Nando menatap tubuh sang istri yang terbaring dengan tubuh penuh nanah dan tidak pernah berhenti merintih, sudah dua bulan ini Yuli terus aja menderita dengan rasa sakit begitu panjang dan ini semua tidak tahu datang dari mana.
Yuli adalah wanita yang tipe tidak pernah keluar rumah untuk urusan jalan-jalan atau yang membuang waktu, dia hanya diam di rumah dengan penampilan sederhana serta tidak banyak bertingkah namun mendadak saja sekarang jadi sakit seperti itu dan kabar beredar bahwa dia sedang di santet.
Siapa kah yang sudah menyantet Yuli?
Benarkah bahwa Yuli memang terkena santet?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33. Kembang kunyit
Braaaaak.
Braaaaak.
Sadewa terus menggila Karena dia sudah tidak bisa mengendalikan emosi ketika melihat bayi bajang itu yang terus saja membuat masalah seperti itu, sejak tadi dia sudah berusaha untuk sabar agar tidak terbawa emosi seperti ini namun nyatanya bayi bajang ini tidak bisa untuk di ajak kompromi sehingga mau tidak mau emosi ular satu ini meledak tidak karuan.
Yuli yang telah dikuasai bayi bajang itu hanya bisa terus mengelak karena dia juga tidak menyangka bahwa kekuatan dari ular satu ini masih begitu paten dan sanggup mengejar dia ke sana kemari, hanya Niko dan yang lain yang masih tidak percaya bahwa ini semua terjadi di dalam hidup mereka.
Melihat Yuli yang masih terus berusaha untuk menghindar maka Sadewa memikirkan cara paling tepat untuk menangkap wanita itu lalu merebut paksa tubuh Yuli dan mengeluarkan bayi bajang dari dalam sana, bila sudah keluar dan tertangkap maka Sadewa akan merasa begitu lega saat ini.
Yang membuat kesal itu nanti adalah sudah bersusah payah untuk menangkap Juli tapi ternyata bayi bajang begitu licik dan dia kabur begitu saja dari hadapan Sadewa, jadi jelas tidak mungkin itu bisa di lakukan dengan sangat mudah karena ini semua telah bersangkutan dengan jiwa manusia yang begitu rapuh sekali.
"Aku harus memikirkan cara yang tepat untuk menangkap Yuli sekarang." batin Sadewa.
"Apa aku gunakan ekor ini saja untuk membelit tubuh dia?" pikir Sadewa karena memang harus segera menangkap.
Bila sudah terkena cengkeraman dari ekor ular maka pasti Yuli sudah tidak bisa kabur lagi dari tempat ini, kamu resiko yang harus dihadapi adalah patah tulang karena belitan ekor tidak pernah bisa pelan sehingga Sadewa masih terus memikirkan hal itu dengan sangat teliti agar dia jangan sampai melukai tubuh Yuli yang sudah rusak parah akibat siksaan dari bayi bajang kiriman seseorang yang tidak menyukai wanita tersebut.
"Kenapa kau diam saja ular tidak berguna?" Yuli tertawa licik.
Srooooottt.
Wuuussssh.
"Bangsat ini, dia pikir kau menyiram aku dengan darah sialan itu!" Sadewa memaki karena mau di semprot darah.
"Hahaaaaaa...makan ini semua, para manusia bajingan yang sudah membuat Ibu ku menangis!" bayi bajang sangat girang.
"Ibu? berarti benar dia sudah di kendalikan oleh seseorang dan mungkin orang itu sakit hati pada Yuli." batin Sadewa segera menghilang dari pandangan.
"Kemana kau ular bajingan? aku tidak akan peduli walau kau bisa menghilang dari pandangan mata!" bentak Yuli pada Sadewa yang ada di hadapan dia.
Wuuuuttt.
Greeeeeep.
"Tutup mulut sialan mu ini, kau hanya bocah kecil yang di peralat!" bentak Sadewa sudah mencekik leher Yuli.
Yudith yang melihat sang Mama di cekik seperti itu tambah kejer saja karena perasaan bocah satu ini begitu halus dan perasa, dia tidak pernah banyak tingkah sehingga ketika melihat Yuli sedang menderita seperti itu maka perasaan Yudith ikut sakit dan ingin membantu juga.
Bila di bandingkan dengan Nando yang tidak pernah peduli lagi sekarang terhadap Yuli maka Yudith jelas lebih baik karena dia bisa menjaga tapi hanya kemampuan itu yang dia miliki, Bunda saja dia sudah besar maka sudah pasti akan menjadi garda terdepan untuk Yuli yang tengah menderita akibat perbuatan sang suami.
"Mama sakit sekali di cekik seperti itu, Om." jerit Yudith sangat nelangsa.
"Jangan di lihat, tolong dengarkan Om ya." bujuk Niko yang panik juga.
"Aku takut Mama mati, tolong lah bilang sama Om itu jangan mencekik Mama." isak Yudith memeluk Niko sangat erat.
