NovelToon NovelToon
Arjuna Bopo Istimewa

Arjuna Bopo Istimewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Kembar / Keluarga / Spiritual / Epik Petualangan / Romansa
Popularitas:688.1k
Nilai: 5
Nama Author: Fernanda Syafira

Kisah ini adalah kelanjutan dari Novel Bopo Kembar Desa Banyu Alas.
Di sini, Author akan lebih banyak membahas tentang Arjuna Jati Manggala, putra dari Arsha dan Raina yang memiliki Batu Panca Warna.
Batu Panca Warna sendiri di percaya memiliki sesuatu yang istimewa. 'Penanda' Bopo ini, barulah di turunkan pada Arjuna setelah ratusan tahun lamanya. Jadi, Arjuna adalah pemegang Batu Panca Warna yang kedua.
Author juga akan membahas kehidupan Sashi, Kakak Angkat Arjuna dan juga dua sepupu Arjuna yaitu si kembar, Naradipta dan Naladhipa.
Beberapa karakter pun akan ada yang Author hilangkan demi bisa mendapatkan fokus cerita.
Agar bisa mengerti alurnya, silahkan baca terlebih dahulu Novel Cinta Ugal - Ugalan Mas Kades dan juga Novel Bopo Kembar Desa Banyu Alas bagi pembaca yang belum membaca kedua Novel tersebut.
Happy Reading

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fernanda Syafira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

5. Tahap Pertama

"Begini Pak, Bu, Mas, ada yang ingin Falih sampaikan." Ujar Falih pada keluarga Ashoka.

Mendengar itu, seuasana yang tadinya meriah, mendadak menjadi hening, walaupun tak mengurangi kehangatan di sana.

"Ada apa, Mas Falih?" Tanya Abimanyu dengan sorot mata yang hangat. Berbeda dengan tatapan Arsha dan Aksa yang begitu serius.

"Saya mohon izin untuk membawa Ashoka pergi hari ini. Rencananya, saya mau mengenalkan Ashoka pada keluarga besar saya. Kebetulan, sedang ada acara di kediaman salah satu keluarga. Saya mau membawa Ashka ke sana agar bisa berkenalan dengan keluarga besar." Jawab Falih sambil tersenyum.

Kelegaan pun muncul di wajah Arsha dan Aksa ketika mendengar jawaban dari Falih. Keduanya sampai kompak mengambil kopi mereka dan menyeruputnya untuk meredakan ketegangan.

"Selain itu, saya juga minta izin untuk meminang Ashoka menjadi istri saya." Imbuh Falih yang langsung membuat Aksa dan Arsha tersedak.

"Mas, pelan - pelan minumnya." Komentar Ashoka sambil menahan tawa.

"Maaf, kalau mungkin mengejutkan Bapak, Ibu, dan Mas semua. Tapi, saya sudah benar yakin ingin meminang Ashoka untuk menjadi istri saya." Ucap Falih berusaha meyakinkan keluarga Ashoka.

Putra semata wayang dari pasangan Dokter yang memiliki sebuah Rumah Sakit swasta terkenal di Kabupaten itu, benar - benar sudah tertaut hatinya pada Ashoka.

"Gak kecepetan kalo langsung mau nikah? Kata Ashoka kalian kan belum lama dekat?" Tanya Arsha.

"In Syaa Allah, saya udah yakn, Mas. Saya sudah menaruh hati pada Ashka sejak dia Koas di Rumah Sakit. Sayangnya, saya belum brani mendekati Ashoka saat itu, karena seminggu kemudian saya harus berangkat ke China untuk melanjutkan study Spesialis." Jawab Falih.

"Tapi semua saya kembalikan lagi pada Ashoka dan keluarga. Saya hanya ingin menyampaikan niat saya." Imbuh Falih kemudian.

Abimanyu terdiam sejenak dan nampak berfikir. Memang mudah rasanya waktu a melamar Runi dulu, mungkin seperti apa yang di rasakan Falih saat ini.

Tetapi, ternyata terasa tak mudah untuknya menerima pinangan dari seorang pria untuk putrinya. Mungkin, seperti inilah perasaan Papa Aryo dulu waktu ia meminang putrinya.

"Gimana, Nduk? Kan Ashoka yang akan menjalani rumah tangga." Kata - kata itu akhirnya keluar dari bibir Abimanyu.

"Ashoka In Syaa Allah siap, Mo." Jawab Ashoka hingga membuat netra dua kakaknya terbelalak.

