NovelToon NovelToon
WARISAN GALAXY: Pangeran Bintang

WARISAN GALAXY: Pangeran Bintang

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Murid Genius / Identitas Tersembunyi / Kelahiran kembali menjadi kuat / Mengubah sejarah / Peradaban Antar Bintang
Popularitas:25.1k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

(NOVEL INI LANJUTAN DARI LEGENDA SEMESTA XUANLONG)

Tiga belas tahun telah berlalu sejak Dewa Bintang Tian Feng mendirikan Kekaisaran Langit, menciptakan era kedamaian di dua alam semesta. Namun, di Puncak Menara Bintang, Ye Xing, putra dari Ye Chen dan Long Yin, serta Cucu kesayangan Tian Feng merasa terpenjara dalam sangkar emas.
Terlahir dengan bakat yang menentang surga, Ye Xing tumbuh menjadi remaja jenius namun arogan yang belum pernah merasakan darah dan keputusasaan yang sesungguhnya.

Menyadari bahaya dari bakat yang tak ditempa, Tian Feng mengambil langkah drastis menyegel kultivasi Ye Xing hingga ke tingkat terendah (Qi Condensation) dan membuangnya ke Alam Bawah, ke sebuah sekte sekarat bernama Sekte Awan Rusak. Tanpa nama besar keluarga, tanpa pengawal bayangan, dan tanpa harta istana, Ye Xing harus bertahan hidup sebagai murid biasa bernama "Xing" yang diremehkan dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 35

Inti Kawah Gunung Berapi – Altar Penempaan Alam.

Panas. Suhu di sini sanggup melelehkan emas dalam sekejap. Magma merah menyala bergolak di bawah kaki mereka, seperti darah naga bumi yang mendidih.

Ye Xing duduk bersila di udara, melayang di atas kawah magma. Di hadapannya, bongkahan besar Besi Meteorit Hitam sedang berputar perlahan.

"Mei'er," panggil Ye Xing, suaranya tenang namun bergema. "Besi ini memiliki roh yang liar. Aku akan menekan jiwanya dengan 'Berat'. Kau bekukan wujudnya dengan 'Dingin'. Kita tidak membuat pedang jagal. Kita membuat karya seni."

Di sisi lain tebing, Mei Wuchen berdiri anggun. Pedang kayunya sudah dibuang. Dia mengumpulkan Qi-nya, menciptakan teratai es yang mekar di telapak tangannya.

"Mengerti. Buatlah yang indah, Xing. Aku tidak mau memegang besi rongsokan."

Ye Xing memejamkan mata. Aura emas meledak dari tubuhnya.

[Seni Penempaan Kuno: Sembilan Pukulan Roh Bintang!]

Ye Xing tidak menggunakan palu fisik. Dia memanipulasi Qi Bintang-nya menjadi ribuan palu kecil tak kasat mata yang menghantam besi meteorit itu dari segala arah secara bersamaan.

TANG! TANG! TANG!

Suara dentingan logam bergema di seluruh lembah, seolah ada dewa yang sedang menempa di balik awan.

Bongkahan besi raksasa itu mulai menyusut. Kotorannya terbuang, esensinya memadat. Ye Xing tidak membiarkannya tetap besar. Dia terus menekan dan memampatkannya.

Besi seberat 500 kilogram itu dipaksa memadat menjadi dua bilah logam yang sangat tipis.

"Sekarang! Padamkan apinya!"

Mei Wuchen melentikkan jarinya.

[Napas Phoenix Es!]

Semburan kabut putih sedingin kutub utara menyelimuti dua bilah logam panas itu.

CESS...

Uap spiritual membumbung tinggi, membentuk awan naga dan phoenix yang menari di langit.

Ketika uap menghilang, dua bilah pedang melayang di udara. Keduanya memiliki bentuk yang identik: Tipis, Ramping, dan Elegan. Tidak ada lagi pedang besar yang kasar.

Pedang Milik Ye Xing: Berwarna hitam pekat tanpa kilau (Matte Black). Sangat ramping, lebarnya hanya dua jari. Namun, pedang ini memancarkan aura Berat yang membuat udara di sekitarnya terdistorsi. Meskipun bentuknya tipis seperti jarum, berat aslinya mencapai 1000 Jin (500 kg).

Nama: [Pedang Hitam: Malam Tanpa Bintang]

Pedang Milik Mei Wuchen: Berwarna perak transparan seperti kristal es. Bilahnya sedikit melengkung, memancarkan hawa dingin yang menusuk tulang.

Nama: [Pedang Perak: Tarian Bulan Sabit]

KABOOM!

Langit di atas kawah menjadi gelap. Awan tribulasi ungu berkumpul. Langit marah karena pusaka tingkat tinggi lahir di dunia fana.

"Tribulasi Pusaka?" Mei Wuchen tersenyum menantang. Dia melompat, menangkap pedang barunya di udara. "Bagus. Pedang baru butuh darah. Petir juga boleh."

Ye Xing juga menangkap pedang hitamnya. Saat dia memegangnya, tangannya sedikit turun ke bawah. Beratnya pas.

"Hancurkan!"

Ye Xing dan Mei Wuchen menebas ke langit secara bersamaan.

Dua gelombang energi satu hitam pekat, satu perak menyilaukan meluncur ke atas, membelah awan tribulasi itu menjadi dua bagian sebelum petir sempat menyambar.

