JANGAN LUPA UNTUK SELALU MEMBERIKAN DUKUNGANNYA YA...!!!
Lin Yao seorang blogger makanan didunia modern Time Travel kenegeri kuno, menjadi seorang wanita muda miskin.
Berawal hanya dengan sebuah sendok, ia menghasilkan uang sepenuhnya melalui Hobby & kecerdasannya dalam makanan.
Lin Yao memanfaatkan keterampilan memasaknya untuk bisa bertahan bertahan hidup didunia yang baru ia pijaki.
Bukan cuma untuk dirinya seorang, tapi juga bagi keluarganya.
Bagaimana kah kisah perjalan Lin Yao diDunia kuno...?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delia Ata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
31
Seperti biasanya, ketiga saudara berangkat lebih awal dari rumah, agar tempat mereka tidak diserobot orang lain seperti tempo lalu.
Kejadian Sun Dafu, sedikit memberi pelajaran bagi mereka akan pentingnya waktu.
Setelah kios berdiri, barang-barang sudah tertata rapi. Seorang pelanggan datang menghampiri.
"Salam tuan muda..!" sapa tiga saudara.
Xu Fang Zhi mengangguk dengan tersenyum ramah.
"Nona, apa kau tidak membawa minuman hari ini..?" tanya Xu Fang Zhi menelisik meja kios tiga saudara.
Lin Yao menggeleng "Tuan muda, cuaca semakin dingin, jadi minuman itu tidak cocok untuk dijual lagi. Tapi sekarang aku memiliki hidangan baru, nasi goreng perut babi. Apakah tuan muda mau mencobanya..?"
"Sayang sekali, padahal putraku sangat menyukai minuman itu." Xu Fang Zhi mengerutkan kening, ada sedikit penyesalan dalam suaranya.
Lin Yao tampak menyesal.
“Ah, Maaf tuan. Dimusim panas mendatang, aku pasti akan menyiapkan berbagai macam minuman untuk memuaskanmu. Hari ini, mungkin tuan berkenan untuk mencoba nasi goreng kami..?"
Xu Fang Zhi mengangkat alisnya tinggi “Apa itu nasi goreng..?"
Lin Yao langsung memperkenalkannya dengan antusias
“Nasi goreng perut babi adalah-----
Lin Yao dengan antusias menjelaskan apa itu nasi goreng, sudah barang tentu dibumbui cerita dusta sedikit. Karena tidak mungkin gadis itu menjelaskan jika nasi goreng makanan khas dari negara mana dan abad keberapa.
"Untuk porsi besar harganya sepuluh wen, porsi sedang tujuh wen dan porsi kecil empat wen."
"Jika tuan ragu, bisa memesan porsi kecil terlebih dulu untuk sekedar mencicipinya."
“Aku sudah pernah merasakan masakanmu sebelumnya, aku percaya jika kali ini juga pasti seenak biasanya." Xu Fang Zhi tersenyum.
“Berikan aku dua porsi besar nasi goreng, dua porsi jeroan babi rebus, dan dua sandwich bakpao komplit. Bawa semuanya kewarung bubur disebelah.”
"Tuan, ada porsi besar untuk jeroan babi rebus. Per satu jin dua belas wen, apa tuan mau..?"
"Oke, kalau begitu dua jin jeroan babi rempah."
Senyum Lin Yao terbit sampai kemata "baik tuan...!"
Xu Fang Zhi dan Jin Yu bergeser kekios bibi Lie yang menyediakan tempat duduk lalu memesan dua mangkuk bubur ikan.
Lin Yao bergerak lues memasak nasi goreng.
Lin Shun memotong jeroan babi rempah, menimbang lalu menyajikannya dimangkuk. Lanjut meracik sandwich bakpao komplit.
Meski suka seenak hati menawar, tapi Xu Fang Zhi sungguh amat murah hati hari ini. Ia bahkan rela menghabiskan enam puluh wen untuk satu kali makan.
Keterampilan Lin Yao dalam membuat nasi goreng menggunakan piringan besi, menarik perhatian orang-orang disekitarnya.
Terlebih ketika aroma bumbu dan minyak serta daging mulai mengudara, semua insan kompak menoleh.
Para pejalan kaki, menghentikan langkah.
Semua menghirup aroma lewat udara sembari memejamkan mata.
Nasi goreng matang, tersaji menggoda dimangkuk.
Lin Yao dan Lin Song langsung mengantarkan pesanan kewarung bibi Lie.
Didalam warung bubur, banyak pengunjung yang tergiur dengan makanan yang dibawa kakak-beradik itu.
"Nasi ini terlihat sangat lezat." komentar seorang pemuda.
"Ini nasi goreng perut babi, makanan baru dari kios sebelah. Selain itu ada jeroan babi rempah juga sandwich bakpao, semuannya enak." sahut Xu Fang Zhi bangga, seolah-olah ia pemilik kiosnya.
Aroma masakan buatan Lin Yao memenuhi kios bibi Lie. Semua pelanggan menelan ludah nikmat, apa lagi melihat tampilan warna yang cantik. Membuat mereka ingin mencicipinya.
"Jeroan babi rebus ini benar-benar enak, tidak berbau dengan tektur yang lembut." pamer Xu Fang Zhi sembari mengunyah.
Jin Yu terkekeh, melihat tingkah konyol majikannya.
Para pengunjung saling melirik, lalu mendengus sengit.
Xu Fang Zhi beralih kesandwich bakpao, kemudian kenasi goreng.
"Wow, luar biasa. Nasi goreng ini benar-benar enak."
Lagi dan lagi, Fang Zhi menjejalkan makanan yang dipesan secara bergantian.
Melihat cara makan pria itu, orang-orang sekitar makin menelah ludah iri saja.
"Melihat cara makanmu begitu, aku jadi ingin mencobanya." kata seorang pria tua.
Seorang wanita disebelahnya turut menimpali "Ya, kelihatannya enak. Aku akan membelinya untuk dibawa pulang, agar keluargaku bisa menikmatinya juga."
Dengan semua ikut berkomentar, semakin banyak orang mulai memesan nasi goreng perut babi.
Lonjakan pelanggan yang memesan nasi goreng, membuat Lin Yao sangat sibuk.
Tadinya tiga saudara berpikir akan menghabiskan banyak waktu untuk mempromosikan nasi goreng.
Namun faktanya, tapi susah payah membujuk, pelanggan sudah berdatangan.
Sepertinya tiga saudara harus kembali mengucapkan terimakasih kepada Xu Fang Zhi.
Atau akan memberi pria itu lebih banyak lagi diskon.
Dalam waktu kurang dari empat puluh menit, stok nasi yang dibawa tiga saudara habis terjual.
Mendadak, naluri Lin Yao dipenuhi kecurigaan.
Xu Fang Zi hanya pernah membeli makanan dari kiosnya beberapa kali sebelumnya, itu pun cuma panekuk dan minuman. Meski pun setiap pembelian selalu dalam jumlah banyak, pria itu tak pernah tinggal lama.
Tapi kali ini, Xu Fang Zhi bukan hanya memesan banyak, tapi juga sampai makan diwarung bibi Lie dan membantu promosi, memuji makanannya dengan berlebihan.
Mereka tidak sedekat itu, sampai harus membuat orang membantu tanpa ada maksud tujuan.
semangat trs updatenyaaa 💪