Karena suatu kesalah pahaman Rangga sangat membenci Rastiaj, yang dulunya sangat ia sayang entah sebagai adik atau lebih dari sekedar adik, sampai menyiksanya hingga memasukkannya kedalam penjara
Hingga suatu malam karena di jebak oleh seseorang terjadilah cinta satu malam yang mana Rastia Melahirkan seorang putra di penjara.
Rangga menyangka kalau Rastialah yang menyebabkan tunangannya kecelakaan hingga koma bertahun-tahun.
ikuti kisahnya jangan lupa di vote ya 🤝🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mom IRSA83, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB.25. Tuan besar ternyata...
Rangga masih terus memukuli body guard Tina, Sementara Tina ia ikat di kursi sebagaimana dulu Tia ia ikat, mukanya lebam membiru akibat tamparan Rangga, Tina terus memohon belas kasihan dari Rangga tapi Rangga hanya tertawa, tawa yang sangat menakutkan tak lama ia mendekat dan menodongkan pistol ke arah bodyguard Tina dan melepaskan satu peluru tepat di kening tembus ke kepala, Tina semakin ketakutan melihat itu semua dan langsung tak sadarkan diri. Rangga memberikan pistol itu ke Sion dan membersihkan darah dari tangannya dengan menggunakan sapu tangan yang di berikan oleh Sion, '' Jangan biarkan perempuan itu mati dulu sebelum bertemu dengan Regina perempuan iblis yang satu itu juga harus mendapatkan ganjaran yang sama. Sion aku pergi dulu selebihnya aku serahkan ke padamu, aku akan menemui Regina. Sion menunduk sambil mengiyakan perintah Bosnya.
Sementara di kediaman Regina mondar mandir didalam kamar menunggu kabar dari Tina, ia tidak sabar lagi mendengar berita tentang keadaan Tia dan apa yang terjadi disana, tiba-tiba ibunya datang, dia langsung memeluk ibunya karena diliputi ketakutan ia memang butuh teman untuk bercerita saat ini.
Ada apa Regina?? Kenapa kamu menangis dan ketakutan seperti ini, Regina membawa ibunya duduk di tepi ranjang dan menceritakan semuanya, ibunya sok mendengar semuanya dan ikut panik, ia berdiri dan mengguncang pundak Regina memarahinya habis-habisan.
Apa yang ada di pikiranmu Regina, kamu itu sudah mencari masalah dengan Rangga bagaiman kalau semuanya ketahuan maka kita akan di bunuh oleh Rangga dan bisa saja saat ini ia sudah mengetahui semuanya, kamu itu sudah cukup membahayakan dulu nyawamu demi mendapatkan perhatiannya kenapa kamu nekad lagi, Ibu tidak habis pikir dengan jalan pikiranmu. Regina terus mengadu dan menangis meminta bantuan ibunya agar mencarikan solusi. Berdo'a lah Regina semoga kita bisa di maafkan oleh keluarga Rangga kalau tidak semuanya akan berakhir. Harusnya kamu diskusikan dulu rencanamu dengan ibu terlebih dahulu sekarang kita aka menanggung semua akibatnya. Dulu Ayahmu berjuang demi mendapat simpati dari keluarga Rangga dan sekarang kamu menghancurkan semuanya, kamu itu terlalu dibutakan oleh kebencian. Regina jadi histeris dan melempar semua barang yang ada di kamarnya, ibunya mencoba menenangkan dia kembali. Sekarang bersikaplah seperti biasa seolah-olah tidak terjadi apa-apa kamu datanglah temui Tuan besar ambil hati Austyn agar secepatnya Rangga mau menikahi mu. Dan aku akan membuat rencana agar kepercayaan Tuan besar bisa kita dapatkan kembali. Sekarang perbaiki perasaanmu dan segeralah kesana. Regina mengangguk dan memperbaiki riasannya untuk segera ke sana. Ia tidak tau kalau ternyata semuanya telah di ketahui oleh Rangga.
************
Bagaimana keadaan pasien sekarang, Dokter Arka bertanya ke suster jaga setelah kemarin Pak Anggara kembali kritis, mungkin ia merasakan apa yang telah terjadi dengan putrinya waktu diculik, tapi Alhamdulillah sekarang sudah kembali normal, Dokter Arka senantiasa mengontrol dan menjaganya selama Tia hilang. Dalam hati Dokter Arka selalu mendoakan agar Tia dalam ke adaan baik-baik saja dan secepatnya kembali ke RS untuk menjenguk Ayahnya. Tiba-tiba ada telpon masuk ternyata dari Rangga yang memberikan kabar dan menceritakan peristiwa yang telah terjadi, sudah tau pelakunya tapi Tia hilang tidak tau siapa lagi yang membawanya dan kali ini Sion susah mendapatkan dan melacak CCTV. Dokter Arka merasa kasian ke pada Ayah Tia begitu beratnya ujian yang iya mereka Alami. Dan bagaimana nanti apakah Tia akan memaafkan Rangga ketika Tau kalau dia Ibu biologis Austyn. Karena mengingat bagaimana perlakuannya selama ini, berapa banyak luka yang ia torehkan di hati Tia, bukan hanya luka batin bahkan luka fisik. Dokter hanya bisa mendoakan agar mereka mendapat kisah yang indah nantinya dan Pak Anggara secepatnya bisa sembuh.
