Hanabi pembunuh bayaran berantai dan berdarah dingin , tapi siapa sangka di balik kehebatan yang di milikinya Hanabi di jebak oleh seorang pria Paruh baya hingga dia di masukkan kedalam penjara bawah tanah yang sangat menyeramkan .
Tidak sampai di situ saja di dalam penjara yang sangat menyeramkan itu Hanabi mengetahui rahasia besar yang selama ini tersimpan dengan rapat. kematian ayah nya dan juga siapa ibu kandung nya .
Kira-kira seperti apa ya ceritanya guysss 😁, yang penasaran mampir ya hehehee 😁 author menunggu kalian , jangan lupa Like , Komen , Vote dan beri dukungan nya 🤗🥰
Happy Reading 📖
.
.
.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kasmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ancaman Jenifer
.
.
Jenifer sampai di apartemen xxx yang ada di pinggir kota , gadis tomboy itu melangkah masuk kedalam apartemen itu dan ia menemukan bercak darah yang berserakan di lantai .
" Darah " ucap Jenifer seraya berjongkok dan melihat bercak darah itu. setelah nya ia melihat ke sekeliling apartemen yang sangat sepi ini
Tak
Tak
Tak
suara langkah kaki terdengar di lantai bawah , dengan cepat Jenifer beranjak berdiri dan mencari tempat persembunyian .
Langkah kaki itu terdengar semakin mendekat , dan Jenifer yang saat ini bersembunyi di balik pintu berdiri menegang tetapi ia tetap waspada .
" kenapa kau ceroboh sekali ..... Jika ada yang datang ketempat ini dan melihat bercak darah yang ada disini , kita akan ketahuan dan tuan Zilong akan membunuh kalian " ucap pria berpakaian serba hitam kepada rekan nya yang kini sedang memegang kain pel .
Mereka berdua kembali datang ketempat ini untuk menghilangkan semua bukti-bukti yang tidak sempat mereka bereskan semalam .
" maaf ... Aku melupakan nya , karena wanita itu mengamuk , kau tau kekuatan nya itu tidak lah main-main dia sangat kuat " ucap yang satunya seraya ia membersihkan bercak darah yang ada di atas lantai
Jenifer yang mendengar itu mengepalkan tangan nya , ia sangat yakin jika mereka lah yang menculik Hanabi .
" Zilong siapa dia .. ? " ucap Jenifer dalam hati nya ia baru mendengar nama itu
" kau ini lambat sekali , ayo cepat jangan sampai ada yang melihat kita " ucap teman yang satu nya
" sabar ... Ini hampir selesai " ucap pria yang bersama nya itu
Tanpa mereka berdua sadari jika saat ini Jenifer keluar dari tempat persembunyian nya seraya memegang sebuah pistol di tangan nya dan
Dor
Jenifer langsung menembak pria yang berpakaian serba hitam itu dan tepat mengenai kepalanya , dan pria itu langsung terjatuh di atas lantai begitu saja dengan darah yang mengalir dari kepalanya .
Sedangkan rekan nya yang memegang kain pel itu berdiri mematung , tetapi sebelum ia menoleh ke belakang Jenifer sudah mendekap erat leher nya seraya memegang sebuah pisau kecil yang sangat tajam .
" si..siapa kau ... " tanya pria itu dengan wajahnya yang ketakutan
Jenifer menarik senyuman tipis nya seraya menggoreskan pisau tajam nya itu di leher pria yang berada di dalam dekapan nya saat ini .
" kau tidak perlu tau siapa aku ..... Dan katakan kepadaku ... Dimana kalian menyekap Hanabi " ucap Jenifer
pria itu hanya diam , ia tidak berani menjawab pertanyaan dari Jenifer karena ia sudah bersumpah dengan nyawanya ia akan setia kepada tuan nya Zilong atau Delvin .
Jenifer semakin mempererat dekapannya di leher pria itu hingga membuat pria itu kesusahan untuk bernafas .
" aku tau kau pasti sudah bersumpah dengan nyawamu untuk setia kepada tuan mu.... iya kan " ucap Jenifer
pria itu masih tetap diam " baik lah jika kau tidak ingin memberi tahuku ..... " ucap Jenifer , gadis tomboy itu mengambil sebuah tali di dalam jaket kulit nya , dan tali itu selalu ia bawa kemana pun ia pergi .
Setelah nya Jenifer mengikat tangan pria itu dan mendorong tubuh nya ke arah mayat teman nya yang kini sudah terbaring di atas lantai dengan berlumuran darah.
tapi tidak sampai di situ Jenifer juga mengikat kaki pria itu dengan tali , hingga kini pria itu tidak bisa bergerak sedikit pun .
