NovelToon NovelToon
Retired Hero

Retired Hero

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Isekai / Epik Petualangan / Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Wanto Trisno 2

Setelah pahlawan terhebat berhasil mengalahkan Raja Iblis, dikhianati manusia. Dituduh berbuat kejahatan dan tak ada yang mempercayai semua yang dikatakan.

Alih-alih demi terciptanya kedamaian dunia, pahlawan bernama Rapphael Vistorness pun membiarkan dirinya ditangkap dan dihukum mati. Siapa sangka, dirinya malah mengulang waktu pada saat pertama dipanggil dari dunia lain.

Karena telah kembali, maka tugas pahlawan bukanlah tanggung jawabnya lagi. Bersantai dan berpetualang di dunia ini, saatnya untuk menikmati kehidupan tanpa beban kepahlawanan. Namun ia tak pernah lupa untuk mencari informasi, siapa dalang atas nasib buruknya dimasa lalu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wanto Trisno 2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Instruktur Wanita

Berlatih dengan sungguh-sungguh adalah hal baik bagi seorang pahlawan. Apalagi dibarengi dengan tekad kuat karena satu hal. Namun satu hal yang membuat semangat membara adalah kehadiran seorang instruktur wanita yang masih muda dan cantik.

Rent tidak hentinya memandangi wajah instruktur itu meski ia sudah berhasil menyelesaikan latihannya. Hari yang cukup melelahkan namun semua terbayarkan oleh kecantikan instruktur.

Karena sudah cukup lama berlatih, instruktur yang bernama Lyra itu memanggil Rent. "Kamu telah melakukan dengan baik, Rent. Tapi kamu masih perlu banyak berlatih untuk menguasai sihir api. Besok, kita lanjutkan lagi."

"Aku akan terus berlatih," kata Rent dengan tekadnya. "Aku akan menjadi pahlawan yang terbaik. Agar kamu tahu, aku akan ada untukmu."

Setelah selesai latihan, Rent kembali ke tempatnya tinggal. Disambut oleh para pelayan muda dan cantik. Mereka memberi hormat dan mengucap, "Selamat sore, Tuan Rent."

Begitu kebiasaan ketika baru kembali dari latihan. Para pelayan memberi hormat lalu kembali bertugas. Ada yang memanaskan air untuk mandi, memasak dan sebagainya.

Karena mereka mengetahui jadwalnya, maka makanan dan air panas sudah siap. Hanya tinggal makan atau mandi, tergantung keinginan. Meski badan terasa lelah, semua terbayarkan ketika dia dilayani untuk mandi.

Keesokan harinya kembali dijadwalkan untuk berlatih sihir. Kembali bersama dengan instruktur wanita yang selaku guru privatnya.

Sama seperti kemarin, tatapan matanya tak bisa lepas dari menatap Lyra. Hanya karena memiliki paras cantik dan tubuh yang mempesona.

"Apa ada yang salah dengan wajahku? Apa ada kotoran atau sesuatu?" tanya Lyra yang menyadari tatapan muridnya itu.

"Aku hanya bisa melihat cinta di matamu. Wajahmu penuh dengan bayangan masa depanku."

Meski baru lima belas tahun usianya, Rent tahu apa yang harus dilakukan. Tatapan matanya kembali ke arah yang tidak seharusnya. Menatap instruktur wanita itu dengan tatapan tak senonoh.

"Kamu tidak perlu menggodaku. Hari ini adalah hari kedua aku melatihmu. Dan kamu sudah siap?" Tanpa mempedulikan kejadian barusan, Lyra tetap fokus melatih. Menunjukan sisi tegasnya dalam menjadi seorang instruktur sihir.

Tanpa peduli dengan hal-hal remeh seperti perasaan, ia telah membuang jauh-jauh itu. Hanya ada pelatihan untuk menjadi lebih kuat. Sebenarnya Lyra juga tergabung dalam Guild Petualang. Tepatnya di kota Dunggos, ia telah mendaftar dan telah menjadi petualang Rank B.

Dimulai dengan evaluasi dari pelajaran kemarin. Bagaimana cara menggunakan sihir dengan mantera yang telah diajarkan. Ia juga menunjukan sihir-sihir lain terkait dengan elemen api. Di antaranya adalah bentuk api menyebar, lurus, sampai membuat api mengalir dari suatu benda.

Lyra memberi semangat dan dorongan kepada muridnya. "Aku yakin kamu akan menjadi pahlawan yang hebat, Rent. Teruslah berlatih, dan jangan pernah menyerah."

Rent Kuhichi tersenyum manis kepada instruktur wanita itu, sambil mengarahkan api yang masih membara di ujung jarinya ke arahnya. "Kamu tahu, nona cantik, kamu sangat hebat dalam mengajarkan sihir api," katanya dengan suara yang lembut dan menggoda.

Lyra menggelengkan kepala dan mengangkat alisnya. "Oh, benar? Kamu juga tidak buruk, Rent. Tapi jangan terlalu percaya diri, kamu masih banyak yang harus dipelajari."

Rent tertawa dan mengambil langkah lebih dekat ke Lyra. "Aku tahu, aku tahu. Tapi aku memiliki guru yang sangat hebat," katanya sambil menatap Lyra dengan mata yang berkilau.

