Kegagalan dalam membina rumah tangga dengan Alven, membuat Tamara memilih untuk hidup menjadi seorang single mom, membesarkan buah hatinya.
Sebuah Pengkhianatan sang suami membuat Tamara harus menelan pil pahit hidup dalam kesusahan. Karna dirinya hanya seorang ibu rumah tangga. Tapi, saat perpisahannya dengan Alven membuat Tamara mau tidak mau, harus banting tulang, untuk menafkahi putrinya seorang diri.
Hingga pertemuan tak terduga dengan seorang pria bernama Regen Aditama. Yang kondisinya, sangat mengenaskan akibat kecelakaan tunggal yang ia alami.
Tamara berusaha mengeluarkan tubuh Regen dari mobilnya yang sudah mau terbakar.
Bagaimana kisah hidup Tamara setelah pertemuannya dengan Regen?
Dan bagaimana Perjuangan Tamara menafkahi sang putri pasca ditinggal nikah oleh sang suami? yuk simak ceritanya di "Jodoh kedu."
original by Morata
dilarang keras plagiarisme.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Morata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 22. MULAI MENJALANKAN RENCANA
Januar duduk bersama Tuan Aditama di sofa. Sementara Tamara, Evi dan Cia masih ngobrol bersama Regen yang masih berbaring di atas branker yang di sedang oleh pihak rumah sakit.
Tapi kondisi sudah semakin membaik.
"Bagaimana kondisi Tuan saat ini, apakah sudah baikan?" tanya Tamara kepada Regen.
"Sudah mendingan, mudah mudahan besok sudah bisa pulang. Bosan juga sudah sekian lama di rumah sakit." ucap Regen.
"Wah, sepertinya Tuan lebih semangat mau sembuh. Apalagi Kak Tamara selalu setia menjenguk Tuan di rumah sakit." ucap Evi kepada Regen, membuat Tamara membulatkan matanya.
Sementara Januar yang berada di sofa bersama dengan Tuan Aditama, ngobrol berdua.
"Ada apa kamu menarik saya menghindar dari mereka?"
"Maaf Tuan saya sudah lancang. Tapi ada sesuatu yang ingin saya bicarakan kepada Tuan."
"Ada apa Langsung saja, tidak perlu berteka-teki seperti ini?"
"Aku hanya mengungkapkan apa yang aku rasa pantas, sepertinya Tuan Regen sudah terlalu lama larut dalam masa lalunya yang begitu kelam. Traumanya terhadap perempuan, belum sepenuhnya hilang.
Tapi jika dilihat, sepertinya Tuan Regen dan Tamara, memiliki masa lalu yang hampir sama. Mereka sama-sama dikhianati pasangan masing-masing.
Kalau menurut saya, nggak ada salahnya Kalau Tuan Regen dan Tamara kita jodohkan.
"Tamara wanita yang baik, saleha Tuan juga pasti sudah mengetahui bagaimana sikap tercantum, saat dia bekerja di ALC COMPANY ."ucap Januar ragu-ragu Kalau tuan Aditama menyetujui idenya.
Tuan Aditama menatap Januar, Ternyata bukan hanya dirinya yang ingin mempersatukan Regen dengan Tamara.
Januar yang merupakan teman sekaligus asisten Regen sendiri, memikirkan masa depan Regen.
"Sebenarnya, sebelum kamu mengatakan begitu saya juga memiliki niat untuk mempersatukan keduanya. Tapi saya bingung bagaimana memulainya, Saya khawatir kalau Tamara akan tersinggung. Apalagi Tamara baru saja beberapa bulan bercerai dengan Alven."sahut Tuan Aditama sedikit ragu akan ide mereka berhasil.
"Kalau kita tidak mencobanya, kita tidak akan tahu hasilnya Tuan." jawab Januar antusias ingin mempersatukan Tamara dengan Regen. sesuai dengan apa yang mereka bicarakan sebelumnya dengan Evi.
"Benar juga apa yang kamu katakan? tapi sepertinya Jangan sekarang. Terlalu dini kita untuk, segera mempersatukan mereka.
Kamu tahu sendiri kan, kalau Tamara baru Beberapa bulan yang lalu bercerai dengan suaminya Alven.
Tidak semudah yang kita pikirkan, melupakan masa lalu yang begitu pahit. Atas pengkhianatan pasangan kita. Sedangkan Masih pacaran saja, kekasih kita berkhianat kita merasa sakit banget. Apalagi sudah ada ikatan pernikahan, pasangan kita menghianati kita itu sangat menyakitkan."sahut Tuan Aditama.
Ia dapat membayangkan, bagaimana perasaan Tamara yang tercabik-cabik, saat menyaksikan perselingkuhan suaminya. Dan itu disaksikan oleh Tuan Aditama sendiri.
Januar menganggukkan kepalanya. "Benar juga ya Tuan, pastilah tidak mudah bagi Tamara apalagi hubungan pernikahan mereka hadir seorang bocah kecil yang begitu menggemaskan.
Dimana akal sehat Alven yang mampu meninggalkan istri dan anaknya demi wanita lain. Padahal kita tahu sendiri, Bagaimana Tamara selama ini.
"Hal inilah yang sah menjadi pertimbangan bagi saya, sehingga saya tidak langsung berbicara kepada Tamara mengenai apa yang menjadi keinginan saya yang ingin mempersatukan keduanya.
Regen dan Tamara memiliki nasib yang hampir sama. Sama-sama diselingkuhi pasangan masing-masing. Bedanya Regen belum memiliki buah Hati Bersama Bianca. sedangkan Tamara memiliki putri yang sangat cantik, imut dan menggemaskan seperti Fitricia.
Tuan Aditama dengan Januar berbicara dengan nada yang sedikit mereka pelankan. agar Regen dan Tamara tidak mendengar apa yang mereka bahas.
Evi hanya senyum-senyum saja, ketika melihat pandangan Regen tertuju ke arah Tamara. Tapi sepertinya Tamara tidak menyadari akan hal itu, ia masih asik berbicara dengan sang suster yang baru memeriksa kondisi kesehatan Regen.
"Aku yakin, Tuan Regen juga memiliki rasa kepada Kak Tamara. terlihat dari caranya memandang Kak Tamara. Tapi mungkin dia belum siap untuk mengatakan yang sebenarnya."gumam Evi di dalam hati. Sambil melihat keduanya saling bergantian.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA BARU EMAK.
alven2, emang semau jidak mu, sdh dibuang, diterlantarkan gk dikasih nafkah anak, mau dipungut lagi, semoga saja regen gercep segera menge sah kan tamara