"Dia mencintaiku sampai mati, tapi justru membunuhku perlahan setiap hari."
Di balik kemewahan gaun sutra dan rumah bak istana, Yati hanyalah seorang tawanan yang jiwanya diremukkan oleh suaminya sendiri, Stevanus. Bagi dunia, Stevanus adalah pahlawan; bagi Yati, dia adalah iblis berwajah malaikat.
Puncak pengkhianatan terjadi saat Stevanus membuangnya dalam keadaan hancur demi kekuasaan dan wanita lain. Mereka mengira Yati sudah tidak berdaya dan terkubur bersama rahasia gelap mereka.
Namun, rasa sakit tidak mematikan Yati—ia justru melahirkan sosok baru yang kuat dan tangguh. Kini Yati kembali dengan identitas berbeda, menyusup ke jantung kehidupan Stevanus untuk merebut kembali hidup dan harga dirinya.
Ini adalah kisah tentang perjuangan Yati membuktikan bahwa dari kehancuran, ia bisa bangkit lebih kuat.
Bersiaplah, karena kisah ini akan membawamu pada perjalanan emosional yang penuh liku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon waseng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 22: RAHIM DI ATAS BELATI
Angin malam di pemakaman itu mendadak berhenti berdesir, seolah alam semesta ikut menahan napas menyaksikan pengkhianatan yang paling tak masuk akal ini. Aku berdiri membeku. Rasa dingin yang menjalar dari moncong pistol Ibu di perutku jauh lebih mematikan daripada suhu malam Januari 2026 ini.
"Ibu... apa yang Ibu katakan?" suaraku nyaris hilang, tertelan oleh rasa fana yang menghimpit dada.
Wanita di hadapanku tidak lagi tampak ringkih. Punggungnya tegak, tatapannya tajam dan penuh otoritas, sangat kontras dengan sosok tak berdaya yang baru saja kupeluk erat. Ibu atau wanita yang mengaku ibuku tersenyum tipis, sebuah senyuman yang jauh lebih mengerikan daripada seringai Stevanus.
"Kasih sayang adalah umpan terbaik untuk ikan yang cerdas sepertimu, Yati," ucapnya dengan suara bariton yang tenang. "Lidya hanyalah pion kecil yang kugunakan untuk menguji ketahananmu. Dia terlalu emosional, terlalu haus akan harta recehan. Organisasi kami menginginkan sesuatu yang lebih besar: kendali atas sumber daya yang Ayahmu temukan."
Aris, yang masih memegangi lengannya yang bersimbah darah, mencoba mengangkat senjatanya, namun dua titik laser merah dari penembak jitu di balik kegelapan makam segera mengunci dahinya.
"Jangan bergerak, Aris. Aku menghargai loyalitasmu, tapi jangan mati untuk wanita yang hidupnya hanyalah sebuah eksperimen," gertak Ibu.
Air mataku jatuh, namun kali ini rasanya panas, membakar pipiku. "Eksperimen? Jadi selama dua puluh tahun ini... Ibu tidak pernah disekap? Ibu membiarkan aku dipukuli, dilecehkan, dan dihancurkan oleh Stevanus hanya untuk sebuah 'tes'?"
"Dunia ini kejam, Yati. Aku butuh pewaris yang terbuat dari baja, bukan sutra. Jika kau tidak hancur lebih dulu, kau tidak akan pernah memiliki api untuk memimpin organisasi ini," Ibu melangkah maju, menekan pistolnya lebih dalam ke perutku, tepat di mana bayiku berdenyut. "Dan sekarang, kau telah lulus. Serahkan wasiat itu, dan kau akan duduk di sebelahku sebagai ratu."
Aku menatap mata wanita itu. Tidak ada cinta di sana. Tidak ada memori tentang nina bobo atau pelukan hangat. Hanya ada ambisi hitam yang haus kekuasaan. Di detik itu, Yati yang merindukan kasih sayang ibu benar-benar mati. Yang tersisa hanyalah Widya, sang pembalas dendam yang kini menyadari bahwa musuh terbesarnya adalah darah dagingnya sendiri.
