Arven seorang manusia yang berasal dari Bumi Tahun 2893. Ia membawa mini atom S5 di mana, atom tersebut dapat menghancurkan berbagai planet dalam sekali luncuran.
Para professor ingin menyita atom tersebut, mereka bertujuan untuk menghancurkan Bumi dan pindah ke Planet yang lebih jauh.
Arven tidak menyerahkannya. Namun, ia mengaktifkan atom tersebut. Sehingga Bumi hancur bersama dengan meteorit yang tersebar di angkasa.
Namun, hal yang menakjubkan terjadi ketika ia bangun. Arven bangun tepat di ruangan penuh tengkorak. Lalu, sosok makhluk tengah berdiri di tengah ruangan.
Apa yang akan dilakukan Arven? Dunia apa yang menanti dirinya?
Silakan Baca, perjalanan Arven.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khusayni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 22 - Pemburu Beruang 1
Silakan Dibaca.
“Hai Nona, bagaimana kalau kau melayaniku di ranjang? Aku dapat bermain lama, bahkan dapat memuaskanmu dibandingkan dengan para laki-laki yang kau bawa itu!”
Lask dan laki-laki dalam rombongan menaikkan alisnya ketika mendengar pernyataan tersebut. Sementara para perempuan sendiri mengerutkan keningnya.
Mereka semua berbalik dan melihat adanya dua puluh pria setengah baya dengan tubuh yang kekar. Lencana kuning terselip di pakaian tanda bahwa mereka ialah pemburu.
Lask mengerutkan keningnya, ia tidak pernah menyinggung para pemburu. Namun, mengapa para pemburu mencari masalah kepadanya dan rombongan.
Lask hanya bisa menghela nafas tak berdaya. Bukan karena ia tidak bisa mengalahkan para pemburu tersebut, hanya saja ia malas menggerakkan tubuhnya.
Tatapan Lask segera beralih ke arah lima perempuan yang ia bawa. Dalam hatinya ia berpikir, ‘Perempuan benar-benar selalu merepotkan. Baru saja keluar sudah menarik orang untuk dipukuli.’
Kelima perempuan menyadari tatapan Lask, mereka memandang ke arah Lask segera dan matanya mulai menyipit seolah-olah sedang melihat seluruh pikiran Lask tersebut.
Lask terkejut, ia segera memalingkan wajahnya. Intuisi perempuan benar-benar mengerikan, hal itulah yang berada di benak Lask sekarang.
Para perempuan mendengus ringan, kemudian memandang ke arah para pemburu yang menyeringai penuh akan keserakahan.
“Ann, biarkan aku saja yang mengatasi mereka.” Seorang perempuan yang cantik dengan rambut panjang terikat ke belakang, memiliki tubuh yang sangat bagus.
“Lis, kalau begitu bunuh saja mereka.” Perempuan yang memiliki tinggi di bawah dari perempuan lainnya berkata dengan ringan. Ia sendiri memiliki postur tubuh yang indah, tak kalah dari yang lainnya.
Lis memandang ke arah dua puluh pemburu, ia memancarkan niat membunuh yang kuat, membuat para pemburu segera sadar dan melebarkan matanya.
“Semuanya bersiap! Kita tangkap perempuan ini, kemudian bawa ke kamar sebelah!” Pemimpin dari kelompok dua puluh pemburu tersebut berkata dengan seringai di wajahnya.
Lis hanya memandang, ia mengulurkan tangannya ke samping. Kemudian, udara dingin mulai membentuk sebuah senjata belati yang sangat aneh. Belati itu memiliki permukaan biru kegelapan.
{Lis.}
{Level : 28.}
{Job : Ice Assasin.}
Udara di sekitar seketika membeku, Lask dan para rombongan sedikit mundur, memberikan ruang bagi Lis untuk bertempur.
Para pengunjung sendiri mulai memojok, mereka juga takut dengan kerusuhan tersebut. Sementara resepsionis sendiri segera mengirimkan surat kepada tuan pemilik penginapan.
Ia juga meringkuk takut jika penginapan hancur. Namun, resepsionis segera melihat salah satu rekannya mengaktifkan pelindung khusus. Hal ini membuatnya menghela nafas lega.
“Apakah kamu tak apa?” tanya pelayan, menghampiri resepsionis tersebut.
“Tidak apa-apa, hanya saja terima kasih karena telah membuatkan pelindung.” Resepsionis berkata dengan nada penuh akan rasa terima kasih.
“Sama-sama, hanya saja kejadian seperti ini selalu berulang kali terjadi. Beruntung penginapan luas dan tidak akan mengganggu pertarungan mereka.” Pelayan memberikan fakta bahwa penginapan sudah mengalami pertempuran semenjak dulu.
Hal ini mengejutkan resepsionis, ia masihlah pemula di penginapan tersebut. Jadi, ia sendiri tidak tahu seluk beluknya terkait penginapan. Ia juga tidak menyangka bahwa penginapan mengizinkan pertempuran di dalam penginapan.
Dalam pelindung, Lask melihat tirai tipis dan mengangguk. Ia sendiri tidak menyangka bahwa akan ada orang yang menciptakan pelindung di dalam penginapan.
“Sepertinya penginapan ini bukanlah penginapan normal,” gumam Lask, meski bergumam seluruh rombongan mendengarnya dengan jelas.
Mereka mengangguk dan memahami bahwa penginapan bukanlah penginapan biasa.
Udara semakin mendingin, pijakan Lis sendiri mulai berubah menjadi es yang menyebar beberapa meter. Kejadian tersebut, membuat para pemburu dan penonton terkejut.