Awan bubar. Matahari kembali bersinar.

"Sempurna," gumam Ye Xing, menyarungkan pedang tipisnya di pinggang. Kini dia terlihat seperti cendekiawan muda dengan pedang hiasan, padahal pedang itu bisa menghancurkan benteng.

Bibir Kawah – Bahtera Perang Sekte Api Suci.

Ye Xing dan Mei Wuchen mendarat di dek kapal perang yang telah mereka rampas.

Kapal itu megah, terbuat dari Kayu Besi Merah yang tahan api. Namun, Ye Xing merasa pertahanannya terlalu lemah.

"Kapal ini butuh perbaikan," kata Ye Xing. "Aku sudah memasang Formasi Pengumpul Qi di lambung kapal. Sekarang kapal ini bisa menyerap energi alam untuk terbang lebih cepat."

Mei Wuchen menendang sebuah alat pelontar api kuno di haluan kapal. "Lalu bagaimana dengan penyerangan? Alat penyembur api ini jangkauannya pendek sekali."

Ye Xing tersenyum tipis. Dia mengeluarkan sisa Besi Meteorit dan Tulang Naga Tanah yang dia temukan di dasar kawah.

"Kita tidak pakai penyembur api. Kita ganti dengan Busur Panah Naga (Dragon Ballista)."

Dalam tiga hari berikutnya, Ye Xing merombak sistem penyerangan kapal.

Dia membangun sebuah busur raksasa di haluan kapal. Talinya terbuat dari Urat Naga Tanah, dan anak panahnya ditempa dari sisa besi meteorit yang diukir dengan Formasi Ledakan.

Ini bukan meriam. Ini adalah Artefak Perang Klasik.

"Mekanismenya sederhana," jelas Ye Xing. "Kita masukkan Batu Roh ke dalam formasi penggerak. Busur ini akan menarik sendiri talinya dengan kekuatan ribuan kilo. Saat dilepaskan, anak panah ini akan melesat membawa daya hancur setara serangan penuh Foundation Establishment."

Mei Wuchen mengelus busur raksasa itu. "Primitif. Tapi brutal. Aku suka."

Tiba-tiba, token komunikasi Ye Xing bergetar. Proyeksi suara Tetua Agung Yun terdengar panik.

"Tuan Muda! Gawat! Mata-mata melaporkan pergerakan besar di perbatasan Utara! Sekte Api Suci tidak terima kekalahan Tuan Muda Yan Lie. Mereka mengirim Armada Perang!"

"Berapa banyak?" tanya Ye Xing tenang.

"Tiga Bahtera Perang Besar! Dipimpin oleh Tetua Ketiga mereka, seorang ahli Foundation Establishment Puncak! Mereka membawa ratusan murid elit. Mereka bersumpah akan meratakan Sekte Awan Rusak jika kita tidak menyerahkan kepala Tuan Muda!"

Mei Wuchen tertawa renyah, suara tawanya seperti lonceng kematian.

"Tiga kapal? Cuma sedikit?" Mei Wuchen melirik Ye Xing. "Xing, pedang baruku belum dicoba."

Ye Xing berjalan ke kemudi kapal—sebuah bola kristal pengendali formasi. Dia meletakkan tangannya di sana.

Aura kapal berubah. Dari kapal merah biasa, kini lambungnya dilapisi cahaya biru redup (efek formasi pertahanan baru).

"Tetua Yun," kata Ye Xing lewat token. "Siapkan arak kemenangan. Kami akan menyambut tamu kita di udara."

RUMBLE...

Bahtera perang itu perlahan naik, meninggalkan kawah gunung berapi.

Di haluan kapal, tertulis nama baru yang diukir Ye Xing dengan jarinya: [Bahtera Bintang Fajar].

Kapal itu melesat menembus awan, menuju perbatasan utara, siap menghadapi armada perang dari Negara Tingkat 2.

Ye Xing berdiri di haluan, jubahnya berkibar. Di pinggangnya, pedang hitam tipis itu bergetar pelan, seolah haus akan darah kultivator tingkat tinggi.

"Perang Sekte..." gumam Ye Xing. "Langkah pertama untuk menaklukkan benua ini dimulai hari ini."

1
Nanik S
Mantap Tor 💪💪💪
Nanik S
Dua Preman siap beraksi.. 👍👍👍
MyOne
Ⓜ️🔜🆙🔜Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🆗🆗🆗Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🙎‍♂️🙎‍♂️🙎‍♂️Ⓜ️
Mamat Stone
😈🔥🐲🔥😈
Mamat Stone
💨⚡💨⚡💨
Mamat Stone
/Smirk//Smirk//Smirk/
Mamat Stone
/Joyful//Joyful//Joyful/
MyOne
Ⓜ️😡😡😡Ⓜ️
Nanik S
Keren beneran keren aksi sepasang Preman 🤣🤣🤣
Mamat Stone
/Cleaver//Cleaver//Cleaver/
Mamat Stone
/Hammer//Hammer//Hammer/
Mamat Stone
/Determined/
Mamat Stone
/Angry/
Nanik S
Maaantaaaap 💪💪💪
Nanik S
Ternyata Mei menakutkan juga
Mamat Stone
/Smirk//Smirk//Smirk/
Mamat Stone
/Joyful//Joyful//Joyful/
Nanik S
Dua bocah kecil yang Asyi tapi punya nyali
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!