NovelToon NovelToon
PACAR BAYARAN : Kukira Pelayan Ternyata Pewaris

PACAR BAYARAN : Kukira Pelayan Ternyata Pewaris

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Kantor / Konglomerat berpura-pura miskin / Wanita Karir / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / CEO / Percintaan Konglomerat
Popularitas:15.9k
Nilai: 5
Nama Author: F.A queen

Mikhasa tidak pernah menyangka jika cinta bisa berakhir sekejam ini. Dikhianati oleh pacar yang ia cintai dan sahabat yang ia percaya, impian tentang pelaminan pun hancur tanpa sisa.

Namun Mikhasa menolak runtuh begitu saja. Demi menjaga harga diri dan datang dengan kepala tegak di pernikahan mantannya, ia nekat menyewa seorang pelayan untuk berpura-pura menjadi pacarnya, hanya sehari semalam.

Rencananya sederhana, tampil bahagia dinikahan mantan. Menyakiti balik tanpa air mata.

Sayangnya, takdir punya selera humor yang kejam. Pelayan yang ia sewa ternyata bukan pria biasa.
Ia adalah pewaris kaya raya.

Mikhasa tidak bisa membayar sewa pria itu, bahkan jika ia menjual ginjalnya sendiri.

Saat kepanikan mulai merayap, pria itu hanya tersenyum tipis.

“Aku punya satu cara agar kau bisa membayarku, Mikhasa.”

Dan sejak saat itu, hidup Mikhasa tak lagi tenang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon F.A queen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EMPAT

Langkah mereka mulai memasuki aula utama. Sejenak, langkah Mikha terhenti. Langkah Armin ikut terhenti otomatis karenanya.

Mikhasa menatap lurus kedepan. Pada pelaminan yang terlihat mewah itu.

"Dulu, berdiri bersanding di pelaminan dengannya adalah harapan terbesarku. Impianku yang selalu melambung tinggi. Tapi tiba-tiba ancur gitu aja." Mikhasa berkata getir. Hatinya seperti diremas kuat hingga berdarah saat ini. Air mata bahkan mulai menggenang dipeluk matanya.

"Dan lebih parahnya lagi, wanita yang menggantikanku di sana adalah sahabatku sendiri," lanjutnya. Suaranya semakin dalam dan lirih.

Armin mengusap tangannya lembut. "Aku justru bersyukur kamu pisah sama cowok kayak gitu."

Mikha menggeleng. "Sebenernya dia baik," ucapnya.

"Pria baik enggak mungkin selingkuh sampai hamilin anak orang, Nona Pulu-pulu," sahut Armin.

Mikhasa sontak menoleh ke arahnya. Dia cemberut. "Tadi bilang aku cantik, kenapa sekarang bilang aku nona Pulu-pulu," protesnya. Dia tahu tokoh Pulu-pulu yang topeng menyeramkan itu.

Armin terkekeh. Namun belum sempat ia memberikan jawaban, tiga teman Mikha menghampiri. Menyapa dengan sangat ramah.

"Ah ya ampun. Beruntung banget sih lo, Mikha. Putus dari Steven tapi dapetnya speak tokoh drama mafia turki."

"Kayak CEO di drama china nggak sih."

"Enggak. Wajahnya lebih ke mafia Turki.

"Tapi wajahnya mulus, nggak bewokan weehh. Jadi fix ini kayak CEO drachin atau drakor."

"Dari mana dapet yang kayak gini, Mikha."

Tiga teman itu berkomentar satu persatu semaunya sendiri. Mikhasa mencoba tersenyum ramah. Meskipun tau, ini adalah sapaan basa basi untuknya. Lebih tepatnya, mengomentari seseorang yang berdiri di sampingnya.

Tangannya membalas genggaman tangan Armin.

"Rejeki anak baik," jawab Mikhasa dengan senyum. "Buang mantan speak upil kera sakti dan sekarang dapet CEO kaya raya." Dia berkata dengan bangga meskipun sebenarnya nyesek. Karena yang ia tahu, Armin hanyalah pelayan biasa, bukan CEO sungguhan.

Mikhasa merapatkan tubuhnya pada Armin. Memeluk lengannya mesra. "Menyala, CEOku.... "

Armin tersenyum ramah. Tangannya berpindah di pinggang Mikhasa. Menunduk sedikit dan berbisik, "Siap, Nyonya CEO."

Blush, rona merah merambat halus di pipi Mikha. Ia sontak menoleh, tepat saat Armin menatapnya. Mata mereka bertemu sepersekian detik sebelum akhirnya Mikhasa mengalihkan pandangan.

"Ah bikin iri." Komentar teman Mikhasa merasa iri.

"Maaf, aku mau salaman dulu sama pengantin." Mikhasa pamit pada tiga temannya. Dia melenggang percaya diri, melangkah mantap, menebar senyum menyapa beberapa teman-teman yang ia temui, memperkenalkan Armin sebagai pacar barunya dengan bangga, seolah hidupnya baik-baik saja. Padahal ini hanya sebuah drama dan senyum palsu.

Hingga akhirnya ia berdiri di depan pelaminan. Matanya menatap getir pelaminan mewah itu, pelaminan yang dulu pernah ia impikan.

Di sana, berdiri dua orang yang pernah ia percayai. Hatinya berdenyut ngilu dan perih. Seharusnya pernikahan ini miliknya kan.

