NovelToon NovelToon
Setelah 100 Hari

Setelah 100 Hari

Status: tamat
Genre:Pelakor jahat / Nikahmuda / Penyesalan Suami / Selingkuh / Tamat
Popularitas:9.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Itha Sulfiana

"Setelah aku pulang dari dinas di luar kota, kita akan langsung bercerai."

Aryan mengucapkan kata-kata itu dengan nada datar cenderung tegas. Ia meraih kopernya. Berjalan dengan langkah mantap keluar dari rumah.

"Baik, Mas," angguk Anjani dengan suara serak.

Kali ini, dia tak akan menahan langkah Aryan lagi. Kali ini, Anjani memutuskan untuk berhenti bertahan.

Jika kebahagiaan suaminya terletak pada saudari tirinya, maka Anjani akan menyerah. Demi kebahagiaan dua orang itu, dan juga demi kebahagiaan dirinya sendiri, Anjani memutuskan untuk meninggalkan segalanya.

Ya, walaupun dia tahu bahwa konsekuensi yang akan dia hadapi sangatlah berat. Terutama, dari sang Ibu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itha Sulfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Akan sembuh

"Lebih baik Tante Mariana kita bawa ke kota saja. Di sana, beliau bisa dirawat oleh para ahli," saran Anushka.

"Mama-ku nggak gila, Nushka. Dia nggak perlu perawatan dari ahli," tolak Anjani.

Sang ibu adalah satu-satunya keluarga yang ia miliki. Dia tak mau jika harus memasukkan sang Ibu ke dalam rumah sakit jiwa.

"Bukan cuma orang gila yang membutuhkan perawatan dari ahli kejiwaan, Anjani. Orang depresi juga. Setidaknya, jika dirawat oleh para ahli, Mama mu bisa lebih cepat membaik. Bukankah, kamu juga sangat ingin berkumpul lagi dengan Mama-mu?"

"Tapi, bagaimana jika Mama diperlakukan tidak baik oleh mereka?"

"Kamu tenang saja!" sambar Enzo. "Aku yang akan mengurus segalanya. Aku bisa jamin jika Ibumu tidak akan pernah diperlakukan dengan tidak manusiawi oleh mereka."

Anjani perlahan luluh. Mungkin, Anushka dan Enzo memang benar. Sang Ibu perlu diberi perawatan oleh orang-orang yang benar-benar ahli. Bukan sekadar disewakan perawat dan terus-menerus diberi obat untuk menekan depresinya.

"Baik. Aku setuju. tapi, soal biaya..."

"Aku akan potong lewat gajimu setiap bulannya," jawab Enzo cepat.

Anjani mengangguk mengerti. Meski tidak tahu berapa banyak gaji yang akan Enzo potong, tapi itu tidak masalah.

Dipotong seratus persen pun, Anjani tidak akan keberatan. Toh, setelah perceraian dirinya dan Aryan dikabulkan oleh pihak pengadilan, maka dia akan memiliki pegangan untuk melanjutkan hidup secara stabil.

Belum lagi, saham pemberian sang Kakek rencananya juga akan ia jual. Tak ada gunanya menyimpan saham itu. Anjani tahu, Sandra, sang Ibu tiri pasti akan melakukan apapun demi merebut saham itu dari Anjani.

"Baiklah! Aku setuju."

Keesokan harinya, mereka akhirnya kembali ke kota. Sang Ibu juga turut dibawa. Pun, dengan Bi Lina.

"Kita mau kemana? Kenapa aku didandani secantik ini?" tanya Mariana yang rambutnya sedang dirapikan oleh Anjani.

"Hari ini, kita akan ke kota. Aku ingin membawa Mama ke suatu tempat," jawab Anjani.

Mata Mariana tampak memerah. Dia menatap wajah sang putri yang tidak berubah sedikit pun dimatanya. Sedari kecil, Anjani masih tetap sama. Hanya tingginya saja yang berubah.

"Kamu... tidak marah pada Mama?" tanya Mariana dengan lembut dan begitu pelan.

"Kenapa Anjani harus marah?" balas Anjani.

"Mama hampir membunuh kamu," ujar Mariana dengan suara yang tercekat di tenggorokan.

Anjani pun mematung sebentar. Dia berusaha menahan tangis yang hampir pecah.

"Aku tahu, Mama tidak bermaksud seperti itu." Ia berusaha tersenyum.

Tes!

Air mata Mariana perlahan jatuh membasahi pipinya. Dia menyentuh tangan Anjani yang berada di pundaknya dengan lembut.

"Maafkan Mama. Tidak seharusnya, Mama menyalahkan kamu. Kamu nggak salah. Mereka yang salah. Mereka yang tega merebut kebahagiaan kita."

"Papa dan Aryan bukan laki-laki yang baik, Ma. Jadi, bisa tidak, kita hidup berdua saja? Aku tidak butuh mereka. Aku hanya butuh Mama," ucap Anjani dengan suara bergetar.

Dia juga ikut menangis.

Mariana memejamkan matanya. "Maafkan Mama. Mama yang salah," ujarnya dengan hati yang terasa sangat sakit.

