NovelToon NovelToon
Perjalanan Menjadi Dewa Terkuat

Perjalanan Menjadi Dewa Terkuat

Status: tamat
Genre:Fantasi Timur / Misteri / Romansa / Tamat
Popularitas:3.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Sang_Imajinasi

JUARA 3 YOU ARE A WRITER 2025 (KATEGORI IV)

Terlahir kembali sebagai Tian Feng di Desa Batu Angin yang terpencil, ia merasakan keputusasaan total.

Mantan Dewa Langit, kini terperangkap dalam tubuh lemah tanpa Dou Qi, menjadi sasaran cemoohan.

Titik baliknya adalah penemuan batu hitam misterius yang ternyata menjadi wadah bagi Yao Ling, seorang ahli Dou Zun yang disegel.

Di bawah bimbingannya, Tian Feng tidak hanya melatih Dou Qi dari nol, tetapi juga melatih kembali jiwanya untuk menerima kondisi fananya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 28

Kedatangan Tian Feng, Ling Yue, dan Han Xue di area pendaftaran turnamen langsung menarik perhatian. Para tetua yang bertugas, yang tadinya berteriak-teriak dengan tidak sabar, langsung terdiam saat melihat mereka.

"Nona Muda Ling Yue, Nona Muda Han Xue," sapa kepala diakon dengan hormat. "Apakah kalian datang untuk menonton?"

"Tidak," jawab Ling Yue sambil tersenyum. "Temanku ini ingin mendaftar."

Ia mendorong Tian Feng sedikit ke depan. Kepala diakon melihat Tian Feng, lalu pada Token Api Hati yang tergantung di pinggangnya, sebuah simbol status yang bahkan lebih tinggi dari token murid inti. Matanya melebar ngeri.

"Mu-murid Pribadi Tetua Huo?" ia tergagap. "Anda... Anda yakin ingin berpartisipasi dalam turnamen... murid luar?"

"Ini perintah dari Tuanku," jawab Tian Feng singkat.

Kata-kata 'perintah dari Tuanku' langsung membungkam semua pertanyaan. Sang diakon dengan tangan gemetar segera mendaftarkan nama Tian Feng.

Berita itu menyebar seperti wabah. Dalam beberapa menit, seluruh arena berdengung dengan informasi yang menggemparkan: Murid Pribadi Tetua Huo yang misterius telah muncul, dan ia akan bertarung di turnamen murid luar!

Spekulasi pun meledak.

"Apa dia gila? Kenapa seseorang dengan statusnya mau repot-repot bertarung di sini?"

"Dia pasti ingin pamer dan menghina kita semua!"

"Hmph, status tidak berarti kekuatan. Dia baru di sekte selama sebulan. Aku ragu dia sehebat itu."

Di panggung utama, beberapa tetua murid luar yang mengawasi turnamen juga tampak bingung. "Apa yang direncanakan oleh monster tua Huo itu?" gumam salah satu dari mereka.

Babak penyisihan awal telah selesai. Kini tersisa seratus murid luar terkuat yang akan memasuki babak kedua.

"Babak kedua: Pertarungan Arena!" umumkan kepala diakon. "Seratus peserta akan dibagi menjadi sepuluh arena. Di setiap arena, akan ada sepuluh peserta. Aturannya sederhana: yang terakhir berdiri di atas panggung akan maju ke babak final! Pertarungan dimulai saat lonceng dibunyikan!"

Nama-nama mulai dipanggil. Tian Feng ditempatkan di Arena Ketiga.

Saat ia melangkah ke atas panggung batu yang luas itu, sembilan murid lainnya yang menjadi lawannya juga naik. Mereka semua menatapnya dengan campuran rasa takut, iri, dan ambisi yang membara. Mereka semua memiliki pikiran yang sama. Mengalahkannya akan menjadi pencapaian terbesar dalam hidup mereka.

"Dengar," kata seorang murid yang tampak paling kuat di antara mereka, seorang Dou Zhe Bintang Satu puncak. "Statusnya mungkin tinggi, tapi dia hanya satu orang. Kita singkirkan dia bersama-sama dulu, baru kita selesaikan urusan kita. Setuju?"

Delapan murid lainnya mengangguk serempak. Sebuah aliansi instan terbentuk, dengan Tian Feng sebagai satu-satunya target.

Di bangku penonton, Ling Yue mendecakkan lidahnya. "Dasar bodoh. Mereka tidak tahu apa yang mereka hadapi."

TENG!

Lonceng dibunyikan.

Seketika, sembilan murid itu bergerak serempak. Berbagai macam Dou Ji Tingkat Huang melesat ke arah Tian Feng. Ada bilah angin, tinju batu, dan sulur-sulur air. Serangan gabungan itu tampak cukup kuat untuk mengalahkan seorang Dou Zhe Bintang Dua biasa.

Tian Feng berdiri diam di tengah panggung.

Ia tidak bergerak untuk menghindar. Ia bahkan tidak repot-repot menggunakan Tinju Api Roh Langit.

Ia hanya melepaskan auranya.

Aura Dou Zhe Bintang Dua miliknya, yang telah dimurnikan tanpa henti oleh Sutra Hati Api Neraka, meledak keluar. Itu bukan aura Dou Zhe biasa yang hanya terasa menekan. Aura Tian Feng membawa serta panas yang menyesakkan dan kehendak kuno yang menghancurkan. Udara di sekelilingnya tampak bergetar.

Bilah-bilah angin yang mendekat menguap menjadi ketiadaan. Tinju batu melambat seolah menabrak dinding yang tak terlihat. Sulur-sulur air mendesis dan berubah menjadi uap bahkan sebelum menyentuhnya.