Para pemburu sendiri segera mengatur formasi, lima orang yang membawa tameng besar segera berada di depan sendiri. Kemudian sepuluh orang mengeluarkan senjata jarak jauh mereka masing-masing. Sementara sisanya mulai mengeluarkan pedang dan pemimpin mereka menggunakan kapak.
Lis tidak peduli, ia mengangkat belatinya. Matanya bersinar terang, kemudian ia berubah menjadi kekosongan. Hal ini membuat pupil mata para pemburu mengecil.
Lis seolah-olah telah menghilang dari tempatnya berada. Para pemburu memandang sekitar dengan waspada. Namun, detik berikutnya terdengar suara teriakan dari salah satu pemburu di belakang.
“Ahhh!” teriakan yang begitu keras, membuat seluruh orang menatap ke arah tersebut. Mereka membeku melihat salah satu rekannya yang merupakan penyerang jarak jauh telah tertebas dan terdapat darah yang berubah menjadi es.
Brakk!
Orang tersebut jatuh ke lantai dengan keras. Matanya memutih dengan ekspresi terkejut dan penuh akan rasa sakit. Entah ia pingsan atau sudah mati, tidak ada yang mengetahuinya.
Angin dingin melintasi sela-sela para pemburu tersebut. Sehingga membuat mereka bergidik dan tanpa peringatan apa pun, salah satu pemburu mulai terluka kembali.
“Ahhh!” teriakan pemburu, benar-benar membuat pemburu lainnya gelisah. Musuh tidak dapat dideteksi dan sudah kehilangan dua orang penyerang jarak jauh.
Dua orang yang menjadi pelindung, segera bergerak untuk melindungi penyerang jarak jauh lainnya. Namun, di saat mereka ingin melangkah. Mereka melebarkan matanya dan terjatuh ke lantai.
Brak!!
“Apa yang kalian lakukan!” pemimpin pemburu berteriak keras melihat dua orang yang bertugas sebagai penahan terjatuh ke lantai tanpa tahu penyebabnya.
“Kaki kami tertahan sesuatu!” salah satu pemburu melihat ke arah kaki rekannya tersebut. Terlihat, adanya es tengah mengeras di kaki rekannya tersebut.
“Es??” Muncul dua tanda tanya di pikiran para pemburu. Kemudian, mereka segera menyadari bahwa kedua penahan tersebut telah dilukai oleh lawannya. Meski sayatan kecil, es tetaplah menyebar.
Namun, yang membuat mereka bertanya-tanya ialah mengapa kedua penahan itu tidak merasakan dingin di bagian kaki.
Lis sendiri yang sudah bergerak, telah membunuh sepuluh pemburu yang memiliki posisi sebagai penyerang jarak jauh.
Sepuluh orang lainnya tertekan, melihat sepuluh rekannya mati dengan cepat. Gerakan Lis hanya membutuhkan lima menit untuk membantai sepuluh orang tersebut.
Para penonton melebarkan matanya, mulut mereka terbuka. Namun, tidak ada kata-kata yang keluar. Jelas pemandangan di depan membuat mereka terkejut.
Satu orang melawan dua puluh, hanya butuh lima menit untuk menumbangkan sepuluh orang. Hal ini jelas tidak mungkin, apalagi dua puluh orang sendiri merupakan pemburu beruang.
Pemburu beruang ialah nama kelompok yang melawan Lis tersebut. Mereka selalu menjebak para pemburu lainnya, apalagi mereka selalu mengambil perempuan dan bermain di kamar sampai mereka puas.
Jelas pemburu tersebut menjijikkan, akan tetapi ini adalah dunia busuk. Tidak ada hal baik sama sekali. Kebaikan hanyalah hal yang naif bagi semua orang.
Resepsionis dan pelayan terkejut dengan pertarungan itu. Kemudian, ia mendengar suara langkah kaki dari belakang. Mereka berdua tahu bahwa pemilik penginapan telah turun ke lantai pertama.
Kembali ke dalam pertempuran. Lis memandang dengan dingin ke arah sepuluh pemburu di depannya. Dua orang telah ditahan dengan es miliknya, sementara delapan orang memandang dirinya dengan amarah.
“Jalan*g rendahan! Beraninya kau membunuh sepuluh orangku!” raung pemimpin pemburu tersebut. Ia mengeluarkan sebutir pil dari dalam sakunya, kemudian ia memakan tanpa pikir panjang.
Selepas itu, rambut pemimpin pemburu mulai berubah menjadi merah darah. Giginya menajam membentuk taring. Matanya memancarkan niat predator kuat.
“Kau...”
To be Continued.
Promosi.
Napen : ZidniNeve
Judul : My Love King Of Darkness
Blurb :
Dari ketidaksengajaan Silvana melepaskan rantai dan anak panah yang menancap pada sebuah patung tua. Hal itu justru mengubah seluruh kehidupannya. Bagai cerita dongeng zaman dahulu kini di rasakan oleh Silvana.
Kehidupan Silvana yang awalnya masih terbilang baik-baik saja kini berubah menakutkan karena banyak yang mengincar nyawanya.
Siapa pria itu?
Apa yang diinginkannya?
Kenapa banyak yang ingin membunuh Silvana?
Baca langsung aja ya!!
apkh author emg sengaja /Cry//Angry/
di tunggu kelanjutannya,ekekeke
.
.....
..........
.......
....... . . . .... ..... .... .
.........
.... ......
..........
..... ........ ....
.....
... ..... ..
.... .... ..
..... ........