NovelToon NovelToon
KESETIAAN YG TAK TERBATAS

KESETIAAN YG TAK TERBATAS

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:434.5k
Nilai: 5
Nama Author: Srikandi Hayaka

Area (***), Novel ini menceritakan seorang wanita bernama Riani yang selama pernikahannya selalu di khianati suaminya, hingga akhirnya dia bertemu dengan mantan pacarnya Teddy, yang masih sangat perhatian, mencintainya, namun tanpa di sangka cinta pertamanya yang dia kira sudah meninggal ternyata masih hidup dan mengejar cintanya kembali, dan dia mengidap sakit kepribadian ganda.
Akankah Riani tetap setia pada suaminya Radja, atau kembali dengan mantan pacarnya Teddy, atau bahkan dia bersimpati pada cinta pertamanya Ethan, meski dia pernah menorehkan luka yang teramat dalam
Perasaan Riani dalam dilema...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Srikandi Hayaka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SANG MANTAN RADJA

Setelah puas makan besar hingga kenyang di restoran milik wak Made, dan ngobrol sebentar dengannya dan Arga mengenai bisnis kuliner dan prospek ke depannya seperti apa, akhirnya Randi, Riani dan Zoya pun berniat untuk pamit pulang, karena jam sudah menunjukkan jelang tengah malam.

Saking keasyikan ngobrol sampai lupa waktu, mereka baru ingat pulang setelah Randi di telepon Dadong yang khawatir dengan mereka karena sudah terlalu malam belum juga pulang.

Dalam perjalanan pulang kembali tanpa sengaja Riani melihat punggung laki-laki yang sama seperti yang dia lihat tadi, tapi kali ini dia tidak sendiri melainkan dengan seorang perempuan yang memapahnya masuk ke dalam hotel, mungkin dia sedang mabuk, pikir Riani.

Dan meskipun Riani tidak ingin menghiraukannya, tapi di hatinya ada perasaan gelisah dan tidak tenang, padahal jelas-jelas dia masih ragu dengan penglihatannya, tapi hati dan perasaannya merasa tidak tenang dan ingin sekali memastikannya hingga tahu kebenarannya, secepatnya.

"Ran, Zoya kalian pulanglah dulu...Aku masih ada urusan yang mendesak untuk memastikan sesuatu" kata Riani setelah menghentikan langkahnya.

"Kakak mau kemana?" tanya Zoya bingung sekaligus penasaran dengan sikap Riani yan tiba-tiba seperti itu.

"Tidak apa-apa, kakak cuma pengin pergi ke suatu tempat saja kok"

"Ada masalah apa mbak? biar saya ikut menemani mbak, karena biar bagaimanapun mbak Riani masih tanggung jawab kami, sebagai pelanggan travel juga sebagai tamu di rumah kami..." Jawab Randi khawatir, karena Randi tahu ada gelagat aneh dari semenjak di restoran.

"Iya aku tahu maksud baik kalian kok, tapi...Ini menyangkut masalah pribadiku..."

"Kalau begitu biar kami antar mbak mau kemana, setelah mbak sampai di tempat tujuan nanti kami akan memantau mbak dari kejauhan, karena kami khawatir dengan keselamatan mbak Riani, apalagi hari sudah sangat larut seperti ini..." Kata Randi agak memaksa agar bisa mengantar Riani.

"Baiklah, kalau begitu tapi...Aku ingin nanti apapun yang terjadi, apapun yang kalian lihat anggap saja tidak ada dan tidak pernah terjadi, oke?" kata Riani memastikan.

"Sebenarnya ada apa sih kak?" tanya Zoya semakin penasaran dan khawatir.

"Baik mbak, akan Randi pastikan itu" jawab Randi sambil mengedipkan matanya ke arah Zoya agar tidak terlalu banyak tanya dan diam.

Zoyapun langsung mengerti dan langsung menutup mulutnya rapat-rapat.

"Oke, kalau begitu aku bisa tenang, ayo ikuti aku..." Ajak Riani sambil berjalan menuju ke hotel di mana laki-laki dan perempuan tadi masuk, sedangkan Randi dan Zoya hanya mengikuti langkah Riani saja.

Dan saat mereka sudah memasuki parkiran hotel tersebut Riani langsung menghentikan langkahnya dan kemudian membalikkan badannya ke arah Randi dan Zoya.

"Kalian berdua tunggulah di sini dulu, biar aku sendiri saja yang masuk"

"Baik mbak..." Jawab Randi patuh, begitu pula dengan Zoya yang mengangguk tanda mengerti, meskipun dalam hatinya masih penasaran dan belum mengerti sebenarnya apa yang sedang terjadi sekarang, apalagi melihat Riani memasuki hotel sendirian tanpa mau di temani oleh mereka berdua.

.............

Saat Riani memasuki lobi hotel dia sebenarnya bermodal nekat dan berpikir bagaimana caranya dan alasannya apa agar bisa bertemu dengan laki-laki dan perempuan tersebut.