"Kamu memang licik, Rent. Tapi jangan lupa, aku adalah instrukturmu, bukan pacarmu," ungkap wanita itu dengan jelas. Karena ia adalah seorang instruktur, tidak ingin ada perasaan lain. Apalagi usianya lebih dewasa dari muridnya.

Lyra Smeirya, seorang penyihir kerajaan yang bertugas mengajari Rent menggunakan sihir. Pengalamannya dalam hal mengajar adalah yang terbaik. Ia juga lulus dalam sekolah sihir. Sehingga tidak heran, ia dapat diundang kerajaan dan menjadi instruktur bagi pahlawan.

Tidak pernah disangka, sikap pahlawan justru terbanding terbaik dengan apa yang dikatakan semua orang. Pahlawan itu terus mencuri pandang dirinya. Bahkan beberapa kali hampir memeluknya.

Rent tersenyum dan mengangkat tangannya dalam tanda menyerah. "Aku tahu, aku tahu. Aku hanya ingin menunjukkan rasa hormatku kepada guru yang hebat seperti kamu."

Lyra merasa risih namun tidak bisa menyinggung pahlawan yang kelak akan membunuh Raja Iblis. Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi jika tidak ada pahlawan saat ini. Karena mendengar ramalan dari pendeta, akan ada pahlawan yang membunuh Raja Iblis. Membuat dunia menjadi damai.

"Baiklah, baiklah. Kamu boleh menunjukkan rasa hormatmu dengan berlatih sihir api lagi. Aku ingin melihat kamu menguasai teknik yang lebih sulit."

Rent mengarahkan api yang masih membara di ujung jarinya ke target yang telah disiapkan. "Aku siap, Nona Lyra," katanya dengan suara yang penuh semangat.

"Baiklah, sekarang gunakan pedangmu. Hari ini aku akan mengajari cara menggunakan sihir api pada pedang."

Rent Kuhichi berdiri dengan tegap, pedang di tangan, siap untuk berlatih melapisi pedang dengan sihir api. Lyra, instruktur sihirnya, memberikan instruksi kepada muridnya.

Gerakan diperlihatkan dengan baik. Menggunakan mantra yang panjang dan menyalurkan sihir api dengan jarinya.

"Baiklah, Rent. Hari ini kita akan berlatih melapisi pedang dengan sihir api. Kamu harus fokus dan lakukan seperti ini. Lalu kamu masukan sihir ke pedang dengan cara seperti ini."

Pedang di tangan kiri, tangan kanan mengeluarkan api. Lalu api itu disalurkan dengan mengaliri pedang tersebut. Dimulai dari pangkal sampai ujung pedang yang tajam.

Lyra mulai mengajarkan teknik melapisi pedang dengan sihir api. Rent mendengarkan dengan saksama, sambil memfokuskan pikirannya pada pedang di tangannya.

"Dengan kekuatan api dari segala api yang membara. Sihir api, teknik pedang api." Rent mengucapkan mantera itu dengan suara yang jelas dan kuat, sambil mengarahkan energi sihirnya ke pedang.

Pedang di tangan Rent mulai terbakar dengan api yang biru dan kuat, dan dia merasakan kekuatan sihir mengalir melalui tubuhnya.

"Baiklah, Rent. Sekarang coba serang target dengan pedang yang telah dilapisi sihir api," kata Lyra. Ia juga mempraktekannya.

Rent mengarahkan pedangnya ke target. Dengan satu ayunan pedang, api yang membara di pedang Rent meledak dan mengenai target, membuat patung kayu terbakar menjadi abu.

Pemuda lima belas tahun itu terus berlatih melapisi pedang dengan sihir api, dan Lyra terus memberikan penjelasan serta langkah-langkah kakinya agar bisa bertarung secara maksimal.

Tiba-tiba, seorang penjaga istana datang ke lapangan latihan. "Lyra, ada kabar dari Raja. Dia ingin berbicara denganmu tentang sesuatu yang penting."

Lyra menyudahi pelatihan dan berpamitan pada muridnya. "Rent, aku harus pergi. Kamu terus berlatih, dan jangan lupa untuk selalu fokus. Aku akan melihat hasil latihanmu besok."

Rent mengangguk, dan instruktur wanita itu pun pergi bersama penjaga istana. Sang Pahlawan terus berlatih, sambil memandangi punggungnya.

"Setelah kita bertemu lagi, mungkin aku sudah menjadi lebih kuat. Dan kamu akan menjadi milikku."

***

1
Frando Wijaya
mah...itu keslhan bangsawan bangke Dan pendeta jg... termaksud raja sialan jh
Frando Wijaya
gomon artiny monster? gw kira gomon apaan
Frando Wijaya
tanpa mantra di anggap rendahan? ckckck 🙄
Frando Wijaya
Gwsyaa naroom? gw kira.... Gwsyaa itu seperti...gw siapa gitu 😅
Frando Wijaya
Dia idiot ya?
Frando Wijaya
tentu aja gk sudi restui sampah seperti klian
anggita
mampir lewat ng👍like aja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!