Seorang Dokter Jenius dari masa depan bereinkarnasi kembali ke dalam raga seorang putri bangsawan, yang menikah dengan pria yang sangat membenci dirinya. Hingga pada suatu hari yang nahas, dia pun diasingkan ke sebuah wilayah terkutuk bersama pelayannya, karena tuduhan.yang keji.
*
"Aku tidak akan menyerah! Sudah diberi kehidupan dan kesempatan kedua, masa harus aku sia-siakan?"
*
Jadilah saksinya, wahai langit! Jika aku, akan mengguncang dunia kuno ini dengan semua keahlianku!"
*
"Nona, tapi Anda tidak bisa apa-apa, loh!"
*
"Tenang saja ... Dewa memberkatiku dalam komaku kemarin, dan aku akan menunjukkan keahlianku!"
*
Bagaimana kisah si Dokter Jenius ini di dunia kuno yang tidak terdapat di dalam sejarah Kekaisaran?
*
Apakah dia mampu membangun kekuatannya sendiri di sana?
*
Ikuti kisah si Dokter Bar-bar hanya di sini ...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurora79, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 03: RUANG AJAIB!
***
Anlian masih memejamkan matanya, ketika tiba-tiba ...
DUM!
Suara dentuman mengguncang kesadarannya dengan hebat.
Anlian: " ... " !!??!!!
"Suara apa itu?" ujarnya sambil berusaha bangkit dari rebahnya.
Keadaan di sekitarnya mendadak terasa hening.
Bukan hening biasa, melainkan hening yang kosong, seolah dunia luar menghilang.
"Nona ...?!"
Suara Yaoyao tiba-tiba terdengar samar, seperti datang dari kejauhan.
"Nona Duxin?" panggil Yaoyao sekali lagi.
Anlian mencoba untuk membuka matanya, namun yang dia lihat bukan lagi langit-langit kayu lapuk.
Melainkan ...
Sebuah cahaya berwarna putih!
"Apakah aku kembali mati?" gumam Anlian.
Cahaya itu tidak terlalu menyilaukan, namun terasa hangat, murni, dan teratur.
"Tempat apa ini? Apakah ini dunia sebelum penghakiman?" gumam Anlian kembali.
Sebelum otak jeniusnya ngawur kemana-mana, terdengar sebuah suara statis datar ala komputer pentium dua di tahun dua ribuan.
[Kondisi Jiwa terdeteksi stabil]
[Identitas Pengguna: LIANG YUE—Berhasil terkonfirmasi]
Anlian terpaku dengan mulut terbuka lebar.
"Eh, ... Suara ini ... kaya kenal deh?!" gumam Anlian.
Tanpa menunggu lebih lama lagi, suara itu kembali terdengar, seolah-olah memiliki kesadaran sendiri.
[Memulai Proses Aktivasi Kembali Ruang Dimensi Universal Terbaik]
[Tiga ... Dua ... Satu ... Ruang Dimensi Universal Siap Digunakan]
"Oh My God! Jangan-jangan ini ..."
Sebelum dia sempat berpikir jauh, cahaya yang ada dihadapannya ... meredup.
Dan memperlihatkan sebuah ruangan luas berdinding baja putih yang mengkilap.
Ada dua buah meja operasi yang terbuat dari stainless, lampu bedah bundar yang menggantung, monitor denyut jantung, dan rak instrumen medis yang tersusun rapi.
Anlian menatap ke arah sekelilingnya dengan mata bergetar bahagia.
"I—ini ... ini adalah ruang operasi pribadiku di dunia modern ..." gumam Anlian sambil meraba semua alat-alat yang ada di sana dengan perasaan haru.
Bagi Anlian, laboratorium miliknya adalah yang paling berharga dibandingkan uang, walaupun semua barang yang dibuat olehnya disana menghasilkan uang.
Langkah kakinya terdengar menggema diruangan tersebut.
Tak ... Tak ... Tak ...
"Tidak mungkin! Ini ... ini persis sekali dengan—"
Anlian memutar tubuhnya ke arah belakang, dan tepat dihadapannya, ada sebuah pintu kaca otomatis yang terbuka perlahan.
Dibalik pintu itu tenyata ada ...
"Laboratorium canggihku!" seru Anlian.
