Keyvandi Orion Eduardo atau didunia entertainment lebih dikenal dengan nama Orion Key merupakan seorang musisi terkenal dengan berbagai macam prestasi yang ia miliki. Kehidupan yang jauh dari berbagai macam isu tidak mengenakkan serta keramahannya membuat lelaki berumur 25 tahun itu banyak disukai oleh berbagai kalangan.
Namun, bagaimana jika semua citra yang telah ia bangun itu mendadak sirna. Ketika ia tanpa sengaja bertemu dengan seorang gadis SMA yang bahkan belum berumur 18 tahun. Perlahan berbagai macam fitnah dan isu buruk tentangnya mulai tersebar. Sehingga membuat ia dicap sebagai musisi dengan scandal terburuk sepanjang masa.
Disisi lain, seorang gadis SMA dengan nama Despina Elara Faye yang juga merupakan adik tiri dari salah satu musisi yang iri akan karir Keyvandi terpaksa menuruti perintah kakaknya untuk mendekati Keyvandi dan menghancurkan karirnya perlahan. Jika tidak, maka siksaan akan terus ia dapatkan.
Lalu, bagaimana kisah selanjutnya? Baca yuk!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nevera, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 2
"Apa Orion Key sudah siap?" Tanya seorang panitia konser amal itu sambil memasuki ruangan khusus untuk Keyvandi, ketika Keyvandi baru selesai dengan baju perform yang ia kenakan. Lelaki itu mengenakan setelan kemeja berwarna putih dengan celana bahan berwarna hitam dengan sepatu putihnya, ditambah dengan model rambut yang pas membuatnya ketampanannya bertambah terlihat berkali-kali lipat.
Hari ini Keyvandi dan beberapa artis dari Asia bekerjasama untuk mengadakan konser amal. Dimana nantinya uang yang didapat dari konser amal itu akan diperuntukkan untuk korban peristiwa perang antar negara yaitu Rusia dan Ukraina.
"Sebentar lagi." Ujar seorang hairstylist sambil menata sedikit rambut milik Keyvandi.
"Baiklah, setelah penampilan dari Roy Kim, Orion Key langsung naik keatas panggung." Panitia tadi kemudian kembali sibuk dengan handy talky yang sedari tadi ia genggam.
Keyvandi menghembuskan napasnya pelan, lelaki itu telah siap. Lalu ia berjalan ke dekat tangga backstage. Salah satu panitia memberikan gitar andalan lelaki itu, dan diterimanya dengan senang hati.
Roy Kim menyelesaikan bait akhir lagunya, kemudian mengakhirinya dengan indah. Setelahnya salah satu penyanyi dari Korea Selatan itu membungkukkan badannya mengucapkan terimakasih.
Ketika Roy Kim turun dari panggung, lelaki itu berpas-pasan dengan Keyvandi sambil mengucapkan semangat kepadanya. Keyvandi hanya membalas dengan senyuman tipis, karena lelaki itu benar-benar gugup sekarang. Padahal ini bukan konser pertamanya, ia sudah seringkali mengadakan konser. Tapi entah apa yang terjadi padanya. Biasanya, anggota keluarganya akan datang untung memberikan semangat kepadanya, tapi untuk saat ini mereka sedang disibukkan dengan urusan masing-masing, untuk itu Keyvandi sekarang hanya ditemani Lia sang manajer yang juga merangkap sebagai asistennya itu.
Lampu panggung dimatikan, Keyvandi menaiki panggung dengan senyuman yang tidak lepas dari bibirnya. Ketika alunan merdu suara gitar miliknya berbunyi bersamaan dengan perlahan lampu mulai menyala dan lelaki itu menyanyi dengan suara yang indah. Sebisa mungkin lelaki itu bersikap seolah semua biasa saja. Ribuan penonton memenuhi lapangan indoor tempat konser itu diadakan. Banyak diantara mereka datang jauh-jauh dari negara asal mereka hanya sekedar untuk melihat penampilan idola mereka. Para penggemar itu mengangkat tinggi-tinggi poster yang menampilkan foto para idola mereka hingga ribuan lampu lightstick yang memenuhi gedung itu. Tidak lupa, para penggemar itu juga selalu ikut menyanyi bersama ketika sang idola membawakan lagu.
Keyvandi juga merasakan hal yang sama, ia bernyanyi dengan sepenuh hatinya. Bayangan para korban perang antar negara Ukraina dan Rusia membuat lelaki itu meneteskan airmata. Penggemar lelaki itu yang disebut Yo'rion, melihat Keyvandi menangis juga tidak dapat menahan untuk tidak ikut menangis. Suara Lelaki itu begitu lembut, ditambah lagi dengan alunan nada mellow berjudul "Tears" yang dibawakan oleh lelaki itu.
