Kehidupan yang berat membuat seseorang memilih jalan yang salah untuk bertahan hidup,kehidupan naoya berubah setelah bertemu beberapa orang yang dia anggap sebagai keluarganya sampai pada akhirnya keputusannya membuatnya menyesal.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @120, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
diculik untuk dijual
Ditengah keramaian kota tokyo dijam kerja,lalu lintas sangat ramai,orang-orang berjalan memenuhi jalanan begitu juga dengan runa.
Setelah ke kampus runa berlarian menuju stasiun bawah tanah dan menuju kesebuah lokasi untuk melakukan wawancara kerja disebuah gedung.
Setelah menemukan gedung tersebut,runa naik dengan menaiki lift bersama beberapa orang yang menurutnya sedikit aneh.
Tatapan mata runa tidak lepas pada seorang pria yang bertubuh besar dan bertato,memakai pakaian seperti seorang teknisi dan memakai topi namun tidak membawa peralatan lainnya.
"kenapa menatapku terus nona..??
Tanpa disadari,pandangan runa terlihat dari pantulan lift yang bersih itu sehingga pria tersebut menyadarinya.
"ma...maaf..,,
Runa langsung tertunduk ketakutan setelah mendengar suara besar yang dikeluarkan oleh pria tersebut.
setelah keluar dari lift,runa menuju ruangan tempat dia wawancara kerja,dan memakan waktu beberapa lama, setelah 1 jam akhirnya runa keluar ruangan dengan sangat lega.
Begitu banyak hal mendasar yang harus runa jelaskan dengan langsung turun tangan pada prakteknya,dengan senang hati runa sangat berterimakasih pada tsukisima yang sudah membantunya selama ini,dia bisa melewati percobaan pertamanya dengan percaya diri sambil melangkahkan kaki berjalan dilorong dengan tersenyum senang langkahnya terhenti saat melihat tanda peringatan lift dalam perbaikan.
"apa..??
merasa sedikit kecewa,runa menghela nafas dengan berjalan ke arah tangga darurat.
"apa boleh buat..."
perasaan yang senang juga takut akan kegagalan sedang melanda runa,dengan hati-hati runa melangkah di tangga yang cukup gelap meskipun masih siang hari.untuk menghilangkan rasa takutnya runa bersenandung disepanjang perjalanannya.
"wusss....!!!!
Seseorang menangkap dan membius runa saat menuruni tangga sampai tidak sadarkan diri.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"dimana aku...!!!!
runa membuka matanya dan melihat sekitar,seperti disebuah kamar dengan ornamen klasik dan ada seorang wanita bersamanya.
"kau sudah bangun,,lama sekali kau tertidur..??
"tidur..??siapa kau..??
"tidak..!!aku tidak tidur,aku sedang menuruni tangga tadi...!!"gumam runa.
Dengan penuh kekhawatiran Mata runa terus melihat kesana kemari dan melihat sebuah jam dinding yang menunjukan pukul 6 sore.
"aku harus pulang...!!!
Runa bergegas untuk bangkit dari tempat tidur dan mencoba lari dengan sekuat tenaga,setelah menggapai pintu ternyata pintu tersebut terkunci.
"kau tidak bisa lari dari sini nona..!!
seorang wanita yang terlihat lebih dewasa itu menarik runa dan melepaskan pakaian runa dengan paksa.
"lepaskan..!! Kenapa kau menyobeknya..??
"kau tau,,wanita yang berakhir disini,mereka akan dilahap oleh pria hidung belang yang ada dibawah sana,, jadi bersiaplah...!!! Pakai ini...!!
perasaan sedih yang tidak bisa dijelaskan membuat runa meneteskan air mata dengan hanya menyisakan celana dalamnya saja runa menerima sebuah gaun yang diberikan oleh wanita tersebut.
"siapa yang melakukan ini kepadaku..??apa kau dalangnya..??
perasaan tidak terima masih saja runa rasakan dan tidak bisa mengerti apa yang terjadi padanya.
"bukankah kau kesini atas kemauanmu sendiri..??
"tidak mungkin...!!" bantah runa.
"dor...dor...dor...!!! Cepatlah..!!! Tamu akan segera datang..!!!
Teriakan seorang pria dari luar kamar jelas terdengar menakutkan sampai runa terkejut dan berlari kearah wanita dewasa itu.
