NovelToon NovelToon
Di Ulang Tahun Ke-35

Di Ulang Tahun Ke-35

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Penyesalan Suami
Popularitas:2.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Ama Apr

Di malam ulang tahun suaminya yang ke tiga puluh lima, Zhea datang ke kantor Zavier untuk memberikan kejutan.

Kue di tangan. Senyum di bibir. Cinta memenuhi dadanya.

Tapi saat pintu ruangan itu terbuka perlahan, semua runtuh dalam sekejap mata.

Suaminya ... lelaki yang ia percaya dan ia cintai selama ini, sedang meniduri sekretarisnya sendiri di atas meja kerja.

Kue itu jatuh. Hati Zhea porak-poranda.

Malam itu, Zhea tak hanya kehilangan suami. Tapi kehilangan separuh dirinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ama Apr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3

Zhea termangu di sebelah boks Zheza. Telunjuknya menyentuh cincin pernikahan yang melingkar di jari tengah tangan kanannya. Ia memejam mata. Ingatannya terlempar ke pertemuan pertamanya dengan Zavier. Semua mengalir begitu saja tanpa bisa dicegah.

Lobby mall sore itu ramai, tapi langkah Zhea pelan. Ia baru selesai membeli toner wajah dan hendak membeli minuman dingin sebelum pulang.

Di tengah arus orang keluar masuk tenant, ia tiba-tiba berpapasan dengan seorang pria bertubuh tinggi, berperawakan tegap, wangi parfum maskulin yang samar memanjakan indra penciumannya.

Begitu melewati lelaki itu, gelang rantai tipis di pergelangan tangan Zhea tersangkut pada jam tangan si pria ... dan membuat lengannya otimatis tertahan. "A-m-maaf!" Zhea buru-buru menarik lengannya, panik.

Pria itu menoleh cepat. Manik cokelatnya nampak tajam, tapi cara menatapnya amat lembut. Dia bahkan tersenyum tipis sebelum melepaskan gantungan gelang dari jam tangannya. "Eh, jangan gerak dulu," katanya rendah dan tenang. "Nanti gelang kamu putus." Dia melepaskan sangkutan itu dengan hati-hati. "Udah. Sorry, ya?" beri tahunya melempar senyum manis pada Zhea.

Zhea hanya mengangguk, pipinya memanas karena malu.

Pria itu mengulurkan tangan ... bukan untuk menyentuh lagi gelang Zhea, tapi ke arah Zhea. "Aku ... Zavier."

Zhea menelan ludah. Menyahut malu-malu. "Zhea."

Sudut bibir Zavier terangkat sedikit. "Nama yang cantik. Sesuai dengan orangnya."

Zhea tersenyum rikuh. Lalu mengembuskan napas pelan. Jantungnya memukul dadanya terasa aneh sekali.

Zavier menatap ke arah lantai atas mall, tempat deretan kafe saling berjejer. "Kamu ke sini sendirian?"

"Iya." Zhea mengangguk.

"Kalau kamu nggak buru-buru, gimana kalau kita duduk sebentar di coffe shop itu?" ujar Zavier sambil menunjuk salah satu kafe yang tidak terlalu ramai.

Ada ragu sepersekian detik di hati Zhea. Tapi enatah kenapa ... ajakan itu seolah mengandung magnet. Menurutnya, cara bicara Zavier terdengar dewasa, calm dan sopan. Bukan tipe orang yang asal ngajak kenalan. "Boleh," jawab Zhea akhirnya.

Zavier memberi gestur mempersilakan.

Mereka berjalan berdampingan menuju eskalator.

Zhea mengakhiri ingatan masa lalunya. Bibirnya menyunggingkan senyum getir. "Pertemuan pertama yang sangat manis. Yang membawaku pada indahnya cinta pertama dan pernikahan yang aku impikan. Tapi ..." Zhea berdecih pelan. "Aku tidak menyangka, lelaki yang kuanggap sempurna tanpa cela. Baik kelakuan, sikap dan rupa ... ternyata menyimpan keburukan yang tak pernah kupikirkan. Kau ... sangat menjijikan Zavier." Ia menggenggam erat sweater Zheza, lalu menunduk sesak.

Zhea tak menangis. Dia kembali mengangkat wajah. Memusatkan pandangan pada kasur tempat dia melahirkan cinta bersama lelaki yang ia kira setia. "Aku benci kamu, pengkhianat!"

