NovelToon NovelToon
Galaxio

Galaxio

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam
Popularitas:652
Nilai: 5
Nama Author: Itachi Wife

Ganteng ✔️
Kaya Raya ✔️
Pintar ✔️
Jago Olahraga ✔️
Jago Bela Diri ✔️
Orangtua Cakep ✔️
Kesayangan Semua Orang ✔️

Fajarendra Galaxio Nayanka, putra sulung dari pengusaha kaya raya, Aksara Langit Nalendra, dan mantan model terkenal, Wulandari Camelia Yovanka. Lahir & tumbuh dikeluarga konglomerat dengan segala kelimpahan harta & kasih sayang dari semua orang, membuat lelaki yg akrab disapa Galaxio itu merasa kehidupannya sudah sangat sempurna.

Namun siapa yg mengira bahwa semua sketsa-sketsa indah yg sudah ia rancang untuk masa depannya, harus hancur dalam sekejap. Dan yg lebih parahnya lagi, yang menjadi penyebab dari kehancuran itu adalah satu-satunya wanita yg berhasil menarik perhatiannya, bahkan menumbuhkan cinta dalam hatinya. Wanita yg ia kira akan menemaninya membangun kisah cinta romantis, justru memberinya luka yg amat tragis. Akankah kisah Galaxio berakhir bahagia seperti kisah orangtuanya dulu? Atau justru berujung pilu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itachi Wife, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3

"Kenapa lo? Kek baju belum di setrika aja tuh muka" ujar Skylar saat Gala baru saja mendudukkan dirinya di kursinya. "Lo gak tau? Sahabat kita ini kan abis berantem sama anak baru di kelas sebelah" ujar Arnav yang duduk di sebelah Skylar. "Oh ya? Kenapa Gal? Biasanya juga orang caper gitu gak lo ladenin" ujar Skylar. "Dia bawa-bawa nyokap gua" ujar Gala membuat Skylar melotot. "Wah kalo udah sampe bawa-bawa Mami, gua juga gak terima ya" ujar Skylar bangkit dan langsung di tahan oleh Gala. "Udah,,, udah gua urus kok" ujar Gala. "Lain kali kalo ada yang bawa-bawa Mami lagi, lo bilang ke kita-kita juga. Enak aja dia bawa-bawa Mami" ujar Skylar. Kedua sahabat Gala itu memang sudah sangat dekat dengan orangtuanya, karena mereka memang sudah bersahabat sejak TK sampai saat ini.

"Oh iya, kita jadi kan ngurus berkas untuk ujian tes mandiri di Starmoon?" tanya Arnav membuat kedua sahabatnya itu menoleh. "Jadi dong" ujar Skylar. "Oh iya, nanti kita jadi main ke rumah lo kan, Gal?" tanya Skylar yang diangguki oleh Gala. "Yesss,,, kira-kira Mami nanti masak apa ya" ujar Skylar. "Makan mulu otak lo" ujar Arnav. "Abisnya masakan Mami tuh enak banget sih" ujar Skylar. "Oh iya, Gal. Mami lo nyari anak angkat gak? Gua mau deh jadi adek angkat lo, ikhlas lahir batin mah gua" ujar Skylar. "Gua yang gak ikhlas punya adek kek lo" jawab Gala membuat Arnav tertawa. "Eh, tapi lo emangnya gak mau punya adek gitu, Gal?" tanya Arnav. "Maulah, tapi ya belum dikasih mau gimana lagi" ujar Gala.

"Gak usah pesimis gitulah, orang yang udah umur 50an aja masih bisa punya anak tuh" ujar Skylar. "Tapi kalo boleh milih nih Gal... Lo mau adek cewek atau cowok?" tanya Arnav. "Cewek, gua pengen adek cewek" ujar Gala tersenyum. "Kenapa? Bukannya lebih enak kalo punya adek cowok ya, bisa lo ajakin main PS" ujar Skylar. "Gak, kalo untuk main PS atau bandel-bandelan, gua udah punya kalian. Lagi pula, kayaknya seru kalo punya adek cewek, bisa gua beliin baju yang lucu-lucu, terus gua ajakin jalan-jalan ke taman atau ke mall, beli es krim atau boneka" ujar Gala. "Wah,,, enak banget nih yang bakal jadi adeknya Gala nanti" ujar Arnav. "Udah udah,,, ngadep depan sono. Tuh, Pak Edgar udah datang" ujar Gala membuat kedua sahabatnya menoleh.

