NovelToon NovelToon
Rahasia Pernikahan Sang Dokter

Rahasia Pernikahan Sang Dokter

Status: tamat
Genre:Anak Genius / Penyesalan Suami / Dokter / Tamat
Popularitas:2.4M
Nilai: 5
Nama Author: Buna Seta

Betapa bahagianya Sekar ketika dinikahi oleh dokter yang bernama Ilham Caniago. Sekar yang bekerja sebagai perawat menyadari jika ia bukan gadis yang cantik. Kulit hitam gelap, wajah berjerawat tidak disangka jika akan dipinang oleh dokter tampan dan kaya raya. Tetapi dalam pernikahan itu, Sekar hanya mendapat nafkah batin malam pertama saja. Ilham selalu dingin dan cuek membuat hari-hari Sekar Ayu bersedih.

"Apa tujuan kamu menikah dengan aku, Mas?"

"Ya, karena ingin menjadikan kamu istri, Sekar."

Usut punya usut, Ilham menikah dengan Sekar karena ada maksud tertentu.


Tetapi walaupun hanya diberi nafkah sekali, Sekar akhirnya mengandung. Namun, sayangnya bayi yang Sekar lahirkan dinyatakan meninggal. Setelah bercerai dengan Ilham, Sekar bekerja kembali di rumah sakit yang berbeda membantu dokter Rayyan. Dari sekian anak yang Sekar tangani ada anak laki-laki yang menginginkan Sekar ikut pulang bersamanya.

Apakah Sekar akan menerima permintaan anak itu? Lalu apa Rahasia Ilham?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Buna Seta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

Sekar duduk di lantai kamar menghabiskan sisa air mata, tapi tidak juga tiris. Permintaan Ilham untuk rujuk membuka luka lama yang sedikit demi sedikit akan dia lupakan mulai muncul kembali. Bisa-bisanya mengatakan itu, Ilham masih sendiri pun Sekar berpikir seribu kali untuk menerima apa lagi saat ini sudah beristri.

Tok tok tok.

Pintu kamar diketuk perlahan, Sekar tidak tertarik untuk membuka, dia pikir Ilham mengikutinya.

"Suster... Ini aku... boleh masuk?" Tanya seorang wanita ternyata Rini.

Sekar tidak bersuara khawatir mengganggu tidur Arka, membuka pintu yang dia kunci, begitu terbuka menyuruh Rini masuk. "Ada apa, Mbak?" Tanya Sekar serak sambil berjalan diikuti Rini. Rini hanya diam entah mau memulai dari mana. Padahal ia ingin menanyakan masalah pribadi Sekar.

Tahu jika ada yang ingin Rini bicarakan, Sekar mengajaknya ke tempat tidur yang biasanya Sekar tiduri.

"Maaf Suster, saya tadi tidak sengaja mendengar pertengkaran Suster dengan Tuan Ilham," jujur Rini, ia menunduk karena tahu yang ia lakukan tidak sopan. "Ternyata Suster Sekar mantan istri Tuan Ilham, dan Arka itu anak kandung Sekar?"

Sekar menoleh Rini yang duduk di pinggir ranjang, tidak menyangka jika pertengkaran tadi ada yang mendengar. Sekar pun menyenderkan kepala di tembok dengan mata terpejam. "Begitulah nasib saya, Mbak," jawabnya tidak bermaksud berbagi masa lalunya yang pahit, tapi Rini justru mendengar sendiri.

"Yang sabar, Suster," Rini menatap Sekar berkaca-kaca. Di balik wajah tenangnya, ternyata Suster Sekar menyimpan kenangan pahit dengan majikannya.

Sekar hanya mengangguk, menatap kosong ke tembok kamar yang di cat putih bersih.

"Tadi saya dengar, Suster mau membawa Arka pergi dari rumah ini?" Tanya Rini dengan raut wajah sedih.

"Iya, tapi saya menunggu nyonya Pratiwi pulang dulu, Mbak," Sekar masih harus bersabar. Jika bukan karena wanita baik itu, Sekar sudah angkat kaki saat ini juga. "Itupun jika beliau berada di pihak saya, Mbak. Jika tidak, entah bagaimana nasib kami," Sekar kembali meneteskan air mata..

