NovelToon NovelToon
Kultivator Pengembara 2

Kultivator Pengembara 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Action / Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:10.2k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Lanjutan novel kultivator pengembara

Jian Feng berakhir mati dan di buang ke pusaran reinkarnasi dan masuk ke tubuh seorang pemuda sampah yang di anggap cacat karena memiliki Dantian yang tersumbat.

Dengan pengetahuannya Jian Feng akan kembali merangkak untuk balas dendam dan menjadi yang terkuat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1: Terpuruk di Lumpur, Bangkit sebagai Iblis

​Di tepian terpencil Benua Gagak Hitam, sebuah wilayah yang gersang dan penuh dengan energi alam yang tipis, berdirilah kediaman Keluarga Xiao.

Meskipun hanya dianggap sebagai keluarga kecil di peta kekuatan besar, bagi warga setempat, mereka adalah penguasa yang tak tersentuh.

​Namun, di dalam salah satu kamar di paviliun belakang yang terabaikan, aroma lapuk dan debu menjadi saksi bisu lahirnya kembali sebuah entitas yang seharusnya telah musnah.

​Jian Feng, sang kultivator ranah Puncak Abadi yang baru saja menelan pahitnya dikhianati takdir, kini terperangkap dalam raga Xiao Feng—tuan muda ketiga yang malang.

Sudah dua puluh empat jam ia mendiami tubuh ini, dan setiap detiknya terasa seperti penghinaan bagi jiwanya yang agung.

​"Tubuh yang menyedihkan... Meridian yang tersumbat, otot yang layu, dan perut yang keroncongan," desis Jian Feng.

Matanya yang tajam menatap telapak tangannya yang kurus. "Satu hari penuh aku di sini, dan tak ada satu pun manusia yang datang membawakan makanan. Bahkan, memori pemilik tubuh ini pun menolak untuk bangkit. Apa raga ini begitu membenciku hingga ia mengunci rahasianya sendiri?"

​Kebungkaman kamar itu terasa seperti jeruji besi.

Menyadari bahwa ia dikurung dari luar, harga diri Jian Feng sebagai penguasa langit bergejolak.

Ia tidak akan membiarkan dirinya mati kelaparan di dalam kotak kayu ini.

​BRAAK!

​Ia menghantamkan kakinya ke pintu kayu yang sudah rapuh tersebut.

Meskipun tubuhnya lemah, ia tahu titik tumpu gravitasi yang tepat.

​"Buka, keparat! Siapa pun yang ada di luar, buka pintu ini sekarang juga!" teriaknya, suaranya parau namun membawa nada otoritas yang dingin.

​Beberapa saat kemudian, terdengar langkah kaki yang tergesa-gesa diikuti suara kunci yang diputar.

Seorang pelayan perempuan muda muncul dengan wajah yang memerah karena kesal. Begitu pintu terbuka, ia langsung membentak tanpa rasa hormat.

​"Ada apa denganmu, Tuan Muda Xiao Feng?! Apa kau belum kapok setelah dipukuli oleh Tuan Besar kemarin? Kau ingin mencari masalah lagi?!"

​Jian Feng menyipitkan mata. Ia memindai ekspresi pelayan itu—tidak ada rasa takut, hanya penghinaan yang mendalam.

"​Tuan muda, ya?" batin Jian Feng sinis. "Jadi aku bereinkarnasi ke dalam raga pecundang yang bahkan tidak dihargai oleh pelayannya sendiri? Menarik. Panggung ini benar-benar dimulai dari lumpur terdalam."

​Meskipun ototnya lemah, insting bertarung yang ia asah selama ribuan tahun masih mengalir di jiwanya.

Sebelum pelayan itu sempat mengeluarkan makian berikutnya, Jian Feng bergerak. Gerakannya efisien, tanpa tenaga yang terbuang.

​PLAK!

​Dalam satu gerakan kilat, ia mencengkeram leher pelayan itu dan menghantamkan tubuhnya ke lantai kamar.

Tekanan jarinya tepat berada di saraf yang melumpuhkan gerakan lawan.

​"Mulai detik ini, kau akan menjadi pelayanku, atau kau akan menjadi mayat pertama yang kukubur di halaman ini." bisik Jian Feng sambil meregangkan lehernya yang kaku.

Aura membunuh yang keluar dari matanya membuat suhu di ruangan itu seolah anjlok drastis.

​"J-jangan mendekat! Tolo—"

​Saat pelayan itu hendak memekik, tangan Jian Feng sudah membungkam mulutnya dengan keras.

​"Jangan berisik jika kau masih ingin melihat matahari esok hari," intimidasi Jian Feng terasa nyata. "Setiap kali kau melawan atau tidak menuruti perintahku, aku akan mencabut kuku jarimu satu per satu. Mengerti?"

​Pelayan itu gemetar hebat, matanya membelalak ketakutan melihat sorot mata Jian Feng yang tidak lagi terlihat seperti "sampah" yang biasa ia rundung.

Ini adalah tatapan seekor naga yang terperangkap dalam tubuh cacing.