Di depan,,, tampak Pak Edgar, wali kelas IX 1 yang berjalan memasuki kelas tersebut. "Pagi, anak-anak" ujar Pak Edgar sembari tersenyum dan menatap murid-muridnya secara silih berganti. "Pagi, Pak" sahut semua murid serentak. "Baik anak-anak, berhubung ujian akhir telah selesai dilaksanakan, jadi pembelajaran kita tutupkan sampai di sini. Bagi kalian yang ingin mengikuti tes mandiri pada beberapa SMA yang sudah membuka tes, sudah bisa mengurus berkas-berkas yang dibutuhkan ya" ujar Pak Edgar. "Baik, Pak" ujar anak-anak. Setelahnya mereka semua melanjutkan diskusi mengenai beberapa hal.

Siang harinya...

"Mami,,, Gala pulang" ujar Gala memasuki mansion. "Bi, Mami mana?" tanya Gala pada Bi Sekar. "Oh itu,,, Nyonya di dapur Tuan Muda" ujar Bi Sekar. "Gala atau Xio aja Bi. Gak usah pake embel-embel Tuan Muda Tuan Muda segala ihh" ujar Gala membuat Bi Sekar tersenyum. "Kalian duluan aja ke kamar gua ya, gua mau ke dapur dulu. Sekalian bawain tas gua, lo pada masih inget password kamar gua kan" ujar Gala yang diangguki oleh Skylar dan Arnav. Setelah kedua teman Gala menuju ke kamarnya, Gala sendiri segera menuju ke dapur dan menemui ibunya yang tengah memasak. "Mami" ujar Gala memeluk sang ibu. "Mami masak apa?" tanya Gala. "Mami bikin Beef Teriyaki, Udang Goreng Balado, Chicken Pokpok sama Sosis Asam Manis sayang" ujar Wulan mengelus kepala Gala.

"Loh? Sayur bayamnya gak ada Mi?" tanya Gala saat Wulan tak menyebutkan menu favoritnya itu. "Ada kok sayang. Tuh sayurnya udah siap" ujar Wulan memindahkan Sosis Asam Manis tersebut ke piring. "Hmm,,, baunya enak" ujar Gala mengambil sebuah sendok dan mencicipi sayur tersebut. "Tadi Papi nelfon Mami, katanya teman-teman kamu mau main ke sini" ujar Wulan yang diangguki oleh Gala. "Mereka di kamar aku Mi" ujar Gala. "Yaudah, kamu ganti baju dulu gih sana, terus bawa teman-teman kamu ke meja makan, kita makan siang dulu" ujar Wulan. "Okey Mi. Oh iya Mi,,, Skylar sama Arnav boleh minjam baju aku kan?" tanya Gala. "Boleh kok Nak" ujar Wulan. "Okay, thank you Mi" ujar Gala mengecup pipi ibunya.

Lalu setelahnya Gala pun segera beranjak menuju kamarnya dan langsung mengganti pakaian. "Guys, ganti baju dulu gih, abis itu kita makan siang bareng. Mami udah siap masak tuh" ujar Gala keluar dari walk in closet. "Yesss, makan masakan Mami" ujar Skylar bangkit dengan semangat. "Minjem baju ya Gal" ujar Arnav. "Ambil aja di lemari" ujar Gala duduk di sofa seraya menunggu temannya berganti pakaian. Setelah kedua sahabatnya itu selesai mengganti pakaian, mereka pun segera menuju ke ruang makan. Saat mereka baru duduk, tiba-tiba muncul Langit yang langsung mendekati Wulan. "Hai sayang" ujar lelaki itu seraya mengecup kening sang istri. "Hai Mas. Ayo duduk, kita makan siang" ujar Wulan.