"Aku yakin Nyonya Pratiwi ingin cucunya bahagia Suster, karena kebahagiaan Den Arka hanya satu, selalu dekat dengan Suster," Rini menatap Arka yang sudah pulas dari kejauhan.

"Semoga seperti itu," jawab Sekar. Malam itu mereka ngobrol di kamar, bahkan Rini pun tidur satu ranjang dengan Sekar.

**********

Matahari sore yang sudah mulai meredup menyinari halaman rumah mewah di komplek perumahan elite. Suster Sekar baru saja meletakkan sepatunya di atas rak, napasnya masih sedikit terengah-engah setelah pulang kerja dari rumah sakit. Badan yang sudah capek seharian bekerja merawat pasien, tapi tiba-tiba terasa segar kembali ketika disambut Arka yang merangkulnya manja.

"Mama kecil sudah pulang," ucapnya mendongak menatap Sekar, kedua tangannya merangkul pinggang Sekar.

"Duh... Anak Mama sudah wangi," Sekar harus tahan mencium pipi Arka, karena belum mandi khawatir wajahnya kotor. Ia berjongkok di depan Arka, senyumnya mengembang dibibir, meraih tangan kecil itu lalu mencium punggungnya.

"Arka lagi main ya?" Sekar melirik mobil-mobilan di lantai.

"Main obin balap," jawab Arka.

"Ya sudah, lanjut main ya, Mama mandi dulu," Sekar menurunkan pandangannya membetulkan celana Arka yang sedikit merosot. "Sebentar sayang..." Lanjut Sekar menahan tangan Arka yang hendak lanjut main. Mata Sekar menyadari ada yang tidak beres pada bagian paha Arka yang tampak kemerahan dengan bekas lekukan yang jelas seperti bekas terkena benda runcing.

"Paha kamu kenapa, Nak? Kok merah begini?" tanya Sekar dengan nada yang mulai meninggi, meskipun masih berusaha menahan emosi untuk tidak menakuti anaknya.

Arka menengadah, matanya mulai berkaca-kaca. "Di cubit Mommy Luna, Sakit, Mama. Telus, Alka nangis," ucapnya pelan sambil menggosok bagian paha yang merah.

"Aduh Ya Allah!" teriak Sekar dalam hati. Wajahnya yang biasanya tenang kini memerah karena marah. Dia mengangkat Arka dengan lembut ke dalam pelukan, tapi tatapannya sudah penuh api. "Sekarang Mommy Luna kemana?!" tanya Sekar, menahan kesal.

"Pelgi," Arka menggeleng. Sekar mengusap kepala Arka lalu beranjak.

Kaki Sekar tergesa-gesa menuju dapur di mana Rini sedang memasak untuk Arka. "Mbak Rini, kenapa paha Arka?" Sekar memastikan, tidak menelan mentah-mentah cerita Arka, walau ia yakin anaknya tidak mungkin berbohong.

"Saya tidak tahu pasti, Suster," Rini tahu paha Arka merah ketika sedang memandikan satu jam yang lalu.

"Arka tadi sama Luna nggak?"

"Iya Sus, tapi tidak lama kok," Rini menceritakan ketika sedang setrika pakaian Arka, mendengar Arka menangis dari kamar Luna.

Sekar menjauh dari dapur setelah memberi tahu Rini agar lain kali mengawasi Arka ketika sedang bersama Luna. Untuk memastikan bahwa yang dikatakan Arka benar, ia mengecek cctv. Walaupun samar, tapi masih terlihat ketika Luna marah-marah dan mencubit paha Arka entah apa masalahnya.

"Kurang ajar sekali artis itu!" Sekar mengepalkan tangan.

"ILHAM!" Sekar berjalan cepat menunju ruang kerja Ilham yang tidak dikunci. Ia dorong pintu sekuat tenaga hingga berbunyi 'brak' karena membentur tembok.

