Seorang gadis cantik pindah rumah ke rumah warisan nenek moyangnya. Dia tinggal sendiri karena kedua orang tuanya sudah meninggal.
Dia pindah ke rumah itu karena dekat dengan kampusnya dan rumah orang tuanya dijual untuk membayar hutang mereka.
Dia tinggal sendiri dirumah itu tapi dia merasa ada orang lain yang juga tinggal disana.
Setiap hari dia merasakan kehadiran sesuatu yang entah apa itu manusia atau bukan.
Gangguan demi gangguan datang menghampirinya. Membuatnya harus bersabar.
"Aku tidak mau tinggal lagi disini selama kau masih disini! "
_Narura Ayame_
"Kau akan tetap menjadi milikku meski aku tidak tahu kau itu makhluk apa"
_Devano Lee_
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ucu Irna Marhamah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
AKU DITEROR DIA!!!
Perlahan atau cepat? Mana yang harus kupilih? Tangan itu akan menarik selimutku.
Dengan cepat, aku membuka selimutku dan menatap kesekeliling. Tidak ada apapun. Pintu kamarku masih tertutup rapat.
Apa sebaiknya aku tinggal di apartemenku saja? Tidak ini sudah malam. Aku tidak berani. Aku takut.
Lalu apa yang barusan? Siapa? Arrgghh besok aku harus pergi, aku tidak mau diteror.
Aku pun kembali tidur dengan selimut membungkus seluruh tubuhku.
Rasa kantuk kembali menyerangku. Aku pun tertidur pulas.
Perlahan aku mendengar suara sesuatu mengagetkanku. Aku terbangun dan menoleh ke meja ternyata alarm ku.
Aku mematikannya. Aku melihat ke pojok kamar. Sekilas tadi aku melihat ada sesuatu.
Aku pun menepisnya. Mungkin hanya halusinasiku saja. Aku memutuskan kekamar mandi dan mandi sepuas hatiku. Rasanya sejuk sekali.
Tiba-tiba aku melihat bayangan melintas di balik tirai bathup ku.
Bulu kudukku kembali berdiri. Sialan apa lagi itu! Apakah aku tidak bisa tenang sebentar saja?
Aku pun selesai mandi dan memakai jubah mandiku. Aku memasuki kamar dan berdiri didepan cermin.
Kemudian aku membuka jubah mandiku. Kini aku melihat tubuh telanjangku didepan cermin. Sungguh aku sangat cantik.
"Cantik "
Bisikan itu kembali terdengar. Aku benar -benar merutuki pikiranku. Mungkin hantu dirumah ini mengucapkan apa yang kuucapkan.
Aku melihat ada sosok lelaki di belakangku lewat cermin. Aku segera memakai kembali jubah mandiku karena takut.
Aku membalikkan badanku untuk melihat apakah pria itu memang ada disana? Atau hanya halusinasiku?
Tidak ada siapa pun dikamarku. Tiba-tiba, sebuah tangan memegang bahuku.
Aku menoleh kebelakang dan kurasa seseorang merengkuh pinggangku. Kini terlihat jelas.
Pria itu! Dia merengkuhku hingga jarak kami begitu dekat.
Bulu kuduk ku berdiri. Tubuhnya sangat dingin, aku benar-benar takut.
Mata coklatnya terlihat begitu tajam menatapku.
"Si.. Siapa kau! Kenapa ada dikamarku!! " aku berusaha mendorongnya.
Dia menatap ku penuh minat. Aku benar-benar takut padanya. Aku tidak mendengar detak jantungnya ataupun merasakan hembusan napasnya.
"Cantik " katanya.
Aku berusaha mendorongnya sekuat tenaga. Tapi makin kuat ku mendorong, makin kuat juga dia merengkuhku.
"Kkau mau apa, kumohon jangan.. Aku takut " kataku.
"Aku ingin dirimu" aku langsung merinding mendengar jawaban yang tidak aku inginkan. Dia membuatku takut.
Dia menarik tali jubahku, aku menahannya. "Tidak jangan! "
Dia tersenyum penuh hasrat. Dengan kuat dia mendorongku hingga aku tersungkur ka ranjang.
Dia menindihku dan membuka paksa jubah mandiku.
"Kumohon jangan.. Aku tidak mau" aku mulai menangis, tapi dia tidak peduli dan tetap menginginkan diriku.
Aku calon dokter, aku bisa saja memberinya obat penenang, tapi aku belum diperbolehkan memakai obat penenang.
Dia berhasil merobek jubah mandiku. Entah bagaimana caranya, yang pasti, aku yakin jubah mandiku cukup tebal.
Kini aku benar-benar telanjang. Aku menutupi bagian intimku.
"Jangan kau halangi pemandangan indah itu, aku menginginkannya Naru" aku semakin takut mendengar dia memanggil namaku.
"Tooloooooong!!!! " teriakku.
Tiba-tiba, dia mencium bibirku. Ciuman pertamaku. Ciumannya sangat dingin dan aku tidak merasakan hembusan napasnya.
Aku benar-benar panik. Aku tidak mau ini terjadi. Seseorang tolong aku!
Entah dia manusia atau hantu, yang pasti dia membuatku takut, kesal, sedih, sakit dan semuanya itu bercampur menjadi satu. Aku merasakan ketakutan yang luar biasa
By
Ucu Irna Marhamah
jgn² siasat emak'y 😁
pdhal prcya sama keluarga hrus'y jgn sama pcr 🤦🏼♀️
mdh²an Yoona bner anak'y Devan sama Naru 🤲🏻 amin
jgn doonk
cucok meong mblewer²
bgoosz
ni otor'y yg halu apa pnglman pribadi ye 🤔🤣🤭
b'janda tor ✌🏻
🏃🏼♀️🏃🏼♀️🏃🏼♀️🏃🏼♀️💨💨💨💨💨💨