NovelToon NovelToon
Bangkitnya Darah Serigala

Bangkitnya Darah Serigala

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Identitas Tersembunyi / Manusia Serigala / Romansa Fantasi / Anak Genius / Balas Dendam
Popularitas:53.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: hofi03

Kehidupan Jasmine sebagai pemimpin tunggal wilayah Alistair berubah drastis saat dia menyadari keganjilan pada pertumbuhan putra kembarnya, Lucian dan Leo. Di balik wajah mungil mereka, tersimpan kekuatan dan insting yang tidak manusiawi.

Tabir rahasia akhirnya tersingkap saat Nyonya Kimberly mengungkap jati dirinya yang sebenarnya, sebuah garis keturunan manusia serigala yang selama ini bersembunyi di balik gelar bangsawan.

Di tengah pergolakan batin Jasmine menerima kenyataan tersebut, sebuah harapan sekaligus luka baru muncul, fakta bahwa Lucas Alistair ternyata masih hidup dan tengah berada di tangan musuh.

Jasmine harus berdiri tegak di atas dua pilihan sulit, menyembunyikan rahasia darah putra-putranya dari kejaran para pemburu, atau mempertaruhkan segalanya untuk menjemput kembali sang suami.

"Darah Alistair tidak pernah benar-benar padam, dan kini sang Alpha telah terbangun untuk menuntut balas."

Akankah perjuangan ini berakhir dengan kebahagiaan abadi sebagai garis finis?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MENYIMPAN KESEDIHAN

Setelah Ethan mengantar mereka menuju sayap bangunan tamu, suasana kediaman Alistair menjadi sunyi.

Jasmine sedang berada di ruangan bawah tanah bersama Nyonya Kimberly untuk menyusun strategi, sementara para ksatria lain sudah kembali ke barak masing-masing.

Tanpa sepengetahuan orang dewasa, Lucian dan Leo menyelinap menuju ruang peristirahatan tamu.

Mereka berdua mengendap-endap sambil membawa nampan kecil berisi kue jahe dan teh hangat.

Dua bocah kecil itu tahu bahwa tamu-tamu liar ini adalah kunci penting untuk rencana Ibu mereka.

Mark, yang baru saja selesai membasuh wajahnya, terkejut melihat dua sosok kecil berdiri di ambang pintu.

"Paman Mark..." panggil Lucian pelan.

Mark berbalik, wajahnya yang penuh bekas luka melembut saat melihat kedua Tuan Muda itu.

"Tuan Muda? Kenapa kalian belum tidur?" tanya Mark, berjalan menghampiri Leo dan Lucian.

Leo masuk lebih dulu dan meletakkan nampan itu di meja dengan sangat hati-hati.

"Leo ingin memberikan ini, Nenek bilang Paman dan bibi adalah teman Nenek, berarti kalian adalah keluarga Leo juga," ucap Leo, dengan wajah ceria nya.

Mark, Ketty dan Peter duduk di kursi kayu panjang, membiarkan kedua bocah itu duduk di hadapannya.

Suasana menjadi hening sejenak, hanya ada suara angin musim dingin yang menderu di luar jendela.

"Paman Mark," panggil Lucian membuka suara, matanya yang berwarna emas redup menatap Mark dengan sangat serius.

"Kami tahu Ayah sedang dikurung oleh orang-orang jahat di benteng hitam itu," ucap Lucian, tiba-tiba.

Mark dan kedua rekannya tertegun, mereka mengira anak-anak sekecil ini hanya akan ketakutan, namun tatapan Lucian sangat tenang, meski tersimpan luka di dalamnya.

"Kami tahu Ayah sedang disiksa," sambung Leo, suaranya sedikit bergetar.

"Kak Lucian bisa mendengar detak jantung Ibu yang tidak tenang, dan Leo bisa merasakan hawa dingin di lencana Ayah. Kami tahu semuanya," ucap Leo, berusaha keras menahan tangisnya.

