NovelToon NovelToon
Pengagum Rahasia

Pengagum Rahasia

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta pada Pandangan Pertama / Teman lama bertemu kembali
Popularitas:129.7k
Nilai: 5
Nama Author: elaretaa

Sejak kuliah, Kanaya sudah mengagumi seorang Narendra Atmaja, namun ia sadar akan statusnya dan mencoba membuang jauh-jauh perasaannya. Hingga suatu hari sahabatnya mendaftarkan Kanaya ke sebuah aplikasi kencan dan ia harus bertemu dengan pria yang menjadi teman kencannya, akhirnya Kanaya menemui pria tersebut dan betapa terkejutnya ia ketika mengetahui jika pria yang menjadi teman kencannya adalah pria yang ia kagumi sejak kuliah.

Bagaimana kelanjutannya? Apa yang akan terjadi pada Kanaya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Calon Suaminya Kanaya

Kanaya meremas jemarinya, wajahnya sudah semerah tomat akibat pertanyaan blak-blakan dari Bu Sumi, tetangga paling vokal di desanya. Belum sempat Kanaya menyusun kalimatnya, Narendra sudah melangkah selangkah lebih maju dan dengan santai meletakkan tangannya di pundak Kanaya seolah mendeklarasikan kepemilikan.

​"Iya, Bu. Mohon doa restunya, saya calon suami Kanaya," jawab Narendra dengan suara lantang dan ramah.

​"Ganteng ya, pinter kamu milihnya, Nay," ucap Bu Sumi.

Kanaya hanya bisa menunduk dan mencoba menyembunyikan senyum malu sekaligus haru di balik rambutnya.

​"Ayo, sebelum kita makin dikepung," bisik Narendra di telinga Kanaya lalu ia menuntun gadis itu membelah kerumunan warga menuju jalan setapak di samping rumah.

​Mereka berjalan menyusuri pematang sawah yang menghijau luas, angin sepoi-sepoi membawa aroma tanah basah dan padi yang mulai berisi, suasana hening pedesaan yang damai sangat kontras dengan hiruk-pikuk kota yang biasa mereka hadapi.

​"Maaf ya, orang desa sini memang sedikit... terlalu bersemangat kalau ada tamu," ucap Kanaya setelah mereka cukup jauh dari keramaian.

​"Aku suka, mereka jujur dan ramah," jawab Narendra berhenti melangkah dan menghirup udara dalam-dalam.

Setelah puas berkeliling dan melihat aliran sungai kecil yang jernih, Narendra mengajak Kanaya mampir ke sebuah warung kayu sederhana di pinggir jalan desa.

Narendra melangkah masuk ke dalam warung kayu tersebut untuk memesan beberapa camilan dan kelapa muda, sementara Kanaya menyeberang jalan menuju sebuah saung bambu kecil yang dibangun tepat di atas aliran irigasi sawah.

​Kanaya duduk di sana sambil menjuntaikan kakinya, merasakan hembusan angin yang memainkan anak rambutnya. Kanaya menatap hamparan hijau di depannya dengan perasaan campur aduk. Baru kemarin ia merasa dunianya runtuh karena fitnah Shinta dan luka di wajahnya, namun hari ini, ia duduk di sini bersama pria yang paling dikagumi seantero kampus dulu, membawa status sebagai calon istri.

Saat menunggu Narendra, tiba-tiba beberapa Ibu-ibu berjalan melewati Kanaya. Salah satu dari Ibu-ibu tersebut adalah Bu Nisa, dia adalah Ibu dari Gea, teman sekolah Kanaya dulu, di mana Gea dan Bu Nisa tidak menyukai Kanaya.

"Eh, ada Kanaya. Gaya sekali ya sekarang, pulang-pulang bawa mobil mewah sampai ke depan rumah," celetuk Bu Nisa dengan nada sinis yang kental.

Mereka berhenti tepat di depan saung, berkacak pinggang sambil memperhatikan Kanaya dari ujung kepala sampai ujung kaki, ​Ibu-ibu di sebelahnya ikut menimpali sambil menutup mulut.

"Iya ya, Bu Nisa. Padahal dulu waktu sekolah cuma pakai sepeda butut, ternyata di kota tidak sia-sia ya, Nay. Pintar sekali kamu cari umpan pria kaya, tampang biasa aja, tapi langsung dapat yang kelas kakap," ucap Bu Paini.

​Kanaya menarik napas panjang, ia sudah hafal tabiat Bu Nisa yang selalu merasa tersaingi sejak Gea anaknya kalah dalam perebutan beasiswa dengan Kanaya dulu.

"Selamat sore, Ibu-ibu. Terim kasih ya, saya juga tidak menyangka, jika saya bisa mendapatkan pria kaya dan tampan, saya akan menjaganya sepenuh hati saya," jawab Kanaya sesingkat mungkin dan berusaha tetap sopan meski hatinya mulai terasa panas.

Bu Nisa mendengus kasar, wajahnya tampak semakin tidak senang melihat Kanaya yang tetap tenang dan tidak terpancing emosi.

​"Jangan sombong dulu, Nay. Pria kaya itu biasanya cuma main-main, paling nanti kalau sudah bosan, kamu dibuang dan ditinggal di sini lagi. Mana mungkin keluarga terpandang mau menerima menantu yang cuma anak petani dari pelosok begini. Sadar diri sedikit, jangan sampai nanti malah bikin malu orang tuamu karena cuma jadi simpanan," ucap Bu Nisa dengan kata-kata yang semakin tajam.

