NovelToon NovelToon
SENYUM ANYA

SENYUM ANYA

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Tamat
Popularitas:294.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Hania

"Awas adik...." refleks aku maraih tangan gadis kecil yang melintas di depanku.

Anya adalah gadis kecil yang berumur kurang lebih 4 tahun. Putri pengusaha sukses yang bernama Zaidan. Harus mengalami peristiwa yang tragis. Ibunda meninggal saat melindungi dirinya dari serangan pembunuh yang menginginkan dirinya.

Peristiwa ini meninggalkan trauma yang mendalam pada dirinya. Sehingga menimbulkan rasa takut yang berlebihan.

Selanjutnya, silahkan membaca novel ini.

Apabila ada nama atau tempat yang sama, maka itu ketidaksengajaan, karena ini hanya fiksi belaka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hania, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21 : Mommy

Zaidan benar-benar kaget dengan apa yang disampikan Syarief melalui telepon tadi. Bahwa ada seseorang yang ingin meracuni putrinya. Syarief tidak melihat sendiri kejadian itu. 2 orang temannya,  yang duduk-duduk di luar setelah sholat ashar, yang menyaksikan secara langsung. Saat menikmati senja di beranda masjid bandara.

Ada seseorang yang membawa sebuah kue tart coklat, berhias buah cherry dan jeruk sunkist, mendekati Anya dan memberikannya dengan sembunyi-sembunyi. Tapi Anya malah lari ketakutan dan masuk ke dalam masjid , menemui ayahnya, yangg asyik mengobrol dengan Syarief. Sehingga membuat orang misterius itu kecewa. Dan melempar begitu saja, roti tart tersebut ke rerumputan di balik pagar. Datang burung gereja  yang sedang hinggap di dahan pohon turun, memakan kue tart tersebut. Terbang  lagi hinggap di dahan. Kemudian burung itu jatuh menggelepar-menggelepar. Selang sesaat, burung itu sudah tidak bergerak lagi. Demikian juga nasib 3 ekor burung datang kemudian. Mengalami hal yang sama.

Sayang mereka harus segera berangkat. Sehingga tak bisa menyelidiki lebih lanjut. Yang terpenting Anya , putri Zaidan selamat.

Benarkah ada orang yang ingin meracuni putriku? Pikirnya benar-benar kacau, dengan peristiwa yang hampir merengut jiwa putri satu-satunya itu. Sesekali dia menengok ke belakang , mungkin ada yang mengikutinya. Untunglah kali ini Anya dalam gendongannya. Sehingga dia bisa melindunginya dengan baik. Sambil terus berjalan dengan waspada.

Ya Allah. Tolonglah hambamu ini ... Aku hampir saja lalai. Bisik Zaidan dalam hati.

Zaidan terus berjalan hingga tiba di ruang penjemputan. Disembunyikan semua kegelisahan itu dalam hati.

"Mommy." teriak Zaidan melihat wanita yang berbaju kurung khas melayu, berjalan keluar diiringi oleh 2 orang di sampingnya. Kakak angkatnya yang bernama Lisa. Yang satunya adalah seorang pria, bertubuh tegap, tinggi dan berambut cepak.

"Anya, itu eyang putri sayang." seketika dia turun dari gendongan Zaidan. Berlari menyongsongnya. Tanpa memperhatikan keadaan sekitar. Sehingga hampir bertabrakan dengan seseorang yang memakai jas hitam dan berkacamata hitam pula. Sejenak berhenti berlari, memperhatikan orang tersebut. Ada raut ketakutan di wajahnya. Sehingga dia mundur beberapa langkah. Namun segera sadar dan kembali berjalan cepat ke arah eyangnya.

"Eyang putri ...." 

Kemudian dia meraih dan mencium tangan eyang putrinya itu dengan takdhim.

"Anya. Sudah besar rupanya." mommy berjongkok, menyambutnya dengan pelukan hangat dan ciuman di kedua pipinya.

"Anya kangen, Eyang." sambil menatap eyangnya dengan manja.

"Sama. Eyang juga."

Lalu Zaidan menyusul di belakangnya. Dan mencium tangan mommy nya dengan takdhim pula. Memeluk mommy yang yang selama ini membesarkannya.

Ingin rasanya dia menumpahkan apa yang dia rasa selama ini. Beban hidupnya bahkan apa yang baru saja terjadi pada Anya. Tapi semua itu ditahannya di dalam dada, hingga membuatnya sesak. Dia sadar ini bukan waktu yang tepat. Dicoba sekuat hati untuk menyembunyikan resah dan sedihnya dalam senyum tulusnya.