"Paman... setiap malam, ibu selalu bersikap kuat di depan kami, ibu melatih kami dengan sangat keras sampai tubuh kami lelah, tapi saat malam tiba, saat Ibu mengira kami sudah tertidur, Leo dan Kakak sering mendengar Ibu menangis diam-diam sambil memeluk jubah Ayah," ucap Leo menunduk, memainkan ujung jemarinya.

"Ibu berusaha menjadi pelatih yang kejam karena dia takut, ibu takut jika dia tidak keras pada kami, kami akan berakhir seperti Ayah." tambah Lucian, suaranya parau.

"Selama ini ibu memikul beban sendirian, Paman, dia ingin menyelamatkan Ayah, melindungi kami, dan menjaga kediaman ini sekaligus," lanjut Lucian, mengepalkan tangan kecil nya.

Mark yang selama ini dikenal dengan sifat keras nya dan pemangsa paling buas, tiba-tiba merasa dadanya sesak.

Mark dan kedua rekannya, Ketty dan Peter saling berpandangan, hati mereka yang biasanya sekeras batu mulai terasa retak melihat penderitaan yang harus dipikul oleh dua bocah lima tahun ini.

"Kami ingin membantu Ibu," ucap Leo sambil menatap Mark dengan penuh harap.

"Paman sangat kuat, kan? Paman punya taring dan kuku yang tajam. Tolong bantu Ibu bawa Ayah pulang, Leo tidak mau lagi mendengar Ibu menangis di malam hari, Leo ingin Ibu bisa tersenyum, senyum yang benar-benar tulus, bukan senyum yang di balut luka," lanjut Leo, kata-kata nya begitu dewasa untuk ukuran anak lima tahun.

Ketty, wanita serigala yang biasanya paling dingin, kini mendekat dan berlutut di depan kedua bocah itu, mata tajam nya berkaca-kaca melihat ketulusan mereka.

"Kalian anak-anak yang mulia dan memiliki hati yang begitu baik dan tulus, kalian akan tumbuh menjadi anak yang hebat," ucap Ketty, tersenyum kecil.

"Dengar, Tuan Muda, kami datang ke sini karena panggilan darah Nenek kalian, tapi sekarang, demi air mata Ibu kalian dan keberanian kalian, kami bersumpah akan membawa Duke Lucas pulang," janji Mark, meletakkan tangan besarnya yang kasar di atas bahu kecil Lucian dan Leo.

"Kalian berdua adalah anak-anak yang luar biasa, jangan biarkan kesedihan ini mematikan api kalian," ucap Mark menatap mereka berdua dengan tatapan yang sangat dalam.

"Mulai besok, kami akan menjadi taring tambahan untuk rencana Ibu kalian, kami tidak akan membiarkan musuh itu menyentuh keturunan klan perak lagi," lanjut Mark, diangguki Ketty dan Peter.

Lucian mengangguk perlahan, setetes air mata jatuh di pipinya namun segera dia usap dengan tegas.

"Terima kasih, Paman, kami janji akan berlatih lebih keras lagi supaya bisa membantu kalian di garis depan," ucap Lucian, tegas.

Tanpa mereka sadari, di balik pilar lorong yang gelap, Jasmine berdiri mematung.

Jasmine telah mendengar semuanya, air matanya jatuh tanpa suara, menyadari bahwa putra-putranya ternyata selama ini menyimpan kesedihan yang sama dalamnya dengan dirinya.

"Maafkan Ibu, Nak... Ibu tidak akan membiarkan penantian kalian sia-sia," batin Jasmine sambil mencengkeram dadanya yang terasa sesak.

Keheningan di kamar tamu itu semakin dalam, hanya menyisakan deru napas Mark yang terasa berat karena rasa haru.

Mark menatap dua bocah di depannya dengan tatapan yang kini bukan lagi sebagai seorang prajurit kepada tuannya, melainkan seperti seorang paman kepada keponakannya sendiri.

