NovelToon NovelToon
Satu Bunga Di Antara Dua Kerajaan

Satu Bunga Di Antara Dua Kerajaan

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Romansa / Fantasi Wanita / Aliansi Pernikahan / Cinta Istana/Kuno / Mengubah Takdir
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Poporing

Serah Spencer adalah seorang Ratu yang terkhianati oleh tunangannya sendiri, Raja Louis dari kerajaan Mathilda.

Awalnya ia mengira dengan status pertunangannya akan membawa ketenangan juga kedamaian untuk rakyat dan kerajaannya di Regina yang sedang menjadi wilayah perebutan. Namun, setelah mengetahui rencana Louis yang licik, Serah memutuskan untuk tak tinggal diam.

Dia akan membalas Louis dan berdiri sendiri demi kerajaannya. Namun, sebelum itu ia harus lolos dari genggaman Louis.

Apakah Serah akan berhasil kembali ke kerajaannya sendiri yang sedang menjadi wilayah konflik antar Raja Louis dan Raja Grenseal? Sementara kedua Raja itu mulai jatuh cinta kepada Serah.

Apa yang akan dilakukannya nanti untuk melawan Louis sekaligus melindungi kekuasaannya sebagai Negeri yang bebas?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Poporing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 14 : Kebanggaan Mathilda

Hari itu suasana kota dipenuhi oleh banyak orang yang sengaja berkumpul ketika mengetahui mengenai kabar kalau Raja Louis beserta rombongannya akan datang berkunjung. Mereka beramai-ramai langsung berkumpul di tengah kota menanti kedatangan rombongan tersebut sambil berdesakan.

Rombongan prajurit yang datang lebih dulu langsung mengamankan situasi dan jalan agar situasi menjadi kondusif. Para prajurit istana itu langsung membentuk pagar barisan di sekeliling area tersebut dengan para penduduk yang berada persis di belakangnya dengan antusias.

Tak lama rombongan kereta kuda sang Raja dan tamu-tamunya tiba di pusat kota. Kereta berwarna putih bercampur keemasan itu berjajar rapih di pinggiran kota.

Louis menjadi orang yang turun terlebih dahulu dari kereta kuda, menjejaki kakinya dengan kebanggaan dan percaya diri penuh. Ia berdiri dengan postur tegap dan kokoh seperti sebuah pohon tua. Semua orang menggaungkan namanya, seolah-olah ia adalah dewa mereka. Disusul dengan kereta-kereta yang lain.

Para pemimpin dari masing-masing kerajaan berkumpul di tengah kota Mathilda. Semua rakyat terpukau dalam diam. Louis kemudian memimpin jalan.

"Mari, Tuan-tuan," ucapnya kemudian dan mengambil langkah di depan.

Mathilda adalah salah satu Kerajaan yang peradabannya lebih maju dan modern dibanding yang lain. Dianggap sebagai pusat perubahan dan masa depan. Kotanya memiliki bangunan-bangunan yang indah dengan mengikuti desain Eropa klasik.

Jalan kota yang mulus, lampu-lampu jalan yang masih menggunakan lilin di dalamnya sebagai pengukur waktu. Ditambah dengan pepohonan dan taman-taman kecil menambah keindahan kota tersebut. Yah, tampak jelas Raja Mathilda itu tipe orang yang menyukai keindahan.

Para tamu delegasi pun dibuat kagum saat berjalan-jalan menelusuri kota Mathilda yang klasik tapi juga terasa lebih modern, karena toko-toko yang ada di sana lumayan lengkap, bisa dikatakan serba ada.

"Jalanan di kota ini benar-benar bisa mulus tanpa kerikil kecil," ucap seorang pria penuh kekaguman menikmati perjalanan di kota itu.

"Kalau anda tertarik, mungkin kita bisa membicarakannya agar Kerajaan anda juga bisa memiliki jalanan seperti di sini," ujar Louis dengan cepat. Orang-orang di belakang langsung saling berbisik. Sebagian mulai mempertimbangkan untuk melakukan kerjasama.

Sementara Grenseal hanya terdiam mendengarkan pembicaraan mereka. Ia tampak tak tertarik sedikit pun. Menurutnya Louis saat ini hanya sedang melakukan pertunjukan palsu sebelum memasuki ke inti permasalahan yang sebenarnya nanti.

Kemudian mereka memasuki ke salah satu tempat yang menjadi kebanggaan Louis. Penginapan mewah yang terbesar di kota itu dan baru saja berdiri beberapa bulan.

Penginapan itu berdiri di bagian paling akhir kota, sehingga memiliki lahan yang luas.

Pengawal penginapan khusus yang menjaga gerbang langsung terkejut saat melihat kehadiran sang Raja bersama para delegasinya. Keduanya langsung membungkuk hormat dan segera membuka gerbang penginapan tersebut.

Orang-orang yang ada di dalamnya seketika heboh. Mereka berlomba berlarian ke bagian lobi hotel untuk memastikan. Begitu menyadari itu benar-benar Louis dan para Raja agung dari kerajaan lain, mereka langsung berlari ke depan penginapan dan dengan kompak berbaris dari ujung kiri hingga kanan.

