NovelToon NovelToon
The Queen

The Queen

Status: tamat
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Wanita Karir / Diam-Diam Cinta / Cintapertama / Berbaikan / Tamat
Popularitas:452
Nilai: 5
Nama Author: Daena

Bagian I: Era Sang Ratu dan Awal Dinasti Kisah bermula dari Queen Elara, seorang wanita tangguh yang membangun fondasi kekuasaan Alexandra Group. Ia menikah dengan Adrian Alistair, pria dingin dan strategis. Dari persatuan ini, lahir dua pasang anak yang menjadi pilar keluarga: si kembar Natalie dan Nathan. Natalie tumbuh sebagai gadis yang tampak lugu namun memiliki sifat "bar-bar" yang terpendam, sementara Nathan menjadi eksekutor tangguh penjaga kehormatan keluarga.
Bagian II: Penyamaran Sang Pangeran Italia Masa muda Natalie Alistair diwarnai oleh kehadiran seorang pengawal misterius bernama Julian, yang sebenarnya adalah Giuliano de Medici, pewaris takhta mafia dan perbankan Italia yang sedang menyamar. Di tengah ancaman rival seperti Jonah dan Justin Moretti, cinta mereka tumbuh dalam gairah yang terjaga.
Bagian III: Dua Pewaris dan Rahasia Kelam Natalie dan Giuliano dikaruniai dua anak: Leonardo dan Alessandra. Leonardo tumbuh menjadi putra mahkota yang sempurna.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

Penjara federal bukan berarti akhir dari kekuasaan, melainkan hanya perpindahan papan catur ke tempat yang lebih sempit dan berbahaya.

Dunia luar mengira Adrian Alistair telah kalah. Media massa memberitakan kejatuhannya sebagai "Tragedi Sang Putra Mahkota." Namun, di balik tembok tinggi Fasilitas Pemasyarakatan Federal, Adrian tidak sedang meratap.

Adrian mengenakan seragam oranye dengan keangkuhan yang sama seperti saat ia mengenakan jas seharga ribuan dolar. Di penjara, ia tidak ditempatkan di sel biasa. Berkat pengaruh tersembunyi yang masih ia miliki, ia mendiami blok khusus. Meski begitu, ancaman tetap ada.

Setiap malam, Adrian menatap foto kecil Queen yang ia sembunyikan di dalam lipatan kitab suci di mejanya. Itu adalah satu-satunya hal yang menjaganya tetap waras.

"Kudengar kau baru saja mengirim ayahmu sendiri ke lubang yang lebih dalam, Alistair," suara berat seorang narapidana bertubuh besar menyapa Adrian di kantin. Itu adalah Marcus, mantan eksekutor lawan bisnis Thomas yang mendekam di sana karena dikhianati oleh Thomas bertahun-tahun lalu.

Adrian tidak mendongak dari nampan makanannya. "Dia pantas mendapatkannya. Dan jika kau ingin membalas dendam pada keluarga Alistair, antre lah di belakang."

Marcus tertawa, sebuah suara parau yang mengerikan. "Aku tidak ingin membunuhmu, Nak. Aku ingin menawarkan aliansi. Ayahmu masih punya 'tangan' di dalam sini. Dia tidak akan membiarkanmu keluar hidup-hidup setelah kau mempermalukannya."

Adrian akhirnya menatap Marcus. "Aku tahu. Itulah sebabnya aku masuk ke sini. Untuk memotong tangan-tangannya dari dalam."

Di penjara keamanan maksimum yang berbeda, Thomas Alistair sedang mendidih. Meskipun ia diasingkan, pengaruh Thomas seperti akar pohon tua yang menembus beton. Melalui pengacara korupnya, ia tetap bisa mengirim instruksi ke dunia luar.

"Hancurkan Queen Elara Alexandra," perintah Thomas dengan suara serak saat sesi kunjungan. "Jika aku tidak bisa memilikinya melalui putraku, maka tidak boleh ada yang memilikinya. Kirimkan pesan pada investor. Siapa pun yang menyentuh saham Alexandra Group akan berhadapan dengan seluruh jaringan rahasia Alistair di luar negeri."

Thomas tidak berhenti di situ. Ia tahu titik lemah Adrian adalah Queen. Thomas menyewa tentara bayaran untuk menerobos keamanan rumah Queen, bukan untuk membunuhnya, tapi untuk menerornya.

