NovelToon NovelToon
Gacha Sultan: Auto Kaya Sejagat Jakarta

Gacha Sultan: Auto Kaya Sejagat Jakarta

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Identitas Tersembunyi / Harem
Popularitas:11.5k
Nilai: 5
Nama Author: DipsJr

Raka Adiyaksa adalah definisi nyata dari "Sobat Misqueen". Mahasiswa biasa yang rela makan mie instan diremas setiap akhir bulan demi menabung untuk gebetannya, Tiara. Namun, pengorbanannya dibalas dengan pengkhianatan. Di malam konser yang seharusnya menjadi momen pernyataan cintanya, Raka justru melihat Tiara turun dari mobil mewah milik Kevin, anak orang kaya yang sombong, sementara Raka ditinggalkan sendirian di trotoar GBK dengan dua tiket yang hangus.

Di titik terendah hidupnya, saat harga dirinya diinjak-injak, sebuah suara mekanis berbunyi di kepalanya.

[DING! Sistem Sultan Gacha Tanpa Batas Telah Diaktifkan!]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DipsJr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10: Duel Sengit di Samsat dan Makan Siang Bintang Lima

|Parkiran VIP Samsat|

Raka memimpin jalan, diikuti Clarissa yang berjalan anggun namun tegas, Pak Haji Herman yang berjalan angkuh, dan rombongan asisten serta orang-orang kepo yang ingin menonton drama ini.

Terik matahari Jakarta menyengat kulit.

Mereka sampai di area parkir khusus. Di sana, terparkir Mercedes-Benz S450 hitam mengkilap milik Pak Haji. Gagah, mewah, simbol kemapanan pejabat. Ada sopir berseragam safari yang berdiri hormat di sampingnya.

Pak Haji menepuk kap mesin mobil Jermannya dengan bangga.

"Nih, liat. S-Class. The Best or Nothing. Kursi pijat, suspensi udara, kulkas di dalem. Mobil ternyaman di dunia," sombong Pak Haji. "Nah, mobil kamu mana? Jangan bilang yang Honda Jazz kuning di pojok itu?"

Raka tidak menjawab. Dia hanya berdiri diam di tengah area parkir, lalu merogoh saku celananya. Dia mengeluarkan kunci fob karbon yang ramping dan futuristik.

Raka menekan tombol Unlock.

Chirp-Chirp.

Suara itu bukan berasal dari Honda Jazz. Suara itu berasal dari monster merah yang terparkir tepat di sebelah S-Class Pak Haji, yang sedari tadi tertutup bayangan pilar.

Lampu LED tipis yang menyerupai mata alien menyala tajam, seolah bangun dari tidur.

Dan dengan gerakan dramatis yang memukau semua orang...

Wuuusshhh...

Kedua pintu McLaren 720S Memphis Red itu terangkat ke atas secara perlahan. Sayap kupu-kupu mekanis terbuka lebar, memamerkan interior Alcantara dan serat karbon yang mewah.

Hening.

Angin berhembus, menerbangkan debu jalanan.

Pak Haji Herman melongo. Rahangnya jatuh. Matanya bolak-balik melihat S-Class miliknya yang terlihat seperti "mobil bapak-bapak", lalu ke McLaren 720S di sebelahnya yang terlihat seperti pesawat tempur darat.

S-Class harganya 3 Miliar. McLaren 720S? Di Indonesia harganya tembus 10 Miliar lebih. Pajaknya saja bisa buat beli mobil baru Pak Haji.

"Itu... itu..." Pak Haji tergagap, jarinya gemetar menunjuk mobil merah itu. "M-McLaren? 720S? Yang pintunya... ke atas?"

"Betul, Pak," jawab Raka santai sambil bersandar di pintu mobilnya yang terbuka. "Gimana menurut Bapak? Kalau pelat B 777 nya saya kasih ke Bapak, terus McLaren ini pake pelat ganjil-genap biasa... jomplang nggak?"

Pak Haji Herman menelan ludah. Wajah sombongnya runtuh seketika, digantikan oleh rasa hormat (dan sedikit rasa malu yang membakar telinga). Dia tahu betul kasta mobil. Dia kalah telak.

"Waduh..." Pak Haji tertawa canggung, mengusap tengkuknya yang berkeringat. "Ampun, Bos Muda. Saya nggak tau kalau 'tunggangan' Bos sekelas ini. Pantesan nolak seratus juta. Kalau mobilnya kayak gini sih, emang wajib pake nomor cantik."