Laboratorium itu sangat lengkap isinya, dari inkubator kultur sel, mikroskop elektron, mesin analisis molekuler, dan lemari obat dengan ribuan botol berlabel bahasa dunia modern.
Anlian tertawa pelan, namun semakin lama semakin kencang.
"Hahaha ..."
"Hahahahaha!!!"
"Aku tahu!" seru Anlian bahagia.
"Aku tahu Engkau tidak akan meninggalkanku begitu saja, tanpa memberikan hadiah dikehidupan keduaku ini.
"Ini adalah Ruang Dimensi Universal yang baru aku kembangkan, dan belum disempurnakan. Tapi, lihatlah sekarang ... Ruang Dimensi ini benar-benar sempurna di dalamnya! Terima Kasih, Tuhan ..."
[Ruang Dimensi ini sekarang terikat dengan Jiwa Pengguna]
[Status Ikatan: AKTIF]
"Apa?! Terikat ... dengan jiwaku?" tanya Anlian sambil menyentuh dadanya sendiri.
"Jadi bukan terikat dengan raga?"
[Anda Benar]
"Itu artinya ... Jika raga ini hancur, selama jiwaku selamat maka ..." ujar Anlian sambil menyipitkan matanya.
[Ruang Tidak Akan Hilang atau Hancur. Ruang Mempunyai Kesadaran Sendiri]
Anlian menghela napas lega ...
Sangat lega, karena akhirnya dia mendapatkan bantuan untuk bertahan hidup di dunia kuno ini.
"Haaah! Kaisar an-jing, Pangeran Rui, Selir Bai, dan Keluarga Besar Han beserta antek-anteknya ... Kalian sudah membuat kesalahan besar membuangku ke Wilayah Terkutuk ini! Kalian telah membuat permusuhan denganku, si Lotus Iblis-Duxin! Dan kalian semua akan menerima kematian yang sangat tragis! Hahahahahaha!"
♨
Anlian melangkahkan kakinya masuk ke dalam laboratoriumnya, dia menyentuh meja kerja itu dengan ujung jarinya.
"Semua ini adalah alat-alat canggih pemberian Pemerintah ..." gumamnya.
"Bahkan sekarang lebih lengkap daripada sebelumnya."
[Ruang ini sudah siap untuk digunakan]
[Apakah Anda ingin melakukan pemindaian raga Anda saat ini?]
"Ya, pindai sekarang!" jawab Anlian tanpa ragu.
Blam!
Sebuah cahaya berwarna biru langsung menyelimuti raga barunya saat ini.
[Scanning Raga Dimulai]
Bip ... Bip ... Bip ...
Layar holografik muncul di udara.
[Mengurai Diagnosa]
[Terdapat Racun Kronis Level Tinggi]
[Jalur Meridian Tersumbat Racun Sekitar 78%]
[Defisiensi Energi Vital Sangat Kritis]
[Tidak Dapat Melakukan Kultivasi Dengan Cara Standar. Pemindaian Selesai]
Anlian mendengus dingin, saat mendengar hasil pemindaian tersebut.
" Hmmp! Hasilnya sesuai dengan dugaanku sebelumnya ..."
[Saran Pengobatan: Prosedur Pemurnian Racun dan Rekonstruksi Meridian yang rusak]
"Apakah semuanya bisa dilakukan tanpa energi spuritual?" tanya Anlian.
Suara statis terdengar untuk menjawabnya.
[Metode Alternatif Tersedia]
Alis indah Anlian terangkat, saat mendengar jawaban itu.
"Metode Alternatif? Metode apa itu?" tanya Anlian kembali.
[Metode Pengobatan Alternatif: Stimulasi Bio-Energi dan Obat Molekuler]
Anlian pun tertawa kecil, ketika mendengar metode tersebut.
"Hahahaha ... Para Kultivator pasti akan muntah darah, jika mereka mendengar cara ini!"
Anlian melipat tangannya di depan dada.
"Kira-kira ... Berapa persen keberhasilannya?" tanya Anlian.
[73% dalam kondisi raga Anda saat ini]
"Bagaimana jika aku memodifikasi pengobatan itu sendiri?" tanya Anlian kepada sistem pintar yang dia buat.
[Sebagai Pemilik, Anda memiliki akses full terhadap sistem ini]
"Sebelum ke langkah selanjutnya, karena ruang ini aku yang menciptakan, maka ruang ini akan aku beri nama 'Ruang Ajaib' saja dan kamu aku beri nama 'T2", bagaimana?" ujar Anlian kepada suara sistemnya.