Jian Feng menyumbat mulut pelayan itu sejenak untuk memastikan ia tidak akan berteriak lagi.

​Setelah keheningan yang mencekam itu berhasil mematahkan mental sang pelayan, Jian Feng melepaskan sumpalan tersebut.

​"Sekarang, pergi ke dapur. Bawakan aku makanan yang layak. Dan yang paling penting, ambilkan beberapa tanaman herbal: Rumput Tulang Besi dan Bunga Pembersih Meridian. Aku butuh itu untuk mengobati tubuhku... dan lukamu."

​"B-baik, Tuan Muda..." Dengan wajah pucat pasi dan kaki yang lemas karena trauma, pelayan itu berlari keluar untuk menjalankan perintah yang tidak berani ia tolak.

​Sambil menunggu, Jian Feng segera duduk bersila di atas lantai.

Ia tidak boleh membuang waktu. Ia memejamkan mata, memusatkan kesadarannya untuk melakukan inspeksi internal.

​Begitu ia melihat ke dalam Dantian-nya, ia hampir ingin mengumpat.

Saluran energinya tersumbat oleh kotoran hitam sisa racun dan makanan berkualitas rendah. Meridannya berkelok-kelok dan penuh hambatan.

"​Dasar raga sampah. Pantas saja kau selalu gagal berkultivasi." gumamnya.

​Ia mulai menarik sedikit demi sedikit energi alam yang tipis di sekitarnya.

Dengan kontrol mikro yang luar biasa, ia memaksa energi itu mengalir melewati saluran-saluran yang tersumbat.

​Ugh!

​Keringat dingin bercampur cairan hitam berbau busuk mulai merembes keluar dari pori-pori kulitnya.

Itu adalah kotoran tubuh yang sudah mengendap bertahun-tahun. Dalam waktu sepuluh menit, Jian Feng berhasil membuka tiga jalur utama meridiannya.

​"Lumayan. Setidaknya sekarang aku punya tenaga untuk tidak jatuh pingsan saat bertarung." gumamnya sambil mengatur napas.

​Tak lama kemudian, pelayan itu kembali dengan nampan berisi sepiring makanan dan segenggam tanaman herbal yang diminta.

​"I-ini semuanya, Tuan Muda." ucapnya lirih.

​"Siapa namamu?" tanya Jian Feng sambil mengambil tanaman herbal tersebut.

​"Xi Lian... Tuan Muda."

​Jian Feng tidak membalas. Ia fokus pada tanaman di tangannya.

Dengan sisa Qi yang baru saja ia kumpulkan, ia mengangkat tanaman herbal itu ke udara. Tangannya bergerak dengan pola yang rumit dan elegan.

​"Teknik Penyatuan Kehendak!"

​Cahaya hijau redup muncul dari telapak tangannya.

Tanaman herbal itu mulai layu secara instan, namun esensinya memadat menjadi sebuah butiran bulat berwarna hijau zamrud.

Sebuah pil alkimia mentah namun efektif.

​Keringat membasahi dahi Jian Feng; tubuh ini benar-benar terlalu lemah untuk melakukan alkimia tingkat dasar sekalipun. Ia melemparkan satu pil kecil ke arah Xi Lian.

​"Telan itu. Luka dalam di perutmu akan sembuh, dan itu akan memperkuat fondasimu sedikit. Aku tidak butuh pelayan yang mati di hari pertama aku bangkit."

​Xi Lian menelan pil itu dengan ragu, namun segera merasakan aliran hangat yang menenangkan di perutnya. Rasa sakitnya menghilang seketika.

​"Pergilah. Jangan biarkan siapa pun tahu apa yang terjadi di sini hari ini." perintah Jian Feng tegas.

​Setelah Xi Lian pergi, Jian Feng menatap sisa pil di tangannya.

"Dengan pil ini, aku akan lebih mudah mengendalikan Xi Lian. Aku butuh mata dan telinga di keluarga busuk ini."

​Ia menyimpan pil sisanya, lalu mulai menyantap makanannya dengan rakus. Ia butuh energi, ia butuh kekuatan.

Musim kedua dalam hidupnya baru saja dimulai, dan ia bersumpah, siapa pun yang menuliskan nasib buruk ini akan membayar setiap tetes penderitaannya.

1
MF
💪/Hunger//Hunger/💪💪💪💪💪💪
aku
sedikit
Agen One: Hehe, Nuhun pisan🤣🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
aku
ber arti adeganngewetidakpernahterjadiyathor
aku
lalu emas yg banyak itu,sdh masuk cincin ya thor.
thor lu kaya Jiang Feng
Ra_Lathia
knp jadi tubuh ganda, cb tetep pke tubuh satu tp kmdian jd kultivator yg menipu "penulis takdir", tp ttp bgus laah👍
Agen One: /Rice//Rice//Rice//Rice/
total 1 replies
Ra_Lathia
pembukaan season yang bagus👍
MF
💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪
Adibhamad Alshunaybir
mantap kak author lanjutkan up nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!