"Perpisahan kita bukan salah siapa2. Bukan sepenuhnya salahmu, salah ku , salah dia ataupun salah waktu. Kita adalah dua orang yg tepat, tapi tepat disini bukan sebagai pasangan melainkan sebagai pembelajaran untuk kita menjadi lebih dewasa"
Nada Ageta Putri
"Jika kesalahan ini sebagai pembelajaran. Bisakah aku tetap belajar bersama mu sehingga kita bisa dewasa bersama"
Juna Genio Lin
"Apakah perasaan cinta sebuah kesalahan? Jika memang iya, aku tak ingin perasaan ini. Perasaan ini terus menggerogoti kewarasan ku dan membuat ku menjadi jahat yang menyakiti orang di sekeliling ku"
Senar Anggriani
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon moms F, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
20. bab 20
Sudah setengah jam Nada memasuki bangsal Zero. Awalnya Nada akan pulang dan meninggalkan Zero seorang diri. Ia tidak ingin mempermalukan dirinya lebih jauh lagi di hadapan Zero. Tapi saat Nada akan menghubungi Melody dan menyampaikan rencananya. Melody sudah terlanjur menelpon nya dan memintanya untuk menjaga Zero samapi asisten nya pulang.
Tentu Nada menolak dan memutuskan panggilan dari Melody. Tapi tak berapa lama ia mendapatkan telpon dari Mama Melody. Dengan alasan yang sama. Meminta nya untuk merawat Zero sementara waktu.
Nada tidak dapat menolak, dan disini lah ia berada. Di depan pintu bangsal VVIP.
Nada menarik nafasnya dalam-dalam dan membuang nya tergesa-gesa sebelum mendorong pintu.
Nada menghela nafasnya senang. Saat melihat lelaki yang terbaring di brankar menutup mata nya beristirahat.
Nada memilih duduk di sofa tak jauh dari ranjang ia berbaring.
Dari jauh Nada memperhatikan lelaki tak jauh darinya. Lelaki yang tampak enak di pandang. Dengan hidung mancungnya, bibir merahnya, rahang tegasnya. Lelaki itu tampak jauh lebih tampan saat sedang tertidur.
Tak ada sorot mata tajamnya seperti biasa yang ia lihat.
Ingin sekali Nada mendekati nya, melihat dari dekat wajah damai yang sedang tertidur tak jauh darinya.
Nada menggeleng kecil, tersenyum tipis sambil memukul pelan kepalanya.
Bisa-bisa nya ia berfikir seperti itu. Ya ampun, apa sudah lama menjomblo atau hanya karena ia penasaran. Nada membuang semua pemikiran gila nya.
Dan mengalihkan pandangan nya ke arah jendela. Dengan langit cerah yang tampak indah. Sudah beberapa hari yang lalu hujan terus melanda. Tapi hari ini langit biru menampakkan pesona nya.
Kelopak matanya terasa berat. Suara detik jam yang tadi menemani kesunyian nya terasa menjadi gumaman samar di telinga nya, bercampur dengan aroma Lavender dari ruangan tersebut.
Perlahan ia menyenderkan tubuhnya. Dalam beberapa menit Nada tertidur di sofa. Tubuhnya meringkuk kecil di bawah tatapan yang sedari tadi memperhatikan nya.
Zero yang sedari tadi berpura-pura tidur. Memperhatikan Nada saat ia mengalihkan pandangan. Zero tahu Nada sedari tadi menatapnya dengan tatapan yang intens.
Ingin sekali ia membuka matanya. Tapi ia menahannya dan memilih melanjutkan kepura-puraan nya.
Zero bangkit dari kasurnya dan mencabut infus di tangannya. Ia turun dari ranjangnya dan berjalan perlahan ke arah Nada.
Zero berjongkok di samping sofa, menatap Nada yang benar-benar tenang. Rambut hitamnya sedikit berantakan, bibir terkatup rapat. Wajah nya yang damai, lebih dari Nada yang saat terbangun berpura-pura tenang.
Tangan nya perlahan mengelus kening Nada yang tampak berkerut.
Zero menatap nya sangat lama. Sampai detak jam dinding yang ada diruangan itu tak lagi menganggu nya. Saat rasa kebas saat ia berjongkok tak lagi di hiraukan nya.
Mata nya tak lepas dari gadis di depannya yang sedang tertidur. Dengan tatapan yang sulit di artikan.
Zero mengambil segenggam rambut Nada yang menjuntai di sofa. Aroma manis yang menawan tercium saat ia membawa helaian rambutnya ke hidungnya. Zero hanya bergerak lembut tanpa menggangu gadis di depannya
Nada menggeliat pelan, ia menguap lebar mengucek matanya. Ia membuka matanya perlahan dan melihat atap putih. Tangan nya memegang selimut yang menyelimuti tubuh nya. Dalam setengah sadar Nada merasa bingung untuk sesaat.
Dan saat ia sadar sepenuhnya, ia langsung duduk sehingga selimut yang menyelimuti nya terjatuh.
"Sudah bangun tuan putri"
Nada melototi ke arah suara yang tak jauh dari nya.
#TBC
semangat nada!!!💪💪💪
ini othor nya yang keren nih bisa memainkan emosi para pembaca nya.... good job,Thor ...🫰🫰🫰🫰
lari lah sejauh mungkin.... tinggalkan sumber rasa sakit itu & cari kebahagiaan mu ditempat yang baru...
semoga setelah patah hati karena tiga orang ini, nada bisa bangkit lagi melupakan kesakitannya, bila mungkin jauhkan nada dari orang2 yang kejam ini Thor