"Selamat malam..." Kata Riani sesampainya di meja resepsionis.

"Iya, selamat malam juga mbak, maaf...Ada yang bisa saya bantu?" tanya resepsionis tersebut dengan senyum ramahnya.

"Maaf sekali mengganggu, boleh saya tahu di kamar nomer berapakah laki-laki dan perempuan yang baru saja masuk tadi?" tanya Riani hati-hati.

"Maaf sebelumnya boleh saya tahu anda siapa dan apakah benar anda kenal mereka, karena peraturan di hotel kami tidak boleh memberitahu nomor kamar tamu kami, karena privasi..." tanya sang resepsionis dengan ramah.

"Sebelumnya maaf sekali...Bisakah saya minta tolong periksa adakah tamu yang bernama Radja Dwi Sudibyo dengan nomor KTP 3299xxx?" kata Riani, untungnya Riani masih ingat nomor KTP Radja.

Karena bingung Riani ingin menjawab apa, akhirnya dengan asal tebak dan bermodal insting saja, akhirnya dia mencoba memakai nama Radja sang suami, jadi jika tebakannya benar maka Radja ada di daftar tamu hotel tersebut dan instingnya tidak salah, tapi jika tidak ada berarti selama ini dia salah lihat orang dan instingnya tidak benar.

"Benar mbak, di sini ada tamu yang bernama Radja Dwi Sudibyo dengan nomor KTP tersebut" jawab resepsionis tersebut yang seketika membuat jantung Riani berdetak kencang karena terlalu kaget.

"Apa! Jadi selama ini orang yang aku lihat dari tadi adalah benar Radja?!" kata Riani, terkejut dalam hati.

"Saya istrinya, boleh saya tahu di nomor berapakah dia?" tanya Riani dengan suara agak gemetar menyembunyikan perasaannya yang campur aduk tidak karuan.

"Beliau di kamar nomor 17, jalan lurus terus saja nanti belok kanan, atau perlu saya antar?" kata sang resepsionis menawarkan bantuan.

"Tidak perlu, terima kasih banyak ya mbak..."

"Iya mbak, sama-sama..."

.............

Dengan langkahnya yang gontai seolah tidak ada lagi tenaga yang tersisa untuk berjalan, hingga kakinya terasa seperti tidak menapak ke bumi.

Hingga akhirnya sampailah dia di depan pintu kamar nomor 17, dengan berusaha kuat dan tegar, dia tegakkan tubuhnya kemudian berusaha mengangkat tangannya.

"Tok...Tok...Tok!" di ketuknya pintu tiga kali.

"Siapa?!" suara keras perempuan dari dalam kamar tersebut, kembali luluh lantah hati Riani mendengarnya, namun dia berusaha keras agar tetap kuat dan melanjutkan agar segera selesai masalahnya.

"Cleaning service antar pesanan!" teriak Riani, meskipun suaranya hampir tidak keluar karena tersekat di tenggorokkan.

Dia segera menyiapkan dan menyalakan kamera di hand phonenya yang sengaja dia selipkan secara berdiri dengan kamera menghadap ke arah depan atas di saku depan tas jingjingnya, sebagai tanda bukti jika kelak di butuhkan, karena dia tahu pasti akan membutuhkan bukti ini.

Dan saat pintu baru di buka sedikit, Riani langsung menerobos masuk secara paksa, namun alangkah terkejutnya Riani saat melihat wanita yang bersama dengan Radja yang tidak lain adalah Nadin teman Randi satu kantor, dan yang membuatnya lebih terkejut lagi saat melihat Radja yang duduk di tepi ranjang dengan cuma bertelanjang dada dan hanya memakai ****** ***** saja yang terlihat lebih terkejut saat melihat Riani.

"Dek?!" ucap Radja dengan wajah pucatnya sambil segera dia memakai bajunya kembali meski agak sempoyongan.

"Mbak Riani..."

"Stop jangan lanjutkan, kalian berdua duduk!" potong Riani menghentikan kalimat Nadine, di lihatnya rambut Nadine masih basah seperti habis keramas, dan dia hanya memakai baju piyama, melihat semua itu ingin hatinya menjerit dan menangis sepuasnya, namun dia tahan sekuat mungkin, bagaimanapun harga dirinya sebagai seorang istri harus tetap ada.

"Jadi begini cara kamu, niat baik kamu untuk rujuk dengan ku mas?" tanya Riani penuh kebencian dan jijik melihat dua orang yang duduk di depannya.

Dengan segera Radja bangkit dari duduknya dan bersimpuh di depan Riani.

"Maafkan aku dek, aku benar-benar hilang kendali saat tahu aku tidak ada harapan lagi denganmu..." Jawab Radja membela diri.

Mendengar jawaban Radja membuat Riani semakin muak dan jijik melihatnya.

