NovelToon NovelToon
Choose The Antagonist

Choose The Antagonist

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Transmigrasi ke Dalam Novel / One Night Stand / Mafia / Romansa / Masuk ke dalam novel
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: Agnes Fetrika

-Dark Romance
-Bukan untuk anak-anak.
-Adegan kekerasan dan darah.


Sherly gadis berusia 21 tahun, yang mengalami kematian setelah tertabrak mobil. Kini jiwanya justru memasuki sebuah novel, dan masuk ke dalam raga dari sang tokoh utama yang memiliki nama depan sama sepertinya.

Sherly Agda Yeremia, tokoh utama perempuan bodoh dan lemah yang tidak pernah dianggap, bahkan diselingkuhi beberapa kali oleh Vincent suaminya.

Tapi dengan jiwa baru, semua cerita berubah. Sherly yang baru tidak peduli dan mengabaikan Vincent. Bahkan Sherly memilih untuk melindungi, Jeremy Christ Chadwick, tokoh antagonis favoritnya yang akan mati pada akhir cerita.

Di balik wajah tampan penuh pesona, Sherly tidak pernah menduga jika Jeremy memiliki sisi gelap dan obsesi tersembunyi pada tokoh utama.

“Setelah ini, kau tidak akan bisa lari dariku, Sherly sayang~ Kau adalah milikku, tidak peduli jika kau sudah memiliki suami.”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agnes Fetrika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14 : Jiwa Sherly yang asli

“Apa kau meneror Aluna ?! Dan memakinya lewat pesan ?! Dasar wanita s**l*n !!!”

“A.. Aku benar-benar tidak tahu apapun, Vincent..”

Sherly mengepalkan tangannya saat melihat salah satu rekaman, dimana Vincent memukuli Sherly dan bahkan membenturkan kepala wanita itu pada dinding hingga berdarah. Jika di dalam novel, Sherly selalu menghindari adegan ini, karena dirinya takut dan merasa sakit saat sang tokoh utama mengalami semua ini, justru disini dirinya harus melihat secara langsung, dan merasakan bagaimana Sherly sang tokoh utama, mengalami kekerasan dari suaminya, Vincent.

Jeremy mematikan video itu, dan menarik tablet dari depan Sherly. Lelaki itu menaruh tablet di atas meja nakas, dan kemudian menggenggam tangan Sherly yang terkepal.

“Ma.. Maafkan aku.. Ssttt jangan takut..” Jeremy menatap wajah Sherly yang terlihat hampir menangis, seketika dirinya memeluk Sherly, mengelus bagian punggung wanitanya. Sembari berbisik lembut.

“Jangan takut, aku disini.. Tidak akan ada lagi yang bisa menyentuhmu..” Bisik di telinga Sherly, sementara lawan bicaranya masih terdiam, perasaannya bercampur aduk, antara takut, emosi, kesal, apalagi dirinya menjadi korban sasaran emosi suaminya, hanya karena wanita lain.

Sherly tanpa sadar membalas pelukan Jeremy, dan kemudian menenggelamkan wajahnya pada bahu Jeremy.

Wanita s**l*n itu membuat Sherly-ku menderita !! Aku akan membuat Vincent, sekeluarga dan Aluna j*l*ng itu membayar semuanya batin Jeremy dengan penuh emosi, merasakan saat Sherly mulai meluangkan emosinya, menangis kecil di pelukannya. Jeremy tidak akan tinggal diam begitu saja, otak liciknya akan bekerja untuk membayar semua rasa sakit yang di derita Sherly.

Tanpa Jeremy sadari, Sherly tertidur setelah menangis, pelukannya merenggang perlahan, Jeremy menyadari itu. Dia segera melepaskan pelukan, dan membaringkan Sherly yang wajahnya sudah sembap karena air mata, kepala Sherly di taruh di atas bantal, lalu tubuhnya di tutupi selimut oleh Jeremy.

Jeremy tersenyum kecil, dan miris melihat air mata Sherly. Dia kemudian mengecup kening Sherly secara perlahan.

“Sweet dream, sweetie~”

...

