NovelToon NovelToon
MY HIJABI FIGHTER : Menikah Dengan Duda ES

MY HIJABI FIGHTER : Menikah Dengan Duda ES

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:23.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ramanda

Nayla Safira Hanin adalah siswi jenius yang lebih suka tidur di atap sekolah daripada di kelas. Namun di balik hijabnya, ia adalah petarung jalanan tak terkalahkan yang sanggup melumpuhkan lawan dalam hitungan detik. Kebebasannya terenggut saat dosa masa lalu sang ayah terungkap: setahun lalu, ayahnya tak sengaja menabrak istri seorang konglomerat hingga tewas.
Keluarga Hasyim datang bukan untuk meminta ganti rugi uang, melainkan "hutang nyawa". Nayla dipaksa menikah dengan Adnan Hasyim, pria dingin yang membenci keluarga Nayla sedalam cintanya pada mendiang istrinya. Adnan hanya butuh pengasuh untuk putrinya, Adiva, yang berhenti bicara sejak kecelakaan tragis itu.
Kini, Nayla terjebak sebagai istri dari pria yang menganggapnya beban sekaligus musuh. Adnan tak menyadari bahwa istri "kecil" yang tengil ini adalah satu-satunya pelindung yang akan mempertaruhkan nyawa saat musuh bisnis mulai mengincar keluarganya. Mampukah kepalan tangan Nayla meruntuhkan tembok kebencian Adnan,?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ramanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

RAHASIA PENARGETAN NAYLA.

Malam perpisahan atau prom night SMA Garuda Bangsa berlangsung meriah di sebuah hotel berbintang. Nayla, yang biasanya memakai kaus oblong, kini nampak sangat berbeda dengan gaun biru dongker panjang pemberian Adnan. Namun, pada dasarnya Nayla adalah gadis tomboy, membuat ia merasa tak nyaman gaun tersebut. Makanya ia tetap memakai celana panjang hitam dan sepatu kets di balik gaun mewahnya itu sebagai antisipasi jika harus lari dari kejaran guru atau musuh.

Adnan duduk di barisan kursi VIP dengan penjagaan dari Dion. Matanya tidak lepas dari sosok Nayla yang sedang sibuk mengambil siomay di pojok ruangan. Adnan tahu, kesuksesan perusahaannya yang memenangkan proyek besar akhir-akhir ini telah menyulut amarah para pesaing bisnisnya. Bagi mereka, Adnan terlalu kuat untuk dijatuhkan, tapi Nayla adalah titik lemah sekaligus pengganggu yang paling menyebalkan.

"ByBy, jangan melotot terus, nanti matanya loncat! Mau siomay nggak? Ini bumbunya nendang banget!" seru Nayla sambil melambai ke arah Adnan, mengabaikan tatapan heran siswi lain yang sedang menjaga imej anggun mereka.

Adnan baru saja hendak menjawab saat tiba-tiba lampu aula padam. Suara gaduh terdengar dari pintu samping. Sekelompok pria berpakaian safari hitam masuk dengan kasar, mencoba menerobos kerumunan siswa. Target mereka jelas: mereka langsung berlari menuju meja makanan tempat Nayla berdiri.

"Amankan gadis itu! Jangan sampai lolos!" teriak salah satu dari mereka yang nampaknya adalah pimpinan preman bayaran.

Adnan mencoba berdiri namun kakinya yang masih digips membuatnya tertahan. "Dion! Lindungi Nayla!"

Nayla yang sedang mengunyah siomay langsung waspada. Begitu seorang pria mencoba menarik tangannya, Nayla dengan refleks menyemburkan bumbu kacang yang masih ada di mulutnya tepat ke wajah pria itu.

"Heh! Sopan dikit dong! Orang lagi makan malah mau diculik!" teriak Nayla. Ia langsung mengangkat rok gaun panjangnya yang terasa menghambat. Tanpa ragu, ia merobek bagian bawah gaun itu hingga setinggi lutut agar bisa bergerak bebas.

