NovelToon NovelToon
Pengagum Rahasia

Pengagum Rahasia

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintamanis / Diam-Diam Cinta / Cinta pada Pandangan Pertama / Dokter / Teman lama bertemu kembali
Popularitas:28.4k
Nilai: 5
Nama Author: elaretaa

Sejak kuliah, Kanaya sudah mengagumi seorang Narendra Atmaja, namun ia sadar akan statusnya dan mencoba membuang jauh-jauh perasaannya. Hingga suatu hari sahabatnya mendaftarkan Kanaya ke sebuah aplikasi kencan dan ia harus bertemu dengan pria yang menjadi teman kencannya, akhirnya Kanaya menemui pria tersebut dan betapa terkejutnya ia ketika mengetahui jika pria yang menjadi teman kencannya adalah pria yang ia kagumi sejak kuliah.

Bagaimana kelanjutannya? Apa yang akan terjadi pada Kanaya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Selamat Tinggal

Hari kelulusan tiba, sebuah perayaan formal yang menandai akhir dari perjuangan akademik dan bagi Kanaya ini adalah akhir dari pengabdian rahasianya. Aula utama universitas dipenuhi oleh lautan jubah hitam, aroma bunga dan riuh rendah bangga dari keluarga yang hadir.

Kanaya duduk di barisan tengah bersama wisudawan Fakultas Pendidikan, Ayah dan Ibunya datang, di mana mereka menempuh perjalanan jauh dengan bus, keduanya tampak bersinar dengan rasa bangga, meskipun mereka terlihat canggung di tengah kemewahan aula. Melihat senyum lelah dan bahagia mereka, Kanaya meneguhkan hatinya, inilah fokus utamanya, bukan pria dingin di barisan depan.

Di barisan paling depan, di antara wisudawan terbaik dari Fakultas Kedokteran, duduklah Narendra Atmaja. Ia tampak luar biasa dalam balutan jubah wisuda, postur tegaknya tak tertandingi, aura dinginnya bahkan tidak tertutupi oleh sorotan lampu panggung. Di belakangnya, keluarga Atmaja duduk di barisan kehormatan, Ayahnya yang berwibawa dan Ibunya yang elegan, ekspresi mereka mencerminkan kebanggaan yang formal dan terukur.

Kanaya tidak berani menatap Narendra terlalu lama, ia membiarkan pandangannya hanya sesekali mencuri pandang seperti saat ia mencuri pandang dari balik pilar di tahun pertama. Hari ini, ia ingin menyimpan setiap detail Narendra sebagai memori terakhirnya.

Saat nama Kanaya dipanggil sebagai salah satu lulusan terbaik dari Fakultas Pendidikan, ia berjalan ke atas panggung. Senyumnya tulus dan bersinar, senyum yang lahir dari kerja keras dan penolakan untuk menyerah pada kesulitan, ia menerima ijazahnya dengan bangga.

Saat ia turun dari panggung, ia harus melewati barisan depan, tempat Narendra duduk, Narendra mengangkat kepalanya dan tatapan mereka bertemu. Kali ini, tidak ada konteks pekerjaan, tidak ada perdebatan data dan tidak ada meja perpustakaan. Hanya dua orang yang sebentar lagi akan berpisah selamanya, di bawah jubah hitam yang sama.

Narendra mengangguk kecil, anggukan yang lebih dalam dari biasanya. Mata abu-abunya tidak lagi dingin, ada ekspresi yang sulit diartikan di sana mungkin pengakuan, mungkin kerinduan atau mungkin hanya apresiasi yang terlambat.

Kanaya membalas anggukan itu dengan senyum kecil, senyum perpisahan yang hanya ia ketahui maknanya.

Beberapa saat kemudian, nama Narendra dipanggil. Narendra Atmaja lulusan terbaik dari Fakultas Kedokteran, tepuk tangan bergemuruh di seluruh aula paling meriah dari barisan keluarga Atmaja. Narendra berjalan ke panggung dengan langkah yang mantap, menerima ijazahnya dan berpose formal untuk foto. Narendra tampak seperti yang seharusnya, pangeran yang siap mengambil alih kerajaannya.