"si...siapa mereka..!!!
"kau sudah dengar kan..?mereka tidak sabaran,kau tidak punya pilihan selain menurut..."
"lalu bagaimana dengan kau..??
dengan tatapan memelas,runa yang bersembunyi dibelakang tubuh wanita itu sambil memegangi tangannya mencoba merayu wanita itu untuk melepaskannya.
"bagaimana kalau kita kabur bersama..??
"pfftt...kabur katamu..??hanya orang bodoh yang tidak menghargai hidupnya yang mencoba kabur,,
"apa maksudmu .??
Wanita itu mengambil gaun ditangan runa dan memakaikannya pada runa dengan hati-hati sambil berjalan lirih kearah meja rias.
Runa masih saja menatap wajah wanita itu dengan heran sambil menerima perlakuan baiknya.
"dulu saat aku seusiamu, itu adalah pilihanku sendiri datang ke tempat ini,aku bertemu seorang gadis yang sama sepertimu,setelah kami cukup dekat dia mengatakan padaku kalau dia dijual,sedangkan aku dengan sukarela melakukannya semata-mata karena uang.
Wajah wanita itu penuh kesedihan dan penyesalan,runa mencoba memahaminya dengan terus mendengarnya.wanita perlahan mengambil sebuah alat make up dan mulai melukis pada wajah runa.
"gadis tersebut awalnya menuruti semua peraturan disini,dan melayani para hidung belang dengan tenang,dia selalu bersenandung ketika merasa sedih dengan hidupnya,aku selalu mendengarnya dan membiarkannya berbaring di pangkuanku,suaranya merdu aku juga menyukainya,namun suatu ketika seorang pria yang cukup kasar memperlakukannya dengan sangat buruk,gadis itu mencoba kabur dengan membuat banyak keributan,dalam keributan itu pria tersebut mengambil sebuah katana yang selalu dia bawa dan menusukannya pada gadis itu sampai tertembus ke belakang.
Runa merasa merinding mendengarkan cerita wanita itu sampai bulu kuduknya berdiri.
"apa gadis itu mati..??
"aku pikir begitu,,setelah keributan itu aku mencoba menghubungi polisi namun salah satu bodyguard disini membanting telefon dan saat itu aku tau,tempat ini bukan sembarang bar biasa,disini dipenuhi oleh monster, gadis itu dibawa oleh pria tersebut kesuatu tempat aku pikir dia telah mati, tapi baru-baru ini aku dengar dari orang-orang disini dia baru saja mati dan kau tau bagaimana dia mati...??
Runa sangat penasaran dan menatap mata wanita itu dengan seksama sambil menelan ludah ketakutan dan menggelengkan kepalanya.
"gadis itu dipenggal kepalanya oleh pria yang membawanya pergi waktu itu"
"tidak mungkin...!!! Kenapa kejam sekali..,,siapa mereka..??
Wanita tersebut beranjak setelah menyelesaikan riasan pada wajah runa dan berjalan kearah pintu.
"mereka adalah yakuza, gadis yang sangat malang,jika yuka menuruti mereka sampai saat ini,pasti dia akan tetap hidup,meskipun tidak berharga sama sekali,,setidaknya sayangi nyawamu sendiri...."ucap sang wanita sambil mengetuk pintu.
Pintu dibuka dari luar oleh bodyguard,wajah wanita itu sangat sedih dan menyesal.namun tidak ada yang bisa dia lakukan selain menuruti mereka.
"pergilah....!!!
runa dengan perasaan ketakutan tidak ingin berakhir seperti gadis dalam cerita itu,namun dia juga tidak ingin menjadi wanita yang melayani pria hidung belang,dada yang begitu sesak menahan air mata membuatnya begitu frustasi.
Langkah runa terasa sangat berat,pikirannya kemana-mana.
"tadi dia bilang nama gadis itu yuka..?kebetulan sekali,tapi tidak mungkin itu orang yang sama kan..?gumam runa sambil melirik pada wanita itu.
"kau hanya perlu keajaiban untuk bisa lolos dari sini...,,berdoalah kalau seseorang akan datang menyelamatkanmu..."ucap wanita lirih.
"cepatlah...!!
Mata runa langsung melebar mendengar bisikan wanita tersebut dan tersentak karena seorang bodyguard yang menarik tangan runa.