"Hai boys" sapa Langit pada sang putra dan kedua sahabat anaknya itu. Langit memang selalu menyempatkan diri untuk pulang setiap makan siang, padahal Wulan sudah mengizinkan Langit untuk makan siang di kantor atau delivery. Namun lelaki itu tetap bersikeras untuk pulang saat makan siang. Setelahnya mereka pun segera memulai makan siang. "Pi, Mi... Sekolah ngadain acara jalan-jalan sekalian nginep untuk semua anak kelas 3. Gala boleh ikut gak?" tanya Gala setelah menyelesaikan makannya. "Sky sama Arnav ikut?" tanya Wulan. "Kami mah ngikut Gala Mi. Kalo Gala ikut, ya kami ikut, tapi kalo Gala gak ikut,,, mending kami main PS bareng dia aja" ujar Arnav terkekeh. "Wah kompak banget kalian" ujar Langit.

"Iya dong Pi. Black Pearl gitu loh" ujar Skylar membuat Wulan dan Langit mengernyit. "Black Pearl? Apa itu?" tanya Wulan. "Black Pearl itu nama geng yang ka... Aaww" teriak Skylar saat kakinya diinjak oleh Gala. "Geng? Gala, kamu bikin geng?" tanya Langit. "Oh itu,,, gak kok Pi. Sebenarnya bukan geng tapi nama grup chat kami itu Black Pearl" ujar Arnav. "Iya gitu maksudnya Pi" sahut Gala. "Papi gak mau ya kalo kamu ikut-ikutan apalagi sampe bikin geng" ujar Langit. "Mas" ujar Wulan membuat Langit menoleh. "Sayang, kamu sendiri tau kan gimana resikonya kalo terlibat geng itu? Kita udah pernah ngalamin semua itu, bahkan saat Gala baru lahir aja, dia sempat di culik sama salah satu geng yang jadi musuh aku dulu" ujar Langit. "Ya aku tau, tapi gak perlu ngasih taunya kayak gi..." "Aku cuman mau yang terbaik buat Gala sayang" ujar Langit.

"Iya Mas. Aku pa..." "Kalo Papi boleh kenapa aku gak boleh?" ujar Gala membuat orangtuanya menoleh. "Lagian Papi gak perlu khawatir, aku udah rasain semua itu kok, melalui om-om DK. Jadi gak usah berlebihan" ujar Gala bangkit dan berlalu ke kamarnya. "Hm, Pi, Mi,,, biar kami yang nyusulin Gala" ujar Arnav langsung bangkit dan berlalu diikuti Skylar. "Mas, kita udah bicarain ini berkali-kali kan? Kenapa masih dilanggar?" tanya Wulan. "Kamu denger sendiri kan tadi kalo temennya bilang itu nama geng mereka" ujar Langit. "Tapi kita udah buat kesepakatan untuk gak boleh marahin Gala di depan banyak orang! Termasuk teman-temannya" ujar Wulan. "Aku gak marahin dia sayang. Aku cuman ngasih tau ka..." "Tapi bukan itu yang Gala tangkap" potong Wulan turut bangkit dan beranjak.

"Gal,,, niat bokap lo itu baik tau, dia gak mau lo kenapa-napa" ujar Skylar. "Tapi Papi tuh terlalu ngekang gua Sky. Gua berasa kek anak cewek tau gak, ini gak boleh, itu gak boleh. Tau gini gua tinggal sama Om Bian aja" ujar Gala memainkan PS-nya. Tok... Tok... Tok... Ceklek... "Hai sayang. Lihat deh, Mami bawain cookies coklat kesukaan kalian" ujar Wulan masuk seraya membawa setoples cookies coklat dan meletakkannya di depan ketiga anak laki-laki itu. "Gala" ujar Wulan membuat Gala seketika menghentikan permainannya dan langsung berlari memeluk sang ibu. "Mi, Gala gak suka terlalu dikekang gini" ujar Gala. "Huum, Mami paham kok Nak. Tapi Gala juga harus ngerti, Papi ngelakuin semua itu demi keselamatan Gala. Gala gak tau kan gimana paniknya kami semua saat Gala baru lahir dan diculik sama musuh Papi" ujar Wulan mengelus rambut Gala.