"Nayla! Apa yang kamu lakukan pada gaun mahalnya?!" seru Adnan kaget melihat istrinya merusak baju jutaan rupiah itu dalam sekejap.

"Daripada saya jatuh keserimpet, By! Ini namanya modifikasi taktis!" sahut Nayla.

Pimpinan penyerang itu mendesis marah. "Nayla Safira! Gara-gara kamu, rencana kami menyabotase pengiriman material perusahaan Adnan bulan lalu gagal total karena kamu melaporkan truk kami ke polisi! Kamu benar-benar penghalang bisnis yang harus dilenyapkan!"

Para tamu undangan kini tahu alasan sebenarnya. Nayla selama ini bukan hanya sekadar istri, tapi secara tidak sengaja ia sering menggagalkan rencana jahat musuh-musuh Adnan karena insting detektifnya yang tajam dan ketengilannya yang suka mencampuri urusan mencurigakan.

"Oh, jadi kalian yang mau curang itu? Dasar pengecut! Sini kalau berani lawan saya!" tantang Nayla.

Pertarungan pecah di antara meja-meja makanan. Nayla bergerak sangat lincah meskipun gaunnya kini sudah compang-camping. Ia menggunakan nampan perak sebagai perisai dan sesekali menghantam kepala lawan dengan nampan tersebut hingga terdengar suara dentuman yang nyaring.

Dion segera merangsek maju dan memberikan bantuan. Dengan kemampuan bela diri yang mumpuni, Dion menjatuhkan dua orang sekaligus yang mencoba mendekati Adnan. Namun, perhatian utama tetap pada Nayla yang sedang dikeroyok tiga orang.

"Rasakan ini, jurus tendangan maut istri pengganti!" Nayla melompat dan mendaratkan tendangan ganda ke dada lawan-lawannya.

Satu orang mencoba menyerang Nayla dari belakang dengan kursi plastik. Adnan yang tidak bisa tinggal diam, melemparkan tongkat ketiaknya dengan tepat sasaran hingga mengenai kaki penyerang itu sampai terjatuh.

"Bagus ByBy! Kerjasama yang mantap!" seru Nayla sambil mengacungkan jempol.

Hanya dalam waktu sepuluh menit, para penyerang itu berhasil dilumpuhkan oleh Nayla dan Dion. Petugas keamanan hotel akhirnya datang dan mengamankan mereka semua. Ruangan yang tadinya rapi kini berantakan dengan tumpahan makanan dan kursi-kursi yang terbalik.

Nayla berjalan gontai ke arah Adnan sambil menjinjing potongan kain gaunnya yang robek. Wajahnya penuh keringat tapi senyum tengilnya tidak hilang. "ByBy, misi selesai. Penjahat sudah dibungkus, tapi bajunya... ya sudahlah ya, nanti beli lagi."

Adnan menarik napas panjang, ia menarik tangan Nayla agar duduk di kursi sampingnya. Ia mengambil sapu tangan dan mengusap dahi istrinya yang kotor. "Kamu ini benar-benar magnet masalah. Tapi saya akui, tanpa kamu, mungkin bisnis saya sudah hancur dikerjai mereka."

"Makanya, jangan pernah berpikir mau ganti istri ya, By. Nggak ada lagi yang se-paket lengkap begini, sudah jago silat, jago makan lagi," sahut Nayla sambil terkekeh.

Dion menghampiri mereka sambil mengatur napas. "Pak, polisi sudah membawa mereka. Ternyata mereka dikirim oleh saingan bisnis yang kemarin kalah tender. Semuanya sudah beres."

Hendra Hasyim yang juga ada di sana bersama pengawalnya nampak mengangguk puas. "Nayla, kamu memang menantu yang unik. Meskipun cara bicaramu membuat saya pusing, tapi keberanianmu patut diacungi jempol."