Kanaya memperhatikan Narendra dari jauh, inilah Narendra yang akan ia kenang, sempurna, tak tersentuh dan sekarang, tak terjangkau.

Setelah upacara selesai, aula berubah menjadi kekacauan yang manis, di mana para wisudawan mencari keluarga mereka dan janji-janji masa depan diucapkan.

Lista dan Arin datang lalu memeluk Kanaya erat, "Kita berhasil, Naya! Kita harus merayakan ini!" seru Lista.

Kanaya tersenyum, "Aku hanya akan makan malam dengan orang tuaku dan setelah itu aku harus segera mengurus kepindahan ke kota sebelah untuk pekerjaan baruku," ucap Kanaya.

Kanaya sengaja memilih bekerja di kota lain, jauh dari pusat ibu kota, jauh dari kemungkinan bertemu Narendra, itu adalah upaya untuk melindungi hatinya.

Di kejauhan, Narendra dikelilingi oleh para fotografer dan keluarganya. Ia tampak sibuk, menerima ucapan selamat yang formal dari rekan bisnis ayahnya, ia adalah magnet yang menarik semua perhatian.

Kanaya tahu, jika ia mendekat sekarang, ia hanya akan menjadi bayangan lain dalam foto Narendra atau hanya sekadar diacuhkan, Kanaya tidak ingin mengotori kenangan indah mereka dengan permintaan perpisahan yang canggung.

Kanaya mengambil napas dalam-dalam dan memandang Narendra dari kejauhan.

'Selamat tinggal, Narendra. Terima kasih telah mengajarkanku bahwa ada keindahan dalam keteraturanmu dan bahwa di balik kebekuanmu, kamu memiliki sisi kemanusiaan yang tersembunyi. Aku akan menyimpan semua kenangan kita, semoga kita tidak akan pernah bertemu lagi, aku mencintaimu dan aku harus melepaskanmu sekarang,' batin Kanaya.

Kanaya mengalihkan pandangannya dari Narendra dan berjalan ke arah orang tuanya, Lista dan Arin. Kehidupan barunya sudah menunggunya dan Kanaya harus meninggalkan jubah hitamnya di kampus, meninggalkan Narendra Atmaja sebagai kenangan paling rahasia dan paling indah dari masa kuliahnya.

###

Lima tahun telah berlalu dan kini Kanaya tidak lagi mengenakan kemeja lusuh atau ransel berat penuh buku teks, sebagai gantinya Kanaya mengenakan seragam guru dengam begitu bangga.

​Kanaya menetap di sebuah kota kecil yang tenang, sekitar empat jam perjalanan dari ibu kota. Saat ini Kanaya menjadi guru di sebuah PAUD inklusi yang ia rintis bersama yayasan lokal, hidupnya jauh dari kemewahan, namun penuh dengan makna dan setiap pagi, ia disambut oleh tawa renyah anak-anak dan aroma krayon serta cat air.

Hujan turun membasahi halaman sekolah, Kanaya sedang merapikan mainan balok dan seorang pria bernama Bram datang untuk menjemput Arka anaknya. Namun, kali ini Bram tidak langsung pulang, ia berdiri di ambang pintu kelas dengan membawa dua cup cokelat panas yang masih mengepul.

​"Bu guru Naya, sepertinya anda butuh kehangatan untuk melawan hujan ini," ucap Bram dengan senyum ramahnya yang khas.

​Kanaya mendongak dan membalas senyum itu dengan sopan, "Terima kasih, Pak Bram. Anda repot-repot sekali," ucap Kanaya.

​"Sama sekali tidak repot, ini bentuk terima kasih saya karena Arka sekarang jauh lebih tenang dan mulai bisa bersosialisasi dan itu semua berkat kesabaran anda," jawab Bram.

Bram duduk di kursi kecil milik anak-anak di depan meja Kanaya, tampak sedikit lucu karena tubuh tegapnya yang terlalu besar untuk kursi itu.

