NovelToon NovelToon
MY HIJABI FIGHTER : Menikah Dengan Duda ES

MY HIJABI FIGHTER : Menikah Dengan Duda ES

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:131.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ramanda

Nayla Safira Hanin adalah siswi jenius yang lebih suka tidur di atap sekolah daripada di kelas. Namun di balik hijabnya, ia adalah petarung jalanan tak terkalahkan yang sanggup melumpuhkan lawan dalam hitungan detik. Kebebasannya terenggut saat dosa masa lalu sang ayah terungkap: setahun lalu, ayahnya tak sengaja menabrak istri seorang konglomerat hingga tewas.
Keluarga Hasyim datang bukan untuk meminta ganti rugi uang, melainkan "hutang nyawa". Nayla dipaksa menikah dengan Adnan Hasyim, pria dingin yang membenci keluarga Nayla sedalam cintanya pada mendiang istrinya. Adnan hanya butuh pengasuh untuk putrinya, Adiva, yang berhenti bicara sejak kecelakaan tragis itu.
Kini, Nayla terjebak sebagai istri dari pria yang menganggapnya beban sekaligus musuh. Adnan tak menyadari bahwa istri "kecil" yang tengil ini adalah satu-satunya pelindung yang akan mempertaruhkan nyawa saat musuh bisnis mulai mengincar keluarganya. Mampukah kepalan tangan Nayla meruntuhkan tembok kebencian Adnan,?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ramanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

RAHASIA PENARGETAN NAYLA.

Malam perpisahan atau prom night SMA Garuda Bangsa berlangsung meriah di sebuah hotel berbintang. Nayla, yang biasanya memakai kaus oblong, kini nampak sangat berbeda dengan gaun biru dongker panjang pemberian Adnan. Namun, pada dasarnya Nayla adalah gadis tomboy, membuat ia merasa tak nyaman gaun tersebut. Makanya ia tetap memakai celana panjang hitam dan sepatu kets di balik gaun mewahnya itu sebagai antisipasi jika harus lari dari kejaran guru atau musuh.

Adnan duduk di barisan kursi VIP dengan penjagaan dari Dion. Matanya tidak lepas dari sosok Nayla yang sedang sibuk mengambil siomay di pojok ruangan. Adnan tahu, kesuksesan perusahaannya yang memenangkan proyek besar akhir-akhir ini telah menyulut amarah para pesaing bisnisnya. Bagi mereka, Adnan terlalu kuat untuk dijatuhkan, tapi Nayla adalah titik lemah sekaligus pengganggu yang paling menyebalkan.

"ByBy, jangan melotot terus, nanti matanya loncat! Mau siomay nggak? Ini bumbunya nendang banget!" seru Nayla sambil melambai ke arah Adnan, mengabaikan tatapan heran siswi lain yang sedang menjaga imej anggun mereka.

Adnan baru saja hendak menjawab saat tiba-tiba lampu aula padam. Suara gaduh terdengar dari pintu samping. Sekelompok pria berpakaian safari hitam masuk dengan kasar, mencoba menerobos kerumunan siswa. Target mereka jelas: mereka langsung berlari menuju meja makanan tempat Nayla berdiri.

"Amankan gadis itu! Jangan sampai lolos!" teriak salah satu dari mereka yang nampaknya adalah pimpinan preman bayaran.

Adnan mencoba berdiri namun kakinya yang masih digips membuatnya tertahan. "Dion! Lindungi Nayla!"

Nayla yang sedang mengunyah siomay langsung waspada. Begitu seorang pria mencoba menarik tangannya, Nayla dengan refleks menyemburkan bumbu kacang yang masih ada di mulutnya tepat ke wajah pria itu.

"Heh! Sopan dikit dong! Orang lagi makan malah mau diculik!" teriak Nayla. Ia langsung mengangkat rok gaun panjangnya yang terasa menghambat. Tanpa ragu, ia merobek bagian bawah gaun itu hingga setinggi lutut agar bisa bergerak bebas.

"Nayla! Apa yang kamu lakukan pada gaun mahalnya?!" seru Adnan kaget melihat istrinya merusak baju jutaan rupiah itu dalam sekejap.

