NovelToon NovelToon
SUARA 2 [RUKMINI]

SUARA 2 [RUKMINI]

Status: sedang berlangsung
Genre:Horror Thriller-Horror / Iblis / Hantu
Popularitas:29.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ratna Jumillah

"Manut yo, nek gak manut koe mau jadi anak durhaka!?"

"Perempuan iku musti ayu! musti lues! musti biso sekabehane! Koe ndak perlu berpendidikan tinggi, cukup jadi perempuan yang cantik, semua materi datang padamu, nduk."

Lahir dari keluarga miskin, tinggal di rumah gubuk, tapi memiliki orang tua yang berambisi tinggi untuk menjadi kaya. Rukmini, di tempa menjadi anak yang serba bisa. Dia anak satu - satunya tapi tercekik oleh ke egoisan orang tuanya, sehingga tumbuh dendam dan kebencian pada orang tua nya.

Dia melawan aturan, melawan takdir bahkan melawan Tuhan nya, dengan membuat ikatan perjanjian darah dengan yang gelap hanya agar dia bebas dari orang tua nya, tidak peduli apa konsekunsinya..

"WANI TEKO WANI MATI!"

[Novel RUKMINI ini adalah kisah lengkap tentang Rukmini, Sosok ibu yang ada di novel SUARA]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratna Jumillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPS. 15. Sudah tidak ada harapan sama sekali. [RUKMINI]

Wa Minten lalu keluar dari kamar Rukmini, dia membawa keluar semua benda yang dia gunakan tadi dan meninggalkan Rukmini sendirian di dalam kamar. Rukmini lalu berjalan menuju ke arah kaca, dia melihat dirinya sendiri dengan tatapan sedih.

Hanya dalam waktu satu tahun tubuh nya sudah mengalami perubahan besar, tubuh nya tidak terlihat seperti anak - anak umur 13 tahun pada umum nya, dia sudah terlihat seperti orang dewasa karena perubahan di tubuh nya sejak dia hamil.

"Mini, tamu mu sudah datang." Ucap ibunya, Rukmini tidak menjawab apapun.. dia tidak bisa melakukan apapun untuk saat ini.

Malam itu, Rukmini kembali melayani "tamu" nya.

...\=\=\=\=\=\=...

Ke esokan harinya..

Rukmini pergi ke kali untuk mencuci, dia sekalian mandi di kali. Rukmini merasa seluruh tubuh nya kotor, dia berpikir air kali mungkin bisa membasuh semua kotoran yang menempel di tubuh nya.

"Aku benci ibu!" Gumam Rukmini, dia menggosok - gosok tubuh nya dengan sedikit kasar.

Tapi Rukmini merasa kali ini ada yang aneh, dia tidak merasakan apapun saat dirinya di paksa melayani "tamu" nya, dia tidak merasakan sakit sama sekali seperti biasanya, seperti nya Ritual yang dia lakukan semalam benar - benar ber efek.

"Rukmini." Panggil seseorang.

Rukmini menoleh, ternyata itu adalah teman nya yang sering bertemu di kali untuk mencuci.

"Dalem." Sahut Rukmini, dia tersenyum dan teman nya itu mendekat.

"Aku panggil - panggil dari tadi, koe ndak denger toh?" Tanya teman nya, Rukmini tersenyum kikuk dan menggeleng.

"Rukmini, aku mau tanya. Dari pada aku nebak - nebak sama koe, aku mau tanya koe langsung saja." Ucap teman nya, Rukmini mengernyit.

"Tanya opo, toh?" Tanya Rukmini, dan teman nya itu lalu duduk.

"Rukmini, ada banyak kabar tentang koe di desa. Warga - bilang katanya koe.. jual badanmu?" Tanya teman nya, senyum Rukmini pudar pelan - pelan.

"Eh, nek ndak bener aku minta maaf Mini, iki aku cuma.."

"Iyo, bener." Potong Rukmini, teman nya terkejut.

"Kok iso, Mini!? Koe ndak mau menikah saja, toh?" Ucap teman nya, Rukmini tersenyum.

"Aku ndak pantes menikah kata ibuku." Ucap Rukmini, dia bicara sambil senyum tapi getir.

"Eh, ya Allah ndak boleh gitu Rukmini, kok ibumu begitu ngomong nya." Ucap teman Rukmini itu dengan sedih.

"Karena aku memang sudah ndak perawan dan aku pernah hamil." Jawab Rukmini, teman nya kaget bukan main.