"Ada apa Sekar?" Tanya Dokter Ilham yang masih sibuk di depan komputer kaget mendengar suara pintu, ia pikir Luna sudah pulang, tapi ternyata Sekar.

"Apa yang dilakukan istrimu pada Arka?!" Sekar melotot tajam, sama sekali tidak ada rasa takut.

"Luna tidak ada di rumah, memang apa yang Luna lakukan?" Ilham meninggalkan komputer dengan wajah panik. Lalu mengikuti Sekar yang berjalan ke mana Arka sedang bermain.

"Lihat apa yang istri kamu lakukan pada anak saya!" ucap Sekar dengan nada pelan walau sebenarnya emosi karena sikapnya tidak boleh ditiru oleh Arka. Sekar mengangkat sedikit paha Arka agar Ilham bisa melihat bekas cubitan yang jelas bahkan ada lekukan kecil bekas kuku.

"Sayang... ini kenapa?" Ilham rupanya tidak yakin apa yang Sekar katakan. Yang ia tahu, sejak bayi Luna sayang kepada Arka.

"Tadi minyak wangi Mommy tumpah, Pa, tapi Alka nggak sengaja," Arka mengangkat dua jari. "Telus, paha Alka dicubit Mommy," jawab Arka takut jika sang Papa pun marah kepadanya.

Ilham terdiam sejenak, matanya penuh kecewa dan rasa bersalah. "Sekar, maaf ya. Aku pasti akan bicara dengan Luna."

Sekar melengos berjalan cepat ke arah kamar hendak mandi, tapi ketika tiba di depan pintu kamar, Ilham minta Sekar berhenti.

"Sekar, aku tidak tahu kalau Luna suka galak sama anak kita."

"Bukan anak kamu, tapi anak saya!" Sekar memotong, Ilham mengakui Arka anaknya tapi tidak ada waktu untuk Arka. Sejak pagi Ilham di rumah, tapi Arka dicubit istrinya pun tidak tahu. "Satu lagi, punya istri itu diajari supaya ada fungsinya kamu sebagai kepala rumah tangga!" Ketus Sekar.

 "Sudah bukan pertama kalinya Arka ngadu dicubit Luna, tapi kamu tidak tahu. Bagaimana Allah mau memberi kalian keturunan? Sedangkan sama anak yang baru tiga tahun saja galak? Ternyata kalian itu sudah satu paket, pantas saja cocok. Bayi di dalam kandungan saja kamu abaikan kok, sok mau mengasuh Arka!" Lanjut Sekar dengan suara tenang tapi menyentil hati Ilham bertubi-tubi hingga wajah pria itu pucat.

"Sudah Sekar, jangan ungkit lagi masa lalu," Ilham merasa Sekar selalu memojokkan.

"Kenapa, kamu takut? Segeralah taubat Tuan Ilham," Sekar memberondong Ilham dengan kata-kata pedas.

"Baiklah Sekar, mulai sekarang aku akan menasehati Luna," Ilham menyadari bahwa kata-kata mantan istrinya benar. "Aku juga janji, kejadian seperti ini tidak akan terulang lagi. Luna harus memahami bahwa Arka masih anak kecil yang tidak boleh disakiti."

"Bukan hanya anak kecil saja yang tidak boleh Anda sakiti Tual Ilham!" Tandas Sekar lalu masuk ke kamar menguncinya dari dalam.

"Salaaah... lagi," ucap dokter Ilham menatap pintu kamar Sekar.

...~Bersambung~...

1
Inooy
Makasih buna cerita nya, karena menurut aq cerita bagus skalipun ending nya balikan lg ama mantan..tp bagi aq d sini pelajaran nya, bahwa kesempatan kedua itu ada dn cinta sejati pun ada..d sini pelajaran nya adalah qta belajar ikhlas, belajar memaafkan dn belajar memberi kesempatan kedua setelah melalui proses introspeksi diri dn pertaubatan...dn satu lg klo cinta sejati itu nyata ada nya, karena d dunia nyata pun aq pernah nemuin yg seperti ini, tersakiti luar dalam sampe terjadi perpisahan..tp pd akhir nya bersatu kembali dn terpisahkan oleh maut 🥺

