***++++++++
" Brengsek, benar benar Bajingan kalian ." teriak seorang gadis cantik saat memergoki suaminya sedang bergulat panas dengan pelayan di rumah nya.
Mari nantikan kelanjutannya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queenvyy27, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Semua Terungkap
Di tempat lain Lita dan Sinta tampak panik, sudah berulang kali mereka mencoba menghubungi ponsel Rea, namun panggilan itu selalu berakhir dengan nada sambung mati.
" Rea kemana sih?? Sudah malam gini kok belum pulang." ucap sinta dengan nada cemas, mata nya terus menatap layar ponsel nya yang tak kunjung menampil kan tanda tanda terhubung. " Tadi dia cuma bilang mau mampir ke rumah kakek ferry sebentar, tapi kenapa ponsel nya daris sore sampai sekarang GK aktif sih."
Lita yang duduk di samping nya nampak gelisah, dia menggigit bibir bawah nya, mata nya mengarah ke jalanan di depan jendela. " Gue takut sin, jangan jangan terjadi sesuatu sama Rea."
Kekhawatiran mereka semakin membesar karena beberapa jam sebelumnya pembeli rumah sudah datang menyelesaikan proses jual beli rumah, uang pembayaran sudah mereka terima sementara dokumen kepemilikan rumah sudah berpindah tangan, semua itu membuat Lita merasa khawatir.
" Kaya nya kita harus cari dia ke rumah kakek ferry??." ucap sinta tegas berdiri dan meraih jaketnya. " Gue gak tenang kalau cuma diam di sini."
Lita mengangguk cepat. " Iya ayok sekarang, kalau kakek ferry juga gak tau berarti kita harus lapor polisi."
Mereka pun segera meninggal kan rumah dengan perasaan yang diliputi rasa cemas dan ketakutan, tak menyadari bahwa sahabat mereka kini berada di ruang ICU sedang berjuang antara hidup dan mati.
✨✨✨
Sementara itu di rumah dean, suasana justru memanas, begitu Dean turun dari taksi sebuah tamparan keras mendarat di pipi nya.
Plak!!!
Dean terkejut, mata nya membelalak saat tau siapa yang berdiri di hadapan nya.
" Ma ... Ma." dean nyaris tak bisa bicara, masih menahan perih di pipi nya dan menatap wajah ibu nya yang penuh amarah.
" Dasar gak berguna." bentak Bu Dea dengan suara keras menggema di seluruh ruangan.
Tamparan itu belum cukup bagi nya untuk melampiaskan amarah yang membakar dada. " Berani berani nya kamu membohongi Rea!!! Berani berani nya kamu membawa wanita itu kerumah mu!!."
Dean hanya bisa menunduk, tubuh nya gemetar menahan rasa bersalah, sementara di belakang nya, Jule menatap pucat, wajah nya ketakutan sementara mata nya tak berani menatap Bu Dea.
" Mama sudah mengingatkan mu sejak dulu Dean !!." lanjut Bu Dea dengan nada bergetar, penuh kekecewaan. " Wanita seperti dia hanya menyukai uang mu!!! Kalau suatu hari kamu tidak punya apa apa, mama yakin dia akan meninggal kan kamu!!."
Bu Dea menunjuk wajah Jule dengan jari yang bergetar karena emosi. " lihat lah !!! Ini kah perempuan yang kamu pilih ?? Seorang ibu mana yang tidak hancur melihat anak nya menghancurkan rumah tangga sendiri."
Air mata mulai menetes di pipi Dean.
" MaMa tolong jangan berbicara seperti itu." suara nya parau.
" Diam !!!." teriak Bu Dea matanya memerah. " laki laki bejat seperti kamu, tidak pantas berbicara soal cinta!!! Laki laki yang benar akan memilih gadis baik baik untuk di jadikan seorang istri bukan mengkhianati nya dan tidur dengan wanita lain di rumah yang sama."
dean tertegun, dada nya sesak dia ingin menjelaskan, tapi setiap kata seolah tertekan oleh rasa malu.