Ashoka dan Runi pun tersenyum melihat reaksi Arsha dan Aksa yang seolah tak terima namun tak bisa berbuat apa - apa di depan Romonya.

"Tapi, semua Ashoka serahkan pada Romo, Ibun juga Mas Arsha dan Mas Aksa. Ashoka gak akan melanjutkan hubungan Ashoka dan Kak Falih, kalau salah satu dari kalian belum merestui." Imbuh Ashoka.

Sejenak, mereka semua sama - sama terdiam. Namun, Abimanyu segera membuka mulut untuk memberi kepastian pada Falih.

"Begini, Mas Falih. Kalau Ashoka sudah siap, kami sebagai keluarga tentu tak ingin menghalangi. Tetapi, kami juga ingin memastikan, apakah keluarga Mas Falih bisa menerima Ashoka. Baiknya kita jalani tahap demi tahap, mulai dari perkenalan keluarga terlebih dulu, hingga nantinya kita semua bisa kompak untuk membawa kalian ke jenjang pernikahan." Ujar Abimanyu.

"Baik, Pak. In Syaa Allah, saya akan bicara juga dengan kedua orang tua saya dan mengatur waktu agar bisa segera silaturahmi ke sini." Kata Falih dengan yakin.

Mereka kembali mengobrol kesana dan kemari sebentar untuk menghilangkan atmosfer tegang yang tadi sempat membelenggu.

"Ya sudah, kalau misal mau pergi sama Ashoka, monggo Mas Falih, takutnya nanti kesiangan." Ujar Runi.

"Alhamdulillah, terima kasih, Pak, Bu, Mas." Ucap Falih.

"Manggilnya Romo dan Ibun saja, biar gak canggung kedengarannya." Ujar Runi sambil tersenyum.

"Oh, iya. Romo, Ibun." Kata Falih yang nampak lega karena niatnya cukup di sambut dengan baik oleh keluarga Ashoka.

"Kalau gitu, saya dan Ashoka pamit dulu, Mo, Bun, Mas." Pamit Falih yang kemudian menyalami Abimanyu, Runi, Arsha dan Aksa.

"Iya, hati - hati di jalan." Pesan Aksa.

"Iya, Mas." Jawab Falih.

"Ashoka jalan dulu ya, Mo, Mas, Bun." Pamit Ashoka.

"Prengas - prenges, kowe. (Cengar - cengir, kamu.)" Kata Aksa sambil menarik hidung Ashoka dengan gemas ketika Ashoka menyalaminya.

"Biasa aja lho, Mas. Jangan tegang gitu." Kekeh Ashoka sambil memeluk Arsha sebelum menyalaminya. Arsha sendiri hanya bisa terkekeh sambil menepuk pelan dahi Ashoka.

"Mas Arsha di peluk, Mas Aksa enggak." Protes Aksa.

"Uluh - uluh, Sayangku. Wes tuwek kok yo jek meri wae. (Udah tua kok ya masih iri aja.)" Kekeh Ashoka sambil beralih memeluk Aksa.

"Cium sekalian." Kata Aksa yang membuat mereka semua tertawa.

Falih pun terkekeh melihat kedekatan antara Ashoka dan Kakak - Kakaknya. Ia pun semakin mengerti, bagaimana cara memperlakukan Ashoka yang selama ini selalu mendapat Princess Treatment dari Kakak - Kakaknya.

"Mika... Mika mau kemana?" Tanya Sashi saat melihat Ashoka yang hendak pergi dengan Falih.

"Mika mau pergi sama Om dulu ya, Nok." Pamit Ashoka.

"Ikuuut!"

"Mika ikut, Mika."

"Mau ikuut, Mika."

Seru Arjuna, Dipta dan Nala yang langsung menghampiri Ashoka. Sementara Sashi hanya cengar - cengir melihat kelakuan adik - adiknya.

"Duh alah! Mika mau pergi sama Om, masak mau gembol anak. Kapan - kapan aja, kita jalan - jalan bareng, ya. Kalau sekarang jangan ikut dulu." Kata Ashoka yang berusaha memberi pengertian pada keponakan - keponakannya.

"Mau beli jajan dulu? Kita cari Mini Market, yuk? Om traktir." Ajak Falih sambil merunduk untuk mensejajarkan tingginya dengan Keponakan - Keponakan Ashoka.

"Mau!" Seru mereka bersamaan.

"Kak, emang gak telat? Nanti telat, loh." Tanya Ashoka.

