NovelToon NovelToon
The Fault In Our Secrets

The Fault In Our Secrets

Status: tamat
Genre:Ketos / Duniahiburan / Idola sekolah / Tamat
Popularitas:10
Nilai: 5
Nama Author: Nadhira Ramadhani

Di dunia yang penuh sandiwara, kebenaran adalah satu-satunya hal yang paling berbahaya."
Bagi semua orang di SMA Garuda, Jenny adalah definisi kesempurnaan. Sebagai ketua pemandu sorak yang ceria dan ramah, hidupnya tampak lengkap dengan kehadiran Jonathan, ketua OSIS yang kaku namun romantis, serta Claudia, sahabat yang selalu ada di sisinya. Jenny memiliki segalanya—atau setidaknya, itulah yang ia percayai.
Namun, di balik pintu ruang OSIS yang tertutup dan senyum manis para sahabat, sebuah pengkhianatan sedang tumbuh subur. Jonathan yang ia puja dan Claudia yang ia percaya, menyembunyikan api di balik punggung mereka.
Hanya satu orang yang berani mengusik "gelembung" bahagia milik Jenny: Romeo. Sang kapten tim voli yang kasar, red flag, dan rival bebuyutan Jenny sejak hari pertama. Romeo benci kepalsuan, dan ia tahu betul bahwa mahkota yang dipakai Jenny sudah retak sejak lama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadhira Ramadhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 22

Malam minggu yang seharusnya menjadi momen romantis bagi Jenny dan Angga berubah menjadi medan perang urat saraf. Angga sudah merencanakan makan malam manis di sebuah kafe aesthetic bertema taman di pusat kota. Jenny tampil cantik dengan dress bunga-bunga kecil dan bando merah favoritnya.

Namun, baru saja mereka memesan makanan, dua sosok yang sangat tidak diharapkan muncul di ambang pintu kafe. Romeo, dengan jaket kulit hitamnya, dan Lisa yang menggelayut manja di lengannya dengan wajah yang sengaja dibuat ceria.

Tanpa permisi, Romeo menarik kursi di meja tepat di sebelah mereka—yang sebenarnya masih satu area sofa yang sama.

"Eh, ada pengantin baru," celetuk Romeo dengan nada malasnya yang khas.

Jenny memutar bola matanya, meletakkan menu dengan kasar. "Ini kenapa kalian ikut sih? Ganggu aja!"

"Kafe ini punya umum, Jen. Bukan punya bokap Angga," sahut Lisa sinis sambil memperbaiki posisi duduknya agar bisa memamerkan tas barunya. "Lagian Romeo yang ngajak ke sini, katanya bosen makan di pinggir jalan terus."

Suasana Panas di Meja Makan

Angga mencoba tetap tenang, meski tangannya di bawah meja sudah mengepal. Ia tidak ingin merusak kencan pertamanya dengan Jenny. "Ya sudah, kalau mau makan di sini silakan. Tapi tolong, jangan berisik. Gue mau quality time sama pacar gue."

"Santai, Ngga. Gue nggak bakal ganggu... selama pacar lo nggak lirik-lirik gue," ucap Romeo sambil menyeringai, melirik Jenny lewat sudut matanya.

"Siapa juga yang lirik lo, cowok kasar!" balas Jenny ketus, namun wajahnya sedikit memerah karena kesal (atau mungkin karena hal lain).

Suasana menjadi sangat canggung. Saat makanan datang, Lisa terus-menerus mencoba memanas-manasi suasana. Ia sengaja menyuapi Romeo dengan cara yang sangat berlebihan.

"Sayang, coba deh pasta ini, enak banget!" ucap Lisa dengan suara yang dikeraskan agar didengar meja sebelah.

Romeo hanya membuka mulutnya malas, tapi matanya tetap tertuju pada Jenny yang sedang asyik berbincang dengan Angga. Angga sendiri sedang sibuk memotongkan steak untuk Jenny.

"Ini, Jen. Makan yang banyak ya, biar semangat latihannya besok," ucap Angga lembut.

"Makasih, Angga. Kamu emang paling pengertian," jawab Jenny sengaja dikeraskan juga.

Di tengah makan malam, Romeo tiba-tiba angkat bicara. "Gue denger si Robot Jonathan makin depresi di sekolah. Tadi gue liat dia duduk sendirian di perpus sambil melamun kayak orang kehilangan nyawa."

Jenny terdiam sejenak mendengar nama itu disebut. "Bukan urusan gue lagi, Rom."

"Yakin? Gue kira lo masih kasihan dikit. Secara, tiga tahun kan bukan waktu yang sebentar buat 'main rumah-rumahan' sama dia," sindir Romeo tajam.

"Romeo, bisa nggak sih lo diem?" bentak Angga. "Lo di sini mau makan atau mau jadi kompor?"

"Gue cuma ngomong fakta. Jangan baperan dong, Ngga. Takut ya kalau Jenny tiba-tiba inget masa lalu terus balik ke dia?" Romeo tertawa rendah, sebuah tawa yang memancing amarah.

Lisa yang merasa diabaikan mulai merasa panas. "Lagian ya, Jen, lo hebat banget bisa dapet Angga secepet itu. Rahasianya apa sih? Pake pelet atau emang lo udah nyiapin cadangan pas masih sama Jonathan?"

BRAK!

Jenny menggebrak meja, membuat beberapa pengunjung kafe menoleh. "Lisa, jaga mulut lo ya! Gue nggak kayak Claudia yang hobi nikung. Gue putus karena dikhianatin, dan gue berhak bahagia sama siapa pun!"

Melihat situasi semakin tidak kondusif, Angga berdiri dan menarik tangan Jenny. "Ayo kita pergi, Jen. Di sini udaranya jadi bau sampah gara-gara ada orang yang nggak tau diri."

"Eh, mau ke mana? Makanan lo belum abis, Ngga!" teriak Romeo sambil tertawa puas melihat mereka pergi.

Di parkiran kafe, Jenny menghentakkan kakinya kesal. "Sumpah ya! Romeo sama Lisa bener-bener perusak suasana! Gue benci banget sama mereka!"

Angga menghela napas, lalu memegang kedua bahu Jenny. "Sstt... udah. Jangan dipikirin. Mereka cuma iri liat kita bahagia. Mau lanjut cari es krim di tempat lain yang nggak ada setannya?"

Jenny melihat wajah tulus Angga dan perlahan emosinya mereda. "Mau..."

Namun, saat mereka hendak naik ke motor Angga, ponsel Jenny bergetar. Sebuah pesan masuk dari nomor tidak dikenal yang berisi foto: Jonathan sedang berdiri di pinggir jembatan penyeberangan sekolah malam ini.

"Angga... liat ini," ucap Jenny dengan suara gemetar. "Jonathan... dia mau ngapain?"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!