NovelToon NovelToon
Mendadak Menjadi Mama Muda

Mendadak Menjadi Mama Muda

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:4.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Van Theglang Town

Sebuah kecelakaan besar membuat hidup Ajeng berubah total. Karena sebuah balas budi dan intrik dari keluarga Demian dan Mahesa dia harus menikah dengan Raka, laki-laki yang diselamatkannya dengan seorang anak kecil.

Ajeng harus terjebak dalam konflik keluarga kaya. Kehadiran Ajeng membuatnya harus menjadi seorang mama untuk anak kecil yang dia selamatkan.

Apakah Ajeng bisa menemukan kebahagiaan dengan menjadi Mama anak itu. Atau dia justru terperangkap masalah dan konflik keluarga kaya itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Van Theglang Town, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Junior Oh Junior

Makin bertambah hari Ajeng tinggal di rumah Raka semakin tidak bisa dia mengontrol perasaannya pada Raka.

Secara visual Raka, tidak wajar kalau dia tidak menyukainya. Dari wajah Raka, hati gadis mana yang tidak akan tertarik padanya. Bahkan waktu dulu Ajeng melihat Dokter Friska yang sudah bersuami pun kelihatan tergoda. Beruntung nya Raka hanya sekedar iseng menggoda. Ajeng tahu itu, sebab Ajeng melihat Raka semakin kesini perkiraannya dia orang mesum terbukti tidak benar. Tempo dulu Dokter Friska yang kelihatan dadanya kemana-mana Raka malah pura-pura tidak melihat. Padahal kalau laki-laki lain mungkin sudah kegirangan dapat tontonan gratis. Mana montok pula. Tambah dulu waktu Ajeng pura-pura mau ganti baju. Raka malah kabur. Jadi, Raka tuh orangnya pandai menjaga mata. Itulah penilaian Ajeng saat ini.

Semenjak kejadian ciuman di mobil kemarin. Ajeng mulai merasakan salah tingkah di depan Raka. Tetapi tidak bagi Raka, dia hanya bersikap biasa-biasa saja seperti tidak ada kejadian yang mengganggu.

Sementara Ajeng kebalikannya. Setiap melihat Raka dia selalu fokus melihat bibir Raka. Membayangkan bibir itu berada di depan bibirnya. Entah apa yang merasukinya setiap Ajeng berada di dekat Raka dia selalu terbayang adegan ciumannya dengan Raka.

Astaga. Apa yang kau pikirkan Ajeng. Kamu tuh harus tahan diri jangan mupeng begitu.

"Maaah, Gea pengen makan es kirim cyokat ," rengek Gea membuyarkan lamunannya yang sedang duduk di depan balkon kamarnya.

"Hemmm Gea mau eskrim, ayoo kita ke dapur, kita cari di kulkas, mungkin masih ada eskrim," jawab Ajeng kemudian menuntun Gea untuk pergi ke dapur.

Saat menuju dapur melewati ruang keluarga, dia melihat Carla sedang duduk menonton televisi dan tak peduli kalau Ajeng melewatinya dengan Gea. Sikapnya yang tak acuh itu kadang membuat Ajeng merasa tidak nyaman berada di rumah ini.

Ajeng dan Gea sampai dapur kemudian membuka kulkas yang besar seperti lemari pakaian itu. Ajeng mencari di frezernya dan melihat ada satu kotak eskrim. Ajeng pun mengambilnya kemudian menyiapkan gelas dan sendok untuk Gea. Seperti nya Gea senang sekali makan es krim coklat.

Dua sekop es krim coklat Ajeng sajikan dalam gelas eskrim tak lupa dia memotong dua buah stroberi untuk dijadikan topingnya lalu menyodorkannya pada Gea. Dengan senang Gea pun segera menghabiskan es krim itu.

Ajeng dari tadi pagi dia belum melihat Raka. Rasa kangen nya kini mulai muncul. Ajeng menarik napas berat. Dia merasa aneh pada dirinya sendiri. Kenapa dia bisa jadi seperti ini.

