Tangisan bayi merah itu membuat Kiara menyerah dan menerima keinginan kedua orang tuanya. Menikah dengan ayah kandung dari bayi merah yang baru saja di tinggal kan ibu nya. Kiara mengorbankan cinta dan masa depan nya bersama kekasih hati untuk hidup dengan Bryan dan bayi yang baru saja hadir. Bagaimana kah kisah mereka???? Akankah Kiara kembali lagi ke kekasih nya, atau malah menjalankan rumah tangga bersama Bryan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yora Yul Martika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
25
" Kiara kamu disini" ujar Bryan melihat Kiara meletakkan rantang di atas meja
" Lanjutkan saja, aku hanya meletakkan rantang ini. Tenang , aku akan keluar dan menunggu di luar hingga kalian selesai berbicara" Kiara dengan cepat keluar dari ruangan tersebut
" Kiara tunggu, tunggu" Bryan mengejar Kiara
" Aku tidak akan pulang tenang saja, tapi maaf aku tidak ingin menyaksikan ungkapan cinta di antara kalian berdua, jadi lanjutkan lah aku akan menunggu di ruangan tunggu " Kiara secepatnya pergi dari sana dan tidak lagi mendengar kan ucapan yang keluar dari bibir Bryan
" Tika keluar lah dan jangan lagi datang kemari karena di antara kita juga tidsk apa apa . Jika kau menganggap Kinan sahabat mu, kamu tidak akan melakukan hal serendah ibu , keluar lah " Suara khas bariton tersebut bergema di ruangan nya
" Maaf mas kali ini aku tidak mau mengalah lagi , aku akan berjuang untuk mendapatkan cinta kamu , akan aku pastikan aku adalah wanita yang layak dan tepat untuk kamu " Tika bahkan tidak mengindahkan pengusiran yang di lakukan oleh Bryan kepadanya
" Keluar lah dari ruangan saya" suara tersebut adalah suara perintah
" Untuk kali ini aku akan ikuti mau nya kamu mas " Tika menyambar tas nya yang berada di atas meja lalu keluar dengan penuh amarah dan kesal kepada Kiara
Setelah Tika keluar ada kelegaan di hatinya Bryan dan entah kenapa dia kepikiran dengan Kiara yang sedang menunggu di ruangan tunggu. Dengan cepat Bryan menuju ke luar , tadinya Bryan merasakan khawatir dan tidak enak terhadap Kiara kini rasa itu berubah menjadi jengkel karena melihat pemandangan di depan mata nya
" Seperti nya saya salah menduga" gumam Bryan melihat dua orang dewasa tersebut tersenyum dan tertawa
" Ekhm " Bryan berdehem kencang
" Ehh hai mas , udah lama berdiri di situ ya " yahhh Bara yang tadinya berniat untuk mengunjungi perusahaan sekaligus menemui sahabatnya malah melihat Kiara di ruangan tunggu
" Pertanyaan kamu ngak kebalik ya? Kamu udah lama sampai? Kok malam di sini ?' tanya Bryan berusaha bersikap seperti biasanya
" Ooohh iya juga ya hahaha tadinya aku mau mengunjungi perusahaan sekalian mau nemui sahabat aku yang telah menjadi beku seperti es batu oleh mas Bryan ehhh ternyata ada bidadari eh salah ada Kaka ipar lagi nunggu di ruangan tunggu " ucap Bara menjawab ucapan mas Bryan
" Oh ya sudah silakan" jawab Bryan cuek
" Kiara apa rantang itu akan di biarkan saja di atas meja?" Sambung Bryan kepada Kiara
" Hmmm kirain udah di buka sama Tante Tante tadi " cibir Kiara kepada Bryan
" Tante Tante?" Bingung Bara
" Hooh mbak Tika hahaha" kedua nya tertawa renyah kecuali Bryan yang kesal melihat keduanya akrab
" Apa masih lama?" Ujar Bryan
" Tidak mas, ayok " Kiara berjalan menuju ruangan Bryan yang di ikuti oleh Bara dari belakang
" Loh loh kamu mau kemana? Ruangan sahabat kamu disana ,bukan disini " Bryan yang menegur Bara untuk ikut ke ruangan Bryan