"Kasihan sekali kau, Nak! di usia yang sekecil ini harus menanggung derita." Niko juga sangat nelangsa.
"Bagaimana bila Mama mati? huhuhuuu aku tidak mau jadi anak tidak punya Mama!" rintih Yudith.
"Kita berdoa sama sama ya biar Mama bisa selamat, itu Om Dewa sedang menarik sesuatu di tubuh Mama." Niko dengan sabar menjelaskan pada Yudith.
Yudith hanya mengangguk saja tanpa berani menoleh lagi ke arah Yuli dan Sadewa karena dia tidak sanggup menyaksikan saat ini Sadewa yang terus mencekik Yuli dan membentak dengan suara sangat keras, Dewa emang Tengah berjuang untuk mengajak negosiasi terhadap bayi bajang itu dan tentu saja akal licik Dewa sudah mulai berjalan.
"Jangan terlalu bangga dengan ini semua karena kau tidak tahu bahwa hanya dijadikan alat saja." Sadewa mulai menghasut.
Sebab Dia sangat tahu bahwa bayi bajang begitu haus kasih sayang dari seseorang, dan kemungkinan besar saat ini dia sangat yakin bahwa orang yang telah menyuruh untuk melakukan kejahatan sangat menyayangi dia sepenuh hati tanpa ada keraguan sama sekali, padahal memang Ica tidak pernah suka kepada bayi tersebut karena menurutnya dia hanya menjadi beban yang tidak terkendali saja.
"Bila kau tidak menuruti permintaan dia maka sudah pasti kau akan di buang ke tengah laut sana." seringai Sadewa.
"Tidak, Ibu ku sangat sayang padaku!" bentak bayi bajang.
"Kalau kau tidak percaya dengan ucapan ku saat ini maka silakan buktikan saja kepada dia." tantang Sadewa.
"Aku tidak perlu pembuktian lagi karena dia memang sudah merawat aku dan menyayangiku dengan sangat tulus!" bantah bayi bajang.
"Benarkah? bila dia memang sangat menyayangi mu lalu kenapa dia tidak melahirkan mu saja ke dunia ini!" serang Sadewa kembali.
"Ka...karena...
"Karena kau sama sekali tidak pernah dia harapkan hadir di dalam hidup dia, kau harus sadar diri bahwa kehadiran mu ini hanya untuk di pergunakan secara licik saja!" seringai Dewa.
"Tidak mungkin, itu semua jelas tidak mungkin!" teriak bayi bajang tidak terima.
Wuuuuttt.
Buaaaaaaak.
Braaaaaaak.
"Ah bangsat ini, gerakan dia lincah sekali." Sadewa kena hantam tepat di bagian dada.
"Berani sekali kau berbicara buruk tentang Ibu ku, rasakan ini!" Bayi bajang itu sangat tidak terima.
Wuuuuuttt.
Wuuussssh.
Wuuusssh.
"Aaaaaagkkk!"
"Mas Sadewa!" Niko panik bukan main karena ekor Sadewa justru terbakar habis.
Sadewa menjerit keras dan berusaha untuk memadamkan api yang membakar ekor dia karena selama ini dia tidak pernah mengalami hal seperti ini saat bertarung dengan iblis atau bahkan manusia, ternyata bayi bajang tersebut mengetahui kelemahan yang dimiliki oleh Sadewa sehingga dia langsung menyerang menggunakan kembang kunyit.
"Rasakan itu." Yuli menatap kebencian dan segera menghilang dari pandangan mata.
"Mas Dewa! Yuli kau mau kemana?" Niko yang ada di bawah hanya bisa berteriak ketakutan.
"MAMAAAAAA...JANGAN PERGI KESANA!" Yudith juga berteriak sambil menangis.
"Ya Allah ini bagaimana jadi nya, astaga Mas Dewa!" Niko segera bangkit untuk melihat Sadewa dulu.
Anak buah ratu ular ini terdiam karena merasakan sakit dan juga malu karena sekarang dia harus kalah telak seperti ini di buat bayi bajang itu, selama ini tidak pernah ada yang tahu kelemahan dia kecuali Ratu ular itu sendiri namun ternyata bayi bacaan tersebut mampu melakukan penyerangan yang begitu luar biasa sehingga ekor dia terbakar dan merasakan sakit yang luar biasa.
Selamat siang besti, jangan lupa like dan komen kalian.
alamaaaak .... terlambat sedikit lagi pasti Niko akan mati Krn racun dr kaki seribu itu 😱😱
benar kn feeling ku kalau si Dukun itu belum mati walaupun sdh di tusuk lehernya sama pedang nya Bagas 😱😱
hantu baju hitam salah sasaran tuh 🤣🤣
apalagi si Kunti Hitam / gosong kn sempat mengejek si Dukun itu setelah Bagas pergi bawa Dewa
masih memikirkan nasib nya Niko ini yg ada di dalam sumur 😱
aku bisa membayangkan kesedihan nya Yudith 😔
kasian niko kena racun di kaki