NovelToon NovelToon
Kultivator Pengembara 2

Kultivator Pengembara 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Action / Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:9.9k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Lanjutan novel kultivator pengembara

Jian Feng berakhir mati dan di buang ke pusaran reinkarnasi dan masuk ke tubuh seorang pemuda sampah yang di anggap cacat karena memiliki Dantian yang tersumbat.

Dengan pengetahuannya Jian Feng akan kembali merangkak untuk balas dendam dan menjadi yang terkuat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8: Tarian Maut di Hutan

​Setelah pendaftaran turnamen yang diwarnai amarah dan sumpah serapah dari Xiao Zhen, Jian Feng memiliki waktu beberapa pekan sebelum keberangkatan ke arena utama.

Bagi orang lain, waktu ini adalah saat untuk beristirahat, namun bagi Jian Feng, ini adalah kesempatan untuk menyempurnakan raga "pinjamannya" ini melalui metode yang ekstrem.

​Pagi itu, kabut tipis masih menyelimuti kediaman Xiao saat Jian Feng melangkah keluar menuju gerbang utama.

Namun, langkahnya terhenti ketika sosok anggun dengan pakaian biru langit berdiri menghalanginya.

Qing Laoyue. Wajah cantiknya tampak kuyu, matanya yang berkaca-kaca menatap Jian Feng dengan campuran rasa cemas dan ketidakpercayaan.

​"Xiao Feng! Apa yang kau pikirkan?!" seru Qing Laoyue, suaranya sedikit bergetar. "Ikut turnamen itu sama saja dengan menyerahkan nyawamu secara sukarela. Tubuhmu baru saja pulih. Ikutlah denganku ke Manor Qing, aku akan melindungimu di sana. Jangan dengarkan ambisi ayahmu!"

​Jian Feng berdiri diam, ekspresinya sedatar permukaan telaga purba.

Ia menatap Laoyue bukan sebagai tunangannya, melainkan sebagai sosok yang terjebak dalam memori pria yang jiwanya kini ia gantikan. Ia berjalan perlahan melewati gadis itu tanpa menghentikan langkahnya.

​"Tenanglah," ucap Jian Feng dingin, namun ada nada berat di dalamnya. "Aku tahu apa yang kulakukan. Suatu saat nanti... aku akan memberikan 'Xiao Feng-mu' kembali padamu."

​Qing Laoyue terpaku. Kalimat itu terdengar sangat ambigu dan asing, seolah-olah pria di depannya ini bukanlah Xiao Feng yang ia kenal sejak kecil. "Apa maksudmu? Kau mau ke mana sepagi ini? Hei! Jangan masuk ke hutan itu sendirian, berbahaya! Aku akan ikut!"

​Jian Feng tidak menolak maupun menyetujui. Ia terus berjalan masuk ke dalam kegelapan Hutan Gagak Hitam, membiarkan Laoyue mengekor di belakangnya dengan pedang yang siap siaga.

​Di tengah hutan yang lembap, Jian Feng berhenti di sebuah area yang dipenuhi tanaman beracun.

Dengan tenang, ia mengumpulkan Rumput Darah Hitam dan Bunga Bangkai Tingkat Menengah.

Tanpa ragu, ia meremas tanaman-tanaman beracun itu hingga cairannya keluar, lalu mengoleskannya ke seluruh permukaan kulitnya.

​"Xiao Feng! Apa kau gila?! Itu racun korosif!" teriak Laoyue ngeri.

​Jian Feng mengabaikannya. Rasa terbakar mulai menjalar di kulitnya, memaksa Qi di dalam meridiannya bekerja sepuluh kali lebih cepat untuk menetralkan racun tersebut. Inilah cara Jian Feng menempa ketahanan fisiknya.

​Ia kemudian menoleh ke arah Laoyue, matanya tertuju pada pedang perak yang tersampir di pinggang gadis itu. "Boleh aku pinjam pedangmu sebentar?"

​"B-boleh... tapi untuk apa? Memangnya kau bisa ilmu pedang?" Laoyue menyerahkan pedangnya dengan ragu, tangannya gemetar melihat tunangannya yang kini bersimbah cairan hijau kehitaman.

​Jian Feng menggenggam hulu pedang tersebut. Seketika, aura di sekitar mereka berubah. Udara yang tadinya hangat menjadi sedingin es.

​GROOOAARRRR!

​Suara gemuruh langkah kaki terdengar mendekat. Tanah bergetar. Bau racun di tubuh Jian Feng telah menjadi umpan yang sempurna bagi puluhan Serigala Iblis Mata Merah yang haus darah.

​Jian Feng tersenyum tipis, sebuah senyuman yang tampak mengerikan dengan wajahnya yang mulai membiru karena racun. "Sudah kuduga, mereka memiliki selera makan yang bagus."

