NovelToon NovelToon
WARISAN GALAXY: Pangeran Bintang

WARISAN GALAXY: Pangeran Bintang

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Murid Genius / Identitas Tersembunyi / Kelahiran kembali menjadi kuat / Mengubah sejarah / Peradaban Antar Bintang
Popularitas:25.1k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

(NOVEL INI LANJUTAN DARI LEGENDA SEMESTA XUANLONG)

Tiga belas tahun telah berlalu sejak Dewa Bintang Tian Feng mendirikan Kekaisaran Langit, menciptakan era kedamaian di dua alam semesta. Namun, di Puncak Menara Bintang, Ye Xing, putra dari Ye Chen dan Long Yin, serta Cucu kesayangan Tian Feng merasa terpenjara dalam sangkar emas.
Terlahir dengan bakat yang menentang surga, Ye Xing tumbuh menjadi remaja jenius namun arogan yang belum pernah merasakan darah dan keputusasaan yang sesungguhnya.

Menyadari bahaya dari bakat yang tak ditempa, Tian Feng mengambil langkah drastis menyegel kultivasi Ye Xing hingga ke tingkat terendah (Qi Condensation) dan membuangnya ke Alam Bawah, ke sebuah sekte sekarat bernama Sekte Awan Rusak. Tanpa nama besar keluarga, tanpa pengawal bayangan, dan tanpa harta istana, Ye Xing harus bertahan hidup sebagai murid biasa bernama "Xing" yang diremehkan dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 17

Gerbang Keluar Hutan Kabut Besi – Area Pendaftaran.

Dupa raksasa penanda waktu tinggal seukuran jari kelingking. Asapnya menipis, menandakan akhir dari babak penyisihan satu hari.

Di panggung utama, Diaken Ma duduk dengan wajah puas, sesekali menyesap tehnya. Di sebelahnya, Zhao Hu (yang sudah pulih sedikit) menyeringai lebar.

"Waktu hampir habis," kata Diaken Ma pada Tetua Han yang duduk di kursi utama. "Sepertinya 'Jenius' yang menghancurkan gendang itu tewas dimakan binatang buas. Sayang sekali. Padahal dia punya potensi."

Tetua Han hanya diam, matanya tertutup. Namun, jarinya mengetuk-ngetuk pegangan kursi dengan tidak sabar.

"Sepuluh detik lagi!" teriak pengawas waktu.

Para murid yang sudah lolos berkumpul di plaza, tubuh mereka penuh luka tapi wajah mereka bangga. Fang Que berdiri di barisan depan, kipasnya menutupi senyum dinginnya. Dia kecewa tidak ada yang berhasil mengambil kepala Ye Xing.

"Lima... Empat... Tiga..."

Diaken Ma sudah berdiri, bersiap membacakan pidato penutupan (dan kematian Ye Xing).

"Dua..."

BUM!

Tanah bergetar. Sesosok bayangan melompat tinggi dari balik pepohonan hutan, melengkung di udara melewati kepala para murid, dan mendarat dengan dentuman keras tepat di tengah plaza.

Debu mengepul.

Saat debu menipis, terlihat Ye Xing berdiri tegak. Jubahnya sedikit kotor, tapi tidak ada luka berarti. Di belakangnya, Lin Xiao mendarat dengan napas tersengal tapi menyeringai lebar.

"Satu... Selesai!" teriak pengawas.

"Maaf terlambat," suara Ye Xing terdengar santai. Dia menatap langsung ke arah Diaken Ma yang cangkir tehnya baru saja jatuh pecah. "Aku harus memungut sampah di jalan. Agak berat."

Ye Xing menarik tali rotan di tangannya. Dari balik debu, sesosok tubuh terikat terseret keluar.

Tubuh itu adalah Si Hantu, pembunuh bayaran elit itu. Wajahnya pucat pasi, matanya kosong karena trauma fisik dan mental (akibat siksaan gravitasi semalam).

"I-itu... Itu Si Hantu Tanpa Nama!" seru seorang murid senior yang mengenali ciri khas jubah hitam si pembunuh. "Pembunuh bayaran yang membantai tiga murid inti tahun lalu! Kenapa dia ada di sini?!"

Suasana menjadi gempar. Membawa pembunuh buronan sebagai tawanan? Itu prestasi gila.

Wajah Diaken Ma berubah menjadi seputih kertas. Keringat dingin sebesar biji jagung mengalir di pelipisnya. Dia masih hidup? Dan dia menangkap Si Hantu hidup-hidup? Tamatlah aku!

Ye Xing menendang tubuh Si Hantu agar berguling ke depan panggung Tetua.

"Lapor, Tetua Han," kata Ye Xing lantang. "Orang ini mencoba membunuhku saat tidur. Dia mengaku disewa oleh seseorang dari dalam sekte. Saya membawanya untuk diadili."

Mata Tetua Han terbuka. Kilatan tajam memancar. "Disewa? Oleh siapa?"

Si Hantu, yang melihat kesempatan untuk mendapat perlindungan Tetua (daripada disiksa Ye Xing lagi), membuka mulutnya dengan gemetar. Dia menatap Diaken Ma.

"Saya disewa ole—"

"MATI KAU IBLIS!"

Tiba-tiba, Diaken Ma berteriak histeris. Dia melompat dari panggung, telapak tangannya memancarkan aura hijau beracun.

[Teknik: Telapak Racun Kalajengking!]

Targetnya bukan Ye Xing. Targetnya adalah kepala Si Hantu. Ini adalah upaya pembungkaman saksi yang terang-terangan.