​Tangan Kanaya mencengkeram pinggiran bambu saung hingga kukunya memutih, perkataan Bu Nisa itu benar-benar melukai harga dirinya.

"Terima kasih atas nasihatnya, Bu. Saya akan memastikan apa yang dikatakan Bu Nisa tidak akan pernah terjadi," ucap Kanaya.

Baru saja Bu Nisa ingin bersuara, tiba-tiba Narendra datang dengan membawa camilan dan kepala untuk Kanaya.

Narendra berdiri tepat di belakang Kanaya, meletakkan nampan berisi kelapa muda dan camilan itu di atas lantai bambu saung dengan gerakan yang tenang, namun aura kehadirannya seketika mengubah atmosfer di sana, matanya yang tajam dan dingin menyapu wajah Bu Nisa dan teman-temannya yang tadi begitu vokal.

​"Ada masalah, sayang?" tanya Narendra sambil duduk di samping Kanaya dan sengaja menekankan kata panggilan itu lalu merangkul pundak Kanaya dengan protektif.

​Bu Nisa dan yang lainnya mendadak bungkam ketika melihat sosok Narendra dari dekat, dengan postur tubuh tegap, jam tangan mewah yang melingkar dan tatapan mata yang mengintimidasi membuat mereka nyali mereka ciut seketika.

​"Oh, ini... ini pria yang bawa mobil itu ya?" tanya Bu Nisa dengan nada bicara yang tiba-tiba berubah menjadi canggung dan mencoba tersenyum ramah yang dipaksakan.

"Iya, Bu. Saya Narendra, calon suaminya Kanaya," ucap Narendra.

Narendra menatap Bu Nisa dengan tatapan datar yang sangat mengintimidasi, seolah-olah ia bisa membaca setiap kata kasar yang baru saja keluar dari mulut wanita itu.

​"Oh, calon suami? Kami tadi cuma... cuma sedang menyapa Kanaya kok. Kanaya ini teman anak saya dulu," ucap Bu Nisa terbata-bata sambil menarik langkah mundur.

​"Iya, iya. Kami duluan ya, Nay. Mari, Mas," timpal Bu Paini yang nyalinya sudah menciut habis.

Mereka bergegas pergi dengan langkah seribu bahkan sesekali menoleh ke belakang seolah takut Narendra akan mengejar mereka dengan teguran yang lebih keras.

​Setelah Ibu-ibu itu menjauh, Narendra tidak langsung melepaskan rangkulannya. Narendra justru memutar tubuhnya menghadap Kanaya lalu dengan lembut mengangkat dagu gadis itu agar menatapnya.

​"Jangan dengarkan mereka, orang-orang yang berisik biasanya adalah orang-orang yang iri karena mereka tidak punya apa yang kamu miliki," ucap Narendra pelan namun penuh penekanan.

"Kamu dengar ya apa yang mereka katakan tadi?" tanya Kanaya pelan dan matanya sedikit berkaca-kaca karena masih merasa terhina.

"Cukup untuk membuatku tahu kalau mereka butuh pelajaran tentang sopan santun. Kanaya dengarkan aku ya, statusmu bukan ditentukan oleh apa kata mereka, tapi oleh posisimu di sampingku dan posisimu di sini menjadi adalah ratuku," ucap Narendra.

Narendra mengusap air mata yang hampir jatuh di pipi Kanaya dengan ibu jarinya, sentuhannya begitu lembut, sangat kontras dengan tatapan tajam yang ia berikan pada Ibu-ibu tadi.

​"Jangan menangis hanya karena ucapan orang yang bahkan tidak tahu cara menghargai sesama, kamu terlalu berharga untuk setetes air mata ini," ucap Narendra yang mampu membuat Kanaya tersenyum.

"Nah,gini kan bagus. Aku suka saat kamu tersenyum," lanjut Narendra.

.

.

.

Bersambung.....

1
Indriani Kartini
bahagia banget Naya di cintai suami ,bahagia selalu
Isma Nayla
suka jalan ceritanya
selamat naya dn naren jagonya sdh lahir🥳
Indriani Kartini
ia Lis kmu yg selalu bilang jangan mimpi SMA Kanaya, dan ternyata beerjodoh
Aidil Kenzie Zie
ya Lis sekarang Kanaya udah bahagia sama Naren
Nurminah
masak iya numpang terus kalo saya risih ada orang lain
Lisna Wati
lanjut ka
Naufal Affiq
lanjut kak
Naufal Affiq
Dika dapat kan cinta arin,buat dia bisa menerima mu menjadi kekasih nya
Lia Rahmawati
Dika Dika lucu banget sih kamu🤭
Ariany Sudjana
asli ngakak habis 😂😂🤭🤭😄😄
Naufal Affiq
lanjut kak
Ariany Sudjana
udah ketemu jodohnya tuh Dika
Aidil Kenzie Zie
giliran Naren sama Naya yang jodohin Dika sama Arin
Kim Marda Moon
ujian terberatnya apa ya??😌
Ariany Sudjana
Kanaya kamu jangan keras kepala, sudah tahu lagi hamil, masih juga berkeras mau naik motor
Ariany Sudjana
ga apa kok pak dokter, kapan lagi bisa punya mertua yang sayang menantu seperti mama Clara?
Naufal Affiq
lanjut kak
Aidil Kenzie Zie
dokter bucin makin posesif
Aidil Kenzie Zie
Narendra junior bakal launching itu
faizha al-husna
bagus
elaretaa: Terima kasih atas dukungannya Kak🥰🥰🥰🥰❤️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!