Keyvandi membawa semua orang ikut masuk kedalam makna dari lagu yang ia bawakan. Lelaki itu menyanyikan dengan sempurna sampai akhir. Tepat ketika musik berhenti, Keyvandi tersenyum sangat lebar kepada para penontonnya, bersamaan dengan itu tepuk tangan para penonton menggema di seluruh ruangan Indoor itu. Keyvandi masih berada di atas panggung, lelaki itu memberikan sedikit pesan kesan kepada penggemarnya maupun penonton yang hadir di acara konser amal itu, lelaki itu mengucapkan banyak terimakasih karena ternyata masih banyak orang yang peduli dengan saudara-saudara jauh yang terkena dampak perang Ukraina dan Rusia, Keyvandi merasa terharu.
Keyvandi turun dari panggung menuju backstage, lalu berjalan masuk kedalam ruangan khusus untuknya. Lelaki itu bernapas lega, beberapa panitia dan juga teamnya mengucapkan selamat pada lelaki itu karena ia berhasil membawa semua orang ikut masuk kedalam makna lagu yang ia nyanyikan.
"Ini semua juga berkat kerja keras kalian." Ujar lelaki itu sambil duduk dikursi ruangannya itu.
"Kau ini selalu seperti itu, padahal ini juga karena dirimu yang berbakat." Ucap salah satu panitia tidak habis pikir. Bagaimana tidak, setiap kali lelaki itu berhasil dengan penampilannya ia selalu memuji semua teamnya. Padahal yang banyak mengeluarkan ide adalah dirinya sendiri.
"Aku merasa senang bisa bergabung di acara yang begitu istimewa ini."
"Dimana Lia?" Tanya lelaki itu secara tiba-tiba, sambil menatap seluruh ruangan ketika ia tak menemukan keberadaan manajer dan asistennya itu.
Ceklek
"Aku disini." Ujar seorang gadis berambut pendek sambil membawa sekotak kado berukuran besar, tidak lupa senyuman manis yang bertengger di wajah gadis itu.
Gadis itu berjalan mendekati Keyvandi sambil tersenyum. "Aku tadi dari luar sebentar. Oh ya, ini ada kiriman kado untukmu."
Keyvandi mengerutkan keningnya,lelaki itu meraih kado yang diberikan oleh Lia itu. "Tidak ada nama pengirimnya." Heran lelaki itu.
Lia mengedikkan bahunya, gadis itu langsung duduk disalah satu bagian sofa diruangan itu. "Aku tidak tau, itu tadi aku dapat dari satpam diluar."
"Ya sudahlah, mungkin ada didalam. Simpan saja terlebih dahulu. Jika waktu luang nanti akan aku buka. Sekarang aku bersiap mengganti pakaian ku dahulu, sebentar lagi aku akan kembali tampil." Ujar lelaki itu.
Setelahnya, Keyvandi dibantu beberapa orang yang bertugas untuk merubah penampilannya. Lelaki itu memang selalu tampan mengenakan apapun, orang-orang berdecak kagum melihatnya keluar dari ruang ganti mengenakan setelan Jas. Kali ini ia akan berduet dengan Tulus, RossaGita Gutawa, Isyana Sarasvati, IU, Roy Kim, dan masih banyak lagi artis dari Asia diiringi oleh permainan piano dari salah satu pianis terkenal di Asia, dengan menyanyikan lagu andalan pemersatu bangsa dengan judul "Heal The World" milik Michael Jackson.
Semua penonton yang berada di gedung itu bersorak-sorai melihat para penyanyi favorit mereka. Dimulai dari Tulis yang muncul di atas panggung dengan menyanyikan lirik awal lagu, lalu dilanjutkan oleh Roy Kim, Rossa, Raisa, IU, sampai Orion Kim. Tidak hanya mereka saja, bahkan pada penonton ikut bernyanyi bersama.
Beberapa saat kemudian, sampailah mereka pada bagian akhir lirik lagu, dua orang pembawa acara memasuki panggung, di sana para artis yang menyanyikan lagi Heal The World diminta tinggal sebentar di atas panggung dan diwawancarai, dimulai dari Tulus yang ditanya mengenai arti dari persaudaraan menurutnya, Rossa yang juga sama.
"Nah, kalau dari artis pendatang baru kita nih, ada Orion Key, Orion Key ini adalah musisi muda berbakat sekali ya James, namanya akhir-akhir ini benar-benar sedang naik daun," Ujar pembawa acara wanita konser amal itu.
