NovelToon NovelToon
SETELAH KAMU MENJADI ASING

SETELAH KAMU MENJADI ASING

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Romantis / Diam-Diam Cinta / Mantan / Balas Dendam
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Sefna Wati

Menjadi orang asing adalah satu-satunya cara kita bisa bekerja sama tanpa harus saling menghancurkan lagi."
Lima tahun lalu, Maya pergi membawa luka yang tidak sempat ia jelaskan. Ia mengira waktu dan jarak akan menghapus segalanya. Namun, takdir memiliki selera humor yang pahit. Maya dipaksa kembali ke hadapan Arlan Dirgantara—pria yang kini menjadi sosok dingin, berkuasa, dan penuh kebencian.
Arlan bukan lagi pria hangat yang dulu ia cintai. Arlan yang sekarang adalah klien sekaligus "penjara" bagi karier Maya. Arlan menuntut profesionalisme, namun tatapannya masih menyimpan bara dendam yang menolak padam.
Di tengah proyek renovasi rumah tua yang penuh kenangan, mereka terjebak dalam permainan pura-pura. Berpura-pura tidak kenal, berpura-pura tidak peduli, dan berpura-pura bahwa getaran di antara mereka sudah mati.
Mampukah mereka tetap menjadi asing saat setiap sudut ruangan mengingatkan mereka pada janji yang pernah terucap? Ataukah kembali mengenal satu sama lain justru akan membu

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sefna Wati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12: Di Ambang Putus Asa

Perjalanan dari Bandung ke Jakarta terasa seperti selamanya, meskipun Arlan sudah memacu mobilnya seolah sedang mengejar nyawa. Di kursi penumpang, Maya hanya bisa diam membeku. Matanya kosong, menatap butiran hujan yang menghantam kaca depan, sementara tangannya saling meremas hingga buku-bukunya memutih.

Setiap kali kilat menyambar, Arlan bisa melihat betapa rapuhnya wanita di sampingnya ini. Tanpa suara, Arlan mengulurkan tangan kirinya yang tidak dibalut perban, menggenggam jemari Maya yang sedingin es.

"Jangan berhenti bernapas, May. Ibu pasti kuat. Dia menunggumu," bisik Arlan lembut.

Maya hanya mengangguk kecil, tapi air mata yang sejak tadi ditahannya akhirnya luruh juga. "Aku sudah kehilangan Ayah, Lan. Kalau Ibu juga pergi... aku benar-benar jadi orang asing di dunia ini. Sendirian."

"Kamu nggak akan pernah sendirian lagi. Ada aku," tegas Arlan, suaranya mantap tanpa keraguan sedikit pun.

Begitu sampai di rumah sakit Jakarta, Maya berlari menyusuri lorong bau karbol yang mencekam. Di depan pintu ruang ICU, seorang dokter sudah menunggu dengan raut wajah yang tidak menjanjikan kabar baik.

"Kondisi jantung Ibu sangat lemah, Mbak Maya. Kami sudah melakukan yang terbaik, tapi sekarang semuanya tergantung pada keinginan beliau untuk bertahan," jelas dokter itu pelan.

Maya luruh ke lantai. Kakinya tidak sanggup lagi menopang berat beban yang ia pikul. Namun, sebelum tubuhnya menyentuh lantai dingin itu, Arlan sudah lebih dulu menangkapnya. Arlan mendekap Maya erat, membiarkan wanita itu menangis sejadi-jadinya di dadanya yang mulai basah oleh air mata.

"Masuklah. Bicara padanya. Dia butuh suaramu," bisik Arlan sambil mengusap rambut Maya.

Dengan langkah gontai dan baju yang masih berbau sisa asap kebakaran Dago, Maya masuk ke ruang ICU. Di sana, di tengah bunyi mesin heart rate yang monoton, ibunya tampak sangat kecil dan pucat di bawah tumpukan kabel dan selang.

Maya duduk di samping tempat tidur, menggenggam tangan ibunya yang keriput.

"Ibu... Maya di sini," bisiknya serak. "Jangan pergi dulu, Bu. Maya baru saja menemukan jalan pulang. Maya baru saja berbaikan dengan Arlan. Ibu bilang Ibu ingin melihat Maya bahagia, kan?"

Layar monitor menunjukkan grafik yang tidak stabil. Maya terus bicara, menceritakan tentang rumah Dago yang terbakar, tentang Arlan yang melindunginya, hingga tentang foto lama yang ia temukan. Ia menumpahkan segala kejujuran yang selama lima tahun ini ia simpan rapat-rapat.

Di balik kaca ruang ICU, Arlan berdiri menatap Maya. Hatinya seperti diiris sembilu. Pria yang biasanya menguasai ruang rapat dengan instruksi-instruksi tajam itu, kini merasa benar-benar tak berdaya. Ia merogoh ponselnya, menghubungi asistennya.

"Cari dokter spesialis jantung terbaik di negara ini. Sekarang juga. Aku nggak peduli berapa biayanya, bawa dia ke sini malam ini juga!" perintah Arlan, suaranya sedikit gemetar karena emosi.

Malam itu menjadi malam terpanjang dalam hidup mereka. Maya tertidur di kursi tunggu karena kelelahan, dengan kepala bersandar di bahu Arlan. Arlan sendiri tidak memejamkan mata sedetik pun. Ia terus berjaga, menatap pintu ICU seolah ia sedang berperang melawan maut yang mencoba masuk ke sana.

Menjelang subuh, Maya terbangun karena merasakan gerakan di bahunya. Ia melihat Arlan sedang berbicara dengan seorang dokter senior yang baru saja tiba.

"Pak Arlan, tim kami sudah melakukan tindakan stabilisasi darurat. Beruntung dokter spesialis yang Anda datangkan datang tepat waktu. Kondisi Ibu Mbak Maya sudah mulai melewati masa kritis," ujar dokter itu dengan senyum kecil.

Maya terpaku. Ia menatap Arlan dengan pandangan tidak percaya. "Lan... kamu..."

Arlan tersenyum lelah, matanya yang merah menunjukkan betapa berat malam yang ia lalui. "Ibu adalah alasanmu pergi dulu, kan? Maka Ibu juga harus menjadi alasanmu untuk tetap di sini, bersamaku."

Maya tidak sanggup berkata-kata. Ia hanya bisa memeluk Arlan kembali. Kali ini, pelukannya bukan lagi tentang masa lalu yang pahit atau rahasia yang terungkap. Pelukan ini adalah pengakuan bahwa Arlan bukan lagi "orang asing" yang ia takuti. Arlan adalah jangkar yang menahannya agar tidak hanyut di tengah badai.

"Terima kasih, Arlan. Terima kasih karena nggak menyerah padaku," bisik Maya di sela isaknya.

Arlan mencium puncak kepala Maya. "Aku sudah pernah kehilanganmu sekali karena kebodohanku, Maya. Aku nggak akan membiarkan takdir mengambilmu lagi untuk kedua kalinya. Sekarang, istirahatlah. Aku yang akan menjaga Ibu."

Di koridor rumah sakit yang mulai diterangi cahaya pagi, mereka menyadari bahwa cinta sejati bukan hanya tentang keindahan di saat bahagia, tapi tentang siapa yang tetap berdiri teguh di sampingmu saat seluruh duniamu tampak runtuh dan menjadi asing.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!