Realitanya,kita tidak pernah tahu bagaimana jalan menuju takdir itu sendiri
yang membuat kita menerka-nerka dimana kaki ini akan menapak esok hari.
'Tuhan tidak pernah salah dan tidak pula terlambat dalam menetapkan suatu takdir kepada hamba-Nya'
'Kamu tahu sayang?aku bertaruh dengan diriku sendiri bahwa suatu saat hatimu yang sempit itu akan menjadikanku tempat pulang yang paling nyaman untuk kamu singgahi'.~ Elvita
'pernikahan ini hanya sementara,Sampai Kakak pertamaku melahirkan anak pertamanya mari mengurus surat perceraian'~Bian
Pernikahan yang awal nya berdasarkan kesepakatan itu akhirnya mengungkap tabir lama kedua keluarga yang hampir diambang kehancuran.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Twdyaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kejutan romantis
"aku pergi dulu..." ucap Bian tanpa menoleh ke arah Elvita atau berpamitan seperti biasanya.
Belum sempat Elvita menjawab,laki-laki itu pergi dengan tergesa-gesa seperti terkesan cuek dan menghindar dari dirinya.
Elvita mengerutkan keningnya melihat tingkah Bian yang tidak seperti biasanya.
apakah dia melakukan kesalahan?pikirnya.
dan ini terjadi lagi di sore hari,saat suaminya pulang dari kantor laki-laki itu justru langsung masuk ke ruang kerja nya tanpa mengucapkan sepatah kata pun padahal Elvita sudah menyambut kedatangan nya didepan pintu rumah.
mungkin perusahaan sedang dalam masalah.batinnya
Elvita memilih menyiapkan camilan untuk suaminya tidak ingin ambil pusing dan ingin menanyakan langsung agar tidak terjadi kesalahpahaman.
saat akan membuka pintu ruang kerja Bian, laki-laki itu lebih dulu keluar dari sana dan berjalan tanpa menghiraukannya!
"apakah aku membuat kesalahan Bi?" tanya Elvita berusaha mengejar langkah suaminya.
mendengar itu Bian berhenti sebentar dan menoleh ke arah Elvita dengan tatapan kesal.
"bisakah kamu tidak menganggu ku dulu?aku sedang sibuk mengurus dua perusahaan dan kamu ingin memulai perdebatan?" ucap Bian dengan nada yang berusaha dia redam.
Elvita terkejut bukan main saat Bian membentaknya barusan.
"aku hanya..."
"sudahlah,aku pergi dulu mungkin nanti malam tidak akan pulang!" bian pergi meninggalkan Elvita yang masih shock dengan sikap Bian yang terlalu berlebihan.
apakah sikap seseorang bisa berubah dalam satu malam?
Elvita merenungi kejadian tadi berulang kali,mungkin ini memang kesalahannya yang bertanya pada waktu yang tidak tepat.
Bian pasti tidak sengaja membentaknya atau berniat memarahinya.
benar!perasaanku saja yang terlalu sensitif belakangan ini.pikir nya
Elvita memilih untuk menyentuh makanan yang sedari tadi belum dia makan,sebab dia terbiasa makan bersama Bian saat sore atau malam hari.
tring
tring
belum sempat memakan makanannya,dua pesan masuk dari handphone milik Elvita.
ketika dia membukanya,dia tidak mengenal nomor siapa yang mengirimnya pesan.
dengan pemasaran akhirnya Elvita membaca pesan itu,alangkah terkejutnya dia saat melihat beberapa foto yang dia yakini adalah suaminya bersama wanita lain!
Bian menyelingkuhi nya?
dan bisa dia lihat satu pesan lagi dari seseorang,itu adalah Khanza yang tiba-tiba mengirimnya sebuah pesan membuat Elvita langsung pergi tanpa banyak bertanya.
dia meminta sopir mereka untuk mengantarnya ke suatu tempat,tidak ingin ceroboh dengan membawa mobil sendiri ditengah kegelisahan hatinya.
tegakah laki-laki itu menyakitinya? tanya Elvita pada dirinya sendiri.
tanpa sadar pertahanan yang sedari dia tahan akhirnya hancur!
dia menangis memikirkan berbagai macam situasi yang akan terjadi setelah ini.
bisakah dia menghadapi nya atau justru dia memilih mundur kebelakang dengan perlahan?
sedangkan di sisi lain*
Bian menunggu dengan perasaan yang khawatir dan berdebar debar.