[Perintah diterima. Ruang Ajaib dan T2, siap melayani Anda]
Anlian menyeringai saat mendengar jawaban itu.
"Bagus T2! Kalau begitu, kita tingkatkan keberhasilannya menjadi 95%!" ujar Anlian memerintahkan sistemnya.
[Perintah diterima]
Saat Anlian ingin membuat racikan obatnya, tiba-tiba ...
"NONA!!!"
Suara Yaoyao terdengar menggema sangat keras di ruang ajaibnya.
Anlian tersentak kaget, dan dia merasa semuanya hancur seperti kaca.
"Ah—!"
Pyar!
"Nona Duxin?!" panggil Yaoyao kembali.
Anlian membuka matanya perlahan.
Langit-langit kayu yang usang kembali terlihat, dan Yaoyao sedang mengguncang bahunya dengan wajah panik.
"Nona! Bangun, Nona! Anda menutup mata lama sekali! Dan napas Anda ... napas Anda ..." Yaoyao menjelaskan dengan suara tercekat.
"Hey, tenangkan dirimu! Aku baik-baik saja ..." ujar Anlian dengan nada santai.
Yaoyao menatapnya dengan tatapan curiga.
"Apakah benar, Anda baik-baik saja? Hamba sempat merasa, jika aura Anda tiba-tiba menghilang tadi ..." tanya Yaoyao dengan nada selidik.
Anlian menolehkan kepalanya ke arah Yaoyao dengan cepat.
"Apakah kamu bisa merasakannya?"
"I—iya ... Se—sedikit ..." jawab Yaoyao dengan suara terbata.
"Seperti apa?" tanya Anlian.
"Seperti ... Nona tidak berada di dunia ini ..." jawab Yaoyao.
Anlian tersenyum, saat mendengar kepekaan pelayannya itu.
"Yaoyao hebat sekali! Memang benar, aku berada di sebuah dunia berbeda tadi ..." ujar Anlian dengan nada misterius.
Yaoyao terpaku ...
"Nona, tolong jangan bercanda ..."
"Yaoyao," panggil Anlian dengan suara lembut.
"Bagaimana jika aku bilang, bahwa aku punya dunia kecil di dalam jiwaku? Apakah kamu akan terkejut sampai pingsan?" tanya Anlian dengan mata mengerling nakal.
"Haah??!! Bagaimana maksud Nona?" tanya Yaoyao dengan wajah bodoh.
Melihat sikap pelayannya yang tidak se-antusias itu, akhirnya Anlian pun ... menyerah.
"Ah, sudahlah! Lupakan saja! Sekarang katakan, kamu membawa apa?" tanya Anlian sambil melirik ke arah keranjang.
Yaoyao langsung tersadar, dan dia buru-buru menyerahkan keranjang bambu yang dia bawa.
"Ada daun pahit, akar kering, jamur liar, dan kulit kayu hitam. Itu saja yang ada di dapur, Nona ..." jawab Yaoyao.
Anlian memeriksa isi keranjang itu sekilas.
" ... Cukup," ujar Anlian.
"Hah?!"
"Ini semua lebih dari cukup," ujar Anlian kembali.
Yaoyao menelan salivanya.
Gluk!
"Nona ... apa Anda benar-benar yakin, bisa membuat obat dari bahan-bahan itu?" tanya Yaoyao dengan nada hati-hati.
Anlian menatap Yaoyao sambil menyeringai tipis.
"Yaoyao ..." panggil Anlian dengan suara lembut.
"Jangankan dari bahan-bahan itu, aku bisa membuat obat ajaib hanya dari seonggok lumpur, dan membuat racun mematikan hanya dari udara yang kalian hirup ..." lanjut Anlian dengan senyum misterius di wajahnya.
Dalam kehidupan pertamanya, Liang Yue ini diberi julukan 'Dokter Gila', karena dia memang se-jenius itu dalam perkembangan eksperimen obat-obatannya.
Tingkat efisiensi kesembuhan pasien dengan menggunakan racikan obatnya, hampir mencapai 110%.
Setiap nyawa bisa dia rebut dari 'Raja Yamma', hanya dengan mengandalkan tekhnik akupuntur dan racikan obatnya yang misterius.
