Zhang Liu gadis malang yang di paksa menikahi seorang raja aneh, demi menolak pernikahan dan menjaga kesucian Zhang Liu bunuh diri dengan menenggelamkan diri di dalam danau, namun siapa yang menyangka setelah kepergian Zhang Liu dari tubuhnya, seorang gadis dari dimensi lain terjebak di dalam tubuhnya, apakah yang akan di lakukan gadis itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Auliya Wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagaimana Menjelaskannya?
"Siapa yang datang" Ucap hakim dengan wajah malas
"Aku Hu Jian menuntut dia karena mencuri"
"Ah Ya yang mulia" Hakim nampak gugup dan merapikan pakaiannya dengan segera, biang masalah ini.
Apa yang akan mereka lakukan?, kedua anak laki laki keluarga kerajaan ini, meski bergelar pangeran mereka suka bermain main di jalanan, beberapa kenakalan anak muda sering mereka lakukan, namun ia hanya hakim kecil apa yang bisa ia lakukan?
"Yang mulia silahkan duduk, siapkan tempat duduk untuk kedua pangeran"
"Kau, berani sekali menyinggung pangeran Lian, pukul mereka sampai mati" Hakim berteriak kesal, Orang dari mana ini, beraninya membawa kedua pembawa onar ini ke aula kehakiman miliknya
"Tuan ini, saya Ming Rao, selir Mentri Zhang, tuan anda tentu saja tidak bisa memutuskan semua seperti ini, anda harus melakukan penyelidikan dan memberi keadilan pada kami, hari ini kedua pangeran datang ke kediaman Zhang dan memaksa untuk mengeledah kediaman" Ming Rao mengeluh, ia berharap ia mendapat penyelesaian yang di inginkan di sini
"Ini?" Sang hakim langsung terdiam, ia akan di rugikan, pangeran Hu adalah cucu langsung dari Putri Agung, akan tetapi Mentri Zhang juga tak bisa di singgung.
"Tuan, hari ini pangeran menerobos kediaman Zhang dan mengancam dengan kekerasan" Lin Zhi dengan nada menyedihkan,
Mereka hanya ingin menggertak sebelumya akan tetapi siapa sangka jika keluarga Hu bahkan sudah membawa petugas ke kediaman Zhang
"Yang mulia bagaimana ini?"
"Pangeran ini datang untuk mengambil mahar mendiang bibi, akan tetapi keluarga Zhang menipu kami dengan memberi giok berkualitas buruk" Hu Guan menjawab acuh, dua wanita rendahan ini, mereka pantas di injak karena berani menganggu sepupu mereka.
"Berani mencuri tapi tak mau di tertawakan, dasar bodoh" Suara sarkas Hu Lian membuat hakim berkeringat dingin
Iblis kematian ini, lebih baik ia menghadapi 1000 Hu Jian dari pada berurusan dengan raja iblis ini, ia sial hari ini, harus ke kuil meminta jimat perlindungan.
Di sisi lain Zhang Lan baru saja keluar dari pengadilan pelayan datang dan langsung melaporkan jika putri dan selirnya berada di aula hakim, karena mendengar berita yang tiba tiba ia langsung bergegas ke gedung pemerintahan untuk melihat keadaan putri dan selirnya
"Tuan, tuan bantu kami"
"Tuan Tian, apakah penyebab selir dan putri ku di bawa ke sini" Zhang Lan baru saja kembali, dan langsung mendapat laporan seperti ini, ia hanya bisa ke pengadilan tinggi untuk melihat putri dan selirnya.
"Mentri Zhang, ada yang melapor putri dan selir mu mencuri" Hu Guan meniup teh di hadapannya dan menyesapnya dengan penuh anggun, yang di tunggu sudah datang, berani menindas sepupu mereka, ia pastikan seluruh kota akan tau jika Mentri Zhang yang bermartabat telah menghidupi anjing pemakan daging tuanya di kediaman
"Tidak mungkin, ini pasti salah faham"
"Lalu kami akan mendengar penjelasan yang akan di tuan Zhang" Hu Lian masih terlihat tenang,
"Yang mulia, ini adalah urusan keluarga Zhang dan Hu bagaimana mungkin menyertai ke pemerintahan seperti ini"
"Jika tak ingin di libatkan hakim maka jangan melakukan hal yang curang"
"Benar" Hu Jian hanya ribut kesana kemari, membuat keadaan semakin kacau
"Ini"
"Lalu penyelesaian seperti apa yang di lakukan Mentri Zhang?," Hu Lian menatap acuh, Hu Jian anak yang ceria dan berisik, ia dengan mudah mengekpresikan keinginannya, namun Hu Guan tidak, Ia bisa menjadi sosok yang begitu menakutkan jika ia ingin
"Ini ini, yang mulia, bagaimanapun kita adalah keluarga, melibatkan kehakiman untuk hal ini takutnya akan merusak reputasi yang mulia dan gadis tak bersalah, jika orang tau mereka akan tertawa dan tak ada yang berani menikahi nona muda keluarga Zhang di masa depan"
"Dasar pengecut, berani membuat masalah namun tak ingin di kritik" Hu Jian berdecih, Hu Guan tersenyum kecil dan menatap Mentri Zhang dengan tatapan dalam
