Georgio Cassano adalah antagonis paling menyedihkan yang pernah Selin baca. Dimana sedari kecil dia tidak pernah mendapat perhatian keluarganya,cinta pertamanya malah menikah dengan rivalnya, dan istrinya berselingkuh. Sang Antagonis mendapat akhir trangis, Perusahaan yang dibangun dengan hasil kerja kerasnya sendiri bangkrut, dan dia meninggal dibunuh protagonis pria.
"Andai saja aku yang menjadi istri antagonis. Pasti aku akan membuat dia bahagia." Kata-kata yang diucapkan Selin malah membuatnya memasuki tubuh Cassandra, istri antagonis.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lailararista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pengakuan cinta
Langit malam ini seolah sedang memamerkan kemewahannya. Bulan tidak lagi sendirian, dia dikelilingi ribuan bintang yang membuatnya tampak semakin memukau. Keindahan dan kenyamanan malam tidak membuat hati Georgio merasa tenang. Yang ada dipikirannya hanya Cassandra. Malam ini Georgio berada di rumah Cassandra. Georgio sengaja tidak menemui Cassandra saat tau Cassandra siang tadi hendak menemuinya dikantor. Georgio sudah menebak pasti Cassandra mendengar semua ucapannya dengan Annabella.
Casandra butuh waktu untuk mencerna semua yang dia dengar, maka dari itu Georgio membiarkannya. Malam ini dia harus bisa membujuk Cassandra. Meyakinkan Cassandra kalau Georgio tidak seperti yang di pikirkan, Georgio tidak sejahat itu, setidaknya bukan kepadanya.
"Cassandra dimana?"tanya Georgio to the point kepada keluarga yang tengah duduk diruang nonton, dimana disana ada mama dan papa Casandra, juga seorang laki-laki yang sepertinya seumuran dengan Georgio.
"Sandra dikamarnya."jawab ayah Cassandra seadanya.
"Terimakasih."ucapnya dan langsung berlari kecil menaiki tangga, membuat orang yang lagi bersantai diruang televisi menatapnya heran
"Mas, tadi Cassandra berpesan jangan biarin Gio masuk kamarnya."ucap wanita paruh baya.
"Biarin aja, mereka kalau ada masalah memang harus di selesaikan."ucapnya yang di angguki wanita itu.
Sementara disisi lain, Georgio tengah menatap Cassandra yang ternyata sudah tertidur. Wajah wanita itu sangat damai didalam tidur nya. Georgio tidak membayangkan Cassandra akan jatuh cinta padanya, dia tidak berharap banyak soal itu. Tapi tanpa dia duga Cassandra sudah semakin terbuka kepadanya. Sudah mau menatapnya, tentunya Georgio tidak akan membiarkan Cassandra kembali seperti dulu. Dia harus mempertahankan Cassandra yang sekarang. Georgio harus menjelaskan kepada Cassandra tentang apa yang dia dengar, Georgio berharap Casandra tidak marah dan mau mendengarnya.
Georgio tersenyum kecil sembari mengusap surai Cassandra, tidak lupa meninggalkan kecupan pelan di keningnya. Dulu Cassandra nya sangat nakal, berani berselingkuh, berani kasar, juga berani tidak menganggap nya ada. Tapi entah kenapa semua itu tidak bisa menghilangkan rasa cintanya kepada wanita ini. Baik dulu maupun sekarang, perasaan itu tetap sama, bahkan lebih besar.
Cassandra memang mampu membuat seorang Georgio gila. Kalau tidak bersamanya, Georgio pasti benar-benar akan gila, bahkan lebih gila dari pada ditinggal Annabella dulu. Sudah cukup selama ini Georgio membohongi perasaannya sendiri. Sekarang apa pun yang terjadi, Cassandra nya hanya miliknya.
"Andai kamu tau sebesar apa aku mencintaimu, Cassandra."gumamnya dan ikut berbaring disebelah Cassandra.
★★★
Cassandra menggeliat pelan, tidurnya terganggu karena sinar mentari memaksa masuk kedalam kamarnya. Kening Cassandra berkerut saat dirasa sinar matahari itu terhalang oleh sesuatu hingga tidak lagi mengenai wajahnya. Perlahan Cassandra membuka matanya, dia langsung terperanjat kaget saat tengah seseorang ada dihadapannya tengah menghalangi cahaya yang menerpa wajahnya.
Cassandra menatap kesebelahnya, dimana ada Georgio yang berbaring miring menghadap dirinya.
"Morning" ucapnya
Cassandra mengucek matanya perlahan, memastikan kalau itu adalah suaminya. Saat kesadarannya sudah kembali, Cassandra menghela nafas panjang dan kembali membaringkan tubuhnya.
Melihat itu Georgio tersenyum kecil, dia menurunkan selimut yang menutupi wajah Cassandra, membuat Cassandra melirik tajam Georgio.