" Dean." suara Bu Dea mulai bergetar, kali ini bukan karena marah tapi juga sedih. " Mama menerima video itu dari nomor Rea sendiri, video yang menunjukan kamu, dengan dia . " Dia menatap Dean dengan tajam. " Kamu sadar nak?? Kamu sudah mempermalukan Rea, mempermalukan keluarga ini, mempermalukan mama." Air mata Bu Dea akhir nya jatuh juga. " Bagaimana bisa kamu begitu tega, setelah semua pengorbanan nya untuk mu."
Dean langsung bersimpuh di hadapan Bu Dea. " Mama, ampuni Dean ma, Dean khilaf !! Dean salah besar, setelah ini Dean akan berubah ma, Dean akan memutuskan hubungan dengan Jule, dan Dean akan meminta maaf kepada Rea, Dean akan rujuk sama dia ma, tolong beri Dean kesempatan." ucap nya sambil menangis dan mencium tangan ibu nya.
Bu Dea menatap dengan tatapan getir. " kamu sudah terlambat nak, kamu sudah kehilangan Rea, dan mama yakin kali ini kami sudah tidak akan bisa menggapainya lagi."
Dean terisak kepala nya masih menunduk di kaki ibu nya, sementara Jule berdiri di sudut ruangan, menunduk dengan tangan yang saling menggenggam erat, namun tidak ada rasa bersalah sedikit pun di hati perempuan itu.
" Sekarang mama kasih kamu dua pilihan Dean." suara Bu Dea bergetar, nada nya tegas dan dingin. " Kamu pilih mama atau wanita ini."
Dia menatap putra nya tajam, mata nya basah oleh air mata yang tertahan.
" Kalau kamu masih memilih wanita ini, tinggal kan mama !! Mama masih bisa hidup sendiri tanpa kamu!! Anggap saja mama sudah tidak punya putra lagi, dari pada punya anak yang justru melemparkan kotoran pada wajah ibu nya sendiri."
Kata kata itu menusuk hati Dean dalam dalam, pria itu terdiam dada nya sesak, mata nya memerah menahan tangis, Jule yang berdiri di sudut ruangan hanya bisa menunduk ketakutan, tangan nya saling menggenggam kuat seolah mencari pegangan.
Namun sebelum Dean sempat menjawab, suara mesin mobil berhenti di halaman depan, sebuah mobil hitam elegan terparkir rapi, lalu dua orang pria turun dari dalam nya, berpakaian rapi membawa sebuah map coklat di tangan nya.
Bu Dea, Dean dan Jule saling berpandangan heran, tak lama kemudian salah satu pria mengetuk pintu yang memang sudah terbuka.
" Permisi ." ucap pria itu sopan. " apa benar ini rumah nya Rea Saputri."
Bu Dea mengernyit dengan heran, tetapi tetap menjawab. " Ya benar pak, ada yang bisa saya bantu."
" Perkenalkan saya michael." Sambil membuka map nya. " Saya pembeli rumah ini, saya baru saja melakukan proses jual beli rumah ini dengan nona Rea tadi sore, ini dokumen lengkap nya."
Bu Dea sontak menatap nya tidak percaya. " Apa rumah ini di jual."
Michael mengangguk. " Benar Bu berdasarkan kesepakatan, saya di minta menempati rumah ini malam ini juga, jadii mohon maaf, saya harap rumah ini bisa segera di kosongkan malam ini juga."
Ruangan itu langsung sunyi, Dean dan Jule membelalakkan mata mereka, sementara Bu Dea menghela nafas panjang, mencoba menenangkan diri dari keterkejutan yang luar biasa.
" Kenapa bisa begini ma." tanya Dean panik. " kenapa rumah ini bisa di jual oleh Rea ??? ini kan rumah kita."
Bu Dea menoleh tajam ke arah anak nya. " apa maksud mu rumah kita?? Rumah ini bukan milik mu Dean !!!." bentak nya lantang. " rumah ini milik Rea."
Dean tertegun wajah nya memucat.
