NovelToon NovelToon
Momy? I'Am!!

Momy? I'Am!!

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: Fara Dela Sandi

Menikah di masa muda karena perjodohan memang adalah hal klise. Namun, kenyataan nya hal klise seperti itu yang di jalankan oleh Dea Amelia Wijayanto. Mengubahnya menjadi gadis yang tidak terurus hanya karena mengurus seorang anak dan suami. Pengkhianatan menghancurkan hidup Dea.
Lucas Sandoro, suami yang dingin dan tak mencintai Dea. Kehidupan seperti apa yang sebenarnya pernikahan itu?!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fara Dela Sandi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 22

Bab 22

___________________

.

.

.

.

Wanita cantik itu meronta di atas tempat tidur rumah kosong. Lelaki paruh baya itu tersenyum sinis melihat Dea merasa ketakutan. Ia berteriak meminta tolong namun apa daya rumah yang kini ia tempati berada di pinggir kota Jakarta.

Di tambah jauh dari perumahan warga. Lelaki itu duduk di kursi dengan tangan bersidekap di depan dada.

"Percuma saja kau berteriak tak akan ada yang bisa mendengar suaramu." Ucapnya dengan suara angkuh.

"Apa yang kau ingin kan? Jika kau ingin uang akan aku berikan berapa pun yang kau minta," ucap Dea dengan suara bergetar.

"Uang?" Ulangnya terkekeh sinis. "Sayangnya aku tak butuh uang. Aku hanya butuh melenyapkan nyawamu. Dulu mungkin aku gagal namun tidak dengan sekarang. Kau melupakan aku dan Mama mu sendiri anak manis. Ah! Aku lupa kau sekarang sudah menikah bukan? Aku terlambat mengucapkan selamat padamu karena aku masih berada di penjara saat kau menikah." Tuturnya lalu berdiri dari kursi kayu yang ia duduki.

"Mama?" ulang Dea terasa ambigu.

"Jenni Wijayanto. Adik dari Budi Wijayanto, yang kau panggil Papa. Ah! Sepertinya aku perlu menunjukan padamu foto wanita yang melahirkan mu." Tuturnya lalu merogoh saku jaket kulitnya.

Ia mendekati ranjang dan membantu Dea bersandar di kepala ranjang. Dea merasa begitu ketakutan saat ini. Namun ia berusaha keras menekan rasa takutnya. Lelaki itu menunjukan foto wanita cantik di depan mata Dea.

Wanita yang terasa tak asing di ingatan Dea. Entah kenapa jantungnya terasa di remas. Ke dua matanya memanas kepalanya terasa berputar . Lelaki tua itu tersenyum melihat mata Dea semakin sayu dan tertutup dengan pekikan keras lalu ambruk ke samping kanan.

"Kau akan mengingatnya dan saat itu permainan kita akan di mulai. Karena tak asik bermain dengan mainan yang lupa siapa aku," tuturnya dengan suara menyeramkan.

Flashback On

Jenni Wijayanto terlihat beradu mulut dengan seorang lelaki berkebangsaan Cina. Dea hanya diam melihat bagaimana ke duanya bertengkar. Ia hanya menjadi pendengar yang baik saja.

"Kau mempunyai istri dan anak lalu kenapa kau memacari ku, Wang Feng?" Teriak frustasi Jenni pada lelaki tampan itu.

"Maafkan aku, Jenni. Aku tak mencintainya tapi aku terpaksa menikahinya karena aku dan dia tak sengaja menghabiskan malam bersama karena mabuk. Dan perlu kau ketahui aku mencintaimu, Jenni!" tutur Feng dengan wajah lesu.

"Lalu sekarang kau mau apa? Kau datang di saat hidupku telah tenang bersama Dea. Tolong lepaskan aku Feng. Kita tak mungkin bersama meski sekarang kau tau aku dan kau memiliki anak," ucap Jenni dengan wajah terluka.

"Aku akan menceraikannya dan menikah denganmu. Kita bertiga bisa hidup bahagia di mana pun Jenni. Asal kita bisa bersama, aku hanya butuh itu," tuturnya meyakinkan Jenni.

"Tidak! Aku sudah memiliki lelaki yang aku cintai. Dan akan menikah bulan depan sekarang kau pergilah dari hadapanku. Anggap saja kita tak pernah kenal dan Dea bukanlah anakmu karena ia bukan salah satu dari keturunan Wang." Tutur Jenni lalu mendorong Feng dari ambang pintu rumahnya.