Ajeng hendak memberi pesan chat duluan. Tapi dia merasa gengsi. Berulang kali dia mengetik pesan. Namun selalu dia hapus tanpa dia kirim.

Setelah es krim Gea habis, Ajeng pun mengajak Gea pergi ke taman depan rumah untuk bermain.

Masih dengan tatapan yang acuh Carla tidak sedikitpun melihat Ajeng. Ajeng hanya bisa bersabar dan berdoa semoga Carla bisa secepatnya mengakui dirinya sebagai calon kakak ipar.

Sampai di depan rumah Ajeng melihat Raka baru saja turun dari mobil. Dengan tongkatnya Raka berjalan namun sepertinya dia mulai bisa menggerakkan kakinya hanya saja langkahnya masih pelan.

"Kamu mau kemana?" tanya Raka yang melihat Ajeng keluar bersama Gea.

"Ke taman, aku mau ngajak Gea main." Jawab Ajeng sedikit berdebar. Karena dari tadi pagi dia belum melihat Raka membuat nya gelisah dari tadi. Sekarang Raka di depannya membuat hati Ajeng jadi kembang kempis.

Sehari saja dia tidak melihat nya. Ajeng merasa gelisah. Raka sudah membuat dirinya beneran jatuh cinta dalam waktu yang singkat.

"Aku ikut kamu ke sana." Raka pun langsung mengajak Gea dan Ajeng untuk pergi bersama ke taman depan rumah.

Ajeng berjalan sambil memandang wajah Raka yang sepertinya sedikit berbeda dari sebelumnya. Entahlah sepertinya dia sedang mempunyai beban pikiran. Ajeng pun penasaran. Karena Raka biasanya memperlihatkan wajah ceria di depan nya.

Sampai di taman Ajeng kemudian menyuruh Gea untuk berpose di depan air mancur. Ajeng akan memotretnya dengan kamera ponselnya. Gea pun menurut. Dengan diarahkan Ajeng nampak Gea dengan lucu dan lincahnya berpose seperti model cilik. Ajeng pun senyum senyum melihat Gea yang begitu lucu menggemaskan. Sempat Ajeng berpikir bagaimana seusia Gea bisa mempunyai penyakit yang tak mengenal wajah ibu kandung nya itu.

Raka melihat keakraban Ajeng dan Gea membuatnya bisa tersenyum. Dia sangat takjub melihat Ajeng yang begitu keibuan meskipun usia Ajeng masih sangat muda.

"Aku ikut foto dong sama kalian!" seru Raka membuat Ajeng yang sedang ber swafoto dengan Gea langsung menatap Raka yang ingin minta foto bareng.

Kemudian perlahan Raka mendekati mereka. Tapi masalah nya tinggi badan Raka, Ajeng dan Gea yang kecil tidak mungkin dapat angle foto yang mudah kalau dalam posisi berdiri.

Raka kemudian mengambil ponsel Ajeng dan dengan tangan nya yang panjang Raka mampu membuat foto mereka jadi lebih bagus. Tangan kanannya memegang ponsel tangan kirinya menarik pinggang Ajeng agar lebih merapat ke tubuhnya.

Klik. Klik. Klik.

Setelah mempunyai beberapa hasil foto Raka pun menyerahkan ponsel Ajeng. Kemudian Raka mengeluarkan ponselnya di saku celananya.

"Kita belum punya foto berdua lho," seru Raka kemudian menarik tangan Ajeng agar duduk di kursi taman.

Sementara Gea berlari menuju ke arah tanaman bunga matahari yang menarik perhatiannya karena ada kupu-kupu cantik yang sedang hinggap di sana.

Raka dan Ajeng pun duduk. Kemudian Raka mengangkat ponsel nya ke atas siap-siap memotret. Namun dari layar kamera terlihat Ajeng kaku dalam berpose. Raka pun tersenyum kemudian merangkul pundak Ajeng dan meminta nya tersenyum ke arah kamera.