"Sayang, jangan lupa ada aku. Aku bakal bikin kamu bahagia setelah ini."

Suara Armin memecah lamunan, lembut tetapi mampu menarik Mikhasa pada kenyataan.

Pelan, Mikhasa membawa pandangan padanya. Matanya bertemu tatapan Armin yang tenang dan tulus.

"Kenapa cinta semenyakitkan ini?" Gumamnya lirih. Matanya berkaca-kaca. Sekuat apapun ia mencoba tegar, tetap saja ini terlalu menyakitkan.

"Karena takdir tahu mana orang yang lebih tepat," jawab Armin. "Terkadang, cinta harus membuatmu patah dulu sebelum akhirnya bertemu dengan takdir yang tepat," lanjutnya.

"Begitukah?"

Armin mengangguk. "Ya, karena Tuhan tahu ada yang lebih baik dari apa yang kita inginkan." Ia mengangkat tangan untuk diletakkan di kepala Mikhasa. Mengusapnya lembut, "depan mantan penghianat, kamu nggak boleh lemah."

Mikhasa mengulas senyum. Ia menarik nafas panjang dan mengangguk. Hatinya memang belum sembuh tapi setidaknya, dia tidak sendirian saat ini.

Mikhasa kembali menoleh ke pelaminan, matanya bertemu dengan Steven. Pria itu menatapnya, sama getirnya. Entah perasaan bersalah atau terkejut karena Mikhasa tampak jauh lebih baik dari yang ia bayangkan.

Mikhasa melangkah maju dengan Armin yang kini memeluk pinggangnya santai tapi protektif.

"Selamat ya, untuk kalian," ucap Mikhasa dengan senyum tenang dan cantik, seolah tak ada luka di hatinya.

Steven menelan ludah, "Mikha, aku seneng kamu dateng."

"Makasih udah dateng di hari bahagia kita, Mikha," sahut Gladys sang sahabat mencoba terdengar hangat.

"Tentu, aku harus melihat sendiri bagaimana bahagianya kalian berdua," jawab Mikha datar. Lalu ia menoleh ke Armin. "Aku baru sadar, ternyata dulu seleraku rendah banget ya." Dia kembali menatap kedua mempelai, "syukurlah semuanya berakhir."

Belum sempat Steven dan Gladys bereaksi. Armin melangkah sedikit ke depan, dia mengeluarkan kartu ATM hitam dari saku, dipegang dua jari lalu mengulurkan ke depan.

"Ini," katanya tenang. "Kubeli semua kenangan yang kamu berikan ke Mikha. Hitung aja lunas."

Mata Mikhasa melebar seketika. Menatap kartu ATM itu, lalu menatap Armin, lalu ke kartu ATM lagi. 'Gila, gila, gila.' Pikirnya panik. 'Ini ... Itu nggak beneran kan? Jangan bilang, atm itu ada isinya. Please, jangan nambah hutangku.' Mikhasa mulai ketar-ketir.

"Pin-nya ada di balik kartu," lanjut Armin. Masih dengan nada kalem tapi menusuk.

Mata Mikhasa semakin lebar. 'Tolong jangan berlebihan Armin, cukup senyum dan gandeng mesra aja,' batinnya.

Sementara Steven dan Gladys saling menatap. Lalu sama-sama menatap Armin. Mereka sama-sama mlongo.

"Thanks udah nyakitin, Mikha. Sekarang giliranku buat bahagiain dia," ucap Armin dengan nada tenang tapi tak terbantahkan.

Sumpah demi apa? Mikhasa terpaku, meleleh mendengar itu, meskipun dalam otaknya menghitung berapa banyak yang harus ia bayarkan untuk sebuah drama ini.

Kartu ATM berwarna hitam itu sudah berpindah tangan. Gladys yang menerimanya.

"Terima kasih," ucapnya.

1
taju gejrot
Mikha gampang tersenyum saat bersama orang lain karena gak ada tekanan😂
Nay@ka
intinta cuma patuh mikha...jgn ngeyel ntar tuan muda ngambek🤣
Nay@ka
pas banget..buka apk ada yg up tuh💃
Momogi
wakakakkkk sabar, tuan. sabaarrrr😆
Momogi
karena axel pikir kamu suka pria berkaca mata 🤣🤣
Momogi
Langsung pake kaca mata dooong 🤣🤣🤣 ciee yg cari perhatian cieee
Momogi
uhukkk awaaasss ya
Momogi
bisa dong. kenapa? kesel ya liat mikha senyum ke orang lain
Momogi
semoga setelah ini kalian akur ya
Momogi
alahh bilang aja cemas mikha pake alesan short drama
Momogi
timpuk aja Mikha, timpuk 🤣🤣
Momogi
semoga kamu segera sadar ya akan luka hati Mikha. jangan bikin dia sedih
Momogi
berharap ini happy end buat kalian. sama2 saling menyembuhkan
Momogi
Yuhuuu mantap Mikha jangan mau ditindas Axel
Momogi
untungnya Mikha tau tentang ini lebih dlu jadinya dia ga bakal nyesek
Momogi
nyesek banget perjalanan hidupmu mikha 😭
Momogi
ya ampun mikha 🥺 kamu dimanfaatin keluarga bibimu ternyata ya
Momogi
Aihh kok kita sama sih. curiga besok aku ketemu cogan ternyata ceo
Momogi
tom and jarry kalian tuuh
Momogi
dimana lagi dapet 1 milyar ya mikha
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!