Lelaki cina itu membeku di tempat karena mendengar perkataan bohong Jenni. Bagaimana pun tak pantas bagi Jenni menjadi orang ke tiga dalam rumah tangga lelaki yang ia cintai sampai saat ini. Jenni memeluk Dea dalam diam saat Dea menghampiri nya.

Sejak saat itu ke duanya tak pernah lagi bertemu. Dea tau jika lelaki itu adalah ayahnya. Namun bagi Dea punya Jenni saja sudah cukup. Tibalah saat malam berdarah itu terjadi. Dimana Paman nya menitipkan Mutia pada Jenni.

Ke duanya awalnya hanya mendengar suara adu mulut di ruang keluarga. Saat itu Mutia membimbing Dea turun untuk melihat apa yang terjadi. Ke duanya membeku di tempat saat lelaki sebaya Budi menikam perut Jenni.

Dea dan Mutia berteriak nyaring saat lelaki itu tersenyum menyeringai. Lelaki itu tersenyum puas saat matanya menatap ke arah Dea. Ia mengejar Dea dan Mutia yang menjadi saksi mata penikaman nya.

Namun saat ia hampir berhasil menikam Mutia terlebih dahulu sebelum menikam Dea. Entah kekuatan dari mana Jennu memukul kepala lelaki itu dengan keramik. Dan saat itu Mutia menarik Dea agar bisa keluar dari rumah itu.

Lelaki itu kembali menikam Jenni berkali-kali hinga nafas terakhir wanita itu dengan senyum puas. Ia berhasil melindungi Dea sang putri dan keponakannya. Saat itu Polisi masuk ke dalam rumah. Jenni terlebih dahulu meminta bantuan Polisi saat mencoba mengejar lelaki gila yang mengejar anak dan keponakannya.

Saat di tangkap dia berdalih bahwa ia di suruh oleh pesaing Budi mengincar anak Budi dan juga Budi tentunya. Demi melindungi wanita yang ia cintai.

Flashback off

Dilain tempat Lucas dan beberapa Polisi terlihat kalang kabut. Saat menerima telfon dari Mark yang mengatakan jika Istri dari pengusaha sukses itu di culik. Beruntung ke adaan Mark tak terlalu parah.

Lucas terlihat kacau, terduduk di kursi tunggu gedung megah Jakarta, University itu. Chandra hanya menatap Lucas dengan pandangan prihatin. Lelaki itu begitu ahli dalam melakukan pekerjaannya. Hingga tak ada jejak yang bisa di jadikan petunjuk bagi pihak Polisi.

Kris datang dengan wajah tak kalah khawatirnya. Wajah pucat nya masih terlihat di samping lelaki berdarah China-Indonesia itu ada Tuan Wang yang terlihat gelisah. Budi yang baru datang bersama Ani pun terlihat Syok melihat ke hadiran Wang Feng.

"Wang Feng !" Seru Budi Wijayanto dengan wajah mengeras.

"Budi!" Ucap Feng dengan suara pelan.

Budi langsung saja merasa amarahnya tersulut dan memberikan pukulan di rahang Feng. Orang-orang yang berada di ruangan CCTV kampus terpekik saat melihat lelaki Cina itu terjerembab ke lantai.

Chandra dan Kris berusaha memisahkan Budi yang menghajar Feng membabi buta. Ani ikut memisahkan ke dunya. Meski Feng terlihat pasrah saja menerima pukulan dari Budi. Kakak lelaki dari wanita yang ia cintai.

Lucas hanya menatap ke duanya dengan pandangan heran. Karena jujur saja lelaki imut itu sekarang sedang memikirkan Dea. Hingga ia tak terlalu konsen memperhatikan segitar  yang ternyata sudah ramai.

"Papa!" Seru Lucas mendekati Budi.

Kris membantu sang Ayah berdiri. Chabdra hanya menatap sang Paman dengan wajah penuh tanda tanya. Karena ia tak tau apa yang Sebentar terjadi hinga Ayah Dea memukul Suami dari Bibinya itu.

"Apa yang kau lakukan di sini ********?! Apa kau sekarang ingin melihat anakmu mati? Kau penasaran ingin melihat dia juga ikut pergi bersama Jenni?" Teriak Budi emosi.

Budi bahkan mengabaikan panggilan sang menantu. Chandra dan Lucas terkejut mendengar perkataan Budi. Sedangkan Feng menundukan wajahnya bersamaan dengan Kris yang menetes kan air matanya.