Sementara di dunia alam bawah sadar, Sherly tampak berjalan di sebuah ruangan yang begitu gelap, tanpa ada pencahayaan apapun. Hingga matanya menangkap bayangan seorang perempuan di depannya.

Dengan ragu, Sherly melangkahkan kakinya menghampiri bayangan itu.

“Hey !! Halo !! Apa ada orang lain disini ??”

Tiba-tiba bayangan itu menolehkan kepalanya, dan Sherly menangkap sesuatu dari balik bayangan hitam yang mulai memudar, dan terlihat sosok perempuan yang memiliki ciri fisik seperti tubuh yang dia pakai.

Sherly menyadari sesuatu, matanya membulat sempurna saat sang wanita tersenyum ke arahnya, dia..

Sherly Agda Yeremia, sang tokoh utama (MC)

“Sherly Anne Anthonella ?? Nama yang indah, kebetulan sekali kita memiliki nama depan yang sama.” Ujar sang tokoh utama dengan nada lembut, dan tersenyum senang.

Sherly tidak tahu harus berkata apa lagi, hingga satu kalimat terucap di bibirnya.

“Maaf..”

“Eh ??”

“Aku tidak bermaksud mengambil tubuh dan hidupmu.. Juga aku minta maaf, tidak bisa sekuat kamu untuk mempertahankan Vincent.” Ujar Sherly dengan nada bergetar, inilah yang dia takutkan.

Memang dia sangat ingin dekat dengan Jeremy, tapi bagaimana dengan respon Sherly yang asli ?? Apalagi di novel, Sherly (MC) tidak pernah dekat, dan takut pada Jeremy, karena dia pernah di sekap dan diculik Jeremy.

Terlebih sang tokoh utama terlalu mencintai Vincent, jika dia merubah semuanya.. Bagaimana reaksi Sherly yang asli ?? Tapi wanita di depannya tersenyum kecil.

“Sherly, aku tidak mungkin bisa kembali di tubuh itu, kini kau bisa memilikinya dan merubah nasibmu.”

“Eh ?? Tapi-”

“Aku sudah menyerah. Aku memang mencintai Vincent, tapi aku sudah menyerah, aku sudah lelah.”

Sherly bisa melihat, wajah wanita di depannya berkaca-kaca dan hampir menangis saat mengucapkan kalimat terakhirnya. Jadi.. Jiwa sang tokoh utama sudah menyerah ?? Dan memilih dirinya untuk melanjutkan hidupnya ??

“Kau juga tidak bisa kembali ke duniamu, karena..”

“Aku tahu, terakhir aku kecelakaan karena mobil.”

“Dan tubuhmu.. Sudah hancur..”

Sherly terdiam, mendengarkan itu. Tubuhnya di dunia asli, sudah hancur, bahkan sudah tidak berbentuk, kini dirinya terjebak di dunia novel untuk selamanya. Agak berat, memang. Tapi Sherly tidak mau menyerah begitu saja.

“Tapi aku memilih untuk menikahi Jeremy, aku tidak mau kembali pada suamimu yang bodoh itu.” Ujar Sherly dengan nada tidak suka, sementara sang lawan bicara itu, kini malah tersenyum kecil dan tertawa pelan menanggapi perkataan itu.

“Ya.. Terserah kau saja, mau memilih siapapun boleh.”

“Eh, dan satu lagi.. Kau tidak mandul..”

“Memang.”

“Hah ?? Lalu kenapa mertuamu begitu kasar padamu, dan mengataimu mandul ??”

Sherly (MC) hanya mengangkat bahunya acuh, seakan dirinya tidak peduli lagi pada pendapat orang lain. Sherly hanya bisa menghela nafasnya berat.

“Lagipula kamu ini aneh, dicintai begitu dalam oleh lelaki yang lebih kaya, lebih lembut dan perhatian, malah lebih memilih lelaki redflag !!” Ujar Sherly, membuat lawan bicaranya tertawa kikuk, dia tahu jika Sherly sedang membahas Jeremy.

“Dia menakutkan..”

“Tidak juga, lebih menakutkan Vincent, kepalamu saja sampai dibenturkan ke dinding hingga berdarah. Jadi, Vincent lebih menakutkan.”