Ajeng mulai merasakan jantung nya berdetak saat Raka merangkulnya. Kejadian di dalam mobil itu masih membekas di ingatannya. Dia merasa malu dan canggung.

Alhasil foto mereka berdua jadi tidak. bagus karena wajah Ajeng terlihat tegang.

Raka kemudian memandang wajah Ajeng yang sedang tegang itu. Dia pun mengernyitkan dahinya merasa Ajeng dari tadi sepertinya kurang rileks bersamanya.

"Kenapa, ada apa, kamu lagi sakit?" tanya Raka kemudian memegang dahi Ajeng untuk memeriksa suhu tubuhnya.

"A-aku baik-baik saja kok."

Sentuhan Raka berpindah dari jidat Ajeng ke puncak kepala Ajeng dan mengelusnya pelan-pelan. Membuat Ajeng semakin tak menentu perasaannya.

"Jangan sakit ya!" pinta Raka dengan manis.

Ajeng mengangguk. Raka kemudian mencubit pipi Ajeng pelan karena gemas.

Ya Tuhan. Boleh tidak aku memeluk laki-laki ini. Kok aku jadi baper

"Jeng!" panggil Raka.

"Ya."

"Boleh nggak kalau aku panggil kamu sayang?" tanya Raka membuat jantung Ajeng seperti mau meledak.

"Sa-sayang, ke-kenapa?"

"Aku kan sayang kamu, pake tanya lagi?" jawab Raka agak marah.

"Boleh aku tanya sesuatu dulu sama kamu?" tanya Ajeng mencoba mengendalikan dirinya.

"Apa itu, tanya saja?"

"Kenapa kamu bisa sayang dan aku ini cuma gadis biasa yang cuman kebetulan menyelamatkanmu, apa itu hanya sekedar balas budi?" tanya Ajeng penasaran.

"Kenapa, aku tulus dan beneran sayang kok sama kamu, tidak apa-apa kalau kamu tidak percaya dengan ketulusan ku, aku juga tidak tahu perasan ini tumbuh begitu cepat. Rasanya aku mulai tidak bisa mengendalikannya lagi kalau dekat sama kamu."

"Bukan terpaksa karena mamah mu kan?" Ajeng masih ingat betul saat Ibu Rika mencoba melamarnya Raka kurang begitu menyetujuinya.

"Itu, awalnya iya. Aku tidak mau dijodohkan. Karena itu terlalu cepat dan aku juga belum kepikiran untuk menikah."

"Terus?"

"Aku menyukaimu sejak pertama datang ke rumahmu."

"Apa?kok bisa?"

"Entahlah, itu datang begitu saja."

"Kalau begitu, bolehkah aku juga menyukaimu?"

Raka terkejut dengan pertanyaan Ajeng.

"Kenapa kau minta izin segala?" tanya Raka sambil mengusak puncak kepala Ajeng.

"Hehee, boleh tidak?" tanya Ajeng.

"Tentu boleh dong, aku juga nggak mau bertepuk sebelah tangan" Raka kemudian memeluk Ajeng.

Ajeng pun bahagia mendengarnya.

Ya Tuhan, terimakasih aku sudah dipeluk

Raka kemudian melepas pelukannya. Dan memegang kedua pipi Ajeng dengan tangannya. Tanpa disangka. Cup.

Raka mengecup bibir Ajeng dengan manis.

"Ka-kamu."

Raka pun tertawa dengan suara tawanya yang khas.

"Maaf. Habisnya aku sudah tak tahan."

Ajeng hanya tertunduk malu. Pipinya merah dan dia tak sanggup melihat wajah Raka saking malunya. Sementara itu jantung nya semakin berdetak cepat mana kala Raka menarik tubuh Ajeng dan menariknya ke pangkuannya. Raka memangku tubuh Ajeng yang kecil itu di atas pahanya. Tangan kirinya memeluk perut Ajeng. Sementara tangan kanan Raka mengangkat ponsel nya lagi dan menyuruh Ajeng untuk melihat kamera sambil tersenyum. Dengan senyuman yang kaku Ajeng pun tersenyum. Padahal jantung nya sedang loncat-loncat karena posisi ini Ajeng menjadi kuatir kalau Raka keberatan dan dia bisa ketahuan kalau dia mempunyai lemak di perut.