Dia bisa membunuh orang yang menjadi musuhnya, hanya dengan menebarkan racun mematikan melalui udara.
Racun yang tidak dapat terdeteksi oleh peralatan canggih manapun di dunia modern sana, dan racun yang sekali terhirup ... langsung bisa menghancurkan organ dalam mereka dalam hitungan detik.
Yaoyao menggigil, saat mendengar ucapan majikannya itu.
Mengerikan sekali!
Majikannya ini masih manusia, atau ... Iblis sih?!
"Dan sekarang ... a—apa yang harus hamba lakukan, Nona Duxin?" tanya Yaoyao dengan suara tergagap.
"Pertama, didihkan air ..." jawab Anlian.
"Ba—baik!"
"Kedua, jangan masuk ke kamar ini tanpa aku panggil, paham?!" lanjut Anlian.
"Kenapa tidak boleh?" tanya Yaoyao.
"Karena aku membutuhkan konsentrasi dalam bekerja. Apa yang akan aku lakukan, akan menghancurkan pemahaman dunia ini tentang ilmu pengobatan ..." jawab Anlian dengan nada rendah.
Yaoyao menatapnya tanpa berkedip.
"Nona ..."
"Hm?"
"Apakah ... Nona merasa takut?"
Anlian terdiam sesaat, otaknya berpikir dengan cepat.
"Tidak takut ..." jawab Anlian.
"Aku justru merasa ... sangat bersemangat!" lanjutnya dengan senyum misterius diwajahnya.
Yaoyao menganggukkan kepalanya tanda mengerti.
"Kalau begitu, hamba akan menunggu di luar!"
Saat Yaoyao pergi dari dalam kamarnya, Anlian menghela napas lega.
"Haaah! Baiklah! Saatnya bekerja, Anlian! Semangat!" gumamnya pada diri sendiri.
♨
Anlian langsung memejamkan matanya, dan kesadarannya langsung masuk ke dalam ruang ajaibnya.
Dalam sekejap, Anlian sudah berdiri di depan meja eksperimen laboratoriumnya.
"T2 ... Siapkan formula pemurnian racun, versi dunia kuno!" perintah Anlian kepada Sistem Asistennya.
[Sistem menyesuaikan bahan lokal yang ada]
"Dan siapkan prototipe rekonstruksi meridian yang sesuai dengan raga ini!" lanjut Anlian.
[Proses Di Mulai!]
Anlian melirik layar hologram di depannya sambil tersenyum.
"Heh! Pangeran Rui, Selir Bai, Kaisar An-jing, dan Keluarga Han ..."
Anlian mengetukkan jarinya ke atas meja, seperti sedang memperhitungkan tindakan selanjutnya.
"Kalian semua telah bermusuhan dengan orang yang salah ..."
"Raga ini telah menjadi milikku, maka semua dendamnya akan menjadi dendamku ..."
Anlian memandang wajahnya di depan sebuah cermin.
"Tsk! Kecantikan seperti ini, masih saja mati dengan tragis? Sangat disayangkan ..."
"Untung saja jiwaku yang masuk ke dalam raga secantik ini, jadi aku akan memanfaatkan semuanya untuk berdiri ditangga kekuasaan yang paling atas!"
"Dengan pengobatan modern, aku akan menjadi 'Malaikat' bagi orang-orang yang membutuhkan. Dan dengan racun mematikan, aku akan menjadi 'Iblis' bagi semua orang yang memusuhiku!"
Anlian terdiam sejenak, lalu dia memutuskan untuk membuat sebuah pasukan psikopat miliknya sendiri, yang akan dia latih dan dia buat sekuat mungkin dengan serum buatannya.
Pasukan ini tidak akan mengenal rasa kasihan, dan hanya patuh terhadap perintahnya.
Pasukan yang namanya akan mengguncang dunia Kekaisaran di zaman ini, dan tercatat dalam sejarah.
Di luar ruang ajaibnya, angin dingin Wilayah Kutukan Utara meraung.
Dan tanpa seorang pun menyadarinya—
Sebuah eksistensi yang seharusnya tidak ada ...
Telah sepenuhnya terbangun!
♨♨♨
Terima kasih atas dukungan kalian dengan membaca cerita ini. Jika kalian suka tolong bantu Author d4ngan komen, like, Subscribe, dan ratingnya oke? 😊🙏🏻
Terima kasih ...💖💖💖