"Kamu marah?"tanya nya yang tidak dijawab Cassandra.
"Kamu ngapain disini?" Tanya balik Cassandra.
"Kenapa gak boleh aku kesini? Aku kan ingin menemui istri ku."
Cassandra berdecak kesal. "Aku lagi gak mau bicara sama kamu."
Georgio menghela nafas. "Aku tau kok kamu kenapa, aku akan jelasin semuanya. Aku akan jujur sama kamu."
Cassandra mengangguk, lalu duduk dari berbaringnya, diikuti Georgio yang ikut duduk. "Oke. Sekarang kamu jelasin maksud dari ucapan kamu kepada Annabella kemaren."
"Aku bingung jelasin yang mana, kamu bertanya aja nanti aku jawab." Cassandra mengangguk.
"Aku mau kamu jujur, kenapa bisa cinta pertama kamu aku, bukan Annabella. Harusnya kan Annabella."Georgio terdiam sejenak.
"Itu memang kamu, bukan Annabella, dari dulu aku memang suka perempuan seperti Annabella. Aku bertemu dia yang apa adanya, polos, lugu. Tapi sebelum bertemu dia aku dulu mencintaimu, tapi kamu tidak. kamu mencintai orang lain."Cassandra menaikkan sebelah alisnya.
"Kapan kita bertemu?"
"Kamu ingat waktu di desa? Waktu itu kamu ada tugas kuliah disana. Aku pergi dari rumah dan hidup sendirian, niatnya ingin menemui keluarga ibuku, ternyata sudah tidak ada siapa-siapa disana. kamu tiba-tiba datang membantu ku." Cassandra diam, jelas dia tidak tau. Yang tau pasti Cassandra asli. Di novel juga ini tidak diceritakan, bagaimana mungkin Cassandra tau.
"Aku lupa."ujar Cassandra.
"Aku tau kamu pasti akan melupakannya. Waktu itu aku kelaparan, dan kamu memberiku makanan, tidak hanya itu, saat kamu hendak pulang, kamu memberikan gelang emas untukku."Georgio tergelak lirih mengingat masa itu.
Cassandra yang melihat kesedihan dimata Georgio menjadi iba. Dia tidak tahu kalau Cassandra sebaik itu kepadanya.
"Aku masih ingat jelas ucapan terkahir kamu waktu itu."Cassandra menaikkan sebelah alisnya menunggu ucapan Georgio selanjutnya.
"Gelang Emas ini mahal kok, bisa buat biaya hidup kamu. Tapi aku saranin kamu cari beasiswa kuliah. Kamu harus berkembang, bales mereka yang udah nyakitin kamu."
Cassandra yang mendengar itu menitikkan air matanya, ternyata dibalik perjuangan Georgio ada campur tangan Cassandra didalamnya. Tidak hanya kali ini Cassandra baik kepadanya, tenyata dulu juga. Bedanya Cassandra hanya baik, tapi tidak mencintai Georgio.
"Karena itu aku selalu memberikan berapa pun uang yang kamu mau, apa pun yang kamu inginkan selalu aku turutin. Itu alasannya, Sandra."ujar Georgio sambil menghapus jejak air mata Cassandra.
"Dibandingkan Annabella, kamu lebih berharga. Baik dulu maupun sekarang, aku tidak akan pernah melupakan kebaikan mu." Cassandra berhamburan memeluk Georgio, entah kenapa tangisnya tiba-tiba pecah. Padahal semua itu di alami Cassandra asli, tapi hatinya ikut merasakan sesaknya. "Aku ada dititik ini karena kamu, bukan dia, bahkan dia tidak tau penderitaan aku, dari dulu yang tau cuma kamu."
Cassandra melepaskan dekapannya, lalu menatap Georgio. "Jadi sikap dingin mu selama ini itu apa? Seakan-akan kamu tidak menginginkan aku."
"Itu palsu."ucapnya lalu mencium puncak kepala Cassandra sekilas. "Aku terus membohongi diri aku sendiri, berfikir kalau aku tidak pernah menginginkan kamu."
Georgio memeluk Cassandra erat, "setiap malam aku selalu berfikir, perasaan apa yang selama ini aku rasakan. Lama aku menunggu jawaban itu, tapi semenjak kamu berubah aku tau jawabannya."
Cassandra melepas pelukannya dan mendongak menatap Georgio. "Kamu sudah tau kalau itu cinta?"Georgio mengangguk.
"Ada yang ingin kamu tanya lagi?"ucap Georgio, Cassandra menggeleng. Sebenarnya dia juga ingin menanyakan tentang kejahatan Georgio yang membuat Annabella masuk rumah sakit jiwa. Tapi sepertinya Cassandra sudah menemukan jawabannya.