"Kau bukan ibuku," desisku dengan nada yang sangat dingin hingga Ibu sedikit tersentak. "Ibumu mati saat melahirkanku. Kau hanyalah monster yang memakai wajahnya."
Tiba-tiba, suara erangan terdengar dari tanah. Stevanus, yang tertusuk di punggung, merangkak mendekat. Dia tertawa terbahak-bahak sambil memuntahkan darah.
"Hahaha! Lihat itu, Yati! Kita berdua sama! Kita hanya bidak catur yang dibuang oleh ibu kita sendiri!" Stevanus menatap Lidya yang tergeletak tak berdaya, lalu menatap wanita di depanku. "Ibu mertuamu ini lebih iblis dariku, bukan?"
Ibu mendengus jijik dan tanpa menoleh, dia melepaskan tembakan ke arah kaki Stevanus.
DOR!
"Diam, sampah!" bentak Ibu. Dia kembali menatapku. "Wasiat itu, Yati. Sekarang!"
Aku melirik ke arah Aris. Kami saling bertukar pandang selama sepersekian detik. Aris tahu apa yang harus dilakukan. Di pergelangan tanganku, ada sebuah gelang pintar perangkat teknologi 2026 yang terhubung langsung dengan server konsorsium Widya Pratama.
"Kau ingin wasiat ini?" aku mengangkat map cokelat itu tinggi-tinggi. "Wasiat ini bukan hanya berisi surat tanah. Ayah tahu kau akan kembali. Dia menanamkan sistem penghancur otomatis pada seluruh data digital Kencana Group jika wasiat ini dibuka dengan paksa atau jika denyut jantungku berhenti."
Wajah Ibu menegang. "Kau menggertak."
"Coba saja tembak aku," tantangku, melangkah maju hingga dadaku menyentuh pistolnya. "Tembak aku, dan kau akan kehilangan semua yang kau bangun selama dua puluh tahun dalam satu detik. Kau akan jatuh miskin sebelum jasadku dingin."
Tiba-tiba, sebuah suara ledakan kecil terdengar dari arah hutan di belakang makam. Bukan bom, melainkan kembang api suar berwarna biru. Itu sinyal dari Kak Surya.
Ibu mengernyitkan kening. "Apa itu?"
Ponsel Ibu bergetar hebat. Dia mengangkatnya, dan wajahnya yang angkuh mendadak berubah menjadi pucat pasi. "Apa? Bagaimana mungkin?! Seluruh akun bank pusat dibobol?!"
Aku tersenyum penuh kemenangan di tengah rasa sakit rahimku. "Surya tidak pernah berkhianat padaku, 'Ibu'. Dia berakting untuk memancingmu keluar dari lubang persembunyianmu. Dan saat kau sibuk menodongku di sini, dia baru saja mengirimkan seluruh aset organisasimu ke panti asuhan dan rekening korban penindasan Stevanus di seluruh negeri."
Ibu meraung marah, jarinya menarik pelatuk pistol. Namun, sebelum peluru keluar, sebuah bayangan hitam menerjang dari atas pohon, menjatuhkan Ibu ke tanah. Itu bukan Surya, bukan juga Aris.
Itu adalah wanita lain yang wajahnya persis dengan Ibu, namun penuh dengan bekas luka bakar. "Dia bukan ibumu, Yati! Aku ibumu yang asli!".
JANGAN LUPA UNTUK SELALU BAHAGIA🫰
Like Setiap Bab Kalau selesai 👍
Rate Bintang 5 🌟
Vote setiap hari Senin 🙏
Kalau Ada Poin Boleh Mawar sebiji🌹
Tinggalkan komentar, penyemangat, kritik & Saran, 🎖️
Makaseh banya samua 🙇🙏😇
tapi ini kisah sat set beres. gak bertele tele. langsung pada inti nya...
semoga mati ny tdk mudah.
gila stevanus.
biar ad sensasi buih buih ny tuh lakik
sakit jiwa nih lakik...