"apakah Elvita akan menangis?aku jadi tidak tega memikirkan bahwa dia sangat sedih sekarang!" ucap Bian gelisah.
dia yang awalnya berniat memberikan kejutan pada Elvita dengan berpura-pura bersikap buruk dan dibumbui sedikit ide gila dari Khanza yang berpura-pura menjadi gadis lain dengan mengirim foto keduanya dari belakang
yang jelas tidak akan membuat Elvita sadar jika wanita yang berada di foto itu adalah adik ipar nya sendiri.
sekarang Bian malah khawatir hal ini akan membuat wanita nya sedih dan menangis
ohh ayolah Bian jadi merasa sangat bersalah sekarang!
khanza yang berada disana hanya mendengus tak percaya melihat sikap Bian yang begitu khawatir pada istrinya padahal ini kan hanya sebuah prank semata.pikir nya
"isss kakak ini berlebihan sekali sih!ini pasti berhasil lihat saja!" rutuk Khanza
kemarin saat Bian meminta sarannya tentang kejutan romantis untuk Elvita,Khanza jelas saja menjadi orang yang paling semangat memikirkan nya.
Maka ini semua adalah ide bagus dari Khanza agar semuanya berjalan lancar.
dia sudah memprovokasi kakak iparnya tadi dengan mengirim pesan yang mengatakan dia bertemu dengan kakak laki-laki nya bersama wanita lain di sebuah hotel mewah dan meminta Elvita untuk segera datang.
dia yakin wanita itu pasti langsung datang kesini ketika membaca pesan tersebut.
seorang resepsionis hotel memberi kode jika nona muda Brawijaya sudah sampai dan sedang dituntun menuju ruangan yang sudah di siapkan seharian ini.
Elvita berjalan dengan langkah ragu namun dia memilih melihat dengan mata kepalanya sendiri dan mengetahui kebenaran nya secara langsung.
dia tidak ingin hidup bersama laki-laki yang tidak bisa menjaga janji nya dan tidak ingin pula hidup dalam perasaan yang cemas terus menerus.
Elvita tidak ingin memikirkan kemungkinan kemungkinan buruk yang akan terjadi.
dia melangkahkan kakinya menuju ruangan yang sudah Khanza beritahu padanya dengan meminta bantuan pegawai hotel itu untuk menunjuk jalan.
dia tidak memberitahu pegawai tersebut jika ingin memergoki suaminya yang sedang berselingkuh,jelas saja dia akan melanggar kode etik sebuah perusahaan.
jadi dia berkata sudah mendapat waktu janjian untuk bertemu seseorang diruangan tersebut.
"silahkan nona" ucap pegawai tersebut
"kamu yakin ini ruangannya?" tanya Elvita
"benar nona!anda bisa masuk kedalam untuk melihatnya sendiri!"
pegawai itu mengundurkan diri dan menjauh dari Elvita yang masih terlihat ragu.
ketika dia sudah yakin untuk melangkah masuk,Elvita benar-benar tercengang saat memasuki ruangan itu.
di sepanjang lorong nya bunga-bunga ditabur indah di lantai-lantai jalan.
aroma wangi dari ruangan itu benar-benar menyeruak dan membuat Elvita seketika menghentikan langkahnya.
Bian benar-benar telah menyelingkuhi dirinya.
bahkan selama menikah Elvita tidak pernah mendapatkan perlakuan romantis seperti sekarang.
tapi dengan wanita lain, laki-laki itu mampu bersikap romantis.
ketika Elvita melanjuti langkahnya, pencahayaan diruangan ini semakin gelap dan membuat pandangan Elvita menjadi buram.
dia memilih mundur tidak ingin mengetahui sedang apa Bian didalam sana,bahkan membayangkannya saja Elvita tidak sanggup.
dia benar-benar kecewa!
kletakk
tiba-tiba saja lampu menyala,memperlihatkan dengan jelas ruangan yang sudah di dekor dengan begitu indah.
dia terkejut ketika melihat tulisan didinding belakangnya.
"i love u Elvita Queensha,selamat sebentar lagi kamu akan menjadi seorang ibu!...semoga rumah tangga kita selalu diberkahi!"