" Rumah ini di beli oleh almarhumah mama nya Rea, untuk Rea ." lanjut Bu Dea dengan nada getir. " sebelum pergi, Steffy menitipkan rumah ini untuk di jaga sampai Rea menikah, mobil yang kamu pakai itu juga milik Steffy, bahkan beberapa minimarket yang mama kelola sekarang, semua nya milik almarhumah Steffy, mama hanya menjaga dan menjalan kan nya untuk Rea."
Kata kata itu seperti petir yang menyambar Dean, dia menatap ibu nya dengan penuh syok dan penyesalan.
" Jadi itu alasan mama menjodohkan Dean dengan Rea ???." ucap nya pelan hampir tak percaya.
Bu Dea menatap Dean dengan penuh amarah. " Bukan karena harta Dean, karena ibu tau cuma Rea yang bisa menjadi kan kamu jadi lebih baik, tapi ternyata mama salah besar.
Dean terdiam, mata nya kosong, hati nya remuk, kini semua nya terungkap ~ rumah ,mobil dan bisnis yang selama ini dia anggap milik nya, ternyata hanya titipan dari cinta dan kepercayaan seorang wanita yang kini entah hidup atau mati.
Almarhumah ibu Rea dulu memang tidak pergi dengan tangan kosong dari rumah mantan suami nya, yang tak lain adalah ayah kandung Rea sendiri.
Dimas Anggara memberikan tabungan dalam jumlah cukup besar sebagai bekal hidup setelah perceraian mereka, dari situ lah diam diam almarhumah Steffy mulai membangun usaha bersama sahabat dekat nya~ Bu Dea, tanpa sepengetahuan suami baru nya yaitu ayah tiri Rea.
Sebelum meninggal Steffy sempat berpesan agar Rea dan Dean di jodoh kan, agar hubungan keluarga mereka tetap terjalin seperti saudara, namun harapan itu kini sirna, Bu Dea sangat kecewa karena putra nya sendiri justru berbuat memalukan, putra yang selama ini dia besar kan dengan penuh kasih sayang berubah menjadi pria brengsek yang tak bisa di andalkan.
Dan kini setelah semua yang terjadi, Bu Dea merasa tak punya muka untuk menemui Rea.
" Kamu dengar sendiri, apa kata pak Michael kan Dean??? Cepa kemarin barang barang mu ." suara Bu Dea meninggi, napas nya naik turun menahan amarah. " rumah ini bukan lah milik mu atau pun milik Rea lagi, Rea sudah menjual nya, jadi segera angkat kaki dari rumah ini." dia berhenti sejenak menatap putra nya dengan mata berapi api.
" Satu lagi Dean." lanjut nya dengan suara bergetar.
" kalau kamu masih menjalin hubungan dengan wanita ini, jangan pernah kembali tinggal di rumah mama!!! Mama tidak mau melihat putra yang mama besar kan dengan penuh kasih sayang menjadi laki laki berengsek yang tidak tau diri."
Dean hanya bisa menunduk, tangan nya gemetar sedang kan Jule berdiri di samping nya tak berani bersuara sedikit pun.
" kalau begitu silahkan pak ferry yang menempati rumah ini, toh pemilik yang sebenarnya yang menjual nya, kami tidak bisa berbuat apa apa, maaf sebelumnya sudah membuat keributan di rumah bapak, izin kan mereka mengemasi barang barang mereka pak, saya permisi dulu." ucap Bu Dea yang segera pergi tanpa menoleh sedikit pun ke arah Dean yang kini masih tertunduk lesu.
walau kau menjauh dari jule itupun kau tak akan pernah mendapatkan rea. tidak sekarang juga tidak nanti. karena hati rea saat ini sudah terpaut sama duda beranak satu.
jadi nikmatilah penyesalanmu itu.
jule itu cuma memanfaatkan hartamu saja. kau dijadikan mesin ATM berjalan. kau harus ingat semua kekayaanmu itu bukanlah milikmu. itu semua milik rea. harus kau ingat itu.
ayo dong thor up lagi yang banyak hari ini?