Jam di dinding sudah menunjukkan pukul dua puluh dua lewat sebelas menit ... dan Zavier belum kunjung pulang. Otomatis bayangan pergulatan itu hadir lagi di kepala Zhea.

"Ternyata ini lembur yang kau maksud? Beradu peluh dengan sekretaris menjijikan itu." Zhea menggelengkan kepala pelan.

Lalu sangkaan-sangkaan lain berdatangan.

"Apakah selama ini, setiap dia mengatakan lembur ... dia selalu berhubungan badan dengan Elara?"

Zhea bangkit dari kursi dekat boks Zheza. Berjalan cepat masuk ke kamar mandi. Sungguh dia ingin menjerit. "Aku tidak boleh lemah," gumamnya setelah mencuci wajah. "Dimulai dari malam ini ... aku harus cepat-cepat mengumpulkan bukti. Dua pengkhianat itu harus segera dibasmi." Zhea memandangi wajahnya sendiri yang memerah dan penuh amarah. Dia menarik napas perlahan. Menutup mata. Satu rencana sudah tersusun di kepalanya, dan malam ini ... ia akan mulai melaksanakannya.

_____

Tepat pukul dua puluh tiga, pintu kamar berderit pelan. Zhea yang sedang duduk di atas ranjang menoleh cepat ke arah pintu. Dengan menekan rasa sakit dan jijik, ia menyambut kepulangan suaminya. "Mas ... akhirnya kamu pulang juga!" serunya seraya turun dari ranjang untuk menghampiri Zavier.

"Eh, sayang ... kenapa kamu belum tidur?" Zavier masuk sambil tersenyum kecil. Senyum yang biasanya membuat Zhea merasa aman. Malam ini senyum itu terasa seperti pisau.

"Aku nungguin kamu," jawab Zhea, manis ... tapi di dalam hati, ia menangis.

Zavier menuntun Zhea ke ranjang, dan mereka duduk bersisian. "Padahal kamu nggak usah nunggu aku. Tidur aja duluan."

"Aku kan mau ngerayain ulang tahun kamu," kata Zhea sambil mengusap rahang suaminya dengan lembut. Bertolak belakang dengan hatinya yang ingin sekali mencekik leher Zavier dan membenturkan kepala suaminya itu ke tembok sampai pecah.

Zavier tertawa pelan. "Kamu memang istri yang paling romantis. Makasih, ya." Dia mencium kening Zhea dengan lembut. Jari tangannya mengusap pelan tengkuk istri yang selama lima tahun ini setia menemaninya.

Gestur yang selalu dianggap Zhea sebagai bentuk cinta. Sekarang ... terasa seperti sampul untuk menutupi dosa terbesar.

"Aku capek banget, sayang," kata Zavier menyandarkan punggung pada headboard ranjang, "meeting-nya gila-gilaan. Mana laporan tahunannya numpuk banget lagi." Zavier mengembuskan napas kasar.

Zhea mengangguk pelan. "Kasihan. Kamu udah makan? Mau tiup lilin sekarang atau nanti? Aku udah buatin kue black forest kesukaan kamu loh."

Zavier mengusap puncak kepala Zhea sambil menatapnya. "Udah. Tadi pesen makanan bareng anak-anak kantor. Makasih, sayang. Tapi nanti aja tiup lilinnya. Aku masih capek."

'Anak-anak kantor'. Kalimat itu terasa sangat menusuk. Menyentak jantung dan hati Zhea. Karena kini ia tahu, jika suaminya sedang berbohong. Tidak ada ada anak-anak kantor. Yang ada hanyalah wanita binal yang sedang mengangkang di atas meja kerja. Beradu kelamin dengan suaminya. Kenyataan itu sangat menjijikan dan menyakitkan, membuat air mata Zhea hampir menetes.

"Aku mandi dulu ya?" Ucapan Zavier dan itu berhasil membuyarkan lamunan Zhea sekaligus berhasil mencegah jatuhnya air mata.

"Iya, Mas." Zhea mengulas senyum sambil mengusap lengan suaminya dengan lembut. "Aku akan siapkan baju. Setelah itu, kita tiup lilin ya?" ujarnya.

Zavier berdiri. "Iya, sayang. Sekali lagi, lelaki berwajah tampan itu mengecup kening Zhea, sebelum akhirnya melepas jam tangan dan meletakkannya di atas nakas. Lalu merogoh saku celananya, mengambil ponsel dan meletakkannya di dekat jam tangan tadi.