Raka kemudian menyimpan dagunya di leher Ajeng. Membuat Ajeng geli.

Klik. Klik. Klik.

Entah sudah berapa pose mereka berfoto dalam posisi Ajeng dipangku seperti itu. Sampai pada akhirnya Ajeng merasakan ada sesuatu yang bergerak di pangkal paha Raka. Saking terkejutnya Ajeng pun berdiri.

Raka hanya terkekeh melihat wajah Ajeng yang tegang gara-gara itu.

"Maaf si juniornya malah bangun." Raka dengan wajah tampannya itu tersenyum kaku karena malu.

Ajeng yang mungkin lebih malu menghadapi situasi asing seperti ini. Insinden kiss mark nya itu saja membuat nya shock. Apalagi situasi asing dan aneh yang baru dia alami.

Bersambung...

"Kenapa loe tong?" tanya author pada Raka yang sedang melamun.

"Kenapa sih thor bikin adegan aku nepsong saja, aku kan nggak bisa nahan?" Raka menjitak kepalanya sendiri.

"Haaha, loe nya aja kali tong, dah lah jangan berisik, author mau fokus ngetik lagi, betewe tong coba ajak reader dulu buat like!" suruh author pada cast kesayangannya itu.

"Bodo ah, aku malas sama reader yang sider." Raka tak menggubris permintaan author.

"Kalau nggak mau, aku nggak kasih jatah kemunculannya di next chapter!" ancam author.

"Astoge, pake ancaman segala, baiklah."

"Guys author ngancam tuh kalau kalian tidak like, komen, dia tidak akan kasih jatah adegan sama aku." Raka sedikit mewek.

"Tinggalkan komen like, vote kalian oke, 😉😉!"

1
janah bibah
Kecewa
DianaCintaTiara
💯👍🏻
Sandrina
👍
Ruth Khoiriyah
muter2 kemana lagi ceritanya bokin sebel thor hidupmu begitu ya thor
Ruth Khoiriyah
seorang ibuk yg g jelas
Ruth Khoiriyah
kos mestiiii ada peganggu sih thor selalu selalu bikin jengkel aja
Mayang
kyknya ank kk raka deh???
Lj19
jangan mau jeng
Lj19
lebih baik raka jujur di awal, dari pada dengar dari orng lain jdi ajeng tidak tambah kecewa
mungkin dengan raka jujur di awal ajeng akan mengerti tidak salah paham begini
Lj19
moga saja pas ajeng pinsang, bayu gak manfaatin siatuasi, yang membuat konflik tmbah panas 😇
Margaretha Sukmawati
ajeng lo gampang di hasut.seharusnya lo sama raka saling terbuka dan saling menguatkan dlm rumah tangga. lo ajeng nek liat lo. gampang di hasut bayu
mudahlia
hahahah
Muniroh Mumun
nyesek jd Ajeng n Raka ....korban keegoisan klrg besar Raka, kasihan Ajeng tak ngerti apa" jg bukan gila harta .....tp kena imbasnya
Muniroh Mumun
khaaann ...jd Ajeng yg terkesan selingkuuuuh .....g rela aku ......😭😭😭😭😭
Muniroh Mumun
kasihan Ajeng thoor .....kebaikan hatinya ketulusannya di putar balik seperti ini ......sial kali nasibnya Ajeng .....semua org menilai dg harta
Ismu Srifah
ojok d tinggal ajeng ka
Ismu Srifah
suit banget raka lopeyu
Ismu Srifah
jahat juga bayu ternyala lbh licik, berarti rendy juga sama kayak bayu licik terhadap raka
Ismu Srifah
nenek yg gak tau kebahagiaan cucunya itu hanya ajeng seorang
Ismu Srifah
thor bawangnya terlalu banyak yaa..... sampek dada sesak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!