"Gak apa - apa. Lagi pula, Mini Marketnya dekat kan, kayaknya di depan sana ada." Jawab Falih sambil tersenyum hangat.

"Mika, ayo, Mika. Om aja ngajakin jajan kok." Ajak Nala.

"Oke. Tapi gak boleh jajan macem - macem, ya. Cuma boleh jajan apa yang di bolehin sama Ibu dan Buna." Pesan Ashoka.

"Oke, Mika." Jawab Arjuna dengan semangat.

"Yasudah, pamit dulu sama semuanya." Titah Falih yang membuat keempat keponakan Ashoka itu berlari masuk ke dalam rumah.

"Maaf ya, Kak. Jadi ngerepotin." Ujar Ashoka.

"Ga apa - apa, Sayang. Aku seneng bisa deket sama Keponakanmu." Jawab Falih dengan halus hingga membuat wajah Ashoka memerah.

Ini adalah kali pertama Falih memanggilnya 'Sayang'. Biasanya, Falih hanya memanggilnya 'Dek' karena memang Ashoka lebih muda tiga tahun darinya.

"Ya Allah, Ashoka. Masak Adeknya Buaya bisa tersipu cuma gara - gara di panggil Sayang sama Kadal." Seru Ashoka dalam hati.

"Mika! Om, ayo berangkat." Seru Dipta yang sudah kembali dengan tiga sepupunya.

"Lho, Mika kenapa kok pipinya merah? Iritasi? Kata Buna, kalau merah - merah gitu namanya iritasi." Celetuk Sashi hingga membuat Falih lebih memperhatikan wajahnya kini.

"Astaghfirullah, notice aja anak satu ini." Gemas Ashoka sambil mencubit pipi Sashi.

"Kamu gak apa - apa, Dek?" Tanya Falih.

"Gak apa - apa, cuma panas aja." Jawab Ashoka sambil terkekeh.

"Ayo, Mika..." Ajak Nala.

"Oke. Let's go child! Om traktir jajan sebanyak apa yang kalian mau." Ajak Falih sambil menggiring ke empat calon keponakannya itu masuk ke dalam mobil.

1
rizky tria
nah kan ujung"nya duit 🤭😀
sabar ya Meshwa 🤗
bener kata Dilan, rindu itu berat biar mas Huna aja yg nanggung 🤣🤣🤣
rizky tria: *Juna
total 1 replies
Rusi Rusi
next thor
yunita
lnjutttt yg byk thorrr lnjutttt
Kasih Bonda
next Thor semangat
Nifatul Masruro Hikari Masaru
kok gak tau diri ya orang tua si pelaku.
Trie Heartie
yah Thor keenakan dia dong udah melecehkan dpat uang ganti rugi lagi ih harusnya di penjara aja biar jera dan ndak melakukan tindakan kriminal lagi
Zhafran Althaf
kak ini ga ada tawuran2 lagi gitu ta🤭
Shee_👚
aamiin semoga mas juna cepet pulang dan kembali ke rumah💪😘
Tosari Agung
kurang seru thor buat geger kepolisian apa thor sekali kali dengan datang nya elang sama hewan tinggi besarnya Juna Thor sesekali apa thor 🤭🙏🙏
adning iza
terima kasih up nya thoorrr🥰🥰🥰🥰
Eka
semoga arjuna dan naya akan baik2 saja,jalu dilihat dari cara naya bicara kok kaya ya mau ada masalah yg berat dhe sampai yangkung turun tangan
Maulana ya_Rohman
lha kok😟
Maulana ya_Rohman
lha kok😟
bibuk Hannan & Afnan
Juna bukan juja thor typo
Rahmawati
mas juna jgn di tahan dong, harusnya keluarga Nala yg bikin laporan percobaan pemerkosaan, kasian mamas ganteng
Eka
semoga arjuna sama nara mitha amaan ,biar tau rasa thu ketua panitianya
adning iza
mas juna iki lo banyu motoku wes arep mrembes mlah ndagel dadine mlingsep neh to yo banyune🤣🤣🤣
adning iza
siap² besok dimakamin nih mantany nala
Rusi Rusi
banyak bawang nya Thor, jadi penasaran sama mas juna di tahan apa ngga ya Thor. lanjut lagi Thor. semangat
Ibu² kang Halu🤩
kagak tau apa ya, tuh keluarga si sampah sedang berhadapan sama siapa??? dibuat kena mental ya kak author 🤩🤩🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!