"Benar sekali Monita, bahkan Orion Key ini memecahkan rekor video klip yang menempati posisi pertama secara sebulan penuh di urutan nomor 1 se-Asia, wow. Tepuk tangan yang meriah untuk Orion Key."
Orion hanya tersenyum tipis, menurutnya hal ini adalah pencapaian yang luar biasa, semua yang sudah ia capai di hidupnya juga tidak lepas dari doa kedua orangtuanya, dan Keyvandi sangat bersyukur akan itu.
"Kalau menurut Orion Key sendiri bagaimana nih, persaudaraan menurut kamu apa sih?"
Orion tersenyum menanggapi pertanyaan dari pembawa acara wanita itu, "Kalau menurut aku sendiri, persaudaraan itu bukan hanya saudara karena kamu lahir dari orangtua yang sama, tapi saudara itu adalah kita semua, seluruh dunia, kita ini saudara."
"Wah, benar-benar jawaban yang bagus ya, pantas saja banyak yang menyukai Orion Key, selain karena ia ketampanannya, Orion adalah orang yang ramah dan baik hati."
Semua penggemar Keyvandi merasa bangga dengan idolanya itu, mereka memang selama ini tidak salah mengidolakan seseorang.
"Baiklah, kalau begitu untuk para musisi boleh kembali ke backstage ya, dan untuk para penonton, jangan kemana-mana karena akan ada keseruan lainnya di konser amal ini, tetap bersama di konser amal untuk korban perang Ukraina-Rusia."
***
"Sial, kenapa dia yang di undanh di acara itu, aku sudah susah payah membangun mimpiku, tapi masih kalah dengan anak baru itu"
Lelaki itu kesal dan langsung mematikan televisinya.
"Lihat saja apa yang akan kulakukan, kau pasti akan segera hancur di tanganku."
***
Keyvandi kembali dari Konser amal ketika menjelang Subuh. Konser amal yang dilakukannya bersama musisi-musisi terkenal Asia itu berjalan dengan lancar tanpa kendala apapun. Lelaki itu sangat bersyukur, meskipun tubuhnya sangat lelah tapi ia puas dengan hasil yang diperoleh. Dana yang didapat juga lumayan banyak, dan nanti akan segera disalurkan oleh pihak penyalur dana langsung kepada Korban peristiwa perang Ukraina dan Rusia.
Lelaki itu berada didalam mobil miliknya bersama supir dan juga dua orang bodyguardnya. Sedangkan manajer yang merangkap sebagai asistennya sudah terlebih dulu mereka antarkan kembali kerumahnya. Keyvandi kali ini memilih untuk kembali kerumah milik kedua orang tuanya saja. Lagipun 3 hari kedepan ia akan bebas dari jadwalnya. Sehingga ia akan menghabiskan waktu istirahatnya bersama keluarganya. Di saat lelah seperti ini, rumah yang paling baik adalah keluarga, dan ia bersyukur memiliki keluarga yang lengkap, ia tidak kekurang kasih sayang dari kedua orangtuanya maupun saudara-saudaranya.
Mobil yang ditumpangi oleh Keyvandi sampai didepan gerbang rumah orang tuanya. Tidak lama setelahnya, gerbang itu terbuka dan mobil Keyvandi masuk kedalam halaman rumah mewah itu.
Ketika mobilnya berhenti, Keyvandi turun dari mobil. Tidak lupa ia menyuruh Bodyguard dan juga supirnya untuk istirahat. Lelaki itu menekan Bel rumah milik orang tuanya itu beberapa kali.
Pintu terbuka menampilkan wanita paruh baya yang masih terlihat muda dan cantik dengan tubuh mungilnya itu. Keyvandi tersenyum lalu memeluk wanita itu.
Wanita tadi kaget, Namun kemudian tersenyum. "Apa kau lelah sayang?" Tanya wanita itu sambil mengusap pelan rambut putranya itu. Putra keduanya yang sekarang sudah dewasa, bahkan lelaki itu sudah memiliki tempat tinggal sendiri dan menjadi lelaki sukses. Keana bersyukur, Keyvandi menjadi lelaki bertanggungjawab, ia menjalani hidupnya dengan sangat baik, tidak pernah bersifat sombong meskipun ia sekarang banyak disukai oleh banyak orang. Bagi Keana, putranya itu tetaplah seperti bayinya, anak kecil yang selalu membutuhkan kasih sayang darinya, ibu yang melahirkan dan membesarkannya.