Elvita begitu mengenal aroma dari laki-laki yang memeluknya dari belakang saat ini.
itu adalah suaminya Bian!
"kamu menyukai nya sayang?" tanya Bian
dia membalikkan tubuh Elvita dengan perlahan.
dia begitu terkejut ketika mendapati wajah istrinya yang sudah dibasahi oleh air mata.
Bian benar-benar merasa bersalah sekarang!
"kamu melakukannya untuk memberiku kejutan?" tanya Elvita dengan tangis yang tersedu sedu.
dia bukannya bodoh jika masih tidak sadar setelah Bian berkata seperti itu.
laki-laki itu jelas saja sedang memberinya sebuah kejutan.
"saat Enrina memeriksa keadaan mu kemarin,dia berkata jika kamu sedang hamil saat ini Elv...aku sengaja tidak memberitahu agar bisa memberikan kamu kejutan" jawab Bian.
dia berharap wanita dihadapannya ini tidak menolak kehadiran buah hati mereka yang sedang berkembang didalam perutnya.
"aku hami Bi?"
Elvita bertanya dengan perasaan haru.
Bian menganggukan kepalanya dan memegang perut Elvita yang masih rata sambil berkata pelan
"disini sudah ada buah cinta kita sayang"
kali ini Elvita menangis bahagia.
dia memeluk Bian dengan erat.
"aku pikir kamu benar-benar mengkhianati ku Bian,katakan padaku siapa yang ada di foto itu" tanya Elvita menelisik.
tiba-tiba saja Khanza keluar dari persembunyiannya dan mengejutkan Elvita.
"halo kakak ipar" sapa Khanza tertawa
dia ikut bahagia atas kehamilan pertama Elvita.
"itu kamu?"
"benar!bukankah orang orang akan fokus pada permasalahannya bukan pada sebuah gambar?kak Bian menyiapkannya dengan sempurna kak" jawab Khanza.
"nikmatilah makan malam indah kalian,aku tidak ingin menjadi nyamuk disini!tugasku sudah selesai" lanjut Khanza yang langsung mendapatkan tawa dari Elvita dan juga Bian.
dia keluar dari ruangan itu dengan perasaan bangga karena sudah menyelesaikan misi kejutan romantis untuk Elvita.
"aku benar-benar berpikir jika kamu berubah dalam waktu semalam Bi!" ucap Elvita.
"itu tidak akan pernah terjadi!"jawab Bian tegas
"terimakasih sayang!" Elvita kembali memeluk suaminya dengan perasaan bahagia.
keduanya menikmati makan malam romantis dan melewati malam indah di hotel mewah tersebut dengan perasaan yang semakin membuncah
......................
"kamu mengacaukan rencananya!" pekik Zacky pada gadis dihadapannya.
padahal dia sudah tidak sabar ingin menyentuh Elvita dan membawa gadis itu ke atas kasurnya.
mendengar itu Maudy melototkan matanya dan memandang Zacky dengan tatapan sengit.
"gadis tolol itu yang menjadi penyebabnya!dia datang bak pahlawan kesiangan dan mengacaukan rencana kita!" rutuk Maudy dengan suara yang tak kalah tinggi.
rencana mereka untuk menjebak Elvita dan memisahkan gadis itu dari Bian gagal total ketika Gaby datang mengacaukannya.
sedari dulu Maudy begitu iri pada Elvita tapi dia tidak pernah menunjukkannya secara langsung .
dia justru memasang muka palsu dengan bersikap baik dan berteman dengan Elvita.
kebenciannya dimulai ketika Elvita selalu menjadi pusat perhatian di kampusnya karena kecantikannya bahkan beberapa prestasi lainnya semakin membuat gadis itu mencolok dan begitu terkenal.
bahkan kontes yang di ikuti oleh Elvita berusaha dia ikuti dan selalu saja berakhir dengan kekalahan.
gadis itu selalu menjadi yang pertama!
dan puncaknya ketika gossip mengatakan jika gadis itu menikah dengan pewaris dari keluarga Brawijaya.
pengusaha nomor satu di negri ini.
dia berniat menjatuhkan Elvita dengan skandal yang buruk,tapi lagi-lagi keberuntungan tidak berpihak padanya.
'kali ini aku pastikan kamu tidak bisa menikmati hari-hari bahagiaku Elvita!' batik Maudy.