"Terima kasih Papa Mertua! Tapi besok-besok kalau ada serangan lagi, kasih tahu ya, biar saya pakai baju silat saja, jangan pakai kebaya atau gaun begini, ribet!" balas Nayla yang membuat Hendra hanya bisa geleng-geleng kepala.

Suasana prom night yang seharusnya romantis berubah menjadi kenangan yang penuh aksi. Teman-teman Nayla justru memberikan tepuk tangan meriah, mereka bangga memiliki teman setangguh Nayla.

Malam itu berakhir dengan kemenangan Nayla. Penjahat diringkus, kelulusan dirayakan, dan Adnan semakin menyadari bahwa hidupnya kini tidak akan pernah membosankan selama ada Nayla di sisinya. Namun, Adnan juga menyadari bahwa kesehatan dan keselamatan keluarganya adalah prioritas utama saat ini.

"Nayla, karena urusan sekolahmu sudah selesai dan kaki saya juga butuh pemulihan lebih lanjut, bagaimana kalau besok kita liburan?" tanya Adnan pelan saat mereka di dalam mobil menuju rumah.

Mata Nayla seketika berbinar. "Liburan?! Ke mana By? Paris? Jepang? Atau ke bulan?"

"Tidak usah jauh-jauh. Kita ke Kepulauan Seribu saja. Dekat, tenang, dan cocok untuk Adiva juga. Setelah itu, kamu harus fokus mendaftar kuliah," jawab Adnan.

"Asyik! Bisa main air! ByBy tenang saja, nanti saya jagain Byby di sana. Biar ByBy duduk manis saja kayak pajangan, saya yang bakal jadi penjaga pantainya!" seru Nayla semangat.

Adnan tersenyum tipis. Ia menatap ke luar jendela, merasa lega karena satu masalah besar telah terselesaikan. Ia berharap liburan kali ini benar-benar bisa membawa ketenangan bagi mereka sebelum menghadapi babak baru di dunia perkuliahan Nayla nantinya.

Nayla mulai bernyanyi kecil sambil membayangkan memakai baju selam, sementara Adnan hanya bisa berdoa agar di Kepulauan Seribu nanti tidak ada hiu yang diajak berantem oleh istrinya itu.

---

Sambil menunggu Author update singgah juga ke Novel Author yang lainnya ya. Insyaallah tak kalah serunya kok sama ini. Jadi cus kepoin ya Guys 😉.

1
Ayu
Lg seru2 nya tunggu update lg ya thor💪🙏
Tasmiyati Yati
penguntit tiap hari memang gak ada kerjaan
Tasmiyati Yati
memang tadi Farah tidak ikut sekoalh
Tasmiyati Yati
kalau pakai dalaman lejing copot saja rok plis Ket nya biar gampang nyerang preman
Mineaa
waaahhh lope lope sekebon Nayla.......
kuueeeereeeeennnnn..........🌹🔥🔥🔥🔥🔥
Tasmiyati Yati
masih susah banget sih
Tasmiyati Yati
maaf kak author dari tadi gak bisa like gagal terus
Tasmiyati Yati
sak karepmu lah gagal terus bikin esmosi😡
Tasmiyati Yati
ini jaringan lagi main kemana sih kok susah banget sinyal nya
Tasmiyati Yati
kemana adiva jarang nongol biar tambah seru
Tasmiyati Yati
mulai suka tuh si bos
Sunaryati
Makin tersepona kan, Byby
Tasmiyati Yati
baru beberapa hari jadi istri sdh mulai luluh
Tasmiyati Yati
nanti jadi bucin malu sendiri Adnan
Tasmiyati Yati
happy banget aku baca novel ini semoga di akhir tidak mengecewakan
Tasmiyati Yati
ya karena adiva baru pertama melihat orang cerewet tapi lucu ya diva
Tasmiyati Yati
senang kalau baca novel ada komedinya
Tasmiyati Yati
kenapa gagal melulu kasih komentar
Tasmiyati Yati
mampir baca semoga jadi fans kak
Cintya Tya
lanjut thor... 👍👍👍👍👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!