"Jadi Gala beneran pernah diculik Mi?" tanya Arnav yang diangguki oleh Wulan. "Bahkan saat itu umur Gala belum genap satu hari, dan Gala tau,,, saking marahnya Papi, dia sampe kerahin ratusan bodyguard bahkan anggota kepolisian untuk cari Gala. Dan setelah penculik itu ditangkap, Papi sendiri yang eksekusi orang itu" ujar Wulan. "Oke fine kalo Papi larang Gala untuk ikut-ikutan geng gitu, tapi apa harus Papi larang Gala untuk ikut berbagai aktivitas lainnya? Contohnya aja pas Gala mau ikut kursus bela diri, Papi ngelarang dengan alasan takut Gala kecapean. Gala mau ikut les musik juga gak boleh. Semuanya aja gak boleh, gak sekalian aja Papi kurung Gala di rumah supaya gak kemana-mana" ujar Gala.

"Ekhm..." dehaman Langit membuat mereka semua menoleh. "Maafin Papi ya sayang. Ternyata Papi se-overprotective itu ya sama kamu. Bukannya melindungi, Papi malah terkesan ngurung kamu" ujar Langit mendekat dan jongkok di depan Gala. "Gala masih mau ikut kursus bela diri dan les musik?" tanya Langit membuat Gala terdiam dan mengangguk pelan, sedangkan Langit menarik senyum. "Nanti Papi cariin guru bela diri dan guru musik terbaik buat Gala. Jadi lusa, Gala udah bisa mulai" ujar Langit membuat Gala langsung menatap berbinar. "Beneran Pi?" tanya Gala. Langit tersenyum dan mengangguk. "Makasih Pi. Gala sayang Papi" ujar Gala memeluk Langit.

"Huum, love you too boy" ujar Langit mengusap rambut Gala. "Kalian mau ikutan kursus bela diri dan les musik juga?" tanya Langit pada Arnav dan Skylar. "Kalo mau, Papi bisa daftarin kalian juga sekalian. Papi yang bayarin semuanya" ujar Langit membuat kedua anak laki-laki sumringah dan mengangguk. "Yaudah, Papi harus balik ke kantor lagi sekarang. Masih ada rapat soalnya" ujar Langit melerai pelukannya. "Papi ngizinin Gala dengan syarat semua itu gak ganggu sekolah Gala. Paham boy?" ujar Langit yang diangguki oleh Gala. "Yaudah, Papi berangkat dulu ya" ujar Langit mengecup kening Gala. "Hati-hati Pi" ujar Gala mencium tangan Langit, diikuti oleh teman-temannya. "Mami anter Papi ke depan dulu. Kalian lanjut main dan nikmatin cemilannya" ujar Wulan.

"Makasih Mi" ujar ketiga anak laki-laki itu. "Makasih ya Mas. Kamu udah mau ngertiin Gala" ujar Wulan saat mereka sedang menuju ke pintu utama. "Sama-sama sayang. Harusnya aku yang minta maaf,,, niatku jagain Gala, tapi justru malah jadi ngekang dia. Maafin aku ya sempat bikin kamu kecewa" ujar Langit. "Iya Mas. Gapapa kok, sekarang kamu juga udah ngerti kan. Aku bangga sama kamu, kamu Papi terbaik buat Gala" ujar Wulan mengelus pipi Langit. "Cuman Papi terbaik nih? Suami terbaik gak?" tanya Langit tersenyum menggoda. "Itu mah gak perlu ditanya. Kamu,,, suami terbaik aku" ujar Wulan mengecup singkat bibir Langit. "Dan kamu,,, satu-satunya istri terbaik aku. I love you sayang" ujar Langit balas mengecup bibir Wulan. "Yaudah, aku balik ke kantor dulu ya sayang" ujar Langit mengecup kening Wulan. "Hati-hati ya Mas" ujar Wulan mengecup tangan Langit. Lalu setelahnya, lelaki itu pun segera beranjak ke kantor.

1
Maya Sari
gala slalu bilang maaf n takut kehilangan Luna tp gk peka masih aja pacaran sama Aruna Maruk gala ini ya.
pihak sekolah nya gmna ada tauran di sekolah kok gk panggil polisi sampai ada kasus penusukan bgtu kok anteng aja 🤦
Shadow Girl: pukul aja Gala-nya pukul 😌😌
total 1 replies
Max >w<
Characternya bikin terikat! 😊
paulina
Wajib dibaca!
Mưa buồn
Gila PPnya cakep bangeeet, cepetan thor update lagi please!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!