Rombongan itu berjalan menapaki bagian jalan hotel yang memiliki dua kolam air mancur besar di kiri dan kanan, serta beberapa bangku taman yang dikelilingi pohon hias.

"Selamat datang, Yang mulia Louis, berkat bagi anda semua dan panjang umur untuk Raja Louis," ucap para pekerja hotel secara bersamaan sambil membungkuk.

Louis tersenyum lalu mengangkat tangan dan berkata, "berkatku untuk kalian semua."

Kemudian ia berbalik ke arah para tamunya yang berdiri di belakang dan berkata, "mari, silahkan masuk. Ini adalah penginapan terbesar dan termewah yang kami miliki."

.

.

Para pekerja hotel yang berbaris langsung bergeser memberikan ruang kosong di bagian tengah sebagai jalan masuk untuk Louis dan para tamunya.

Para pengawal ikut menyusuri bagian lobi hotel mengamankan keadaan. Sang manager hotel bergerak ke hadapan sang Raja.

"Ya-Yang mulia Louis!" Pria itu dengan tubuh gemetar membungkuk. Ini pertama kalinya ia berada di jarak sedekat ini dengan Raja. Mereka hanya terpisah jarak kurang dari 2 meter. "Apa ada yang bisa kami bantu, Yang mulia?" Ujarnya dengan tangan berkeringat dingin. Dia gugup.

"Antarkan kami untuk melihat bagaimana kemegahan dari tempat ini," ucap Louis dengan penuh kepercayaan diri.

"Tentu Yang mulia, mari silahkan!" Balas pria itu dengan cepat. Meski gugup, tapi ia merasa sangat senang mendapat kesempatan langka ini.

Mereka pun mulai berjalan mengikuti arahan Sang manager hotel.

.

.

Para pria itu berjalan keluar dari dalam bangunan penginapan megah kebanggan Kerajaan Mathilda dengan rasa puas, bercampur kagum. Beberapa dari petinggi itu, bahkan sudah mulai berbincang dengan Louis mengenai keinginan mereka untuk bisa membangun kerjasama dalam ham infrastruktur dan teknologi yang belum mereka miliki.

Louis tentu saja dengan senang hati mengatakan akan memasukkan agenda pembicaraan itu besok pada pertemuan. Pria-pria itu tertawa, sementara Grenseal masih memikirkan kemungkinan akan Ratu Regina yang bisa saja hadir besok.

Akhirnya Louis dan para tamu delegasi berjalan keluar gerbang penginapan. Saat hendak menaiki kereta kuda, salah seorang anak lelaki menabrak Louis sang Raja. Anak itu sepertinya memang sengaja, karena ia langsung berteriak memanggil Louis.

"Yang mulia, Yang mulia Raja, lihatlah aku punya sesuatu!" Anak lelaki itu dengan wajah sumringah menunjukkan setangkai bunga liar berwarna kuning. "Ini kekuasaan dan kemakmuran untukmu, Yang mulia!" Ujar anak itu menyodorkan bunga itu dengan dua tangan dengan wajah penuh harap.

Louis tak bergeming, menatap anak itu dengan jijik sekalipun pakaiannya bagus, seperti khas dari anak kelas bangsawan. Tapi Louis tak sudi menyentuhnya. Kemudian ia melirik tajam kepada seorang pengawal lalu menatap ke arah si anak, seolah kode agar anak itu dijauhkan darinya.

Pengawal itu langsung bergerak cepat, ia menyeret tangan anak itu dengan kasar ke samping jalan, akibatnya bunga itu terjatuh ke jalan dan tak sengaja terinjak.

Anak itu tampak murung karena pemberiannya tidak diterima oleh sang Raja yang ia idolakan. Ia menunduk menatap bunga yang sudah rusak itu.

Namun, wajah murung anak itu berubah cerah saat seseorang mengambil bunga tersebut dari jalan kota. Wajahnya terangkat untuk melihat siapa orang yang ada di hadapannya.

"Kau tidak keberatan kalau bunga ini aku yang simpan?" Ujar sosok pria itu sambil tersenyum ramah.

"Yang mulia...." Binar mata sang anak memancarkan kekaguman, meski ia tak tau siapa, tapi pria itu memiliki keagungan ya sendiri. "Tentu, dengan senang hati, Yang mulia!" Ujarnya kemudian dengan cepat dan membungkuk hormat layaknya para bangsawan terhormat.

"Kau anak yang pintar...," pria itu yang tak lain adalah Grenseal menghela napas kecil lalu mengacak rambut si anak.

"Thomas!" Seorang wanita berteriak dan berlari menghampiri. Ia langsung menyambar tangan anak kecilnya dan memberi hormat.

"Yang mulia, maaf atas kelakuan Thomas!" Dengan segera ia meminta maaf, khawatir ada hal tak pantas yang dilakukan oleh anaknya.

"Dia anak baik dan memberikan hadiah," ucap Grenseal sambil memegang bunga rusak itu di tangannya.