"Zaidan, kamu sekarang terlihat kurus." Didekapnya, putra angkatnya itu dengan kasih sayang. Dia bisa merasakan apa yang berkecamuk di hati putra angkatnya itu. Walau disembunyikan dalam tulusnya senyuman. Orang tua mana yang bisa dibohongi.

"Masak, Mom."kata Zaidan dengan tertawa lepas seolah tidak ada beban.

Kemudian mengalihkan pandangan ke samping mommynya.

"Kak Lisa. Alhamdulillah, kakak  datang juga."Zaidan menyalami kakak angkatnya itu.

"Kakak ipar nggak ikut, Kak."

"Nggak. Kakak hanya 2 hari. Ada seminar di sini."

"Zaidan, kenalkan ini Aldo. Detektif swasta. Sengaja mommy bawa, untuk bantu kamu." Sejenak Zaidan terdiam.

Mungkinkah ini jawaban yang engkau berikan, ya Allah. Atas masalah yang aku hadapi saat ini.

"Ah, iya. Saya Zaidan. Senang berkenalan dengan anda." Zaidan mengulurkan tangan kanannya untuk bersalaman. Disambut dengan hangat oleh Aldo.

"Saya Aldo. Mohon kerja samanya."

"Baiklah. Kalau gitu kita pulang, Mon."

"Iya, aku juga capek. Dan cucu Eyang ini, juga harus mandi." sambil membelai lembut pipi Anya. Yang dibilang, hanya senyum-senyum saja.

"Habis ayah sibuk melulu sampai lupa waktu." jawabnya membela diri. Semua tertawa. Zaidan tertawa juga untuk menutupi rasa malunya.

Putriku ... jangan polos-polos amat. Ayah jadi malu nich ....

Mereka  berjalan beriringan. Sedangkan Anya dalam gendongan ayahnya.

"Lho, cucu Eyang kok masih minta gendong."

"Biar, Mom. Sudah jadi kewajiban saya."

Zaidan tak mungkin menjelaskan peristiwa yang baru saja terjadi.

"Ya sudah kalau begitu." jawabnya sambil melirik pada Aldo. Dan Aldopun mengangguk dengan mengecilkan mata seakan-akan dia setuju dengan apa yang dilakukan Zaidan pada putrinya. Meskipun tampak wajah Zaidan sangat lelah. Dan Aldo dengan suka rela membawa koper menuju ke tempat parkir.

"Biarlah kali ini saya yang bawa mobilnya, Pak Zaidan." Setelah meletakkan semua barang ke bagasi.

"Baiklah." Zaidan memberikan kunci mobil itu kepada Aldo. Lalu membukakan pintu untuk mommynya dan kakaknya.

"Aku sama eyang putri saja." kata Anya sambil turun dari gendongan ayahnya.

"Tapi tidak boleh rewel. Eyang masih capek." kata Zaidan

"Ya. Ayah." jawabnya sambil cemberut.

"Mari, Pak Aldo." kata Zaidan setelah duduk dengan tenang dengan Aldo yang ada di belakang kemudi.

"Arahnya, Pak Zaidan?"

Zaidan menyalakan navigasi di aplikasi hpnya. Memberikan pada pada Aldo yang membacanya dengan cepat, sebelum menyalakan mesin.

Sejenak Zaidan bisa mengistirahatkan pikirannya. Menikmati perjalanan dengan orang-orang yang memperhatikan dan menyayanginya.

Tak perlu waktu lama untuk mencapai rumah Zaidan dengan pengemudi yang handal. Yang di bawa ibu Hendiyana itu. Seakan dia sudah mengenal lokasi ini dengan baik. Padahal baru saja dia datang ke kota ini.

"Benar lewat sini, Pak?" Tanya Aldo ketika arah navigasi menuju ke jalanan yang sepi di tengah-tengah persawahan.

"Benar." jawab Zaidan.

Aldo mengangguk.

"Ikuti saja arahnya."

" Baik."

"Maaf , rumahnya di tengah sawah." jawab Zaidan.

"Sebegitu bahayakah, sehingga bapak harus sembunyi."

"Aku tidak tahu. Yang jelas putriku memerlukan suasana yang berbeda agar segera melupakan peristiwa tragis itu."

