandra.
"Sejak SD? Anak sekecil itu sudah punya ruang rahasia?" tanya Ziva membulat kan matanya.
"Iya! Bayangkan, Ziva. Waktu dia umur sepuluh tahun, ada pelayan yang mencoba masuk untuk membersihkan debu, dan Damian tahu, kamu tahu apa yang dia lakukan? Dia tidak marah-marah, tapi dia langsung mengganti kode pintunya dan berdiri di depan pintu itu selama lima jam tanpa bicara pada siapapun sebagai bentuk protes," cerita Nyonya Diandra dengan menggebu-gebu.
Ziva membayangkan Damian kecil yang kaku, berdiri menjaga pintu seperti patung tentara.
"Lalu, Mama tidak pernah mencoba masuk saat dia sekolah?" tanya Ziva, penasaran.
Memang nya ada rahasia apa kalau masih SD, sampai harus segitu nya, perasaan diri nya tidak punya rahasia yang serius, kalau masih SD begitu.
"Mama pernah sekali mencoba memasukkan kode tanggal lahirnya, tanggal lahir Papa, bahkan tanggal berdirinya perusahaan, tapi semuanya salah. Dia benar-benar menutup akses siapapun, dan sampai sekarang, saat dia sudah punya rumah pribadi sendiri pun, ruangan di rumah utama itu tetap terkunci rapat. Dia selalu datang sebulan sekali hanya untuk masuk ke sana sendirian selama satu jam, lalu keluar dengan wajah yang, entahlah, sulit dijelaskan. Kadang dia terlihat lebih tenang, kadang malah lebih dingin," jawab Nyonya Diandra, menceritakan semua nya.
Ziva terdiam. Otak desainer-nya yang penuh imajinasi mulai bekerja liar.
Apa isinya? Koleksi mainan yang gagal dia dapatkan? Atau jangan-jangan dia punya laboratorium rahasia untuk menciptakan rencana menguasai dunia sejak kecil? Pikir Ziva, mulai menerka-nerka.
"Ziva, Mama rasa, hanya kamu yang punya kesempatan untuk membuka pintu itu. Damian itu seperti brankas baja, dia butuh kunci yang tepat, dan Mama yakin kunci itu ada padamu," ucap Nyonya Diandra memegang bahu Ziva dengan serius.
"Kenapa Mama yakin sekali? Aku bahkan baru mengenalnya beberapa hari," tanya Ziva ragu.
"Karena kemarin, untuk pertama kalinya Mama melihat dia jajan berdua bersama kamu di pinggir jalan, Damian itu sangat higienis dan tidak suka berbagi," jawab Nyonya Diandra mengedipkan sebelah matanya.
"I-itu aku yang memaksa Damian Ma," ucap Ziva, meringis malu.
Entah siapa yang membuat ku Viral seperti ini, sampai-sampai Mama Diandra tahu, soal telur gulung kemarin.
"Tidak ada yang bisa memaksa Damian Alexander, Sayang, dia melakukan itu karena dia mau," jawab Nyonya Diandra mantap.
Mobil mewah itu, berhenti di depan sebuah toko perhiasan ternama di negara J.
"Nah, kita sudah sampai di butik perhiasannya, lupakan sejenak soal ruang rahasia itu, sekarang fokus kita adalah menghabiskan uang Damian," ucap Nyonya Diandra, semangat.
Mereka turun dari mobil di depan sebuah toko perhiasan mewah yang langsung ditutup untuk umum demi kedatangan mereka. Namun, di dalam hati Ziva, benih rasa penasaran itu sudah tumbuh, tentang cerita ibu mertua nya tadi.
"Ruangan rahasia sejak SD, ya? Lihat saja, Damian. Kalau aku bisa membuatmu makan telur gulung, aku pasti bisa membuatmu membuka pintu itu," batin Ziva, tersenyum licik.
Di dalam suasana mendadak senyap saat manajer toko membungkuk dalam menyambut Nyonya Diandra dan Ziva. Seluruh staf berdiri rapi, seolah-olah yang datang adalah ratu dan putri mahkota.
"Selamat siang, Nyonya Alexander, Nona Muda Willson, kami sudah menyiapkan koleksi terbaru sesuai permintaan Tuan Muda Damian pagi tadi," ucap sang manajer dengan nada sangat hormat.
"Tuan Muda Damian? Dia menelepon ke sini?" tanya Ziva mengangkat alisnya.
"Tentu saja, Sayang, dia bilang pada Mama tadi pagi. Pastikan Ziva tidak pulang dengan tangan kosong, atau toko itu akan aku tinjau ulang investasinya. Dasar kaku, perhatiannya selalu dibalut ancaman bisnis," jawab Nyonya Diandra terkekeh sambil menarik Ziva ke sofa beludru yang nyaman.
"Oh, jadi dia mau pamer kekayaan? Baik, mari kita lihat seberapa dalam dompet si Kutub Utara itu," ucap Ziva mendengus geli.
Staf toko mulai mengeluarkan beberapa kotak beludru hitam, di dalamnya berkilau set perhiasan zamrud yang sangat langka.
"Pilih apapun yang kamu suka sayang, bukan hanya untuk perhiasan nanti kamu saat menikah, tapi untuk di pakai nanti malam, kamu bebas membeli berapapun set perhiasan yang kamu suka," ucap Nyonya Diandra, santai.
Ziva yang memang terlahir dari keluarga kaya dan sudah terbiasa dengan perhiasan mewah seperti ini, apa lagi dia seorang desainer yang mengerti soal seni, tentu saja Ziva bisa menilai kualitas beberapa perhiasan yang sedang di keluarkan oleh staf toko itu.
Ada satu set perhiasan yang menarik perhatian Ziva, warna permata nya serasi dengan warna mata Ziva dan gaun yang akan dia kenakan
"Ini adalah The Eternal Emerald, Nona. Kalung ini memiliki berlian 20 karat dengan zamrud Kolombia di tengahnya," jelas staf tersebut.
Ziva melihat harganya yang tertera di tablet kecil di sampingnya. Matanya hampir melompat keluar.
"Ma, ini harganya cukup buat beli satu pulau kecil di Karibia!" ucap Ziva, menutup mulut, tidak bisa menutupi rasa terkejutnya.
"Ambil saja, Ziva, itu sangat cocok di leher jenjang mu. Lagipula, Damian baru saja memenangkan tender pembangunan pelabuhan di Negara C minggu lalu. Anggap saja ini pajak karena dia sering membuatmu kesal," jawab Nyonya Diandra hanya melambai-lambaikan tangannya dengan santai.
"Kalau begitu, aku tidak boleh setengah-setengah," gumam Ziva dengan senyum licik.
pgn bgt jd ziva,d cntai tlus sm dami..plus cnta dr kluarganya jg...
playboy udh saatnya tobat..biar dia tau gmna rsanya brjuang mngejar prmpuan yg ga mmpan sm psonanya...smnggttt......😘😘😘
OMG bisa nahan rasa selama itu....
its true love ❤️❤️❤️
OMG bisa nahan rasa selama itu....
its true love ❤️❤️❤️
biasanya kn bnyk drama,trs acuh....
Laahh....ni mlah mkin hri mkin bucin....
tar kl ziva hmil,psti anknya jd rival....🤣🤣🤣
sweet banget sih.....
curiga nih... keknya kak oThor orangnya jg romantis nih..... cieeeee
maniss bgt loh, sll bikin baper🥰🥰🥰