Selama ini, dia terlalu fokus pada rasa sakit akibat pengkhianatan sang suami. Dia sampai lupa jika ada sang putri yang perlu dia perhatikan juga.

Ada seorang anak yang menunggunya untuk memberi pelukan hangat. Ada seorang anak yang menunggunya untuk sekadar bertanya apakah hari ini berat atau tidak.

Ada seorang anak, yang ketika sedang sakit, butuh dimanja dan diperhatikan.

"Mama dengar tentang percakapan kalian tadi malam," kata Mariana kemudian. "Mama setuju, Anjani. Mama ingin menjalani perawatan di rumah sakit. Mama ingin sembuh dan tidak menyakiti kamu lagi. Mama benar-benar ingin sembuh."

Keduanya menangis terisak. Setelah sekian tahu berlalu, baru kali ini, Anjani berbicara sedekat ini dengan sang Ibu.

****

Enzo mengurus segalanya dengan cepat. Begitu sampai di kota, Ibu Anjani langsung dijemput oleh tim medis. Ia dibawa ke sebuah lab rahasia, dimana hanya Enzo, Anushka dan Anjani saja yang tahu akan keberadaan lab itu.

Disana, hampir dua puluh orang tenaga medis yang terdiri dari dokter dan perawat telah dikumpulkan. Mereka memperlakukan Mariana dengan sangat baik. Tak ada yang menganggap dia sebagai seorang pasien. Semuanya memperlakukan dia layaknya seorang manusia normal.

"Tante Mariana akan tinggal di sini untuk sementara waktu. Tante, tidak keberatan, kan?" tanya Enzo dengan hati-hati.

"Ya, Tante tidak keberatan," jawab Mariana. "Nak Enzo, terimakasih banyak. Kamu sudah banyak melakukan hal baik untuk Tante dan Anjani."

Enzo tersenyum. Kali ini, senyumnya terlihat hangat sekali. Tatapan dinginnya juga tidak terlihat sedikit pun.

"Anjani adalah sahabat baik Anushka. Aku sudah menganggapnya seperti keluarga sendiri."

Mariana mengangguk. Dia mengusap wajah tampan Enzo dengan lembut. "Semoga saja, setelah Anjani berpisah dengan Aryan, dia bisa menemukan jodoh sebaik dan setampan kamu."

Enzo tampak terdiam sejenak. Mulutnya hendak mengatakan sesuatu namun lidahnya terlalu kelu. Alhasil, dia hanya mampu mengangguk saja.

"Selidiki tentang kandungan obat ini!" titah Enzo kepada seorang pria dengan jaket putih yang ada dihadapannya.

"Baik, Tuan Enzo!" angguk pria itu.

"Berapa lama hasilnya akan keluar?"

"Dua hari lagi, saya akan langsung mengantarkan hasilnya kepada Anda."

Enzo mengangguk mengerti. Dia kembali ke ruangan, dimana Anjani dan Anushka sedang pamit untuk pulang.

Bi Lina mengajukan diri untuk ikut tinggal di sana. Dia tak ingin meninggalkan sisi Mariana sedikit pun.

"Setidaknya, jika saya ada di sini, Nyonya Mariana tidak akan merasa sendirian, Nona."

"Tapi, apa Bi Lina tidak apa-apa jika harus ikut terkurung di sini?"

"Di sini cukup menyenangkan. Banyak hal yang bisa dilakukan. Kata Tuan Enzo, dia akan mengirimkan bunga-bunga milik Nyonya Mariana kemari. Beliau juga berjanji akan membawa beberapa bibit sayuran untuk ditanam."

Lagi-lagi Enzo. Paman dari sahabat baiknya itu benar-benar membuat Anjani merasa sangat tidak enak.

Anjani sudah merepotkan Enzo begitu banyak. Entah, bagaimana cara Anjani membalas budi pria itu suatu saat nanti.

"Sudah selesai?" tanya Enzo yang memutuskan untuk masuk. "Kita harus pulang sekarang."

Anjani mengangguk. Dia mengecup kening sang Ibu sekali lagi sebelum berdiri dari duduknya.

"Mama, Anjani pulang dulu. Nanti, Anjani akan sering-sering ke sini untuk menjenguk Mama."

"Ya, hati-hati!" angguk Mariana.

"Tante, dadah!" pamit Anushka sembari melambaikan tangannya.

Mariana hanya tersenyum. Dia melepas kepergian putrinya dengan perasaan yang sedikit lebih lega.

"Lina, aku akan sembuh. Aku akan membuat Anton dan Aryan menyesal."

"Nyonya..."

"Aku sudah tidak mencintainya lagi, Lina. Jadi, sudah saatnya aku sembuh. Dia bukan siapa-siapa. Jadi, kenapa aku harus terpuruk seperti ini hanya demi dia? Aku akan sembuh. Aku akan mengingatkan Anton tentang siapa Mariana Syailendra sebelum menikah dengannya."