"Satu satunya nona muda yang di akui di kediaman Zhang hanyalah sepupu ku, dan sepupu ku akan masuk istana dalam waktu dekat, lalu nona muda yang mana yang di sebut tuan Zhang" Hu Jian berucap dengan nada mengejek, selir dan putrinya tak masuk dalam sil silah keluarga di kediaman Zhang hanya ada satu nona muda dan akan menikah
"Ini, ini"
"Kami tak peduli dengan keluarga mu, sekarang kembalikan barang milik kami, nenek kami sangat menakutkan, jika mahar bibi tak lengkap maka kami hanya bisa meminta perlindungan pada paman kaisar" Hu Jian nampak tak sabar hal ini juga sangat membosankan, jika Mentri Zhang menghalang maka ia akan menghadap kaisar, setelah di hadapan kaisar lihat apa yang akan terjadi
"Mahar tersebut sudah di siapkan dan akan di antarkan ke kediaman Hu setelah saya kembali dari pengadilan pagi ini"
"Nenek tak ingin merepotkan tuan Zhang dan mengirim kami ke kediaman Zhang mengambil mahar bibi kami, hanya saja ada beberapa orng yang bermain main"
"Bagaimana mungkin ini adalah kesalahan fahaman"
"Bagaimana mungkin salah faham, bawa giok ruyi itu masuk" Seorang pelayan masuk dengan alat bukti di tanganya
"Tuan Zhang bagaimana anda menjelaskan hal ini?" Melihat mahar yang tiba tiba menjadi kualitas rendah membuat Zhang Lan menatap Ming Rao dengan tatapan tajam,
Wanita ini sangat serakah,
Pagi ini ia sudah berpesan pada Ming Rao agar meminta orang mengantar mahar ini ke kediaman Hu, akan tetapi siapa sangka saat ia selesai pengadilan pagi malah mendapat kabar ini
"Mahar nyonya sudah di simpan oleh keluarga Zhang sedari 20 tahun, dan tak ada hal yang kurang dan di sentuh" Mentri Zhang berucap pelan, ia hanya bisa mengelak, mereka kualitas perhiasan yang buruk jika bukan karena keserakahan Ming Rao ia tak mungkin di permalukan sampai seperti ini
"Bibi adalah putri kesayangan nenek dan nenek kami adalah putri agung, bibi langsung dari sang kaisar, apakah tuan Zhang berkata jika keluarga Hu tak sanggup memberi mahar yang layak untuk putri mereka?, mahar bibi membenyang dari jalan timur ke ujung barat, apakah selama 20 tahun ini kediaman Zhang begitu miskin hingga menghabisi mahar bibi kami?" Hu Lian berucap pelan
"Benar, jika bukan perintah nenek apakah kediaman Zhang kalian ini pantas untuk kami datangi, hanya beberapa uang kecil, bahkan kami bisa memberi kota ini pada sepupu kami, tapi nenek selalu berpesan lebih baik semua harta ini di buang dari pada membiarkan orang yang tak tau diri menikmatinya"
Keluarga Hu adalah kerabat kaisar, keluarga Hu memiliki pengaruh besar di kekaisaran Yuan jing ini juga tak bisa di singgung.
"Hari ini jika tak ada yang memberi penjelasan aku akan memastikan jika masalah ini akan di dengar kaisar, dan biarkan tuan Zhang menjelaskan semuanya di hadapan sang kaisar saja" Hu Jian melanjutkan
"Yang mulia ini bukan salah tuan, ini kesalahan ku, aku sendiri yang ingin mengambil mahar itu, putri dan tuan tidak tau tentang hal ini"
"Aku ingat jika kau adalah pelayan yang ada di sisi bibi, terkadang memang ada anjing yang sulit di ajari" Hu Lian berucap pelan hal ini membuat Hu Jian mengangguk penuh semangat
"Baiklah, tuan Zhang, kami menunggu kalian mengembalikan harta bibi" Hu Lian berucap pelan
"Meskipun kakak Guan melepaskan mu, kau juga tak lepas dari hukuman, kau berperilaku buruk, meski kau sudah lupa tapi kami masih ingat jika kau di besarkan di keluarga Hu dan sikap ini membuat keluarga Hu malu dan dianggap tak mendidik pelayan di rumah" Hu Lian tak puas,
Harta bibinya akan di curi sepupu perempuannya sudah di aniaya selama bertahun tahun, jika tak membuat perhitungan maka dirinya hanya sekor anjing yang bersalah dan tak akan memiliki muka untuk menujukan diri di hadapan adik sepupunya
"Perihal hukuman yang kau dapatkan aku akan menyerahkan pada tuan Tian, ia tau dengan baik hukuman apa yang bisa di berikan pada seorang pencuri, Tuan Tian, jika pencuri di lepaskan hari ini mungkin besok ia akan membobol istana" Hu Guan dan Hu Lian meninggalkan aula kehakiman begitu saja, meninggalkan Mentri Zhang dan selir Ming dengan wajah membiru karena marah
"Dan, Mentri Zhang, kau sudah membuat ku terkejut, jangan lari dari tanggung jawab mu" Jika membuat kekacauan bukankah harus meraup keuntungan, membuat musuh kesal adalah hal yang selalu Hu Jian sukai.
"Ini"
"Hanya beberapa kotak gingseng, minum beberapa kali akan menyehatkan ku" Hu Jian menyuruh pengawalnya menunjukan beberapa gingseng yang ia ambil dari kediaman Zhang
Pria ini ingin menguasai harta bibinya, gingseng berharga ini, jika tak ia ambil hari ini maka ia pria yang bodoh.