Yang Chi, seorang mahasiswi sekaligus penulis novel amatir, terbangun di dalam dunia ceritanya sendiri setelah menyelesaikan bab tragis tentang kematian sang Permaisuri, Yang Nan. Namun, bukannya menjadi pahlawan, ia justru terjebak dalam tubuh Xiao Xi Huwan, putri dari kerajaan tetangga sekaligus antagonis utama yang baru saja membunuh Permaisuri tersebut.
Kini, Yang Chi harus berhadapan dengan murka Kaisar Long Wei, pria yang seharusnya menjadi pelindung permaisurinya namun kini bersumpah akan memenggal kepala Xiao Xi dengan tangannya sendiri. Berbekal pengetahuannya sebagai penulis tentang rahasia istana dan plot masa depan, Yang Chi harus memutar otak untuk membersihkan namanya, menghindari hukuman mati, dan mengungkap konspirasi gelap yang ternyata jauh berbeda dari apa yang ia tulis di atas kertas
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Sabrina Rasmah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertemuan dah rahasia tersembunyi
Keesokan paginya, suasana di kamar Kaisar terasa sangat dingin. Long Wei sudah berdiri tegak di depan cermin, mengenakan jubah kebesarannya yang paling mewah dengan sulaman naga emas yang tampak mengintimidasi.
Yang Chi baru saja terbangun dan masih mengucek matanya ketika Long Wei berbalik dan menatapnya dengan tatapan yang sangat datar, namun tajam.
"Aku hari ini akan bertemu dengan kekasihmu," ucap Long Wei tiba-tiba.
Yang Chi langsung tersentak, rasa kantuknya hilang seketika. "Hah? Kekasih? Siapa?"
"Pangeran Mahkota Deng Xiaoping dari kerajaan sebelah," jawab Long Wei sambil merapikan pedang di pinggangnya. "Dia datang untuk melakukan pertemuan diplomatik, atau mungkin... untuk menjemputmu."
Yang Chi tertegun. Di dalam ingatannya sebagai penulis (yang sempat ia lupakan), Deng Xiaoping adalah pria yang seharusnya menjadi kekasih Xiao Xi Huwan. Namun, Yang Chi juga ingat plot twist-nya: Deng Xiaoping sebenarnya adalah pria yang dicintai oleh Permaisuri Yang Nan yang kabur itu.
Gawat, batin Yang Chi panik. Deng Xiaoping itu kunci dari semua kekacauan ini. Kalau dia ketemu Long Wei, suasana bisa makin panas!
"Tuan! Saya harus ikut!" seru Yang Chi sambil melompat dari tempat tidur.
Long Wei menyipitkan mata. "Untuk apa? Untuk lari ke pelukannya?"
"Bukan begitu, Tuan Kaisar yang Cemburuan! Eh, maksud saya... Deng Xiaoping itu licik. Kalau Tuan tidak membawa saya, Tuan bisa terjebak dalam kata-katanya. Lagipula, saya harus memastikan dia tidak membawa masalah baru!" kilah Yang Chi.
Long Wei diam sejenak, menatap Yang Chi dengan saksama. "Ganti pakaianmu. Kau boleh ikut, tapi kau akan tetap berada di balik tirai. Aku ingin melihat bagaimana reaksinya saat mengetahui kekasihnya sedang berada dalam genggamanku."
Yang Chi menelan ludah. Pertemuan ini akan menjadi sangat canggung dan berbahaya.
"Aduh, kenapa aku bisa lupa kalau Yang Nan itu sebenarnya belum mati!" batin Yang Chi sambil menepuk dahinya keras-keras di balik tirai.
Ia baru teringat satu detail penting dalam draf novelnya yang belum sempat ia publikasikan: Yang Nan melakukan pertukaran wajah dengan pelayan setianya. Jasad yang ditemukan Long Wei dulu hanyalah pelayan yang dikorbankan. Yang Nan yang asli pasti sedang bersembunyi di suatu tempat, mungkin sangat dekat dengan Deng Xiaoping saat ini.
Di aula besar, suasana terasa sangat tegang. Deng Xiaoping masuk dengan langkah angkuh, jubah kebesarannya terseret di lantai marmer. Ia membungkuk hormat dengan gaya yang dibuat-buat di depan Long Wei.
"Salam, Kaisar Long Wei," sapa Deng Xiaoping dengan nada meremehkan. "Saya datang untuk menanyakan kabar calon istri saya, Xiao Xi Huwan. Kudengar kau mengurungnya seperti binatang di kamarmu?"
Long Wei yang duduk di singgasana hanya tersenyum tipis, sebuah senyum yang mengandung ancaman. "Calon istrimu? Bukankah seharusnya kau lebih khawatir tentang kabar 'mendiang' permaisuriku, Yang Nan?"
Mendengar nama Yang Nan, mata Deng Xiaoping sempat bergetar sedikit, namun ia segera menguasai diri. "Yang Nan sudah mati, bukan? Dan semua orang tahu Xiao Xi yang melakukannya. Aku di sini hanya ingin menjemputnya kembali ke kerajaanku."
Yang Chi yang mengintip dari balik tirai emas hampir saja berteriak. Dasar laki-laki bermuka dua! Kamu ke sini bukan mau jemput Xiao Xi, kamu cuma mau memastikan rahasiamu aman! batin Yang Chi geram.
Yang Chi memperhatikan gerak-gerik Deng Xiaoping. Ia menyadari ada seorang pengawal yang berdiri di belakang pangeran itu. Pengawal itu mengenakan penutup wajah yang sangat rapat dan postur tubuhnya terlihat lebih kecil serta anggun untuk ukuran seorang pria.
Tunggu... postur itu... cara berdiri itu... Yang Chi menyipitkan mata. Jangan-jangan itu Yang Nan yang sedang menyamar jadi pengawal!
Long Wei tiba-tiba berdiri. "Kau tidak bisa membawanya, Deng Xiaoping. Xiao Xi adalah kunci untuk mengungkap siapa yang sebenarnya membantu Li Xuan melakukan sabotase."
Deng Xiaoping tertawa dingin. "Kaisar Long Wei, jangan berbelit-belit. Atau kau sebenarnya sudah jatuh cinta pada pembunuh istrimu sendiri?"
Pertanyaan itu membuat seisi aula sunyi senyap. Long Wei mengepalkan tangannya di hulu pedang. Yang Chi di balik tirai menahan napas, menunggu apa jawaban yang akan keluar dari mulut Long Wei.