" sebenernya kau siapa .. ? " tanya pria itu lagi
" jangan banyak tanya .... Dimana kalian menyekap Hanabi " tanya Jenifer
" a..aku tidak ... Tau siapa yang kau katakan " ucap pria itu
Jenifer menarik tubuh pria itu dan kembali melemparnya ke arah tembok dengan kerasnya hingga membuat tubuh pria itu terbentur dengan cukup kuat . tatapan Jenifer sangat lah tajam
Ia mengambil pistol dari dalam saku celananya lalu mengarahkan pistolnya itu ke arah pria itu .
" apa yang ingin kau lakukan " ucap pria itu dengan wajah ketakutan nya
" mencabut nyawamu .... " ucap Jenifer dengan santai nya
" ti...tidak.... " ucap pria itu
Jenifer kembali menarik senyuman tipis nya " baiklah aku akan memberikan dua pilihan kepadamu ..... katakan dimana kalian menyekap Hanabi atau aku akan membunuhmu sama seperti teman mu itu " ucap Jenifer gadis tomboy itu terlihat begitu sangat santai dengan sudut matanya melirik jenazah pria yang masih terbaring di atas lantai .
pria itu diam , ia tidak tau harus memilih yang mana , karena ia terikat sumpah dengan tuan nya Zilong sebelum ia bergabung menjadi anggota Zilong di dunia gelap .
" satu ...... dua .... Tiga .... empat .... " Jenifer mulai berhitung seraya menatap pria itu dengan tatapan nya yang sangat menyeramkan
" katakan atau peluru ini akan bersarang di kepalamu " ucap Jenifer mengarahkan pistol nya itu ke arah kepala pria itu
pria itu terlihat berkeringat dingin wajah nya mulai terlihat pucat .
" KATAKAN " teriak Jenifer kesabaran nya sudah habis
pria itu semakin terlihat gemetaran " wa..wanita itu be.... berada di penjara bawah tanah yang ada di markas tuan Zilong " ucap pria itu dengan terpaksa
" Zilong siapa dia ... Aku tidak mengetahui nya " ucap Jenifer
pria itu diam keringat dingin masih bercucuran di keningnya .
" tu..tuan Delvin Johnson ..... Ya itu nama nya yang di kenal di Negera ini , beliau pemilik perusahaan Johnson Company " jelas pria itu sesuai apa yang ia ketahui
Jenifer diam ia mengetahui siapa pria itu , salah satu pengusaha sukses di Negera ini .
" apa ucapan mu itu bisa di percaya. ? " tanya Jenifer
pria itu dengan cepat menganggukkan kepala nya " tapi sebelum kau pergi .... Aku ingin meminta tolong kepadamu Nona " ucap pria itu dengan wajah memohon nya
Jenifer mengerutkan alisnya tapi setelah nya ia menatap serius pria itu " apa. " tanya nya
" setelah ini tuan Zilong tidak akan tinggal diam , dia akan membunuhku karena aku lah yang memberi tahumu dimana dia menyekap wanita itu " jelas pria itu
" katakan apa yang ingin kau minta kepadaku " tanya Jenifer
" bantu aku keluar dari Negera ini Nona .... " mohon pria itu .
Jenifer tersenyum penuh arti " baik lah .... tapi semua itu tidak lah gratis " ucap Jenifer
" tapi aku tidak lah mempunyai uang banyak untuk membayar mu Nona .... Aku ini hanyalah anak buah biasa yang gajinya hanya cukup untuk makan saja " jelas pria itu
" aku tidak meminta bayarannya sekarang tapi suatu hari nanti aku akan datang kepadamu dan meminta bayaran itu " ucap Jenifer
" baik Nona dengan senang hati aku akan membayar nya ... Asalkan kau membantu aku pergi dari Negera ini " ucap pria itu lagi
" siapa namamu. ? " tanya Jenifer
" namaku Billar Nona " jawab pria itu
" baiklah Billar , aku akan membantumu sepertinya kau ini pria yang cukup jujur .... " ucap Jenifer ia melepaskan tali yang mengikat tangan dan kaki Billar
Setelah nya Billar berdiri pria itu menangis lalu ia bersujud di hadapan Jenifer " terimakasih Nona kau sudah mau membantu ku .... Aku berjanji suatu hari nanti aku akan membayar kebaikan mu ini " ucap Billar
" berdiri ... Aku tidak menyukai pria cengeng seperti mu " ucap Jenifer dengan cepat Billar segera berdiri seraya ia menyeka air matanya
" hari ini juga kau akan berangkat ke Swiss tinggal lah di sana dalam waktu yang cukup lama , di sana aku dan Hanabi mempunyai sebuah apartemen kau bisa tinggal di sana " ucap Jenifer .
.
.
.