HIATUS
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Susanti 31, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Elvan Kembali
Kontrakan Anin
Setelah bersiap-siap dan mengemas semua barang yang diperlukan untuk di bawanya beberapa hari kedepan. kini Anin duduk di depan meja riasnya, sembari mengelus-elut perutnya yang masih rata
"Aku tidak menyangka didalam perutku ini sudah ada bayi, dan sebentar lagi aku akan menjadi ibu. apa aku harus mengatakan ini padanya atau tidak?" Anin menghela nafas panjang, sekarang ia benar-benar ragu dengan keputusan yang telah diambilnya.
Anin tidak ingin anaknya lahir tanpa ayah, tapi ia juga tidak ingin egois, karena keegoisannya akan mengakibatkan seseorang terluka nantinya.
"Anin boleh aku masuk ?" tanya tari setelah mengetuk pintu kamar Anin.
"Masuk lah" perintah Anin
Setelah mendapatkan persetujuan sang empunya kamar, Tari membuka pintu kamar Anin dan berjalan menghampiri Anin yang sedang duduk di depan meja rias nya dengan membawa sesuatu ditangannya.
"Kau ini baru saja pulang berlibur di kapal pesiar dan sekarang kau akan keluar negeri?" protes Tari mengelen-gelengkan kepalanya.
"Ini pakaianmu sudah aku lipat" ucap tari sembari memberikan pakaian yang sudah terlipat rapi.
Anin mengambil pakaian yang diserahkan Tari padanya, setelah itu berbalik hendak memasukkan baju itu ke dalam kopernya.
Ia membulatkan matanya lebar-lebar saat melihat benda aneh yang lupa dibuangnya tadi malam. Anin burur-buru berjalan ke ranjang dan menutupi benda aneh itu dengan pakaian yang dibawa Tari tadi.
Tari yang melihat tingkah aneh sahabatnya membuka mulutnya "kau kenapa ?" tanya Tari dengan tatapan menyelidik.
"Ak..aku tidak apa-apa, aku hanya sedikit panik karena sudah pukul tujuh pagi tapi aku belum membereskan barang-barangku" kilah Anin salah tingkah.
"Baiklah aku akan mebantumu" Tari berjalan hendak mendekati Anin tapi langkahnya terhenti karena perkataan Anin.
"Aku bisa sendiri" ucap Anin secepat kilat
Tari yang merasa Aneh dengan tingkah sahabatnya ingin sekali mengintrogasinya, tapi apa boleh buat ia harus segera berangkat ke kanto. "Baiklah aku pergi dulu, bay-bay" ucap Tari dan melambaikan tangannya sembari berjalan keluar dari kamar Anin.
Anin kini bernafas lega setelah kepergian Tari, bukannya ia tidak ingin Tari tahu tentang kehamilannya, hanya saja ia belum siap kena omel oleh pengacara cerewet itu.
"Bagaimana aku memberitahu nya ?" ucap Anin lirih, ia masih mencari cara bagaimana mengatakan tentang kehamilannya pada Kevin.
..............
Sementara Kevin mampir ke perusahaannya terlebih dahulu untuk mengecek situasi agar ia tidak begitu cemas meninggalnya beberapa hari kedepan.
"Oma mengatakan Elvan akan bergabung diperusahaan ini, dan dia akan masuk bekerja hari ini. kau bimbing lah dia selama aku tidak ada !" perintah Kevin pada Ans sembari berjalan keluar saat lift khusus petinggi terbuka.
"Dia sudah pulang? dan akan bergabung diperusahaan ini ?" tanya Ans dengan ekspresi terkejutnya.
"Tiga tahun yang lalu nyonya Ajeng membuat masalah besar diperusahaan dan pergi begitu saja. Anda tidak ingat? kita dia buat sibuk selama tiga bulan karena masalahnya sangat kacau. Nyonya membawa uang perusahaan bersama suaminya keluar negeri. Dan sekang tuan Elvan akan bergabung? astaga" ujar Ans merasa sangat frustansi dan juga kesal jika mengingat kelakuan bibi Ajeng dulu.
Ajeng adalah bibi kandung Kevin saudara perempuan ayahnya. Ia dipercayakan oleh Oma Jelita memegang kendali uang perusahaan, tapi kepercayaan itu malah ia salah gunakan. Ajeng membawa kabur uang perusahaan bersama suami dan anaknya keluar negeri.
Sejak saat itu Oma jelita tidak lagi memperdulikan atau mencari keberadaan anaknya karena sangat marah dan juga kecewa. Bagaiman tidak, ia merasa dikhianati oleh putrinya sendiri.
Semenjak kepergian Ajeng Oma jelita hanya fokus pada Kevin, cucu sulungnya yang sangat menyayanginya dan tidak pernah membantahnya.
Ajeng pulang kekediaman Adhitama beberapa hari yang lalu, setelah meninggalkan ibunya tiga tahun lebih. Ia pulang kenegaranya setelah mendapatkan penghianatan dari suami yang sangat ia percaya dan cintai. Suaminya berselingkuh dan meninggalkannya bersama anaknya.
Ajeng menemui Oma Jelita di kediaman Adhitama dan bersujud dihadapan ibunya meminta maaf atas semua kesalahan yang pernah dilakukannya dulu.
Oma Jelita yang tadinya menolak kehadiran Ajeng, dan ingin mengusirnya merasa kasihan setelah mendengar kisah hidup putinya.
Bagaimana pun Ajeng tetaplah anaknya dan ia juga tidak ingin Ajeng hidup sengsara bersama cucu bungsunya. Oma Jelita menerima kehadiran Ajeng dengan persyaratan, Ajeng tidak lagi melanjutkan karinya dan hanya fokus mengurus rumah yang begitu besar sebagai hukumannya.
Sedangkan Elvan di suruh bekerja di perusahaan Adhitama Grub dibawah pengawasan kakanya Kevin.
"Apa dia mengira kita ini adalah tim penyelesai masalah?
TBC