"Jadi kalian sudah melakukannya?" tanya Riani lagi sambil menatap secara bergantian pada Radja dan Nadine.

"Kalian diam berarti kalian mengakuinya bukan?!" desak Riani lagi.

"Tapi kami melakukannya karena pengaruh alkohol mbak dan kami sama-sama tidak sadarkan diri karena mabuk" jawab Nadine yang juga berusaha membela diri.

"Wah...Wah! jadi maksud kalian karena kalian melakukannya akibat mabuk minum bir, lalu kalian menyalahkan birnya?! terus membenarkan perbuatan kalian, begitu?!" kata Riani yang mulai tersulut emosinya.

"Dan kamu Nadine, aku tidak habis pikir dan heran denganmu, apakah sebagai perempuan kamu dengan gampangnya bisa tidur dengan laki-laki tanpa tahu terlebih dahulu apakah laki-laki itu sudah punya istri atau belum? apa kamu sebagai wanita segitu tidak berharganya kah kamu?!"

"Bukan begitu mbak..."

"Lalu apa? apakah kamu tidak bisa menghargai tubuh dan diri kamu sendiri sebagai seorang perempuan yang langsung mau di ajak tidur dengan laki-laki yang baru kamu kenal?!" potong Riani lagi.

"Saya sudah kenal lama Radja mbak, saya dulu mantan pacar Radja..." Kata Nadine menjelaskan.

"Mantan?! owh...Jadi karena mantan pacar jadi sah-sah saja kalian berselingkuh, begitu maksud kamu?!" kata Riani semakin tersulut emosinya.

"Bukan-bukan begitu dek maksud Nadine..." kata Radja berusaha menenangkan Riani.

"Terus saja mas kamu bela mantanmu itu! aku sudah tidak tahu mas harus ngomong apa lagi, berapa banyak lagi mantan-mantan kamu itu mas...Aku sudah tidak sanggup lagi, aku nyerah! dan kamu Nadine karena kamu berpikir dia mantan kamu dan merasa berhak atas dia maka mulai hari ini aku serahkan dia padamu karena segera dan secepatnya aku akan menjadi mantan istrinya!" kata Riani bergantian menunjuk ke arah Radja dan Nadine, kemudian dia segera berjalan keluar sambil membanting menutup pintu meninggalkan mereka berdua yang masih terdiam membisu...

...☆☆☆...

1
Srikandi Hayaka
iya Nuna, thanks bgt y atas dukungannya😘😘😘

Novel omah yg baru berjudul EPIPHANY, sudah up loh..
nuna♪♪
ditunggu season 2 nya ya omah,ga sabar bngt🥰
anač Lanang ču
Horew tamat!! di tunggu season 2 nya lohThor!!
S. jayanti
perdana baca, suka.
nuna♪♪
lagi enak " nya baca malah di gantung lagi😔
Srikandi Hayaka: kpn Wa nya, g ada Wa dri kmu yg msuk loh..
total 4 replies
Elisabeth Ratna Susanti
mantap 😍
Srikandi Hayaka: Thanks y Kak😘😘😘
total 1 replies
Srikandi Hayaka
Iya Bang Kirito, terima ksih bnyk y bang masih mau mampir dan suport novel Bunda...
Srikandi Hayaka: Bundanya siapa dulu bang kirito? di MT bunda banyak loh...hehehe
total 2 replies
🔯☣️kirito⃟C⃟K☣️🔯
udah lama ni gak muncul di sini
Bunda wow hebat bunda ku udah sampai epesode 100 lebih ,kirito bangga punya bunda yang jago
Sri Sunarti
semangat 💪💪
Srikandi Hayaka: Thanks bgt y Kak atas dukungannya...😘😘
total 1 replies
Senajudifa
aku mampir y
Srikandi Hayaka: Iya kk, thanks bgt ya suportnya😘😘
total 1 replies
Senajudifa
liat visuslx jd ingat waktu tinggal di desa
Senajudifa
visualx bagus2 thor..salam dr kutukan cinta dan mr playboy y
Srikandi Hayaka: Iya Kk, thanks bgt atas suportnya...😘😘
total 1 replies
anač Lanang ču
Akhirnya satu persatu mulai terkuak
anač Lanang ču
Itu memang kata2 yg tepat buat Radja
anač Lanang ču
Miris ya, yang sabar ya Riani...
ᥫ᭡⁹²⁵🧊
masih hidup lagi thor
Chandra Ponsel
dan si riani pun murahan juga ,,,
Srikandi Hayaka: Setannya berarti kuat y kak, Ethan sama Riani kalah perang sana setan wkwkwkwk
total 1 replies
Senajudifa
dalam banget judulx thor
Senajudifa
kutukan cinta hadir
Srikandi Hayaka: Iya kk,thanks atas suportnya 😘😘😘
total 1 replies
Senajudifa
kutukan cinta mampir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!