Tiba-tiba, Leo yang tadinya menunduk sedih, mendongakkan kepalanya menatap Mark, matanya yang bulat masih basah oleh sisa air mata, namun ada binar kerinduan yang sangat murni di sana.

"Paman Mark..." panggil Leo dengan suara kecil dan serak.

"Ya, Tuan Muda?" jawab Mark lembut.

"B-boleh Leo minta sesuatu?" tanya Leo ragu-ragu, jemari kecilnya meremas ujung jubah kulit Silas yang kasar.

"Sebutkan saja, Tuan Muda, apa pun itu, akan paman kabulkan," jawab Silas tanpa ragu.

Seumur hidup, Mark tidak pernah di panggil dengan akrab seperti ini, di panggil dengan sebutan Paman seperti manusia biasa pada umumnya.

"Boleh Leo minta digendong?" tanya Leo pelan, kepalanya sedikit miring dengan wajah memelas yang sanggup meluluhkan gunung es sekalipun.

Untuk kesekian kalinya, Mark di buat tertegun, dia melihat ke arah kedua rekannya, Ketty dan Peter yang juga tampak terkejut.

"Digendong? Tapi Tuan Muda-"

"Leo tidak pernah bertemu Ayah sejak lahir," potong Leo, suaranya kini terdengar sangat manja namun pilu.

"Ibu bilang Ayah itu orang yang sangat besar dan kuat, pasti mirip seperti Paman Mark, Leo sering membayangkan, kalau Ayah ada di sini, Ayah pasti akan menggendong Leo di pundaknya yang lebar saat Leo lelah latihan," lanjut Leo, dengan wajah yang sangat menyedihkan.

"Ayah sudah pergi sebelum kami membuka mata di dunia ini, Paman. Selama ini hanya ibu yang menggendong kami, tapi ibu sudah terlalu lelah karena mengurus semuanya sendirian," ucap Lucian mengangguk pelan di samping adiknya.

1
Wulan Sari
ia ayo jangan buat nerves semua yg baca Thor itu pasti bs di buka semangat 💪
Ulufi Dewi
kukirim vote biar smangat nulisnya dan dobel up.....
Wulan Sari
semangat lanjuuuut bacaaa❤️
Kavina
Deg²an gw baca nya njirr 🥺
Ulufi Dewi
apakah lucas berubah menjadi srigala manusia seperti mark❓
Wulan Sari
semoga semuanya bisa teratasi dan mendapat kemenangan sampai serius bacanya eh episodenya habis, ayo Thor lanjut lg seru2 nih semangat
Rahma Sari
sangat sangat bagus....lanjut tour...
kaylla salsabella
semoga berhasil
Tiara Bella
Daebak semoga Lucas berhasil ya dan berkumpul dngn keluarga nya kembali amiin....
kaylla salsabella
ya Alloh ikut deg" an
kaylla salsabella
Lucian, Steven, mark
kaylla salsabella
ayo Lucian kau pasti bisa
Tiara Bella
berasa lg nnton film gk sh....campur degdegan.....
renjani
lucas hayo berjuang😍😍 cinta dan mutiaramu menunggumu..hayo lucas semangat💪💪💪
renjani
Thor jgn buat was2 donk..lucas pasti bebaskan..mine hayu semangat..💪
renjani
ga bisa berhenti baca..lanjut thor👍💪
Chika Aulia
semoga kalian bisa bersatu/Sob//Sob//Sob//Sob//Sob/
renjani
tegang..seru..luar biasa..👍👍 seakan ikut hanyut dalam cerita..👍👍 tks thor👍
Leni Ani
lanjut💪💪💪💪💪👍
Ayu Oktaviani
sungguh 😭😭 semoga aja Lucas bisa mengatasinya tanpa ada yg kurang,semoga bisa berkumpul, twins ayo bantu ayahmu dgn darah murni kalian. di tunggu up selanjutnya thor. makasih udah up banyak ,tp aplh dy driku in ttp merasa kurang🤭🙏 soal nya lagi seru² nya di gantung😭 hrs nggu bsk lg
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!