semangat teroos bunaa berkarya nya skalipun terkadang suka ada suara2 yg bikin bad mood..💪💪
Inooy: sama sama bunaa..🥰
total 2 replies
Inooy
Masya Allah nama nya bagus bangeeett ❤️
Inooy
lengkap sudah nih cerita,,d awal d bikin emosi se emosi emosi nyaa..d pertengahan d bikin melow,,d penghujung cerita d bikin bapeer..paket komplit laaah 🤭
Inooy
seneng bangeeet punya suami dokter, perhatian pake banget..d saat hamil suami sendiri yg periksa nya,,aaahh jd bikin ngehaaaaluu 😁
Inooy
hahahaha,,bab paling mengenaskan 🤣🤣🤣
menduda udh 3 tahun, sekali nya mo buka puasa gangguan nya ada aj 😂
udh d ganggu ama bu Nurhayati, Sekar yg langsung tidur d tambah kedatangan temen2 kuliah nya Sekar...eeeehh skarang malah tamu bulanan yg rutin datangan malah tiba2 datang duluan /Facepalm/
nasib mu doook apes bangeeett 🤣🤣

tp sabar dook, makin lama d pendam bakalan makin nikmat tuuh /Curse//Curse/
Wahyu Kasep
gak harus di penjara juga mamanya juga musibah siapa yang tau

tinggal tanggung jawab kasi tunjang sampe lulus SMA anak nya beres
gak perlu nikah juga

emang dasar nya aja harus
Inooy
tuh kaaan, ternyata Rayyan tak setegas omongan nya..d paksa nikah ama mama nya masa g d toooolak,,klo emg Rayyan mencintai Sekar mesti nya mo memperjuangkan cinta nya..jangan hanya sekedar d mulut doaaang!! bikin emosi aj kamuuu 😤😤
Inooy
setelah d obok2 ama emosi,,skarang d obok2 ama air mataaa 😭😭
aq bener2 sedih, anak usia 4 thn harus berpisah dengan papa nya karena keadaan..tanpa tau penyebab nya dn tanpa tau arti sebenar nya sebuah 'kantor' 🥺...
jujur aq lebih sreg klo Sekar balikan lg dengan Ilham, d balik smua kejadian masa lalu yg menyakitkan dr pada sama Rayyan..memang Rayyan pria baik, tp g akan 100% tulus mencintai anak sambung d bandingkan dgn ayah kandung,,apalagi Ilham udh banyak berubah!!
smoga ekspektasiku terjawab d akhir cerita!!!!
Relimawati Sihombing
🙏
Inooy
sampe bab sini emosi aq naik terooos gara2 nih dr.Ilham..rasa nya mo meledak kepala aq 🤯😁

Buna pinter banget ngaduk2 emosi para pemirsaaah 🤣
Relimawati Sihombing
hihihi
Lia Afriani
𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙜𝙖𝙮𝙖𝙢𝙪 𝙃𝙖𝙢 𝙝𝙖𝙢
Lia Afriani
𝙟𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣-𝙟𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙞𝙨𝙩𝙧𝙞 𝙥𝙚𝙧𝙩𝙖𝙢𝙖 𝙄𝙡𝙝𝙖𝙢 𝙜𝙠 𝙗𝙨 𝙥𝙣𝙮 𝙖𝙣𝙖𝙠 𝙢𝙠𝙭 𝙘𝙧 𝙧𝙖𝙝𝙞𝙢 𝙡𝙖𝙞𝙣
Lia Afriani
𝙞𝙝 𝙞𝙠𝙪𝙩 𝙠𝙚𝙨𝙚𝙡 𝙡𝙞𝙖𝙩 𝙞𝙡𝙝𝙖𝙢 𝙣𝙞
Relimawati Sihombing
Danu kok ngak tau diri ya
Maryami
smg makin sukses thor
Maryami
loh kok tamat, tak rela thor berpisah dgn arka, adik, mama papanya
Maryami
selamat
Maryami
ganggu kamu arka
Maryami
kecewa lagi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!