"Daripada saya jatuh keserimpet, By! Ini namanya modifikasi taktis!" sahut Nayla.

Pimpinan penyerang itu mendesis marah. "Nayla Safira! Gara-gara kamu, rencana kami menyabotase pengiriman material perusahaan Adnan bulan lalu gagal total karena kamu melaporkan truk kami ke polisi! Kamu benar-benar penghalang bisnis yang harus dilenyapkan!"

Para tamu undangan kini tahu alasan sebenarnya. Nayla selama ini bukan hanya sekadar istri, tapi secara tidak sengaja ia sering menggagalkan rencana jahat musuh-musuh Adnan karena insting detektifnya yang tajam dan ketengilannya yang suka mencampuri urusan mencurigakan.

"Oh, jadi kalian yang mau curang itu? Dasar pengecut! Sini kalau berani lawan saya!" tantang Nayla.

Pertarungan pecah di antara meja-meja makanan. Nayla bergerak sangat lincah meskipun gaunnya kini sudah compang-camping. Ia menggunakan nampan perak sebagai perisai dan sesekali menghantam kepala lawan dengan nampan tersebut hingga terdengar suara dentuman yang nyaring.

Dion segera merangsek maju dan memberikan bantuan. Dengan kemampuan bela diri yang mumpuni, Dion menjatuhkan dua orang sekaligus yang mencoba mendekati Adnan. Namun, perhatian utama tetap pada Nayla yang sedang dikeroyok tiga orang.

"Rasakan ini, jurus tendangan maut istri pengganti!" Nayla melompat dan mendaratkan tendangan ganda ke dada lawan-lawannya.

Satu orang mencoba menyerang Nayla dari belakang dengan kursi plastik. Adnan yang tidak bisa tinggal diam, melemparkan tongkat ketiaknya dengan tepat sasaran hingga mengenai kaki penyerang itu sampai terjatuh.

"Bagus ByBy! Kerjasama yang mantap!" seru Nayla sambil mengacungkan jempol.

Hanya dalam waktu sepuluh menit, para penyerang itu berhasil dilumpuhkan oleh Nayla dan Dion. Petugas keamanan hotel akhirnya datang dan mengamankan mereka semua. Ruangan yang tadinya rapi kini berantakan dengan tumpahan makanan dan kursi-kursi yang terbalik.

Nayla berjalan gontai ke arah Adnan sambil menjinjing potongan kain gaunnya yang robek. Wajahnya penuh keringat tapi senyum tengilnya tidak hilang. "ByBy, misi selesai. Penjahat sudah dibungkus, tapi bajunya... ya sudahlah ya, nanti beli lagi."

Adnan menarik napas panjang, ia menarik tangan Nayla agar duduk di kursi sampingnya. Ia mengambil sapu tangan dan mengusap dahi istrinya yang kotor. "Kamu ini benar-benar magnet masalah. Tapi saya akui, tanpa kamu, mungkin bisnis saya sudah hancur dikerjai mereka."

"Makanya, jangan pernah berpikir mau ganti istri ya, By. Nggak ada lagi yang se-paket lengkap begini, sudah jago silat, jago makan lagi," sahut Nayla sambil terkekeh.

Dion menghampiri mereka sambil mengatur napas. "Pak, polisi sudah membawa mereka. Ternyata mereka dikirim oleh saingan bisnis yang kemarin kalah tender. Semuanya sudah beres."

Hendra Hasyim yang juga ada di sana bersama pengawalnya nampak mengangguk puas. "Nayla, kamu memang menantu yang unik. Meskipun cara bicaramu membuat saya pusing, tapi keberanianmu patut diacungi jempol."

"Terima kasih Papa Mertua! Tapi besok-besok kalau ada serangan lagi, kasih tahu ya, biar saya pakai baju silat saja, jangan pakai kebaya atau gaun begini, ribet!" balas Nayla yang membuat Hendra hanya bisa geleng-geleng kepala.