"Begini, Bu. Apa Bu Naya ada waktu minggu ini?" tanya Bram.

"Kenapa memangnya, Pak?" tanya Kanaya.

"Arka kan minggu ini ulangtahun, dia ingin piknik di taman, Bu. Tapi, saya tidak tahu harus membawa siapa, apa Ibu mau ikut?" tanya Bram.

"Maaf, Pak. Tapi, saya tidak bisa," tolak Kanaya.

"Kenapa, Bu?" tanya Bram.

"Saya rasa, saya bukan di ranah untuk ikut acara Pak Bram dan Arka," ucap Kanaya.

"Apa Bu Naya mau menikah dengan saya, agar Bu Naya berada di ranah untuk ikut dengan sama dan Arka? Saya yakin, Arka pasti sangat senang jika Bu Naya menjadi Ibu sambungnya?" tanya Bram.

Kanaya tidak terkejut dengan ajakan Bram, karena ia tahu bagaimana Bram mencoba mendekatinya. Sayangnya, Kanaya belum siap untuk berumahtangga apalagi Bram sudah memiliki anak, meskipun Kanaya suka anak kecil, tapi untuk merawatnya dan menganggapnya sebagai anak, Kanaya masih belum siap.

"Maaf, saya tidak bisa. Saya belum siap untuk menikah," ucap Kanaya.

"Saya siap menunggu Bu Naya, jika Bu Naya butuh waktu," ucap Bram.

.

.

.

Bersambung.....

1
Naufal Affiq
tolong di terima ya pak lamaran naren,dia pria yang bertanggung jawab untuk anak mu pak
Naufal Affiq
kak aku mohon orang tua naya,harus terima naren,jangan ada lagi hambatan untuk orang itu menikah
Kusii Yaati
ini beneran tulus atau nggak sih orang tua Narendra,kok langsung di restui.bukan apa" takutnya ini hanya untuk antisipasi biar Narendra nggak memberontak,tapi mudah mudahan beneran mereka tulus ya 😟
dika edsel
setelah ini giliran ke rumahnya naya...,minta restu ke emak bapaknya naya juga jgn lupa itu?? semoga lancar sampe hari H😊
Aidil Kenzie Zie
Narendra mau memperkenalkan Kanaya sebagai calon istrinya 👍👍
Naufal Affiq
semoga calon mertua tidak bermuka dua
Pcy
semoga mama dan papanya narendra benar2 menerima kanaya
dyah EkaPratiwi
Alhamdulillah diterima dengan baik
leahlaurance
semoga bakal ibu bapa mertua tulus,ya jangan hanya pura pura depan anaknya.
partini
wow di luar perdeksi BMKG,apa berkelanjutan atau cuma awal
Ana
mudah2an kanaya ditrimah
Indriani Kartini
apakah Kanaya akan di tolak atau Mlah sebaliknya ya, mudah2an keluarga Narendra menerima kanaya
Naufal Affiq
lanjut kak,gak bisa komen,naren nya gercep banget mau mengenal nara sama keluarganya,
Isma Nayla
semoga naren dpt melindungi naya seumpama naya di pandang rendah oleh keluarganya naren.
dika edsel
ya ampun....anak siapa sih ini,maen dirumah org gk kenal waktu...?? udah ditolak masih gk pulang dasar tebal muka...,gktau diri.. katanya anak orang kaya tp makan masih numpang..,sarapan numpang, makan siang numpang eh masih nungguin makan mlm juga...😌
leahlaurance: semoga naya enga di permalukan.
total 1 replies
partini
sat set sekali si Naren,OMG semoga ada something setelah melihat Kanaya like someone in the past
dyah EkaPratiwi
semoga orang tua Narendra bisa terima
Kusii Yaati
kayaknya bau" perjodohan mulai tercium 😌
Naufal Affiq
beneran naren,kamu ajak nikah naya,jangan buat di sakit hati
Naufal Affiq
aku pada mu naren
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!