Suatu malam, Queen pulang dan menemukan ruang kerjanya berantakan. Di tengah meja, ada sebuah kotak berisi bangkai burung merpati yang kepalanya terpenggal, dengan pesan singkat: "Ratu tanpa pelindung hanyalah sasaran empuk."

Queen tidak lari. Ancaman Thomas justru memicu adrenalinnya. Dengan bantuan Rian dan Luna, ia mengubah kediamannya menjadi benteng teknologi.

"Thomas mulai bermain kotor," ucap Rian sambil memeriksa rekaman CCTV yang menunjukkan orang-orang asing memantau rumah Queen.

"Biarkan dia bermain," sahut Queen, matanya berkilat tajam. "Dia pikir aku adalah wanita lemah yang butuh perlindungan Adrian. Dia lupa bahwa aku yang mengajari Adrian cara menghancurkan perusahaannya sendiri."

Queen melakukan langkah berani. Ia mendatangi pertemuan rahasia para pemegang saham yang masih setia pada Thomas. Di depan mereka, ia melemparkan dokumen baru—bukti bahwa Thomas telah menggelapkan dana pensiun karyawan mereka selama sepuluh tahun.

"Pilihannya mudah," Queen berkata dengan nada otoriter. "Tetap setia pada pria yang mencuri masa tua kalian, atau bergabung denganku dan Adrian untuk membangun Alistair Group yang baru. Jika kalian menolak, besok pagi bukti ini akan sampai ke meja jaksa penuntut."

Dalam satu malam, Queen berhasil membelah kesetiaan dewan direksi Thomas.

Tiga bulan setelah Adrian mendekam, Queen diizinkan menjenguk dengan status "konsultan hukum" berkat bantuan Rian yang memanipulasi data pengunjung.

Mereka duduk dipisahkan oleh kaca tebal. Adrian tampak lebih kurus, rambutnya sedikit berantakan, namun matanya tetap tajam. Saat melihat Queen, sebuah senyum tipis yang penuh kerinduan muncul di bibirnya.

Adrian menempelkan telapak tangannya di kaca. Queen membalasnya, menempelkan tangannya di titik yang sama.

"Kau terlihat mengerikan dengan warna oranye," bisik Queen melalui telepon interkom.

"Dan kau terlihat sangat cantik saat sedang mengancam direksi ayahku," balas Adrian dengan kekeh pelan. "Aku tahu apa yang kau lakukan, Elara. Hati-hati. Ayahku memerintahkan Marcus untuk mengawasiku, tapi aku sudah membaliknya menjadi sekutuku."

"Thomas mencoba menakutiku, Adrian," suara Queen melunak, penuh emosi. "Dia mengirim pesan ke rumah."

Rahang Adrian mengeras. Urat-urat di lehernya menonjol. "Jika dia menyentuh satu helai rambutmu, aku akan memastikan dia tidak akan pernah sampai ke hari persidangannya."

"Jangan khawatirkan aku," Queen menatap Adrian dalam-dalam. "Selesaikan bagianmu di sini. Aku akan memastikan saat kau keluar nanti, tidak akan ada lagi yang tersisa dari nama besar Thomas Alistair. Hanya ada kita."

Sebelum waktu kunjungan habis, Adrian berbisik, "Ingat malam terakhir kita di penthouse? Itu yang membuatku tetap bernapas di sini. Aku mencintaimu, istri-ku."

Queen tersenyum, air mata menetes di pipinya. "Aku juga mencintaimu, suamiku. Bertahanlah."

Saat Queen berjalan keluar dari gedung penjara, ia berpapasan dengan seorang pria yang baru saja turun dari mobil mewah. Pria itu adalah pengacara utama Thomas.

Pria itu tersenyum sinis pada Queen. "Nikmati kemenangan kecilmu, Ms. Alexandra. Karena besok pagi, ada mosi baru yang diajukan. Kami menemukan bukti bahwa Adrian melakukan sabotase internal secara ilegal. Adrian tidak akan berada di sana selama setahun... tapi bisa sepuluh tahun."

Queen membeku. Thomas Alistair belum mengeluarkan kartu as terakhirnya.

🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷

Happy Reading 😍

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!