Ani mengelus punggung suaminya. Ia mengatakan untuk bersabar pada sang suami. Ia tau Kakak mana yang tak akan murka melihat lelaki yang menghamili sang adik datang lagi. Dan datang di saat yang tidak tepat.

"Apa Maksud Budi? Bagaimana mungkin aku menginggin kan kematian putriku sendiri, huh!" Tutur Feng dengan wajah menatap Budi dengan mata sendu.

Budi berdecis mendengar perkataan Feng. Kris merasa kepalanya semakin memberat saja. Sakit ! Rasa sakitnya semakin bertambah. Lelaki itu ambruk utungnya Chandra menangkap tubuh Kris yang tumbang.

*    *   *

Byuuyyur !!!

Ah !

"Bagaimana sudah menginggat masa lalu?" Cibir lelaki tua itu pada Dea setelah menyiramkan segelas air pada wajah Dea.

Dea menatap lelaki itu dengan pandangan nyalang. Meski kepalanya terasa berdenyut. Ia tak ingin terlihat lemah di depan mata lelaki gila itu.

"Kau yang membunuh Mama ku! Kau brengsek! Biadap! Iblis!"  Maki Dea dengan panuh amarah.

"Tentu saja." Jawabnya bangga. "Jika bukan karena Papa mu aku pasti sudah hidup bahagia bersama Susan. Dia adalah gadis yang aku cintai. Karena Papa mu menghamilinya hingga terpaksa menikah dengan lelaki kurang ajar itu. Namun Susan jatuh Cinta padanya. Hingga aku tak bisa berbuat banyak. Dan kau tau saat aku tau Mama mu adalah wanita yang di Cintai oleh Feng, aku menghampiri nya hari dimana ternyata kau telah besar. Jadi aku putuskan untuk membunuh kau agar Feng dan Mama mu menderita. Aku ingin membuat ke dua orang tuamu gila karna kehilanggan anak yang mereka cinta. Seperti aku kehilanggan Susan ke tangan Papa mu. Namun rencanaku terpaksa berubah dengan membunuh Kau dan Mama mu saat ia melindunggi mu. Jadi karna kau masih hidup sudah saatnya kau bertemu Mama mu." Tuturnya dengan senyum setan.

Dea mengelengkan kepalanya saat lelaki itu mengelus wajah Dea dengan pisau lipat. Tubuh Dea meronta meski ia tau ikatan di kaki dan tanganya tak akan pernah lepas.

"Kak Lucas! Tolong aku !" Teriak Hati Dea dengan air mata ketakutan.

"Tapi untuk hari ini kau akan aku biarkan hidup. Karena aku pikir bermain-main sebentar akan menyenangkan," tuturnya.

"Tuan aku mohon lepaskan aku! Sekali ini saja. Aku tak akan mengatakan apa-apa pada siapa pun." Pinta Dea dengan tanggis pilu.

Ia tak takut dengan kematian. Namun di sini dia tak sendiri, karena di dalam sana ada kehidupan yang harus ia jaga. Janin itu belum lahir dari dan belum berkembang menjadi tubuh yang sempurna. Dimana yang baru terbentuk di sana adalah jantung merah bersama gumpalan daging.

"Maaf sayang aku tak bisa melakukan nya. Karna aku hanya ingin membunuhmu dalam kesakitan. Perlahan-perlahan hinga kau menyusul Mama mu." Tuturnya dengan wajah psikopatnya.

Dea masih meronta minta di lepaskan. Lelaki itu membalikan tubuhnya melangkah keluar dari kamar. Namun ia berhenti saat tangannya berada di engsel pintu.

"Tapi aku bingung siapa yang akan kita lenyapkan dulu. Apa kau atau jininmu dulu ya?" Tanyanya lalu tertawa keras saat Dea memekik dan memaki penuh amarah.

1
beby
😭
beby
ooo gitu critanya
beby
siapa sih dia
beby
ooo papa dea masih hidup
beby
siapa lg itu yg mengintai.. penasaran
beby
good
beby
lanjut
beby
siapa lg ini yg datang
beby
balasan yg manis
beby
dokter itu kk hani
beby
apa rencananya
beby
lukas penghianat
beby
kasian bintang
beby
tuhhh kan selingkuh lg
beby
hmmmm
beby
aga bingung siapa baygun
beby
lanjut
beby
masih ada typo... tp lanjut aja
Rosmawati/jnr
Bagus
Jack
bagus banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!