Mariana tersenyum. Namun, air matanya jatuh berderai. Dulu, dia adalah perempuan yang pintar, kuat, dan berani. Banyak pria dengan latar belakang keluarga yang hebat, yang mendekatinya.Tapi, karena cinta buta terhadap Anton, dia lupa, dimana dia meninggalkan kepintaran, kekuatan, dan juga keberanian itu.

Dia akan kembali. Menemukan lagi dirinya yang dulu, yang telah tersegel selama belasan tahun lamanya entah diruangan dan dimensi yang mana.

1
yasmien
🤣🤣
Annie Soe..
Good job anjani, suka gayamu..
Syamsiar Samude
astaghfirullah btl2 keluarga absourd bikin awet muda nnti tuan raga skligus bikin pusing Enzo smga sj tdk gagal unboxing gara gara kkx n ponaknxane 🤣🤣🤣
Fetnayeti Winarko
didunia nyata ga ada ya..
Syamsiar Samude
kasihan Anton dia korban manipulasi dr si Sandra yg sifatx tdk jauh beda dgn anakx Luna semua krna nafsu dan ambisius😥
Syamsiar Samude
penyesalan mmg sll datang di belakang dulu Anjani bgt mencintaimu sah jd istrimu malah selingkuh dgn tdk lbh mncari kebenaran teman di masa kecilmu dan selama km membersamaix mngkin tdk kenangan baik utk Anjani dan yg ada hinaan dan terintimidasi tdk dihargai sbgaimna layakx seorang istri yg tlh bgt penurut jd rasakan sendiri krna Anjani tlh melewati semua kepahitan dan pantas utk bahagia dgn laki2 yg meratuknx
Syamsiar Samude
si Aryan tak jera jg di permalukan krna cinta buta yg terlambat makan tuh sana si Luna situkang tikung n licik thor ada ya perempuan sprti Luna di dunia nyata smg ya Allah aku dan ank keturunanku sll dipertemukan dgn org2 yg baik tetap semangat Thor sehat sukses selalu 🤲😊
Syamsiar Samude
ya Tuhan btl2 Enzo dan kluargax org yg baik smga anak gadisku mndpt jodoh sperti sosok Enzo di dunia nyata 🤲😊 tetap semangat Thor aku suka karyamu sehat sukses selalu 🤲🤗
Syamsiar Samude
🤣🤣🤣 terciduk lgi n gagal lgi romantisx, thor aku tertawa sendiri kek org gila untung tdk org dekat2😄😄
Syamsiar Samude
betul2 keluarga absourd penuh canda tawa kasihan Enzo jd Bullyan perjaka kadaluarsa 😄😄
Syamsiar Samude
ya tuhan astaghfirullah Luna lahir dr orgtua yg tdk pux hati nurani demi nafsu harta dan ambisi jd diapun sifatnya tak jatuh dr titsan mrka mski sdh bgt jahat trhdp istri dan anak kandungx smg Anton bisa selamat dr intimidasi si Luna kasihan jg btl2 air susu di bls dgn air tuba 😥
Amiera Syaqilla
hello author🤗
Syamsiar Samude
syukurlah mereka tertangkap sisa si Luna smga tdk berbuat yg tidak tidak terhadap Anton klw dia berbuat nekat smga cepat ketahuan dan diberi hukuman yang setimpal 😥
Syamsiar Samude
Masyaa Allah Thor biar hax cerita tp reader ikut bahagia seakan kitapun merasakan kebahagiaan mereka 😊
Syamsiar Samude
Anjani tdk akan mngkin disia siakan oleh Enzo sbgai buah dr kesabaranx dan buknlh pria yg suka mempermainkan wanita dan yakin dia akan setia dan penuh perhatian yg jarang ada sosok bgt di dunia nyata smga Anjani bahagia selamanya, tetap semangat Thor sehat sukses selalu dgn karya2nya 🤲🤗
Syamsiar Samude
🤣🤣🤣Thor aku ketawa sendiri dgn sikap posesif sang kakek yg tiba2 mbuat Anushka sperti berada di alam lain😄😄
Syamsiar Samude
mana mngkin Luna akn brtahan saat Anton sdh bangkrut krna hanya asetx yg dia harap tdk mw jd org miskin mudahan sj Anton tdk dipermudah di bodohi lg dgn hasil pnjualan perusahanx kasihan jg tp itu semua krna ulahx sndiri yg semena mena dgn Mariana dan Anjani istri sah dan anak kandungx sendiri sementara yg dia pupuk bukan siapa2 itulah penyesalan yg tdk ada gunax lgi
Syamsiar Samude
astaghfirullah Luna sifatx tak beda dgn ibux licik demi ambisi tp tdk yg akn berhasil bila semua penuh kebohongan dan masalah yg tdk ada habisx psti Luna brhubngan dgn pria lain utk menjebak Aryan
Syamsiar Samude
dasar kluarga toxic semua gila harta Sandra sdh sefrekwensi dgn Bella sama sama gila
Syamsiar Samude
memang Aryan yg dasarx bodoh bin stupid gmna tdk salah mngenal org di masa kecilnya klw nmax sj dia tdk tahu pdhl Anjani kecil sdh curhat berat yg katax ayhx membawa selingkuhan dan ank tirix
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!