NovelToon NovelToon
You Are My Destiny

You Are My Destiny

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Cintapertama / Berondong
Popularitas:695
Nilai: 5
Nama Author: nunna namjoon

seorang mahasiswi yang menjalin hubungan yang rumit dengan seseorang tentara .. apakah mereka akan berakhir sampai menikah ? ... entahlah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nunna namjoon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17

"Waaahhh rasanya masih sama seperti dulu" Ucap Gea sambil menyeruput kuahnya.

"Makan lah yang banyak, aku tak mau kau terlihat kurus jika kau bersamaku" Sahut suga memandangi Gea yang sedang menikmati makanan nya.

Tanpa sadar Gea menghambiskan 3 mangkuk jjampong kesukaannya,mencium baunya saja sudah membuat nafsu makan Gea bertambah naik.

"Sudah lama bibi tak melihat kalian" Ucap bibi pemilik kedai jjampong.

"Masakan bibi yang terbaik", jawab Gea dengan mengacungkan dua jempol tangannya ke arah bibi.

"Pasti kalian sudah menikah kan? Aku harap kalian segera di beri momongan, dan jangan lupa bawa anak-anak kalian kemari pasti sangat lucu" Ucap bibi yang kemudian tersenyum melihat mereka berdua.

Gea langsung tersedak setelah mendengar ucapan bibi.

"Kau kenapa nak, minum lah apa ada ucapan bibi yang menyinggung mu?" Tanya bibi sambil menyodorkan segelas air putih ke arah Gea.

"Tak apa bi, aku hanya kaget" Jawab Gea.

Setelah mereka menghabiskan makanan mereka segera bertolak pergi meninggalkan resto itu.

Selama perjalanan pulang Gea nampak berdiam diri sambil melihat ke arah luar jendela.

Suga yang menyadarinya langsung berinisiatif memegang lembut tangan Gea dengan mengusap punggung tangannya.

"Kau sedang melamunkan aapa hemm, apa karena perkataan bibi tadi? " Tanya suga.

"Tidak!! hanya saja.... Hubungan kita belum jelas tapi kita sudah... "

Seketika suga langsung menepikan kendaraannya di pinggir jalan yang tak terlalu ramai orang.

"Ke.. Kenapa kau mendadak menepikan mobilmu, perjalanan kita masih jauh" Sahut Gea yang gagap karena terkejut.

Suga mendekat ke arah Gea secara perlahan.

"Maaf, sudah menunggu terlalu lama, aku tidak akan mengajakmu berpacaran karena aku ingin mengajakmu menikah Gea" Ucap suga dengan menatap intens kedua mata Gea.

Tubuh Gea bagaimana tersengat listrik kaku tak berkutik.

"Kali ini aku serius Gea, mungkin ini bukan saat yang tepat tapi... " Ucap suga dengan mengeluarkan sesuatu yang berisi cincin.

"MAU KAH KAU MENIKAH DENGANKU? " Tutur suga dengan tegas.

"Lagi lagi kau hanya terdiam, itu membuatku.... " Lanjutnya.

"Aahh maafkan aku, aku hanya gugup" Jawab Gea dengan spontan .

Batin Gea"oh ya Tuhan aku harus bagaimana, aku di lamar suga, apakah ini nyata, aku tak bermimpi kan, aku harus jawab apa"

"Jika kau tak mau menjawab sekarang tak apa, aku bisa menunggu mu" Jawab suga dengan tersenyum.

"Iya aku mau" Jawab Gea.

"Apa kau serius? " Tanya suga untuk meyakinkan jawaban Gea. Gea hanya mengangguk tanda mengiyakan.

Suga spontan memeluk Gea dengan erat dan memasangkan cincin di jari manisnya.

"Yakk kenapa ekspresimu seperti itu, padahal kau yang melamarku" Sahut Gea yang melihat wajah suga yang terlihat biasa saja tak menunjukkan rasa senang atau semacamnya.

"Aahh aku lupa kau memang seperti dari dulu" Lanjut Gea.

"Maaf tapi aku bahagia sekali hari ini karna kau bisa kembali kepadaku Gea, aaiss rasanya mau gila ketika memikirkan mu setiap hari" Sahut suga sambil mengusap wajahnya dengan kedua tangannya.

"Minggu depan aku akan menemui orang tuamu" Lanjutnya.

"Secepat itu kah?? " Jawab Gea.

Suga hanya mengangguk dan segera melajukan mobilnya sebelum larut malam.