Tia mendengar bunyi bel, setelah membersihkan diri dia kemudian mengisi perutnya dengan makanan yang di bawa kurir tadi kemudian beristirahat tak terasa karena mungkin kelelahan akhirnya ia tertidur, dia lalu berjalan menuju keluar kamar untuk melihat siapa yang datang, dia segera memencet nomor yang di berikan Doni tadi dan pintu segera Terbuka dan Alangkah terkejutnya Tia karena yang datang Ternyata kakeknya Rangga dia masih terdiam dan terpaku di tempat.
Kamu tidak mempersilahkan saya masuk?? Tia tersadar dari lamunannya dan mempersilahkan Tuan Besar Masuk, dalam hatinya apakah yang di maksud Doni tadi Tuan besar adalah kakeknya Rangga.
"Bagaimana kabarmu Tia, lama tak jumpa, Tia menyahuti dan menjawab pertanyaan Tuan besar. Apakah kamu perasaanmu sudah membaik?? Tia mengangguk, Tuan besar menyuruh Tia duduk, mereka duduk bersebelahan, Dia mulai bertanya ke Tia tentang kejadian lima tahun lalu dan semua yang terjadi sekarang, jadi kita ringkas ceritanya ya Reader karena pada bab sebelumnya sudah di ceritakan lagi masa lalu Tia👌😀
Tia jadi kamu Tau pasti kalau anak yang kamu kandung anak Rangga, tapi kenapa kamu tidak pernah mau menceritakan ke pada Rangga, Tia menangis tersedu-sedu ternyata anak yang dia anggap meninggal ternyata sudah dua kali ia peluk pantas saja setiap kali bertemu Austyn ia merasa begitu dekat. Dan memperhatikan kebiasaan Austyn yang selalu membawa cokelat ke mana-mana karena dia darah dagingnya.
Maafkan aku Tia, Tuan besar memegang tangan Tia, tapi justru Tia mencium tangan Tuan besar merasa bersyukur karena telah merawat putranya, tiba-tiba Tia merasa pusing dan mual terus berlari ke arah kamar mandi dan memuntahkan banyak cairan kepalanya terasa pusing, Tuan besar segera menelpon Doni dan menyuruh membawakan Dokter ke sana untuk memeriksa keadaan Tia. Tia segera kembali ke kursi tapi Tuan besar membantu dan menyuruh Tia berbaring saja di kamar sambil menunggu Doni datang dengan dokter.
Tidak apa-apa Tuan besar mungkin hanya kelelahan saja karena kejadian kemarin karena tidak makan jadi asam lambung saya kumat.
Mulai hari ini kamu panggil aku kakek dan untuk sementara kamu tinggal saja di sini, biarkan saja Rangga diluar sana kebingungan mencari mu, anak itu harus menerima hukumannya, tapi aku harap suatu saat kamu bisa memaafkan Rangga demi Austyn dan soal Regina aku akan segera mengurus memutuskan pertunangannya dengan Rangga, kamulah satu-satunya yang pantas jadi Nyonya muda di keluarga kami karena telah melahirkan pewaris untuk keluarga kami. Sementara Tia hanya diam mendengarkan Tuan besar karena tak mampu lagi berbicara akibat Rasa pusing yang dialaminya. Tak lama Doni datang dengan seorang dokter perempuan, Tuan besar dan Doni menunggu di ruang tamu.
Dokter memeriksa keadaan Tia, dan hasilnya membuat Tia Shok karena dokter mengatakan kalau ia tengah mengandung, tak terasa Tia menangis tersedu-sedu tapi dokter itu menganggap kalau Tia bahagia. Tia kemudian memohon ke dokter itu agar merahasiakan dari Tuan besar, karena kasian dokter itupun mengiyakan, setelah Doni mengantar ke luar dokter tadi Tuan besar kembali ke kamar untuk pamit dan. Menyuruh Tia untuk istirahat dan akan menyuruh salah satu maid di rumanya untuk datang menemani Tia. Doni pun mengantar Tuhan besar pulang sementara di dalam kamar menangis histeris dia meratapi nasibnya mengapa harus terjadi lagi untuk yang ke dua kalinya harus mengandung anak Rangga, dia mengingat malam itu di mana Rangga mengatakan kalau ia tidak memakai pengaman dan akhirnya tumbuhlah kecambah dalam perutnya. Dia lalu mengelus perutnya yang masih rata, dia tidak akan menggugurkannya dia akan menunggu ayahnya pulih kemudian pergi jauh dari kehidupan Rangga dan keluarganya dan akan membawa Austyn. Dia akan meminta bantuan Tuan besar nanti karena Tuan besar sudah berjanji akan membantunya untuk memberi hukuman kepada Rangga.
Lelah pasti ada tapi jangan pernah menyerah dengan setiap takdir yang Allah berikan, ikhlas dan sabar itulah kuncinya Insyaallah di balik ujian yang Allah berikan pasti ada Nikmat yang indah kelak, yakinlah itu💪👌🥰