" Ha' iya aku masih hafal kok mas tapi karena tadi mas bilang ada rantang di ruangan mas, ya udah aku mau sekalian makan deh " ucap Bara santai
" Kiara membawa bekal nya pas pas San , ngak ada sisa " Bryan menjawab dengan sinis
" Pelit amat, Kaka ipar aku mau makan boleh?" bara dengan mulut mengerucut
" Boleh dong, ayok " Kiara dan Bara masuk ke ruangan kerja Bryan , sedang kan pemilik ruangan tersebut hanya melongo karena di lewati oleh adik dan istrinya Kiara
" Loh mas kok masih bengong, ayok sini duduk ' ujar bara yang telah menduduki pantat nya di sofa
" Siapa yang punya ruangan siapa yang berkuasa" Bryan masuk dengan mendengus
" Wah wah enak ini Ki, ini masakan kamu ya, menggoda semua ini " Kiara dengan cekatan membuka rantang dan menghidangkan nya di meja
" Ayok di makan mas "
" Ekhm apa kamu tidak sadar bar? Ini ruangannya siapa, dan ibu makanan siapa ? Kenapa sekarang seperti nya kita kebalik ya? Kamu seperti tuan rumah dan aku adalah tamu nya " Bryan yang semakin kesal akan sifat Bara
" Mas lupa jika ada saham bagian aku disini, jangan banyak bantahan deh mas ayo duduk dan makan" Bara yang mulai menyantap masakan yang di bawa oleh Kiara
" Ini mas " Kiara menyerah kan Piring yang berisi nasi, ayam saos pedas manis ,dan lain nya
" Terimakasih" mungkin ini adalah ucapan terimakasihnya pertama dari Bryan untuk Kiara setelah menikah.
" Sama sama mas " Kiara tersenyum
****
" Apa papa memikirkan hal yang sama setelah melihat semua ini " ujar Ajeng kepada suaminya
" Yah , Bryan yang masih belum bisa membuka hati untuk anak kita Kiara . Hmmmm lihatlah Hampir seluruh ruangan rumah ini penuhi dengan photonya Kinan dan tidak ada satu pun photo kiara " ujar Roy menghembuskan nafas kasar
" Apa kita harus melakukan sesuatu pah?" Tanya Ajeng kepada suami nya
" Apa itu tidak keterlaluan ma" tentu saja Roy tidak ingin terlalu ikut campur
" Tidak pah, dari pada Kiara tinggal di dalam rumah yang masih di bayang bayangi Kinan, ini tidak benar pah ' ujar Ajeng kepada pak Roy
" Lakukan lah yang menurut mama benar dan baik " papa Roy yang akhirnya mengerti dengan keinginan sang istri
" Baiklah, mama akan menghubungi seseorang" Ajeng mengotak Atik ponsel nya untuk menghubungi seseorang
****
" Terimakasih untuk semua nya pak Beni " Leo yang kini bahagia tidak terkira karena usaha miliknya pindah tempat dari bandung ke Jakarta
' ini tidak gratis , cepat lakukan apa yang sudah kamu rencanakan dari awal " beni , lelaki yang tidak lagi muda tersebut senyum sinis
" Tidak usah kwatir pak, saya akan melakukan semua itu, jika bapak menginginkan kehancuran kepada mereka maka aku hanya ingin Kiara ku kembali" Leo yang tersenyum bahagia
" Bagus , silakan susun rencana kamu dan beri saya laporan secepatnya" ujar beni pergi meninggalkan Leo yang sedang melirik tempat usaha barunya
" Akan aku buktikan jika aku juga bisa kaya dan sukses sama seperti dia kia, kita akan bersama kembali seperti janji kita dahulu. Kita akan hidup bahagia seperti mimpi dan impian kita "Leo bergumam sendiri
***
" Kamu jangan salah paham dengan kedatangan Tika ke mari , saya tidak tahu apa apa tentang apa yang di ucap kan oleh nya" setelah makan siang , dan Bara pergi berkunjung ke ruangan sahabat nya
" Tidak , aku tidak salah paham Karana semua yang di katakan oleh mbak Tika sudah sangat jelas dan saya pahami" ujar Kiara sambil membereskan rantang tersebut
" Apa kamu marah kepada saya Kiara ? Tanya Bryan melihat Kiara