"seseorang....?
Pikiran runa baru tersadar saat wanita itu mengatakan hal yang telah runa lupakan karena ketakutannya.
"naoya-san....,,tsukisima-san....hanya mereka yang aku kenal...,,apa mereka bisa menyadarinya..??
"mas tsuki....tolong aku..."
Dalam perjalanannya menuju ruangan khusus dengan ditarik paksa oleh bodyguard tidak henti hentinya runa memanggil nama tsuki dalam hatinya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"haahh.....lama sekali satoru san..?apa mengambil sidik jari sangat susah..??
"bodoh...!! Semua gagal karena kau kan..?
"cih...kau juga sama tsuki,,kenapa kau menatap ponselmu terus..??apa kau sedang menunggu kabar dai kekasihmu..??
"tentu saja...!!"
wajah tsuki mengejek dengan melirik kearah naoya yang duduk disofa sambil nyemil snack. Tsuki bangun dari tempat tidur dan mencoba menghubungi runa.
"tuuuuuut.....tuuuuttt.....tuuuuttt....."
"🎵Nomor yang anda tuju tidak dapat dihubungi,silahkan coba beberapa saat lagi🎵"
"sial...!!! Tiba-tiba sekali.,,padahal tadi aktif...!!!
"🎵Nomor yang anda tuju tidak dapat dihubungi,silahkan coba beberapa saat lagi🎵"
"ada apa tsuki..??dia me reject nya..?mungkin dia bosan padamu,huhuhu.."ejek naoya.
Melihat ekspresi tsuki yang serius,naoya pikir itu bukan hal yang biasa dan naoya terus melihat kearah tsuki yang merasa panik,
"akhir-akhir ini dia sering seperti itu..,,mungkin karena kejadian yuka,aku pun merasa takut" gumam naoya.
"tuuttt.....halo..."
"oh...murayama-san...apa kau bersama yuna-san..???
"apa kau seorang dukun..?apa kau memasang kamera tersembunyi dirumahku..!!! Teriak murayama dalam telefon.
"tidak...tidak..bukan begitu, tolong tanyakan pada yuna,dimana runa pergi wawancara..??
"tidak sopan sekali pada atasanmu,,"
"ini serius murayama-san...!!
Mendengar suara tsuki yang sangat panik membuat murayama sadar akan hal buruk akhir-akhir ini,
"baiklah...akan aku tanyakan,kau dengarkan baik-baik..."
"em...."
" sayang....,,apa kau tau dimana runa melakukan wawancara..??"tanya murayama
"ih...najisnya,kenapa dia membuat suara sok imut begitu" gumam tsuki
"runa..??kenapa kau penasaran..!! Apa kau meulai tertarik pada keponakanku..? Jangan macam-macam ya..!!"jawab yuna
"mampus kau, dasar om om genit pukul saja murayama, yuna-san"
"aahh...tidak..tidak...kenapa kau marah marah,maafkan aku sayang...,,ada seorang berandalan akan menjemputnya katanya "ucap murayama
"oh...aku tidak tau,dia hanya pamit akan pergi wawancara saja begitu"jawab yuna.
"apa kau mendengarnya tsuki..??apa terjadi hal buruk..??
"entahlah,tapi menurutku ini ganjil,tiba-tiba saja nomornya tidak aktif setelah aku hubungi satu kali,tapi tolong jangan katakan pada yuna-san karena ini belum pasti aku akan mencari tahu,"
"tut..." telefon dimatikan.
"ish...dasar berandalan,,"
Murayama menatap kearah yuna yang sedang menyiapkan makan malam didalam apartemen murayama dalam hatinya dipenuhi ketakutan akan suatu hal namun masih dia pendam sendiri untuk saat ini.
"apa yang terjadi tsuki..??
"jangan berisik,kau menggangguku...!!!
Naoya mengikuti tsuki yang berlari kearah komputernya dan mengakses sebuah aplikasi yang terhubung dengan ponselnya.
"kenapa..??
"apa..?ada apa..??
Naoya melihat ke arah Tsuki yang terpaku ke layar komputer yang sedang melihat lokasi. Tsuki sangat terkejut melihat lokasi runa saat ini berada disebuah bar di tokyo bagian timur,dimana tempat itu sudah memasuki wilayah kekuasaan klan AKA.