Sikap Pak Haji berubah 180 derajat. Dari yang tadinya meremehkan, sekarang jadi sangat friendly..

"Kenalin Bos, saya Herman. Saya GM di The Langham Jakarta. Ini kartu nama saya," Pak Haji menyodorkan kartu nama emasnya dengan dua tangan, sedikit membungkuk. "Aduh, jadi nggak enak saya tadi nawar-nawar kayak nawar cabe di pasar."

Raka menerima kartu nama itu. "Santai aja, Pak Herman. Salam kenal, saya Raka."

"Bos Raka, liat jam nih, udah jam makan siang," Pak Haji melirik jam Patek Philippe-nya, mencoba mencairkan suasana. "Sebagai permintaan maaf saya karena udah lancang tadi, gimana kalau saya undang Bos Raka dan Ibu...?"

"Clarissa," sambung Clarissa sopan, namun matanya masih memancarkan aura kemenangan.

"...dan Ibu Clarissa makan siang di hotel saya? Di Tom's by Tom Aikens. Restoran terbaik di lantai 62. My treat. Saya traktir Full Course sebagai tanda persahabatan sesama pecinta otomotif."

Raka hendak menolak, tapi tiba-tiba sebuah panel sistem muncul di depannya.

|DING!| |Skill Pasif Terpicu: Cashback Sultan| |Kondisi: Mentraktir orang lain makan siang hari ini.|

|Reward: 300% Cashback (3x Lipat) dari total tagihan masuk ke rekening.|

Mata Raka berbinar. Cashback 300%? Berarti semakin mahal dia makan, semakin banyak dia dapat duit?

"Ah, Pak Herman," potong Raka cepat sambil tersenyum lebar. "Nggak usah repot-repot Bapak yang bayar. Bapak kan tadi udah niat beli pelat saya, masa makan siang aja Bapak yang bayar? Simpen aja uangnya."

"Loh? Maksudnya?" Pak Herman bingung.

"Kita makan di The Langham. Tapi saya yang traktir. Saya yang bayar semuanya. Ajak aja sopir dan asisten Bapak sekalian," kata Raka dengan nada final yang tidak bisa dibantah. "Itung-itung syukuran pelat nomor baru saya."

"Waduh... Bos Raka ini emang..." Pak Herman menggeleng kagum. "Masih muda, mobil ngeri, hati dermawan. Oke, siap Bos! Saya kawal sampe hotel! Pake Patwal kalau perlu!"

Raka tertawa. "Nggak usah pake Patwal, Pak. Mobil saya udah cukup berisik."

Raka masuk ke dalam kokpit McLaren, diikuti Clarissa yang duduk di sampingnya dengan senyum bangga.

Mesin V8 Twin-Turbo meraung.

VROOOOM!!!

Siang itu, konvoi S-Class dan McLaren membelah jalanan Jakarta menuju SCBD, menandai awal persahabatan unik antara "Sultan Lama" dan "Sultan Baru".

|Dalam Perjalanan ke The Langham Jakarta - SCBD|

Konvoi dua mobil mewah membelah jalanan Sudirman. Di depan, S-Class hitam membuka jalan. Di belakang, McLaren 720S merah meraung garang.

Di dalam kokpit McLaren, suasana terasa hening namun "padat".

Clarissa duduk di kursi penumpang, matanya sesekali melirik Raka yang sedang menyetir dengan satu tangan santai. Profil wajah Raka dari samping terlihat... menarik. Hidung mancung, rahang tegas, dan tatapan mata yang fokus ke jalan.

Jantung Clarissa berdetak sedikit lebih cepat dari biasanya. Dia sudah sering naik mobil mewah dengan klien kaya. Tapi biasanya kliennya adalah om-om genit, anak pejabat yang manja, atau kolektor tua yang bawel.

Baru kali ini dia duduk di samping pemuda seusianya, yang memiliki aura dominan begitu kuat. Raka tidak pamer, tidak banyak omong, tapi setiap tindakannya menunjukkan kelasnya.

"Kenapa liatin saya terus, Ris?" tanya Raka tiba-tiba tanpa menoleh. "Ada nasi nempel di pipi saya?"

Clarissa tersentak kaget. Wajahnya langsung memerah padam. "Eh? E-enggak, Pak. Saya cuma... liatin indikator suhu mesin. Takut overheat."

"Oh, kirain," Raka menoleh sebentar sambil menyeringai. "Mobilnya yang panas, apa kamu yang panas? Muka kamu merah banget tuh."