"Apa?!" seru pemimpin kelompok itu, terkejut.

Saat itulah Tian Feng bergerak.

Gerakannya tidak cepat, tetapi setiap langkahnya terasa tak terhindarkan. Ia masuk ke dalam barisan mereka yang panik.

Seorang murid menyerang dari kiri dengan sebuah belati. Tian Feng bahkan tidak meliriknya. Ia hanya mengangkat dua jari dan dengan santai menjentik bilah belati itu.

TANG!

Getaran dahsyat dari Tinju Getar Dalam, yang disalurkan melalui ujung jarinya, merambat melalui belati itu. Lengan murid itu menjadi kebas seketika, belatinya jatuh ke lantai, dan ia sendiri tersungkur, tidak bisa bergerak.

Satu jatuh.

Seorang murid lain mencoba memukulnya dari belakang. Tian Feng berputar dengan anggun dan menepuk bahunya dengan telapak tangan, sama seperti yang ia lakukan pada Zhao Kang. Murid itu langsung ambruk, Dou Qi di tubuhnya kacau balau.

Dua jatuh.

Satu tepukan. Satu sentilan. Satu pukulan ringan.

Tian Feng bergerak di antara mereka seperti hantu. Ia tidak menggunakan kekuatan yang brutal, melainkan presisi yang mematikan. Ia menyerang titik-titik lemah mereka, mengganggu aliran Dou Qi mereka dengan jumlah kekuatan paling minim yang diperlukan. Ia tidak mencederai mereka dengan parah, hanya melumpuhkan kemampuan mereka untuk bertarung.

Dalam waktu kurang dari tiga puluh detik, pemandangan di Arena Ketiga menjadi absurd.

Delapan murid tergeletak atau terduduk di lantai, mengerang kesakitan atau menatap dengan ngeri. Pemimpin mereka, si Dou Zhe Bintang Satu puncak, berdiri gemetar, tidak berani maju atau mundur.

Tian Feng berhenti di hadapannya.

"Kau mau melanjutkan?" tanyanya dengan tenang.

Murid itu menelan ludah, wajahnya pucat pasi. Ia menjatuhkan senjatanya dan mengangkat tangan. "Aku... aku menyerah."

Seluruh arena yang tadinya riuh kini sunyi senyap. Semua orang, dari murid luar hingga para tetua di panggung utama, menatap pemandangan itu dengan mulut ternganga. Mereka tidak menyaksikan sebuah pertarungan. Mereka menyaksikan sebuah demonstrasi. Sebuah pelajaran tentang betapa lebarnya jurang yang bisa ada di antara para petarung.

Sang diakon yang bertanggung jawab atas Arena Ketiga akhirnya sadar dari keterkejutannya. Ia melompat ke atas panggung, suaranya bergetar.

"Pemenang... Pemenang Arena Ketiga... Tian Feng!"

Tian Feng berdiri sendirian di tengah panggung, bahkan tidak setetes pun keringat di dahinya. Ia melirik ke arah panggung utama para tetua, tatapannya tenang, seolah bertanya:

Hanya ini?

1
Anonymous
Saat mochen jd orng baik lemah. Tp saat jd jahat,jd kuat dan berbahaya🤣🤣🤣
Roni Gunawan
pedangnya.. cuma hiasan
Albar Yusuf
menarik seh tingkat kultivasi kayak BTTH, pake batu kayak WDKK
Albar Yusuf
sampai du capter 4 saya kayaknya suka 👍
Anonymous
Terlahir kembali beberapa kalipun tetap lemahhh🤣🤣🤣
Anonymous
Mengerikanpun untuk apa. Gak guna juga
Anonymous
Lemah x mc. Pasif. Gak ada inisiatif menyerang
Putu Gunastra
ternyata Author dan MC nya sampai bab ini..SAMPAAAHhh...👎👎👎
Putu Gunastra
Author iotaknya konslet makanya MC nya ..makin hari makin lemah..rugi punya tulang naga tingkat 9 apa namanya....gini dah kalo Hasil Karya Jiplakan..😄
Hoda Jattan
reinkarnasi dewa lagit tapi kog nggak ada harga dirinya kulihat ya
Anonymous
Di belahan bumi manapun usia 8 tahun itu masih anak-anak bahkan blm remaja. Menyebutnya anak muda kurang cocok di imajinasi pembaca
Anonymous
Walaupun ini fiktif, tp Terlalu lebay dan tidak relevan untuk ukuran murid yg baru berusia 8 tahun
purwono aji
bagus
Putu Gunastra
author Gblok...dah bintang 4. knp kembali lg ke bintang 3..gini kalo jadi author PENJIPLAK...👎👎👎
Kris Santo
maap... kapan dia dapet si pedang naga langit yak?? 😄
Kris Santo
Tian Feng kan masih bentuk bocah 8 apa 9 taun yah... orang2 sekitar udah dewasa dooong. Gak ada percakapan dari Sekte lawan ; ngapain ada bocil disinih?? (biar gak gantung aja, masa disamaratakan seumuran semuah!)
😪😪
Over all sejauh ini kisahnya OK banget. 👍
Kris Santo
krn saya br baca,,jangan melulu soal ambisi,kekuatan,persaingan... (mungkin sdh ada di chapter2 selanjutnya...) Diinfo jg perbedaan usia masing2 Jenius sama Tian Feng. biar berasa lebih idup jenjangnya...
👍👍👍
Kurniawan
Jadi rambut bendera indonesia dong
Agus Wahyudi
seperti misi B29 waktu mau menjatuhkan Bom Atom diHiroshima
Kurniawan
Authornya malas mikirin semua nama peran gak penting
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!