*********

Di sisi lain ibu tiri suga sudah mempersiapkan segala sesuatunya untuk rapat pergantian CEO yang baru, ia pastikan tidak ada penghalang untuk rencananya besok.

"sayang aku sudah menyiapkan setelan jas yang cocok untukmu, pasti akan nampak serasi denganku" Ucap Minha.

"Kau selalu perfect di mataku sayang, untuk kali ini aku percayakan padamu setelah anak-anakku siap kau bisa menyerahkan tugasmu ke mereka" Jawab tuan min.

Batin Minha "enak sekali menyerahkan begitu saja, aku sudah bersusah payah seperti ini dan berakhir menyerahkan begitu saja!! jangan bermimpi aku sudah berkorban harga diri untuk menikahi lelaki tua renta seperti mu demi hartamu, setelah ini aku tinggal menendangmu beserta Anak-anak mu"

"sayang kenapa kau melamun? " Tanya tuan min.

"Aahh tidak ada aku hanya gugup untuk besok" Jawab Minha.

"Sebaiknya kita beristirahat sayang, aku ingin melihat badanku fit di pagi hari " Lanjut Minha sambil menuntun tuan min ke kamar untuk istirahat.

Keesokan harinya semua petinggi pemasok saham di perusahaan tersebut sudah berkumpul di ruang rapat, saat rapat akan di mulai sekretaris dari tuan min membuka pintu, terlihat di ambang pintu sudah berdiri pria tampan tinggi dan berwibawa yaitu Min hajun.

"Ka... Kau!!!! kapan kau kembali" Ucap Minha yang sangat amat terkejut dengan kedatangan hajun.

"Permisi tuan-tuan dan nyonya-nyonya,pemegang saham tertinggi di perusahaan di pegang oleh MIN HAJUN dengan angka 60%" Ucap sekretaris tuan min.

Minha yang mendengar nya seketika syok, "bagaimana bisa hajun mempunyai uang sebanyak itu" Batin Minha yang masih tak Terima.

"Makan pergantian CEO kali ini akan jatuh kepada Min Hajun selalu anak sulung dari Tuan Min, apakah ada yang tidak setuju dengan ini silahkan angkat tangan" Ucap sekretaris tuan Min. Namun tak ada yang mengangkat tangan.

"Karena tidak ada ada yang mengangkat tangan keputusan mutlak CEO baru kita adalah MIN HAJUN"

Semua orang berdiri dan bertepuk tangan kecuali minha yang frustasi karna rencananya gagal total.

Batin Minha "sialan bedabah itu, bagaimana bisa, kesempatan ku hanya sekali ini, dan cecunguk itu merusaknya, aku tak boleh tinggal diam, yahh aku harus melakukan sesuatu untuk segera menyingkirkan mereka"

Setelah rapat selesai tuan min menghampiri anak sulung nya.

"Bagaimana bisa kau mengumpulkan uang untuk membeli  saham sebanyak itu nak, dan kapan kau kembali ke sini? " Tanya tuan min yang keheranan.

Hajun memang mempunyai orang dalam yang tak di ketahui siapapun untuk mematai matai perusahaan yang di kelola oleh ayahnya tersebut jadi dia akan tau berkembang nya bagaimana, hingga memberanikan diri untuk menginvestasikan semua uangnya yang di urus oleh orang kepercayaannya.

Hajun berpesan agar nama donatur saham tak menggunakan namanya melainkan nama samaran agar tak ada ada orang yang curiga.

Sudah lama hajun mengetahui niat jahat ibu tirinya namun ia hanya bisa diam karna tak mempunyai banyak hal atas harta dan perusahaan ayahnya hingga ia berfikir untuk menanam saham lebih banyak agar bisa menjadi penguasa satu-satunya perusahaan ternama itu.

"Dengan kerja kerasku pa, papa tak usah risau, semua uang itu murni punyaku" Jawab hajun.

"Tapi bagaimana bisa???, kau hanya penulis novel" Sahut minha.

Hajun mendekat ke arah ibu tirinya dan berbisik.

"Permainan akan segera di mulai yang mulia" Ucap hajun lirih sambil mengeluarkan smirknya.

Minha tak menyangka hajun akan  seperti itu.

Batin Minha "apa anak itu sudah mengetahui rencanaku? Bagaimana bisa? Aaissshh aku harus melakukan sesuatu dengan cepat"

"sayang sebaiknya kita segera pulang, Tiba-tiba aku tak enak badan, dan untukmu nak selamat ya " Ajak minha.

Namun hajun hanya tersenyum penuh kemenangan saat melihat Minha yang kalah dengan rencananya sendiri.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Bersambung. ....

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!