Sebelum masuk ke kamar mandi, Zavier melongokkan kepalanya ke boks bayi. Menoel pelan pipi Zheza yang tidur terlelap. "Anak Papa," gumamnya. Zavier pun membalik badan dan berjalan ke arah kamar mandi.

Sementara itu, Zhea menatap benda pipih di atas nakas. Ia harus memeriksa hp Zavier. Pekerjaan yang selama lima tahun ini tak pernah ia lakukan. Saking percayanya ia pada sang suami.

Namun malam ini, ia akan melakukannya. "Semoga polanya masih sama," batin Zhea. Dia sangat mengharapkan itu. Karena Zhea yakin, bukti chat itu pasti ada atau mungkin sangat banyak.

Setelah pintu kamar mandi tertutup dan suara air mulai terdengar ... Zhea menggerakkan tangannya. Ia mengambil ponsel itu dengan gerakan kilat. Membuat pola di layar hp suaminya dengan jantung yang hampir tercekat, karena takut polanya sudah diubah. Dan ...

1
Yunita Sophi
si Elara bukan nya bertobat malah makin menjadi... kamu yg salah kok malah nyalain Zhea... dasar pelakor gila
Yunita Sophi
rambut gondrong bertato pula tp hati selembut jelly...🤭
Yunita Sophi
gondrong tp tdk terlalu godrong tentu aja rapih... itu idaman banget
Yunita Sophi
semoga aja begitu mereka yg teman maka teman... betul kata Naya krn mereka terlalu lengket
Yunita Sophi
akhir nya hati mereka berdamai demi anak😭😭
Yunita Sophi
Zavier terlalu terpengaruh sama si pelakor jd dia lepas kontrol... krn terlalu percaya cinta tulus dari si pelakor padahal hanya mau harta kekayaan nya Zavier...
Ama Apr: wkwwk biarin kk, biar dia menyesal
total 1 replies
Yunita Sophi
pertemukan aja Zhea... Zavier jg ayah nya...memang sakit sangat sakit klo di selingkuhi tp anak wajib tau ayah kandung nya... yg penting Zavier sayang sama Zheza
Ama Apr: iya kk
total 1 replies
ghani pro
alur cerita yg kompleks dan komplit, bagus.
Ama Apr: terima kasih kk🥰
total 1 replies
Yunita Sophi
kamu wanita hebat Zhea pasti kamu akan mendapatkan kebahagia yg lebih dari sebelum nya ...
Ama Apr: aamiin🥰
total 1 replies
Yunita Sophi
semoga Zhea akan lebih bahagia dan semoga Zavier semakin mengingat Allah yg telah memberi dia hidayah...
Ama Apr: aamiin kk🥰
total 1 replies
Nurfitri
Kok b3lum ada lanjutannya....
Ama Apr: udah kk
total 1 replies
Yunita Sophi
orang tua segimana bandel nya anak.. pasti akan memaafkan apa lg klo anak nya sdh jd baik dan sadar.
Ama Apr: betul itu
total 1 replies
Yunita Sophi
semoga si pelakor nya dapat hukuman yg cukup mala..
Ama Apr: lanjut kk, hukumannya wah pokoknya🤭
total 1 replies
Yunita Sophi
bagus Rani Lia dia perempuan licik pinter memanipulasi dasar pelakos culas... dia yg jahat dia yg menyalahkan orang lain...
Ama Apr: hajar🤣
total 1 replies
Yunita Sophi
bertobat lah sungguh sungguh Zavier... Allah maha mengerti dan maha sayang sama umat nya jika mau bertobat...
Ama Apr: iya allah maha pemgampun
total 1 replies
Yunita Sophi
alah Zavier cemen berani melakukan gak berani menanggung resiko nya... tobat woy tobat ini malah mo bunuh diri... inget akhirat Zavier
Yunita Sophi
Zavier knp yah klo penyesalan itu belakang... tp sayang nya klo penyesalan gak bisa di dahulukan 🤭🤣🤣🤣
Ama Apr: pendaftaran klo didahulukan mh
total 1 replies
Yunita Sophi
knp menyesal Zavier ? waktu melakukan nya enak enak aja tuh... malah ngoceh ngatain istri gendut lah, membosankan dll
Yunita Sophi
terima nasib aja Elara emang kamu jelas salah... mau nyangka jg ada bukti kok...
Yunita Sophi
betul kata zhea menghancurkan diri sendiri dan rumah tangga orang...
Ama Apr: betull
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!