"A-AC nya Pak!" Clarissa buru-buru mengarahkan kisi-kisi AC ke wajahnya, berusaha mendinginkan pipinya yang terbakar. "Mobil supercar kan emang AC-nya nggak sedingin mobil Jepang. Jadi saya agak gerah."

"Masa?" goda Raka. "Padahal saya kedinginan loh. Apa perlu saya peluk biar anget?"

"Pak Raka!" pekik Clarissa, tapi tidak ada nada marah dalam suaranya. Justru ada nada manja yang tertahan. "Fokus nyetir, Pak. Jangan godain sales."

Raka tertawa lepas. Menggoda "Ratu Es" ini ternyata hobi baru yang menyenangkan.

|Lobi Utama - The Langham Jakarta|

Setibanya di lobi hotel bintang lima di kawasan SCBD itu, suasananya langsung berbeda.

Petugas Valet yang biasanya terlihat bosan melihat Alphard dan Mercy, langsung sigap berlarian ketika melihat McLaren 720S dengan pelat B 777 masuk ke area drop-off.

"Siang, Bos!" sapa Kepala Valet dengan hormat membungkuk 90 derajat. Dia bahkan tidak berani menyentuh gagang pintu sebelum Raka keluar.

Pak Herman sudah turun dari S-Class nya, menyambut Raka seperti menyambut presiden.

"Silakan, Bos Raka. Lift khusus sudah saya siapkan ke lantai 62. Chef Tom sudah saya kontak buat nyiapin Signature Dish spesial buat kita."

Raka keluar dari mobil, lalu berjalan memutar untuk membukakan pintu bagi Clarissa.

"Silakan, Tuan Putri," ucap Raka sambil mengulurkan tangan.

Clarissa menerima uluran tangan Raka. Saat dia keluar dari mobil rendah itu, rok pensilnya sedikit tertarik ke atas, memamerkan paha jenjang berbalut stocking hitam yang membuat para petugas valet menelan ludah.

Clarissa berdiri di samping Raka, menyelipkan tangannya di lengan Raka secara natural.

"Terima kasih, Pak," bisik Clarissa.

Mereka bertiga berjalan masuk ke lobi marmer yang megah. Lampu gantung kristal raksasa menyambut mereka.

Meskipun Clarissa adalah seorang manajer yang gajinya puluhan juta, masuk ke hotel sekelas The Langham dengan digandeng oleh pemuda pemilik McLaren B 1 tetap membuatnya merasa kecil. Dia merasa seperti Cinderella yang diajak ke pesta dansa.

"Pesen yang paling mahal, Ris," bisik Raka saat mereka masuk ke lift. "Jangan liat harga. Tugas kamu hari ini cuma satu: Ngabisin duit saya. Paham?"

Clarissa menatap mata Raka. Ada keyakinan di sana.

"Siap, Bos," jawab Clarissa sambil tersenyum. Kali ini, senyumnya bukan senyum SOP sales. Tapi senyum wanita yang mulai jatuh hati.

Sementara itu, di dalam sistem Raka, notifikasi berkedip gembira.

|Misi Terselubung: "Make Her Fall for You"|

|Progres Clarissa: 45% -> 60% (Naik Drastis)|

|Siap-siap Panen Cashback!|

1
:)
harus banget ya king scuma sungkem
Jujun Adnin
ngopi dulu mas raka
ABIMANYU CHANNEL
kasih yg banyak....
DipsJr: siap kak. paling nanti pindah ke max kalo nda lolos.
total 5 replies
Gege
kereen...ditunggu adegan kulit ketemu kulit dan bulu ketemu bulunya...kan udah gede..🤣🤭
Gege
kereen alurnya.. meski banyak mainkan durasi...lanjuuttt thoor..
DipsJr: wkwk. tau aja kak. 🤭
total 1 replies
Arya Rizki Sukirman
mana ini Thor updatenya
DipsJr: besok lagi kak, sehari 3 bab.
makasih sudah baca.
total 1 replies
DipsJr
besok lagi kak. saya updatenya jam 00.00 😁
ellyna munfasya
lanjut Thor 😤
ellyna munfasya
up lagi Thor nanti siang pokoknya 😤
Monchery
kalau ini menurut ku terlalu berlebihan
DipsJr: apanya yg berlebihan kak?. 🤭
total 1 replies
ellyna munfasya
alur nya seru
ellyna munfasya
gak mau tau nanti pagi harus up Thor 😤😤😤
DipsJr: siap kak, sebntar saya upload. 👍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!