"Yang mulia, tapi bunga itu...." Sang wanita merasa tak enak melihat bunga yang sudah kehilangan beberapa kelopaknya dan sedikit patah.

"Jaga anakmu baik-baik, Nyonya, dia pasti akan menjadi anak yang hebat nanti," ujarnya sebelum pergi dan memasukkan bunga tersebut ke saku baju lalu berjalan menyusul yang lain menaiki kereta kuda yang paling terakhir.

Bisik-bisik pun mulai terdengar di kalangan rakyat yang melihat peristiwa tersebut.

"Tak kusangka sikap Raja Duncan sangat berbeda!" Ucap seorang pria bangsawan dengan tubuh agak gemuk.

"Dia Grenseal 'kan? Orang yang memenangkan peperangan dari bangsa barbaric?" Balas lelaki tua di sebelahnya. Umurnya hampir setengah abad.

"Siapa yang tak kenal dia? Awalnya dia hanya sebagai pendamping Raja dan sering ikut pertemuan, tapi lihat sekarang dia berdiri sebagai Raja itu sendiri!" Timpal seorang pria penjaga toko dengan nada suara kagum.

"Prestasinya dalam perang sangat gemilang! Anak lelakiku sangat mengidolakannya!" Sambut pria lainnya saat mengingat kedua putranya bercita-cita untuk jadi ksatria berkat Raja muda Duncan itu.

"Hampir semua para ksatria itu sangat berharap bisa bertemu dengannya saat ini! Dia sudah sangat terkenal!" Ujar seorang veteran militer yang sedang menikmati waktu senggangnya.

Begitulah, suara-suara itu mulai terdengar sumbang di telinga Louis, maka ia segera menyuruh pengawal kereta kuda untuk bergegas pergi.

"Bisa-bisanya rakyatku sendiri malah mengagumi Raja lain sedemikian rupa!" Louis menggeram dalam hati, tak terima pada kenyataan kalau Grenseal telah mencuri banyak hari dari penduduknya sendiri.

1
putri bungsu
dasar mata keranjang
Mingyu gf😘
ini raja otak isinya slengki doang terus egois gak pantes banget bergelar raja
Panda: slengki itu apa kak??
total 1 replies
Kustri
pdkt🤭
Panda: 🤣🤣🤣 tauuu ajaaaa
total 1 replies
Kustri
klu melewati laut jgn lupa tenggelamkan helena🤭
ato lewat hutan, tinggalkan sj dia😁
Panda: celupin juga tenggelam sama bajunya sendiri deh 🤣

bajunya pada berat, Helena paling cetar
total 1 replies
Peri Cecilia
engga, dia terganggu banget wkwk, mending pergi aja dirimu
Panda: cekek onlen kak🤣
total 1 replies
Kustri
bocil kegatelan, jgn mimpi bersaing sm serah, bukan level
serah akan sukarela menyerahkan louis pdmu
☕︎⃝❥Haikal Mengare
Aku kira fantasi beneran, ternyata Romance kerajaan toh
☕︎⃝❥Haikal Mengare: iya, aku juga pernah dengar
total 3 replies
Jing_Jing22
Ketakutan William sampai kepalanya terasa terancam hanya karena masalah buku benar-benar menggambarkan betapa absolutnya kekuasaan sang Raja. Atmosfer di dalam ruangannya yang berantakan dengan tumpukan buku juga sangat deskriptif. Keren banget pembawaan nya.
Panda: ya bisa penggal sesuka hati dia tinggal bikin konspirasi, dituduh, kelar hidup

termasuk posisi Ratu juga enggak aman

aku masih belajar deskripsi dan digabung sama alur dan konflik

kalau ada masukan lebih silahkan kak, makasih 😊
total 1 replies
Panda
halu dia kak
Tulisan_nic
Persembahan khusus? Dan Helena menerima itu seperti sebagai kemenangan, aduh teka teki ini perlu di sibak lebih dalam.
Kustri
boleh gk 👊buat louis, egois bgt
jgn ampe louis jd sm serah, gk rela qu
Kustri: apa grendsel
total 2 replies
Kustri
simalakama
Nyonya Gunawan
Lanjut thor..
Panda: diusahakan terus kak

😊
total 1 replies
Panda
ide bagus kak 🤣

jadi tumbal Louis buat muja kerang ajaib
Stanalise (Deep)🖌️
persembahan /Whimper/ persembahan apa ini thor? ga bakal jadi tumbal kan dia
Panda: persembahan tumbal maha raja Louis buat kerang ajaib 🤣
total 1 replies
Stanalise (Deep)🖌️
Mau gimana lagi, udah terlanjur. Kalau emang ga cocok, Sekaran d pindah bagian juga bisa,.kan💆
Kustri
salahmu sendiri gk menghargai pemberian rakyatmu, jgn salah klu nanti rakyatmu membencimu
Panda: hajar rame rame ntar satuju
total 1 replies
DANA SUPRIYA
siap siaplah karena semuanya jangan bersiap
Kustri
oowh...sayang serah baru belajar pedang
Kustri
apa serah bs beladiri, pastilah yaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!