Ketika pernikahan yang selama ini ku anggap sempurna,ternyata hanya sebuah kebohongan membuat kehidupan ku hancur lagi dan lagi.
Namun aku bertahan berharap bisa mengubah pernikahan palsu itu benar-benar nyata,namun semakin aku bertahan rasanya semakin aku jatuh dan hancur mengetahui lebih banyak hal yang lebih menyakitkan.
"Aku mau bercerai"
"Setelah kau membuat ku bergantung pada mu,kau ingin bercerai dengan ku?JANGAN HARAP!.KAU TIDAK AKAN BISA PERGI DARI KU SELAMANYA SAMPAI AKU MATI!"
"Kenapa tidak?,AKU AKAN PERGI SELAMANYA SAMPAI KAU TIDAK PERNAH MELIHAT KU SAMPAI KAU MATI!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hantari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Masakan yang berbeda
Oliver baru saja kembali dari kantor,saat melewati ruang makan,Ia menghentikan langkahnya yang akan langsung pergi ke kamar ketika melihat Alessia yang sudah jarang di rumah kini duduk di meja makan.
Ia duduk di tempatnya hingga para pelayan segera menyiapkan makanan untuk nya,namun Ia merasa berbeda karna Alessia sebelumnya selalu siap siaga menyiapkan makanan untuk nya saat Ia baru saja duduk.
Sekarang dia bahkan tidak menoleh ke arahnya,dan terus menikmati makanannya tanpa peduli apapun yang terjadi di sekitar nya.
Hal itu membuat sudut bibir Oliver melengkung,kemudian memakan makanan yang sudah siap di depannya,namun lidahnya selama dua bulan terakhir begitu mati rasa,semua makanan yang Ia makan begitu biasa saja dan tidak enak di lidah nya.
"Aku sudah meminta ganti koki, kenapa rasa nya tetap seperti ini?",tanya nya dengan tegas tanpa mau menyentuh makanan itu lagi.
Kepala pelayan yang mendengar nya langsung meminta maaf."Maaf tuan,tapi kepala koki yang kemarin sudah di ganti.Ini adalah koki yang ke lima puluh selama dua bulan terakhir tuan"
"50 koki?, kenapa aku tidak tau kalau koki sudah bergonta-ganti di rumah ini?",Pikir Alessia diam-diam melirik ke arah suaminya yang saat ini memang tampak sangat marah dari raut wajah dingin nya yang menegas."Kenapa dia jadi pemilih makanan seperti ini?,bukan kah dia selalu makan apa saja?",gumam nya lagi mengingat dulu apa saja yang Ia masak suaminya itu selalu makan tanpa protes atau mengomentari apapun, dan akan selalu menghabiskan tanpa sisa.
"Cari koki terbaik",perintahnya lagi setelah berpuluh-puluh kali menyuruh kepala pelayan mencari kan koki baru.
"B..Baik tuan"
Setelah itu, Oliver benar-benar tidak makan apapun,dan itulah yang sudah terjadi hingga beberapa waktu terakhir yang membuat ahli gizi di rumah itu khawatir dengan kesehatan tuan mereka itu,yang tidak mengatur pola makan lagi.
Oliver menatap Alessia,namun Alessia tetap tak bereaksi apapun setelah semua itu.Namun saat itulah Ia menyadari kalau makanan di piring Alessia berbeda, sehingga dengan wajah yang terlihat kelaparan melihat makanan itu Ia menarik nya begitu saja,sehingga membuat Alessia sendiri terkejut.
"Apa yang kau lakukan itu makanan ku!", kesal nya ingin menarik kembali piring nya namun Oliver langsung menyantap nya begitu saja tanpa peduli dengan larangan nya.
Ia juga begitu terkejut melihat Oliver yang makan begitu lahap, seperti orang yang sudah kelaparan begitu lama.Namun entah kenapa Ia tidak merasa iba melihatnya,justru Ia kesal karna Ia juga sudah tidak makan seharian ini dan baru mempunyai waktu makan masakan nya sendiri setelah sekian lama,tapi dengan entengnya pria itu merebutnya begitu saja.
"Itu sisa makan bekas ku", ucapnya dengan nada datar dengan menahan amarah melihat ke makanan nya yang sudah hampir habis.
Oliver tak menjawab,hingga semua makanan di atas piring habis tanpa tersisa,"Memangnya kenapa?",tanya nya sembari mengusap mulut nya dengan tisu.
Alessia tersenyum dengan berdecih."Ku pikir kau akan jijik karna aku bahkan membuang sisa makanan dari mulut ku karna aku tidak suka dari beberapa makannya,ke dalam piring itu"
Oliver menatap istrinya itu dengan tatapan yang sulit di jelaskan."Tidak apa-apa,aku tidak masalah.Rasanya tetap enak", ucapnya memuji tanpa sadar.
Alessia hampir tidak percaya kalau Olivier memuji masakannya."Setelah bertahun-tahun,aku baru dengar dari mulut mu sendiri memuji masakan ku", ucapnya dengan tersenyum menyindir kemudian pergi begitu saja meninggalkan meja makan itu.
Oliver menatap kepala pelayan yang sejak tadi begitu kebingungan."Siapa yang memasak makanan nyonya?"
"Itu...,itu nyonya sendiri yang memasak nya tuan"
telat kamu cemburu olav karena Ale sudah hilang rasa cinta dan pedulinya untuk mu terbang di bawa angin
padahal gak sakit di bikin sakit
sakit beneran baru tau rasa dia
Kamu tahu rasanya bagaimana diabaikan bahkan ramah pada orang lain