NovelToon NovelToon
Bersinar Lah Bersama Matahari

Bersinar Lah Bersama Matahari

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mengubah Takdir / Menjadi Pengusaha
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Mbak Ainun

Penasaran dengan ceritanya yuk langsung aja kita baca

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mbak Ainun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 18: Menunggu Kabar dari Seberang

BAB 18: Menunggu Kabar dari Seberang

Minggu kedua di bulan Februari 2026 terasa seperti keheningan sebelum badai. Sampel Basreng Matahari seberat dua puluh kilogram telah mendarat di laboratorium biosekuriti Melbourne tiga hari yang lalu. Sejak saat itu, ponsel Nayla tidak pernah lepas dari genggamannya. Setiap kali ada notifikasi email masuk, jantungnya berdegup kencang, hanya untuk mendapati bahwa itu hanyalah buletin iklan atau laporan penjualan harian dari Ranti.

"Nay, duduklah dulu. Kamu sudah mondar-mandir di depan mesin sealer itu sejak pagi. Mesinnya tidak akan bekerja lebih cepat hanya karena kamu pelototi," tegur ibunya sambil menata botol sambal ijo.

Nayla menghela napas panjang, akhirnya duduk di kursi kayu di pojok ruko. "Ibu tidak mengerti. Australia itu sangat ketat. Kalau mereka menemukan satu saja mikroba yang dianggap asing atau kandungan logam berat dari alat penggorengan kita, tamat sudah. Nama kita akan masuk daftar hitam ekspor sebelum benar-benar dimulai."

"Kita sudah melakukan yang terbaik, Nay. Bagas sudah membersihkan semua alat dengan standar rumah sakit. Pak Mamat juga sudah menjamin ikannya ditangkap tanpa bahan kimia. Selebihnya, biarkan Tuhan yang bekerja," ujar ibunya menenangkan.

Namun, ketenangan itu terusik saat malam tiba. Sekitar pukul sebelas malam, saat Nayla sedang lembur memeriksa laporan stok, ia mendengar suara gaduh di pintu belakang ruko. Suara itu bukan seperti suara kucing, melainkan seperti besi yang beradu dengan kayu.

Nayla segera meraih ponselnya dan membuka aplikasi CCTV di layarnya. Matanya membelalak. Di layar hitam putih yang sedikit buram, ia melihat dua orang pria menggunakan jaket penutup kepala sedang mencoba merusak gembok gudang penyimpanan minyak goreng dan bumbu.

"Pencuri?" bisik Nayla. Tangannya gemetar, tapi pikirannya memerintahkan untuk segera bertindak. Ia tidak berteriak. Ia menekan tombol alarm darurat yang terhubung langsung ke ponsel Ketua RT dan sistem keamanan warga yang baru ia pasang bulan lalu.

Dalam hitungan menit, suara sirine warga memecah keheningan malam. Kedua pria itu panik dan melarikan diri lewat pagar belakang sebelum warga sampai. Saat diperiksa, ternyata mereka bukan ingin mencuri. Mereka meninggalkan sebuah jerigen kecil berisi cairan berbau menyengat di dekat saluran pembuangan.

"Ini bukan mau maling, Nay. Mereka mau menyabotase saluran limbah kita supaya ruko ini diprotes warga karena bau busuk, atau lebih parah lagi, mereka mau mencemari stok bumbumu," ujar Pak RT setelah memeriksa lokasi.

Nayla menatap jerigen itu dengan tatapan dingin. Ini adalah serangan fisik pertama setelah rentetan serangan digital. Kompetitornya benar-benar sudah kehilangan akal sehat. Mereka tahu Nayla sedang menunggu hasil uji ekspor, dan mereka ingin merusak kredibilitas operasionalnya saat ini juga.

"Kita tidak boleh kalah oleh teror seperti ini," ujar Nayla kepada timnya keesokan paginya. Meskipun matanya hitam karena tidak tidur, suaranya tetap bertenaga. "Mulai hari ini, kita tambah penjaga malam. Bagas, tolong perketat akses ke area produksi. Hanya karyawan inti yang boleh masuk."

Di tengah ketegangan pasca-sabotase, suara denting email yang khas terdengar dari laptop di meja Ranti. Seluruh ruko mendadak sunyi. Ranti menatap layar dengan mata tidak berkedip.

"Nay... ini dari Nusantara Mart Melbourne," suara Ranti bergetar.

Nayla mendekat dengan langkah pelan. Ia seolah takut untuk melihat hasilnya. Ia menarik napas dalam, lalu membaca baris demi baris bahasa Inggris di layar tersebut.

"...We are pleased to inform you that the laboratory tests for 'Basreng Matahari' have met all the requirements set by the Department of Agriculture, Fisheries and Forestry. Your products are cleared for the first shipment of 2.000 units..."

"Lolos... Kita lolos, Nay!" Ranti berteriak histeris.

Ibu-ibu karyawan yang sedang mengemas basreng langsung bersorak. Beberapa di antaranya sujud syukur di lantai ruko. Nayla terduduk lemas, air mata yang sejak tadi ditahannya akhirnya tumpah. Semua hinaan, fitnah, sabotase, dan jam-jam melelahkan sebelum fajar, terbayar lunas oleh satu paragraf email itu.

"Truk ekspedisi internasional akan datang lusa, Nay. Kita punya waktu empat puluh delapan jam untuk menyiapkan dua ribu bungkus dengan label khusus Australia," ujar Bagas dengan semangat baru.

Malam itu, Nayla tidak lagi merasa terbebani.

"Terkadang, ujian terberat datang tepat sebelum kemenangan besar tiba. Sabotase semalam hanyalah kerikil kecil dibandingkan dengan samudra yang akan segera kami arungi. Australia bukan lagi sekadar mimpi di atas kertas, tapi kenyataan di depan mata. Cahaya matahari tidak bisa dihalangi oleh jerigen racun atau niat jahat manusia. Ia akan tetap terbit, menembus batas negara, membawa aroma kejujuran dari sebuah ruko kecil di pinggiran kota ke meja makan di belahan bumi lain. Perjalanan internasional kami resmi dimulai."

Satu jam lagi fajar 2026 akan menyapa, dan ia sudah siap di depan wajan raksasanya. Kali ini, ia menggoreng dengan perasaan bahwa dunianya kini sudah jauh lebih luas dari yang pernah ia bayangkan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!