"Dia pembunuh buronan! Dia berbahaya! Biar aku eksekusi demi keamanan sekte!" teriak Ma sambil melayang turun.

Serangannya cepat. Jaraknya dekat. Si Hantu membelalak pasrah.

Tetua Han mengerutkan kening dan hendak bergerak, tapi jaraknya terlalu jauh.

Namun, Ye Xing sudah menduganya.

"Kau pikir aku bodoh, Tua Bangka?"

Ye Xing tidak mundur. Dia melangkah maju, menghalangi tubuh Si Hantu. Dia hanya memutar pinggangnya, dan mengayunkan "Peti Mati" (Pedang Berat terbungkus kain) di punggungnya seperti perisai.

Gravitasi Pedang: Maksimal.

BAM!

Telapak tangan Diaken Ma (Kultivasi Foundation Establishment Awal) menghantam permukaan pedang berat Ye Xing.

Normalnya, Qi Condensation akan hancur tulangnya menerima serangan Foundation Establishment.

Tapi yang terjadi justru sebaliknya.

Energi racun Ma seolah "ditelan" oleh kepadatan pedang meteorit itu. Dan berat 250kg + Gravitasi membuat Ye Xing kokoh seperti gunung.

Ye Xing hanya terdorong mundur setengah langkah, kakinya membuat parit di lantai batu.

Sedangkan Diaken Ma? Pergelangan tangannya berbunyi krak. Dia terpental balik ke udara karena hukum aksi-reaksi.

"Argh!" Ma mendarat dengan goyah, memegangi tangannya yang retak.

Seluruh plaza hening.

Seorang murid Qi Condensation baru saja menahan serangan penuh seorang Diaken Foundation Establishment?

Ye Xing menurunkan pedangnya, menatap Ma dengan tatapan merendahkan.

"Diaken Ma," kata Ye Xing dingin. "Kenapa buru-buru? Takut dia menyebut namamu?"

"Omong kosong!" Ma berkeringat deras. "Aku hanya... hanya ingin melindungi murid-murid!"

"Cukup!"

Suara Tetua Han menggelegar, mengandung tekanan spiritual Core Formation (Pembentukan Inti). Semua orang, termasuk Ma, jatuh berlutut karena tekanan itu. Hanya Ye Xing yang tetap berdiri (berkat jiwanya), meski kakinya gemetar.

Tetua Han mendarat di depan Si Hantu. Dia meletakkan tangannya di kepala pembunuh itu. Teknik Pencarian Jiwa.

Dua detik kemudian, Tetua Han membuka mata. Wajahnya gelap gulita. Dia menoleh ke Diaken Ma.

"Ma Gu," panggil Tetua Han, tidak lagi menggunakan gelar Diaken. "Kau menyewa pembunuh luar untuk membunuh murid sekte sendiri demi menutupi kesalahan keponakanmu? Kau juga menggelapkan dana herbal ladang barat?"

"T-Tetua... ampuni saya! Saya salah!" Ma bersujud membenturkan kepalanya ke lantai sampai berdarah.

"Bawa dia ke Tebing Penyesalan. Hancurkan kultivasinya. Kurung selama 50 tahun."

Dua Penegak Hukum berjubah merah muncul dari bayangan, menyeret Diaken Ma yang menangis meraung-raung seperti babi disembelih. Zhao Hu, yang melihat pamannya hancur, pingsan di tempat karena ketakutan.

Tetua Han kemudian menatap Ye Xing. Tatapannya rumit. Kagum, tapi juga waspada.

"Ye Xing," kata Tetua Han. "Kau berjasa besar. Sebagai hadiahnya, kau lolos ke Babak Utama sebagai Unggulan Nomor 1 dari jalur Penyisihan."

"Terima kasih, Tetua," Ye Xing membungkuk sopan.

"Tapi ingat," bisik Tetua Han saat berjalan melewatinya. "Pohon yang terlalu tinggi akan diterpa angin kencang. Fang Que tidak akan sebodoh Ma Gu."

Ye Xing tersenyum tipis. "Biarkan anginnya datang, Tetua. Saya butuh angin untuk menerbangkan layang-layang."

Ye Xing berbalik, menatap ke arah balkon tempat Fang Que berdiri.

Mata mereka bertemu.

Fang Que membuat gerakan memotong leher dengan kipasnya. Ye Xing membalas dengan mengacungkan jempol ke bawah.

1
Nanik S
Mantap Tor 💪💪💪
Nanik S
Dua Preman siap beraksi.. 👍👍👍
MyOne
Ⓜ️🔜🆙🔜Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🆗🆗🆗Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🙎‍♂️🙎‍♂️🙎‍♂️Ⓜ️
Mamat Stone
😈🔥🐲🔥😈
Mamat Stone
💨⚡💨⚡💨
Mamat Stone
/Smirk//Smirk//Smirk/
Mamat Stone
/Joyful//Joyful//Joyful/
MyOne
Ⓜ️😡😡😡Ⓜ️
Nanik S
Keren beneran keren aksi sepasang Preman 🤣🤣🤣
Mamat Stone
/Cleaver//Cleaver//Cleaver/
Mamat Stone
/Hammer//Hammer//Hammer/
Mamat Stone
/Determined/
Mamat Stone
/Angry/
Nanik S
Maaantaaaap 💪💪💪
Nanik S
Ternyata Mei menakutkan juga
Mamat Stone
/Smirk//Smirk//Smirk/
Mamat Stone
/Joyful//Joyful//Joyful/
Nanik S
Dua bocah kecil yang Asyi tapi punya nyali
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!