“Benar juga, apa aku terlalu bodoh dulu ya..”

“Memang. Mana Vincent lebih percaya itu cewek jejadian !!” Ujar Sherly dengan nada kesal, melipat kedua tangannya, seakan kesal dengan tindakan sang tokoh utama yang terlalu cinta buta, benar-benar buta !!

“Maaf.. Maaf.. Hanya itu yang bisa aku sampaikan, sampai jumpa, sampai bertemu lagi Sherly~” tidak lama sang tokoh utama menghilang begitu saja, dan itu menjadi tanda jika hidupnya kini menjadi milik Sherly seutuhnya.

.

.

.

Sherly membuka matanya, menyadari jika itu adalah mimpi, dia merasakan sebuah tangan yang melingkar di tubuhnya, dia tidak perlu mempertanyakan tangan siapa itu, karena Sherly bisa melihat Jeremy tidur di sebelahnya.

Sherly kemudian menggerakkan tubuhnya secara perlahan, menempelkan tubuh pada Jeremy seakan mencari kehangatan dari lelaki itu. Gerakan kecil itu rupanya membuat Jeremy sedikit terusik pada tidurnya.

“Ehmm~ Sherly.. Kau terbangun ??” Jeremy bertanya dengan suara serak, khas orang yang baru bangun tidur, Sherly memberikan tatapan tidak enak, karena sudah menganggu tidur lelaki itu.

“Eh ?? Ma.. Maafkan aku..”

Jeremy membuka matanya perlahan dan melihat Sherly yang juga memandang ke arahnya. Jeremy tersenyum kecil, mengangkat tangannya membelai rambut Sherly.

“Mimpi buruk ??”

“Tidak.. Hanya kedinginan.” Ujar Sherly terkekeh malu, Jeremy kemudian mendekap Sherly lebih dalam lagi. Bahkan kini wajah Sherly berada di depan dada bidang Jeremy, membuat jantungnya berdebar tidak karuan, merasakan pelukan hangat sang lelaki.

“Bagaimana ?? Masih dingin ??” Bisikan lembut Jeremy, terdengar di telinganya, Sherly menggeleng pelan dan menenggelamkan dirinya pada pelukan itu. Jeremy terkekeh kecil, melihat perilaku Sherly, dan mengubah posisi kepalanya, lalu memejamkan matanya dan mencoba kembali tertidur, berbeda dengan Sherly.

Menakutkan apanya sih ?! Perilakunya aja lembut kaya gini !! Aduh jantungku, ayo dong jangan kaya gini. Batin Sherly menetralkan jantungnya yang berdebar tidak karuan.

 

🌟🌟🌟🌟

1
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
Thor pengen melihat wajah mc nya!!!! cantik and hensem 🔥🔥
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari: wahhh!!!! terbaikk 🍬
total 2 replies
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
Vincent!!!! manisan sedang menunggu muuu
Agnes Fetrika: Ntar kejutannya lebih manis lagi 🤣
total 1 replies
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
sedikit manis 🍬🍬🍬🍬🍬🍬
Agnes Fetrika: /Smile//Smile/ Di tunggu update selanjutnya ya kak /Smile/
total 1 replies
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
takde noda merah? Thor tolong bagi aku hint!!!!
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari: terbaik Thor!!!!
total 6 replies
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
next... high leval🔥
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari: 🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
total 2 replies
Irmha febyollah
yg rajin update ya kk🥰🥰🥰, suka sama ceritanya
..
Agnes Fetrika: Makasih buat komentarnya kak 😊😊
total 1 replies
Irmha febyollah
kak update nya satu hari berpa bab?
Agnes Fetrika: Maaf ya, untuk saat ini Author baru bisa satu hari satu bab 🙏🙏 Tapi Author usahain setiap hari update kok 😉😉
total 1 replies
Etty Rohaeti
semangat Thor
Agnes Fetrika: Makasih buat komentarnya 😊😊😊
total 1 replies
**Maulina**
lanjut 💪
Agnes Fetrika: Makasih buat komentarnya kak 😊😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!