Vandi menganggukkan kepalanya, "Sangat Mi, tapi Vandi bahagia ketika orang lain juga bahagia." Ujar lelaki itu sambil melepas pelukannya dari sang ibu.
Keana Tersenyum, lihatlah, bukankah putranya ini sangat baik hati bukan. "Kalau begitu istirahatlah, sekarang masih pukul 4 subuh." Ujar Keana ibu dari Keyvandi.
Lelaki itu mencium pipi sang ibu, lalu beranjak menaiki tangga dan masuk kedalam kamarnya yang terletak disebelah kamar adik perempuannya.
Tok Tok Tok
Suara ketukan pintu itu mengganggu Keyvandi yang ingin beristirahat, lelaki itu baru saja membersihkan tubuhnya agar ketika tidur terasa lebih nyaman.
Pintu terbuka, menampilkan sang ibu dengan menbawa bungkusan kado, "Ini punya kamu kan nak?"
Keyvandi tersenyum menerima bungkusan kado itu, "Iya Mi, dimana Mami menemukannya?" Tanya lelaki itu, seingatnya tadi ini kado yang Lia berikan kepadanya, kado tanpa pengirim yang ia maupun Lia tidak tau dari siapa.
"Tadi supir pribadimu memberikannya pada Mami, katanya ini miliknya, maka dari itu Mami langsing membawanya ke kamarmu, mungkin saja kau ingin membukanya."
Sebenarnya bukan hanya ini saja jadi yang lelaki itu dapatkan, masih banyak lainnya, tapi memang yang tertinggal di mobilnya hanya satu kado itu, sedangkan yang lainnya sudah ia suruh Lia membawanya, nanti ia akan unboxing kado-kado itu di apartemen miliknya.
"Yasudah, kamu sekarang lebih baik istirahat saja, Mami juga akan melanjutkan istirahat," Ujar Keana keapada putranya itu.
"Terimakasih Mi, selamat istirahat Mami."
Keyvandi hanya diam, lelaki itu menatap pada kado berukuran sedang dengan kotak berwarna pink itu yang ada di hadapannya. Lelaki itu sebenarnya ingin langsung istirahat, tapi entah mengapa ia penasaran dengan isi kado itu.
Perlahan, Keyvandi membuka kado itu, setelah ia membukanya, ternyata isi dari kado itu adalah sebuah jam tangan mewah, jam tangan keluaran terbaru yang menjadi incarannya, ya, Keyvandi sangat menyukai mengoleksi jam tangan. Lelaki itu tersenyum, para penggemarnya itu memang sanagat baik-baik. Tapi, perhatian Keyvandi tertuju pada kertas putih yang ada diantara kertas-kertas bawaan jam itu, Keyvandi mengambilnya dan membuka kertasnya. Mata lelaki itu membelalakkan matanya tajam. Isi surat itu mampu membuat jantungnya serasa ingin copot, bagaimana tidak, ternyata surat itu di tulis menggunakan tinta darah dari penggemarnya itu. Reflek, Keyvandi melempar surat itu, lelaki itu terdiam ditempatnya mencerna apa yang baru saja ia alami. Apakah ini sebuah terror, tapi jika terror mengapa seperti ini.
Dear Orion Key
Aku sangat mencintaimu, apapun akan aku lakukan untuk mendapatkanmu. Aku membekikanmu hadiah istimewa sesuai dengan yang sedang kau inginkan. Aku sengaja menulis surat ini dengan darah jari telunjukku yang aku sayat dan kujadikan tinta, bukankah itu hal yang istimewa? Kau harus tau, sampai kapanpun tidak ada yang boleh memilikimu selain diriku. Oh ya, kau harus tau, jika setiap langkahmu, napasnu, detak jantungmu, aku akan ada di sana, aku tidak akan pernah menjauh dari hidupmu. Surat ini adalah awak dari rasa cintaku yang besar padamu.
From Your Secret Admirer
N
Keyvandi tidak habis pikir dengan cara dari orang yang menulis surat untuknya itu, mengapa nekad melakukan hal gila seperti ini. Tapi akhirnya Keyvandi memilih untuk tidak terlalu menggubrisnya. Lelaki itu sudah sangat lelah, Keyvandi merebahkan tubuhnya ditempat tidurnya. Tanpa sadar perlahan lelaki itu mulai kehilangan kesadarannya, sampai akhirnya ia terlelap dengan nyenyak. Lelaki itu tidak mengetahui jika ia selalu dalam pengawasan seseorang.
"Kau sangat tampan, dan hanya aku yang boleh memilikimu."
.
.
.
TBC