​Dalam satu kedipan mata, Jian Feng melesat. Gerakannya bukan lagi gerakan manusia, melainkan kilatan cahaya.

​SLASH!

​Hanya dengan satu tebasan melingkar, tiga kepala serigala iblis terbang ke udara. Jian Feng bergerak dengan presisi seorang dewa perang; setiap ayunannya tidak ada yang sia-sia.

Ia tidak hanya membunuh, ia sedang menari di tengah badai darah. Setiap kali pedangnya merobek dada makhluk itu, ia dengan cepat mengambil Inti Monster mereka.

​Qing Laoyue, yang berada di ranah Penyatuan Roh Tingkat 8, berdiri mematung. Matanya melotot tidak percaya. Kekuatan yang ditunjukkan Jian Feng secara teknis berada di bawahnya, namun teknik dan efisiensi serangannya berada di level yang tidak bisa ia bayangkan.

​"Bagaimana mungkin... Satu bulan lalu dia bahkan tidak bisa mengangkat ember air," gumam Laoyue shock.

​Seni Penghancur: Guntur Tirta

​Jian Feng melompat ke udara, menginjak kepala serigala terakhir yang tersisa. Di atas sana, ia merentangkan tangannya.

Elemen petir emas dan air bening mulai berputar di telapak tangannya, menyedot energi alam di sekitar hutan hingga menciptakan pusaran angin yang kuat.

​"Kalian terlalu lambat untuk ukuran pemangsa," desis Jian Feng.

​Bola energi itu membesar hingga seukuran roda kereta, memercikkan listrik yang menghanguskan daun-daun di sekitarnya.

Dengan gerakan santai namun penuh tenaga kinetik, Jian Feng menendang bola energi tersebut seperti pemain bola yang sedang melakukan tembakan voli.

​"Seni Puncak: Tendangan Guntur Pemusnah Alam!"

​DUARRRRRRR!

​Ledakan masif terjadi. Hutan itu berguncang hebat seolah-olah baru saja dihantam meteor. Gelombang kejutnya meratakan pepohonan dalam radius lima puluh meter, menyisakan sebuah kawah menganga yang mengeluarkan uap panas.

Puluhan serigala iblis itu musnah tanpa sisa, hanya menyisakan tumpukan inti monster yang berserakan.

​Jian Feng mendarat dengan anggun di tepi kawah. Ia melambaikan tangan, dan dengan kontrol Qi yang halus, semua inti monster itu terbang masuk ke dalam sakunya.

​Ia berbalik dan berjalan menuju Qing Laoyue yang masih berdiri mematung dengan mulut terbuka lebar.

Jian Feng dengan cekatan meramu beberapa sari tanaman herbal di tangannya, memadatkannya menjadi sebuah butiran pil biru kecil dalam hitungan detik.

​Tanpa peringatan, ia mendekat dan memasukkan pil tersebut ke dalam mulut Laoyue.

​"Tutup mulutmu, Laoyue. Nanti ada lalat yang masuk," ucap Jian Feng sambil tersenyum tipis.

​Ia kemudian mengusap kepala gadis itu dengan lembut, sebuah gerakan yang dulu sering ia lakukan pada murid-muridnya atau pada Lin Xue. "Anggap saja itu permen untuk menenangkan sarafmu. Dan terima kasih... artefak pemberianmu bulan lalu sangat membantu."

​Wajah Qing Laoyue memerah seketika hingga ke telinga.

Jantungnya berdegup kencang, bukan karena takut, melainkan karena getaran aneh yang baru pertama kali ia rasakan dari sosok "Xiao Feng" ini.

​Jian Feng mengembalikan pedangnya, lalu berjalan santai menuju kediaman Xiao seolah-olah ia baru saja menyelesaikan jalan-jalan pagi yang biasa.

Di balik sikap tenangnya, Jian Feng membatin, "Setidaknya tubuh ini mulai terbiasa dengan rasa sakit. Turnamen itu... akan menjadi panggung pertamaku untuk memburu jejakmu, Lin Xue."

1
MF
💪/Hunger//Hunger/💪💪💪💪💪💪
aku
sedikit
Agen One: Hehe, Nuhun pisan🤣🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
aku
ber arti adeganngewetidakpernahterjadiyathor
aku
lalu emas yg banyak itu,sdh masuk cincin ya thor.
thor lu kaya Jiang Feng
Ra_Lathia
knp jadi tubuh ganda, cb tetep pke tubuh satu tp kmdian jd kultivator yg menipu "penulis takdir", tp ttp bgus laah👍
Agen One: /Rice//Rice//Rice//Rice/
total 1 replies
Ra_Lathia
pembukaan season yang bagus👍
MF
💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪
Adibhamad Alshunaybir
mantap kak author lanjutkan up nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!