"Entah kenapa sampai sekarang, pihak kepolisian belum bisa menangkap pelakunya."

"Entahlah. padahal .... Nanti saja kita bicara itu."

Zaidan sadar bahwa putrinya sedang memperhatikan pembicaraannya dengan Aldo.

"Lalu ... ini ke mana, Pak Zaidan." tanya Aldo ketika mendekati perempatan.

"Belok kanan."

"Rumah saya di depan itu." kata Zaidan menunjukkan arah.

Setelah sampai, terlihat pak Tata membuka pintu gerbang. Sehingga mobil bisa langsung masuk ke halaman rumah. Sedangkan pak Aslam membantu mengeluarkan semua barang dari bagasi  mobil. Kemudian membawanya ke dalam rumah.

"Yang itu langsung di bawa ke belakang saja. Agar segera dicuci bi Rahma." kata Zaidan.

"Habis dari mana kamu, Zaidan." kata mommy. Melihat  begitu banyak barang basah . yang di bawa oleh pak Aslam.

"Ya ... turuti keinginan cucu mommy tercinta." jawab Zaidan santai sambil melirik ke arah Anya yang gembira sekali, karena nenek yang dirindukan telah datang.

"Ya, Eyang. Kami habis dari pantai dengan ammah Dinda." jawab Anya dengan polosnya. Tak pelak membuat nyonya Hendiyana, mommy Zaidan tersenyum penuh arti. Begitupun Lisa, kakaknya.

"Siapa itu ammah Dinda, sayang."tanya nyonya Hendiyana sambil tersenyum.

"Bunda Anya."

Putriku ... jangan katakan itu dulu sama eyang putrimu. Nanti berabe ....

Tapi sudahlah. Zaidan menyerah sudah ketahuan sama mommynya.

"Bunda Anya?!"

"Iya. Aku panggil bunda ... ammah Dinda nggak apa-apa kok ..." jawabnya polos.

"Bagus itu." kata nyonya Hendiyana sambil menatap Zaidan dengan tajam tapi gemes.

"Zaidan .... kenapa kamu nggak bilang ke mommy sich. Biar aku lamarkan." kata nyonya  Hendiyana dengan suara agak tinggi, membuat Zaidan kaget.

Tapi kemudian, Zaidan hanya cengar-cengir saja.

"Mommy baru datang, kan!"

1
adning iza
critay kereennn ngga muter²👍👍👍
adning iza
huufftttt syukurlah selamt
adning iza
bpk kndungy zaidan
adning iza
berjuang dong zaidan
Sriza Juniarti
sanhat kk🥰💕
ㅤㅤㅤㅤㅤ😻Kᵝ⃟ᴸ⸙ᵍᵏ نَيْ ㊍㊍🍒⃞⃟🦅😻
setelah baca sinopsisnya
q jd kepo sama ceritanya
semangat terus berkarya 👍
Hania: terima kasih kk
total 1 replies
capricorn
.
Janah Husna Ugy
maminya mana, hayla
Rajo kaciak
hadir thor
Samsuna
😍😍😍
Ria Diana Santi
Terima kasih banyak atas support mu untuk ku Thor! Aku doakan, semoga siapa pun orangnya yang support karyaku. Hidupnya mudah-mudahan, berkah di dunia dan akhirat. Amin ya Rob! 🤲🏻😇
Hania: aamiiin
total 1 replies
🎤K_Fris🎧
hai kak author yang baik hati calon penghuni syurga aamiin.

Mampir ya ke karya ku "Menikah Denganmu Adalah Takdirku"

Insyaa Allah Update setiap hari

terimakasih
Si Bungsu
hai kak
salam kenal dari sajak cinta sufi dan araby
dan salam kenal dari aku dia rahasia kak 👋
sahabat syurga
mkasih thor dg karyanya aku sngat trhibur....akhirnya slesai jg bcnya dan lnjut ke novel ke 2
sahabat syurga
dag dig dug thor bcanya
sahabat syurga
kok aku gk tenang bcanya klo kluarga zaidan kluar membayangkan tkut ada pnjahat lg
sahabat syurga
aduh kok msih ada pnjahatnya
sahabat syurga
aku bngung mau nulis apa..tp intinya aku suka karyamu thor
sahabat syurga
tegang bcanya smpe gk nafas
sahabat syurga
baru kli ini ada org mau ngasi tau hasil tespec nya main lari2 dlu😆 tp aku suka kok
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!