Rukmini tetap senyum, tapi teman nya merasa sedih untuk Rukmini. Meski mereka tidak begitu dekat tapi setiap di kali mereka pasti akan terlibat obrolan dan sempat bermain bersama di kali, jadi mereka cukup saling mengenal.

Rukmini menyelesaikan mandi nya, dia lalu duduk di bebatuan kali dan menoleh kesana kemari mencari Bagus yang sudah tidak pernah datang..

'Bagus juga sepertinya ndak akan mau sama aku, aku sudah begini.' Batin Rukmini sambil pandangan nya menatap satu persatu orang di sana.

"Mini!" Panggil ibunya Rukmini, teman Rukmini tadi langsung pergi saat ibunya Rukmini datang.

"Koe ngapain di kali lama - lama, hah?! Ayo balik, koe ndak kapok - kapok di perkosa orang!" Ucap ibunya, Rukmini akhir nya bangun dan berjalan pergi meninggalkan ibunya.

Ibunya sampai hanya bisa geleng - geleng kepala karena dia di tinggal dengan keranjang cucian Rukmini, akhirnya ibunya yang membawa keranjang itu.

Mereka pulang ke rumah dan Rukmini melihat sepeda kerabat nya, Rukmini merasa dia punya harapan, dia pun berlari dengan pakaian yang setengah basah itu dan masuk ke dalam rumah.

"Pakde." Panggil Rukmini, itu adalah kakak dari ibunya Rukmini.

Pria yang Rukmini panggil pakde itu lalu tersenyum melihat Rukmini datang, Rukmini langsung duduk dan salim tangan pada pakde nya itu dengan penuh harapan.

"Pakde, tolong Mini." Ucap Rukmini, matanya berbinar penuh harap dengan berkaca - kaca.

"Kenapa nduk, kok koe nangis?" Tanya pakde nya, Rukmini menatap bapak dan ibunya.

"Pakde, Mini mau ikut pakde boleh? Mini bisa kerja di ladang pakde, bisa bantu pakde panen jagung." Ucap Rukmini, tangan nya menggenggam erat tangan pakde nya.

"Lho, kenapa nduk?" Tanya pakde nya, Rukmini menelan ludah nya.

"Pakde, bapak sama ibu jual Mini." Ucap Rukmini dengan air mata yang meleleh.

"Iyo, pakde tau." Ucap pakde nya, seketika Rukmini tertegun mendengar ucapan pakde nya.

Rukmini menatap pakde nya dengan tatapan tidak percaya, bahkan Rukmini juga melihat wajah ayah ibunya hanya diam sambil tersenyum.

"Bukan nya lebih enak begini, nduk? Koe kan jadi ndak perlu kerja berat - berat. Iki pakde kesini mau bantuin koe supaya makin banyak pelanggan nya." Ucap pakde nya lagi.

"DEG!"

Tak lama masuk istri pakde nya yang datang membawa sayur mayur dari kebun belakang rumah Rukmini.

"Eh, Mini sudah pulang? Bude ndak nyangka Mini sudah sebesar iki, terakhir ketemu kan lebaran taun lalu." Ucap bude nya, Rukmini tidak sama sekali melihat tatapan ke khawatiran dari mata pakde dan bude nya.

"Bude, tolongin Mini, bude." Ucap Rukmini, akhir nya karena ibunya kesal Rukmini pun di tarik.

"Wes! Wes! Koe jangan bikin ibu kesal, sana masuk kamar!" Bentak ibunya.

"Maaf yo nduk, bude ndak bisa bantuin koe. Iki bude kesini pun karena mau hutang sama orang tuamu." Ucap bude nya.

Gugur, gugur sudah harapan Rukmini. Dia sempat kabur ke desa pakde dan bude nya untuk berlindung, tapi siapa sangka malah mereka juga mendukung aksi kedua orang tua nya yang bejat.

Rukmini pikir dia akan mendapat perlindungan mengingat pakde dan bude nya lebih agamis, ternyata uang adalah prioritas utama mereka. Rukmini lalu pergi ke kamar nya dan menangis sesenggukan di bawah ranjang.

'Memang nya kalo sudah ndak perawan ndak boleh hidup, toh? Kenapa mereka semua lebih pilih uang dari pada nolong aku?' Batin Rukmini.

Sekarang harapan nya bisa selamat pun hilang, dia tidak hanya tidak mendapat perlindungan, bahkan dukungan pun dia tidak dapat. Rukmini hanya bisa menangisdi dalam kamar nya.