Suasana prom night yang seharusnya romantis berubah menjadi kenangan yang penuh aksi. Teman-teman Nayla justru memberikan tepuk tangan meriah, mereka bangga memiliki teman setangguh Nayla.

Malam itu berakhir dengan kemenangan Nayla. Penjahat diringkus, kelulusan dirayakan, dan Adnan semakin menyadari bahwa hidupnya kini tidak akan pernah membosankan selama ada Nayla di sisinya. Namun, Adnan juga menyadari bahwa kesehatan dan keselamatan keluarganya adalah prioritas utama saat ini.

"Nayla, karena urusan sekolahmu sudah selesai dan kaki saya juga butuh pemulihan lebih lanjut, bagaimana kalau besok kita liburan?" tanya Adnan pelan saat mereka di dalam mobil menuju rumah.

Mata Nayla seketika berbinar. "Liburan?! Ke mana By? Paris? Jepang? Atau ke bulan?"

"Tidak usah jauh-jauh. Kita ke Kepulauan Seribu saja. Dekat, tenang, dan cocok untuk Adiva juga. Setelah itu, kamu harus fokus mendaftar kuliah," jawab Adnan.

"Asyik! Bisa main air! ByBy tenang saja, nanti saya jagain Byby di sana. Biar ByBy duduk manis saja kayak pajangan, saya yang bakal jadi penjaga pantainya!" seru Nayla semangat.

Adnan tersenyum tipis. Ia menatap ke luar jendela, merasa lega karena satu masalah besar telah terselesaikan. Ia berharap liburan kali ini benar-benar bisa membawa ketenangan bagi mereka sebelum menghadapi babak baru di dunia perkuliahan Nayla nantinya.

Nayla mulai bernyanyi kecil sambil membayangkan memakai baju selam, sementara Adnan hanya bisa berdoa agar di Kepulauan Seribu nanti tidak ada hiu yang diajak berantem oleh istrinya itu.

---

Sambil menunggu Author update singgah juga ke Novel Author yang lainnya ya. Insyaallah tak kalah serunya kok sama ini. Jadi cus kepoin ya Guys 😉.

1
Ayu
Smg terkabulkan jg keinginanku ya thor.. baby kembar biar tmbh seru crita nya💪🙏
Ayu
Aku akan sl sabar menunggu update mu thor👍🙏
Ayu
😄😄😄 bikin ngakak aja km Nayla🙏
Ayu
Wah.. ngidam nya Nayla mau pegang kumis pak komisaris😄🙏
Ayu
Smg baby Nayla kembar ya thor biar tmbh seru👍🙏
Mar lina
Masa sich keluarga sendiri???
Mar lina
Bukan Farah
Tetapi Rendi
kayak nya
Mar lina
Jangan bilang
Farah
ank dari musuh bebuyutan Adnan...
Ebhot Dinni
🤣🤣🤣🤣
Hari Saktiawan
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭
Mar lina
aku mampir Thor
Sulfia Nuriawati
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Dartihuti
semua kena usilan Bumil gk pandang"mesti Pak Jendral 🤣🤭
Mineaa
pilin pilin kumis ga tuh......pak jendral auto kena mental......but.....di kabulkan ga ya keinginan bumil ini.....😁
Ita Xiaomi
Calon debay pemberani dan usil🤣
Ita Xiaomi
Efek ngidam nih 😁
Eka Jubaedah
cerita'y bagus banget dan ada lucunya
Dini Anggraini
Q bacanya senang, sedih dan campur aduk kak sebagai sahabatnya nayla indah gak pernah memanfaatkan kebaikannya nayla meskipun keadaan keluarganya pas2san indah gak pernah sekalipun minta bantuan nayla malah dia hidup apa adanya sesuai kemampuan orang tuanya. 👍👍👍😍😍😍
Ayu
Muauh nya tmbh bnyk ya thor🙏
Ayu: maaf ya thor.. terlalu menggebu gebu bc crita nya smpai slh tulis. mau tulis musuh tmbh bnyk itu thor😄🙏
total 1 replies
Ayu
Jgn smpai kedatangan Gristina mau mencelaka kan Nayla🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!