"Mosok iki takdirku? Ya Allah, mosok takdirku begini? Aku ndak mau begini." Gumam Rukmini sambil tersedu - sedu.

Mau mengadu pada yang memberi hidup tapi hatinya terlalu sakit, rasanya Tuhan pun tidak menyayanginya. Rukmini tenggelam dalam keputus asaan nya, dia menyalahkan takdir yang kata nya itu adalah takdir nya.

Takdir yang memaksa nya menyelam kedalam lautan gelap yang dingin tiada ujung, yang memojokan nya sampai tidak memiliki pilihan hidup, bahkan nafasnya pun seolah bukan dia sendiri yang mengendalikan..

"Aku ndak mau begini, aku pengen hidup normal koyok dulu. Ndak menikah juga ndak apa - apa, aku yang penting aku ndak begini.. Hiks.. Hiks.."

"Opo aku mati saja?"

...BERSAMBUNG!...

1
zoeyy
😍😍
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Yg namanya iblis, pasti aja terus²an nyari cara buat menyesatkan😣
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Ya Allah... Semoga kita semua terhindar dari orang² seperti Rukmini ini
Desyi Alawiyah: 𝘈𝘮𝘪𝘯 𝘺𝘢 𝘳𝘢𝘣𝘣𝘢𝘭 𝘢𝘭𝘢𝘮𝘪𝘯.. 🤲
total 1 replies
SENJA
ih mini tega banget 😤
@ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
bener bener sangat sesat
≛⃝⃕|ℙ$ °🫧•𖨆٭ Ŋบ𝑟ļịãŊã꙳○𖨆°
😅🤣 Emang bener2 ibliss itu menyesatkan
≛⃝⃕|ℙ$ °🫧•𖨆٭ Ŋบ𝑟ļịãŊã꙳○𖨆°
Iya bener untuk orang awam yg ga paham agama mendalam 🤧
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
ya ampun minta tumbal🥺🥺
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉andiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
tawar lah warga, minta aja ganti tumbalnya sepuluh curut gitu 😒 sing mboten mboten minta anak bujang 😏
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉andiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ: wakakakakak... 🤣🤣🤣
total 27 replies
Hary Nengsih
makin jauh aja cari tumbal terang2an
Nureliya Yajid
menarik lanjut thor
Nureliya Yajid
semangat thor lanjut
Desyi Alawiyah
𝘔𝘪𝘯𝘵𝘢 𝘵𝘶𝘮𝘣𝘢𝘭 𝘪𝘵𝘶.. ☹️
Desyi Alawiyah
𝘐𝘺𝘢, 𝘴𝘢𝘮𝘱𝘦𝘺𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘋𝘦𝘯 𝘈𝘺𝘶... 😫
Desyi Alawiyah
𝘠𝘢 𝘢𝘭𝘭𝘢𝘩, 𝘴𝘦𝘮𝘰𝘨𝘢 𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘥𝘪𝘫𝘢𝘶𝘩𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘩𝘢𝘭-𝘩𝘢𝘭 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪 𝘪𝘵𝘶... 𝘚𝘦𝘴𝘶𝘯𝘨𝘨𝘶𝘩𝘯𝘺𝘢 𝘪𝘣𝘭𝘪𝘴 𝘪𝘵𝘶 𝘱𝘦𝘯𝘶𝘩 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘵𝘪𝘱𝘶 𝘮𝘶𝘴𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵... 😌😌
Ai Emy Ningrum: amin ya rabbal alamien 🙏🏻🤲🏻😌
total 2 replies
Desyi Alawiyah
𝘑𝘰𝘯𝘰 𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘫𝘢𝘨𝘢 𝘫𝘢𝘳𝘢𝘬 𝘺𝘢𝘩 𝘴𝘦𝘵𝘦𝘭𝘢𝘩 𝘥𝘪 𝘣𝘦𝘳𝘪 𝘸𝘦𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘱𝘢𝘬 𝘒𝘩𝘢𝘭𝘪𝘥...
Desyi Alawiyah
😯😯😯
Ai Emy Ningrum: 🙀🙀🙀🙀🙀
total 1 replies
E
semangat kaka nulis nya 🤣🙏
zoeyy
🤍🤍🤍🤍🤍🤍🤍🤍🤍
≛⃝⃕|ℙ$ °🫧•𖨆٭ Ŋบ𝑟ļịãŊã꙳○𖨆°
Siti 🤔 Ooh ini siti hantu yg disumur itu kah, temen lea waktu kecil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!